Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

CS Pustaka
● online
CS Pustaka
● online
Halo, perkenalkan saya CS Pustaka
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Beranda » Blog » Mengenal dan Mengkaji Nafsu Muthmainnah

Mengenal dan Mengkaji Nafsu Muthmainnah

Diposting pada 9 Juli 2026 oleh Redaksi / Dilihat: 45 kali / Kategori:

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Sebagai manusia biasa yang punya banyak kekhilafan dan kekurangan, kita tentu sering bertolak belakang dengan hawa nafsu serta selalu berusaha melawan hal tersebut. Akan tetapi, tahukah kalian kalau ternyata tidak semua hawa nafsu itu buruk? Justru sebaliknya, ada nafsu yang berdampak positif terhadap diri kita serta menumbuhkan kecintaan kita kepada Sang Khaliq. Pada kesempatan kali ini, ada satu jenis nafsu pada manusia yang menarik untuk dikaji lebih lanjut, yang dikenal dengan sebutan Nafsu Muthmainnah.

Kajian mengenai nafsu muthmainnah adalah bagian dari kesejahteraan spiritual. Kesejahteraan spiritual merupakan kondisi yang mencerminkan perasaan positif, perilaku, pengetahaun dan pemahaman seseorang dalam hubungannya dengan diri sendiri, orang lain, hal-hal yang transenden dan alam.  Kesejahteraan spiritual akan menjadikan seseorang memahami identitas diri, keutuhan, kepuasan, kebahagiaan, kepuasan, keindahan, cinta kasih, rasa hormat, sikap positif, ketenteraman batin dan keselarasan hidup. Dan tujuan dan arah dalam menjalani kehidupan. Pandangan ini menekankan bahwa kesejahteraan spiritual juga menyangkut aspek-aspek psikologis dan sosial.

Dalam Al Qur’an, Nafs adalah kata yang biasa digunakan untuk merujuk pada hal-hal yang berhubungan dengan jiwa. Hal ini tercantum dalam QS. Ar Rad ayat 28 yang isinya adalah tentang hati yang tenang saat kita mengingat Allah. Dalam Tafsir al-Misbah, nafs muthmainah mengandung makna jiwa yang tenang. Yakni jiwa yang memiliki keyakinan yang kuat terhadap wujud atau janji dari Allah disertai dengan keikhlasan dalam beramal.

Bukan hanya itu, nafsu muthmainah juga mengandung makna jiwa yang senantiasa mendapat rahmat dari Allah, memiliki karakter yang tenang (muthmainah), ridha atas segala ketetapan Allah yang terjadi atas dirinya.

Menurut Ibnu Taimiyah sebagimana yang dikutip oleh Saputra, menjelaskan bahwa nafs mutmainah adalah jiwa senantiasa memiliki rasa cinta dan menginginkan kebaikan serta menbenci berbagai hal yang menimbulkan keburukan. Sementara dalam kitab Asbab Al-Takhallush Min Al-Hawa, Ibnu Qayyim Al Jauziyyah menerangkan bahwa definisi nafsu adalah kecondongan jiwa terhadap sesuatu yang selaras dengan keinginan seseorang.

Bukan hanya itu, ketika kita membaca juz 30, ada satu surah yang membahas tentang nafsu muthmainnah yaitu Al-Fajr ayat 27-30 :

يٰٓاَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَىِٕنَّةُۙ ٢٧ ارْجِعِيْٓ اِلٰى رَبِّكِ رَاضِيَةً مَّرْضِيَّةً ۚ ٢٨ فَادْخُلِيْ فِيْ عِبٰدِيْۙ ٢٩ وَادْخُلِيْ جَنَّتِيْ ࣖࣖ ٣٠ ( الفجر/89: 27-30)

“Wahai jiwa yang tenang (27), kembalilah kepada Tuhanmu dengan ridha dan diridhai (28). Lalu, masuklah ke dalam golongan hamba-hamba-Ku (29) dan masuklah ke dalam surga-Ku! (30)” (QS. Al-Fajr: 27-30)

Sayangnya, banyak santri di pondok pesantren mungkin hanya menghafal ayatnya saja tanpa mengkaji dan memahami maknanya secara utuh. Sebelum kita kaji lebih dalam mengenai ayat tersebut, alangkah baiknya apabila kita mengetahui pengertian dari nafsu muthmainnah terlebih dahulu.

Berdasarkan penuturan dari Ibnu Abbas bahwa nafsu muthmainnah adalah nafsu yang membenarkan ketuhanan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Apabila seseorang telah merasakan kenikmatan ibadah dan tidak lagi punya perasaan cinta kepada hal-hal yang bersifat duniawi maka ia telah berhasil mendapatkan nafsu muthmainnah.

Dengan kata lain, manusia yang telah mendapatkan nafsu muthmainnah adalah golongan orang yang beruntung karena berhasil meraih puncak tertinggi sebagai hamba Allah. Allah menyediakan hadiah spesial berupa surga bagi orang yang telah berhasil menembus nafsu muthmainnah ke dalam jiwanya seperti yang tertuang dalam akhir ayat surah Al-Fajr di atas.

Referensi

https://journal.uinsi.ac.id/index.php/el-Buhuth/article/download/3523/pdf/.

 

Penulis: Ainun Mubin Misbah N.

Penyunting: Idan Sahid

Tulisan website Pustaka Al-Bahjah merupakan platform bacaan yang ditulis oleh masyarakat umum sebagai media literasi. Submit tulisanmu dengan cara klik link ini.

Bagikan ke

Mengenal dan Mengkaji Nafsu Muthmainnah

Saat ini belum tersedia komentar.

Mohon maaf, form komentar dinonaktifkan pada halaman/artikel ini.
Haid Sudah Bersih di Pagi Hari, Namun Tidak Niat dan Sahur, Bagaimana Puasanya?
20 Maret 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Ketika seorang wanita pada hari kemarin masih haid, namun ternyata ketika pagi di hari berikutnya ia yakin... selengkapnya

Mencium Tangan Guru: Tradisi Hormat atau Tanda Pengkultusan?
21 September 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Mencium tangan guru merupakan sebuah tradisi yang masuk ke dalam bab tabarruk. Tabarruk sendiri berarti mengambil berkah... selengkapnya

Anda Ingin Meniup Terompet di Malam Tahun Baru? Mari Simak Penjelasan Buya Yahya
28 Desember 2022

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Mendekati akhir bulan Desember, banyak orang yang sibuk mempersiapkan perayaan Tahun Baru Masehi. Banyak diantaranya ada... selengkapnya

Menyambut Datangnya Ujian
27 Juni 2026

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Seorang yang terampil bermain bola akan senang saat keterampilannya itu diuji. Seorang yang pintar berhitung akan senang saat... selengkapnya

Satu Hati di Al-Bahjah: Semarak Maulid Akbar Nabi Muhammad ﷺ Rabi’ul Awal 1443 H
10 Oktober 2021

PUSTAKA AL-BAHJAH-NEWS-Bertempat di Pondok Pesantren Al-Bahjah Sendang, Kecamatan Sumber-Cirebon, berlangsung acara gebyar dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad ﷺ, Ahad... selengkapnya

Mengukur Derajat Sabar dan Syukur, Mana yang Lebih Luhur?
30 September 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Sabar dan syukur merupakan dua kata yang umum diucapkan, namun pada hakikatnya sangat sulit untuk dipraktikkan. Lisan... selengkapnya

Buya Yahya: Santuni Anak Yatim Langsung ke Rumah Mereka
30 Juli 2023

Buya Yahya, pengasuh LPD Al-Bahjah memberikan tausiyah tentang cara yang lebih baik dalam menyantuni anak yatim dan piatu. Menurut Buya... selengkapnya

Prinsip dan Peran Dakwah dalam Menyeru Kebaikan dan Mencegah Kemungkaran
15 Februari 2025

Sumber gambar: https://minanews.net/jenis-juru-dakwah/ Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Tanda ketulusan hati seorang Muslim adalah ketika merindukan saudara-saudaranya yang belum melakukan kebaikan, agar... selengkapnya

Beginilah Menyikapi Perbedaan Doa Berbuka Puasa Menurut Buya Yahya
28 Maret 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Orang yang merindukan bulan Ramadan akan mengenang setiap hiruk-pikuk yang ada di dalamnya. Seperti berburu takjil, sahur,... selengkapnya

Puisi-Puisi Nur Aliyatul Hasanah (1)
27 April 2024

  MALU Aku malu pada bulan Yang terangnya meluluhlantahkan gelapnya hatiku Aku malu pada bintang Yang indah kemerlapnya tak seujung... selengkapnya

Mengenal dan Mengkaji Nafsu Muthmainnah

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: