fbpx
Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

CS Pustaka
● online
CS Pustaka
● online
Halo, perkenalkan saya CS Pustaka
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Buka Setiap Hari pukul 08.00 s.d. pukul 16.00 Hari Besar Islam Tutup
Beranda » Blog » Mengapa Kita Harus Menghargai Perbedaan Pendapat Setiap Orang?

Mengapa Kita Harus Menghargai Perbedaan Pendapat Setiap Orang?

Diposting pada 19 Mei 2024 oleh Redaksi / Dilihat: 72 kali / Kategori:

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Dalam pengambilan keputusan, selalu terdapat perbedaan pendapat yang beragam. Hal ini sering terjadi dan sulit dihindari. Tak sedikit juga orang yang tidak dapat menoleransi perbedaan pendapat tersebut. Padahal setiap manusia diberikan kebebasan untuk menyatakan pendapat oleh Allah Swt. Sehingga kita pun harus memahami bahwa tidak semua orang dapat dipaksakan untuk menerima pendapat kita. Termasuk dalam perbedaan pendapat berkeyakinan. Dalam Al-Qur’an:

وَلَوْ شَاۤءَ رَبُّكَ لَجَعَلَ النَّاسَ اُمَّةً وَّاحِدَةً وَّلَا يَزَالُوْنَ مُخْتَلِفِيْنَۙ

Artinya:

“Dan jika Tuhanmu menghendaki, tentu Dia jadikan manusia umat yang satu, tetapi mereka senantiasa berselisih (pendapat).” (Q. S. Hud: 118)

Maksud dari ayat ini adalah jika Allah Swt berkehendak tentu Allah Swt akan jadikan seluruh manusia menjadi umat yang satu, yakni menganut satu agama, satu keyakinan, dan satu pendapat. Tetapi Allah Swt tidak menghendaki demikian. Allah Swt memberikan manusia kebebasan berpikir dan memilih. Namun manusia senantiasa mengikuti hawa nafsunya dan tetap berselisih pendapat meskipun itu benar.

Keragaman Pendapat dalam Islam

Sejak zaman Nabi Muhammad Saw, umat Islam diajari untuk saling menghormati dan menghargai perbedaan pendapat. Hal ini didasarkan pada prinsip bahwa tidak ada manusia yang memiliki pengetahuan yang sempurna. Faktanya perbedaan dan perselisihan hukum dan syariat Islam telah terjadi sejak zaman Nabi Saw dan para sahabatnya.

Tidak ada perselisihan bahwa sumber utama hukum Islam adalah Al-Qur’an dan sunnah Nabi Muhammad Saw. Namun mungkin ada beberapa pendekatan yang berbeda dalam memahami maknanya. Di dalam sejarah Islam tercatat bagaimana para sahabat Nabi Saw, para ulama, dan cendekiawan muslim memiliki perbedaan pendapat dalam masalah fiqh, tafsir, dan aspek keagamaan lainnya.

Hal ini disebabkan bahwa mereka memiliki persepsi, penafsiran, dan penalaran yang berbeda ketika menghadapi suatu permasalahan dalam kondisi tertentu. Perbedaan pendapat ini dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti kepribadian, lingkungan, kebutuhan, adat, dan lain sebagainya. Keragaman ini tidak hanya diterima, tetapi juga dihargai karena berkontribusi dalam perkembangan pemikiran Islam yang kaya.

Prinsip-Prinsip Menghargai Perbedaan Pendapat

Meskipun perbedaan pendapat tersebut mesti diterima dengan penuh kelapangan. Namun haruslah ditempuh dengan penuh keseriusan, seperti tetap mengedepankan etika dan adab. Islam menekankan pentingnya adab dan etika ketika berdiskusi. Rasulullah Saw memberi pedoman tentang cara berdiskusi yang baik. Yaitu dengan sopan dan santun, berbicara dengan lemah lembut, mendengarkan dengan saksama, tidak memotong pembicaraan, dan menghindari kata-kata yang menyakitkan.

Selanjutnya, para ulama juga memiliki pedoman menghadapi perbedaan pendapat dengan sikap terbuka dan toleransi. Faktanya, merangkul perbedaan inilah dapat membantu kita untuk memperluas cara pandang kita secara lebih mendalam. Sehingga dapat bermanfaat bagi masyarakat.

Selain itu, perbedaan pendapat harus didasarkan pada ilmu dan bukan dari prasangka, bukan juga sekadar emosi atau melibatkan kepentingan pribadi. Sehingga dalam perbedeaan masalah keagamaan misalnya, Islam mengajarkan untuk menghormati otoritas para ulama yang memiliki pengetahuan mendalam tentang syariat Islam. Kesadaran ini penting karena pendapat-pendapat yang disampaikan haruslah berdasar dan memiliki rasionalisasi yang benar.

Menghindari Perselisihan

Meskipun dalam Islam perbedaan pendapat adalah hal yang wajar, namun Islam juga mengajarkan umatnya untuk menghindari perselisihan yang tidak perlu. Sebab hal tersebut dapat menyebabkan perpecahan dan permusuhan. Umat Islam diharapkan mengupayakan untuk selalu mencari titik tengah dan kesepakatan bersama sebagai cara terbaik untuk menyelesaikan masalah.

Kesimpulan

Allah Swt menciptakan manusia dengan keragaman pikiran, pengalaman, dan sudut pandang. Perbedaan pendapat tidak hanya sebagai bentuk tanda keberagaman secara dhohir, tetapi juga merupakan rahmat dari Allah Swt untuk umat Islam belajar satu sama lain. Dengan menghargai perbedaan, umat Islam dapat bersatu dalam keragaman dan bersama-sama membangun masyarakat yang lebih baik.

 

Penulis: Anindya Octaviani Ekawitri

Daftar Pustaka:

Islamic Religious Council of Singapore: Friday Khutbah. 13 Juli 2018. Respecting Differences in Opinion. Diunduh pada 7 Mei 2024, dari www.muis.gov.sg

Islamic Religious Council of Singapore: Friday Sermon. 3 Maret 2023. Reviving a Culture of Respecting Differences of Opinion. Diakses pada 7 Mei 2024, dari www.muslim.sg/collections/khutbah/reviving-a-culture-of-respecting-differences-of-opinion

 

Tulisan website Pustaka Al-Bahjah merupakan platform bacaan yang ditulis oleh masyarakat umum sebagai media literasi. Submit tulisanmu dengan cara ini.

Tags: , ,

Bagikan ke

Mengapa Kita Harus Menghargai Perbedaan Pendapat Setiap Orang?

Saat ini belum tersedia komentar.

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan kami publikasikan. Kolom bertanda bintang (*) wajib diisi.

*

*

Mengapa Kita Harus Menghargai Perbedaan Pendapat Setiap Orang?

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: