● online
Mengenal dan Mengkaji Nafsu Muthmainnah

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Sebagai manusia biasa yang punya banyak kekhilafan dan kekurangan, kita tentu sering bertolak belakang dengan hawa nafsu serta selalu berusaha melawan hal tersebut. Akan tetapi, tahukah kalian kalau ternyata tidak semua hawa nafsu itu buruk? Justru sebaliknya, ada nafsu yang berdampak positif terhadap diri kita serta menumbuhkan kecintaan kita kepada Sang Khaliq. Pada kesempatan kali ini, ada satu jenis nafsu pada manusia yang menarik untuk dikaji lebih lanjut, yang dikenal dengan sebutan Nafsu Muthmainnah.
Kajian mengenai nafsu muthmainnah adalah bagian dari kesejahteraan spiritual. Kesejahteraan spiritual merupakan kondisi yang mencerminkan perasaan positif, perilaku, pengetahaun dan pemahaman seseorang dalam hubungannya dengan diri sendiri, orang lain, hal-hal yang transenden dan alam. Kesejahteraan spiritual akan menjadikan seseorang memahami identitas diri, keutuhan, kepuasan, kebahagiaan, kepuasan, keindahan, cinta kasih, rasa hormat, sikap positif, ketenteraman batin dan keselarasan hidup. Dan tujuan dan arah dalam menjalani kehidupan. Pandangan ini menekankan bahwa kesejahteraan spiritual juga menyangkut aspek-aspek psikologis dan sosial.
Dalam Al Qur’an, Nafs adalah kata yang biasa digunakan untuk merujuk pada hal-hal yang berhubungan dengan jiwa. Hal ini tercantum dalam QS. Ar Rad ayat 28 yang isinya adalah tentang hati yang tenang saat kita mengingat Allah. Dalam Tafsir al-Misbah, nafs muthmainah mengandung makna jiwa yang tenang. Yakni jiwa yang memiliki keyakinan yang kuat terhadap wujud atau janji dari Allah disertai dengan keikhlasan dalam beramal.
Bukan hanya itu, nafsu muthmainah juga mengandung makna jiwa yang senantiasa mendapat rahmat dari Allah, memiliki karakter yang tenang (muthmainah), ridha atas segala ketetapan Allah yang terjadi atas dirinya.
Menurut Ibnu Taimiyah sebagimana yang dikutip oleh Saputra, menjelaskan bahwa nafs mutmainah adalah jiwa senantiasa memiliki rasa cinta dan menginginkan kebaikan serta menbenci berbagai hal yang menimbulkan keburukan. Sementara dalam kitab Asbab Al-Takhallush Min Al-Hawa, Ibnu Qayyim Al Jauziyyah menerangkan bahwa definisi nafsu adalah kecondongan jiwa terhadap sesuatu yang selaras dengan keinginan seseorang.
Bukan hanya itu, ketika kita membaca juz 30, ada satu surah yang membahas tentang nafsu muthmainnah yaitu Al-Fajr ayat 27-30 :
يٰٓاَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَىِٕنَّةُۙ ٢٧ ارْجِعِيْٓ اِلٰى رَبِّكِ رَاضِيَةً مَّرْضِيَّةً ۚ ٢٨ فَادْخُلِيْ فِيْ عِبٰدِيْۙ ٢٩ وَادْخُلِيْ جَنَّتِيْ ࣖࣖ ٣٠ ( الفجر/89: 27-30)
“Wahai jiwa yang tenang (27), kembalilah kepada Tuhanmu dengan ridha dan diridhai (28). Lalu, masuklah ke dalam golongan hamba-hamba-Ku (29) dan masuklah ke dalam surga-Ku! (30)” (QS. Al-Fajr: 27-30)
Sayangnya, banyak santri di pondok pesantren mungkin hanya menghafal ayatnya saja tanpa mengkaji dan memahami maknanya secara utuh. Sebelum kita kaji lebih dalam mengenai ayat tersebut, alangkah baiknya apabila kita mengetahui pengertian dari nafsu muthmainnah terlebih dahulu.
Berdasarkan penuturan dari Ibnu Abbas bahwa nafsu muthmainnah adalah nafsu yang membenarkan ketuhanan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Apabila seseorang telah merasakan kenikmatan ibadah dan tidak lagi punya perasaan cinta kepada hal-hal yang bersifat duniawi maka ia telah berhasil mendapatkan nafsu muthmainnah.
Dengan kata lain, manusia yang telah mendapatkan nafsu muthmainnah adalah golongan orang yang beruntung karena berhasil meraih puncak tertinggi sebagai hamba Allah. Allah menyediakan hadiah spesial berupa surga bagi orang yang telah berhasil menembus nafsu muthmainnah ke dalam jiwanya seperti yang tertuang dalam akhir ayat surah Al-Fajr di atas.
Referensi
https://journal.uinsi.ac.id/index.php/el-Buhuth/article/download/3523/pdf/.
Penulis: Ainun Mubin Misbah N.
Penyunting: Idan Sahid
Tulisan website Pustaka Al-Bahjah merupakan platform bacaan yang ditulis oleh masyarakat umum sebagai media literasi. Submit tulisanmu dengan cara klik link ini.
Mengenal dan Mengkaji Nafsu Muthmainnah
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Ketika seorang wanita pada hari kemarin masih haid, namun ternyata ketika pagi di hari berikutnya ia yakin... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Mencium tangan guru merupakan sebuah tradisi yang masuk ke dalam bab tabarruk. Tabarruk sendiri berarti mengambil berkah... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Mendekati akhir bulan Desember, banyak orang yang sibuk mempersiapkan perayaan Tahun Baru Masehi. Banyak diantaranya ada... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Seorang yang terampil bermain bola akan senang saat keterampilannya itu diuji. Seorang yang pintar berhitung akan senang saat... selengkapnya
PUSTAKA AL-BAHJAH-NEWS-Bertempat di Pondok Pesantren Al-Bahjah Sendang, Kecamatan Sumber-Cirebon, berlangsung acara gebyar dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad ﷺ, Ahad... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Sabar dan syukur merupakan dua kata yang umum diucapkan, namun pada hakikatnya sangat sulit untuk dipraktikkan. Lisan... selengkapnya
Buya Yahya, pengasuh LPD Al-Bahjah memberikan tausiyah tentang cara yang lebih baik dalam menyantuni anak yatim dan piatu. Menurut Buya... selengkapnya
Sumber gambar: https://minanews.net/jenis-juru-dakwah/ Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Tanda ketulusan hati seorang Muslim adalah ketika merindukan saudara-saudaranya yang belum melakukan kebaikan, agar... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Orang yang merindukan bulan Ramadan akan mengenang setiap hiruk-pikuk yang ada di dalamnya. Seperti berburu takjil, sahur,... selengkapnya
MALU Aku malu pada bulan Yang terangnya meluluhlantahkan gelapnya hatiku Aku malu pada bintang Yang indah kemerlapnya tak seujung... selengkapnya
Buku Pengantar Bahasa Arab Para ahli bahasa menyebutkan bahwa maharoh/kemampuan berbahasa ada empat, yaitu (istima’, kalam, qiroah, dan kitabah). Keempatnya… selengkapnya
Rp 29.000 Rp 38.000Buku Fiqih Praktis Haid karya Buya Yahya memuat tiga bahasan utama, yaitu identifikasi dan ketentuan haid, nifas, dan istihadhoh yang… selengkapnya
Rp 95.000 Rp 149.000Buku Fiqih Bepergian karya Buya Yahya menghadirkan masalah umum yang sering dihadapi oleh kaum muslim dalam menjaga kualitas dan waktu… selengkapnya
Rp 23.000 Rp 43.000Buku Aqidah 50 karya Buya Yahya secara tuntas membahas pokok-pokok fundamental Aqidah Islam sebagaimana yang dibakukan oleh Ahlusunnah Waljama’ah. Buku… selengkapnya
Rp 49.000Penerbit: Pustaka Al-Bahjah Penulis: Moch. Idam Kholid Ukuran: 10,5 x 16,5 cm Tebal buku: 200 Bahasa Inggris adalah bahasa internasional… selengkapnya
*Harga Hubungi CSMaulid Ad Diba’ merupakan salah satu kitab maulid yang dibaca dalam rangka meneladani sîrah Rasulullah saw sekaligus bershalawat kepadanya. Salah… selengkapnya
Rp 25.000Buku “Hadist Jibril” karya Buya Yahya ini berisi penjabaran ringkas dari satu hadist Nabi Muhammad Saw yang masyhur dengan sebutan… selengkapnya
Rp 56.000Buku Indahnya Memahami Perbedaan Para Ulama (IMPPU) Karya Buya Yahya menjelaskan perbedaan keyakinan aqidah dan perbedaan pelaksanaan amalan ibadah-ibadah dalam… selengkapnya
Rp 89.000Penerbit: Pustaka Al-Bahjah Penulis: Achmad Hisyam Al Habsyie Tebal buku: viii+140 Menelusuri jejak kepemimpinan Islam pasca wafatnya Rasulullah Saw melalui… selengkapnya
*Harga Hubungi CSBuku “Dzikir Harian” yang ditulis oleh Buya Yahya adalah dzikir-dzikir yang dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Dzikir-dzikir yang dihadirkan merupakan… selengkapnya
Rp 25.000 Rp 27.000
Saat ini belum tersedia komentar.