Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

CS Pustaka
● online
CS Pustaka
● online
Halo, perkenalkan saya CS Pustaka
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Beranda » Blog » Cara Menjadi Muslimah yang Tangguh

Cara Menjadi Muslimah yang Tangguh

Diposting pada 28 September 2024 oleh Redaksi / Dilihat: 1.176 kali / Kategori:

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Islam sebagai agama Rahmatan Lil Alamin membawa kemaslahatan bagi seluruh umat manusia serta datang untuk memuliakan wanita. Islam tidak membedakan antara laki-laki dan perempuan. Islam juga membawa rahmat bagi orang yang kuat maupun yang lemah. Bukan hanya diperuntukkan bagi manusia saja, bahkan binatang pun merasakan hal yang sama.

Kedatangan Rasulullah Saw menjadikan wanita benar-benar diangkat derajatnya. Dari yang semula dianggap hina, rendah, dan tidak bisa apa-apa, kemudian dimuliakan di dalam Islam, ditempatkan pada tempat yang layak, sesuai dengan posisi mereka. Ummi Fairuz Ar-Rahbini menyebutkan sebuah hadis:

“Siapa orang yang paling berhak untuk aku berbuat baik kepadanya? Ibumu, ibumu, ibumu lalu Ayahmu”.

Hadis ini menunjukkan Islam sangat memperhatikan perempuan. Pengulangan kata “Ibu” sebanyak tiga kali memberi arti supaya laki-laki bisa menghargai ibunya dan menjadi sebuah penghargaan kepada wanita, bahwa mereka mulia di hadapan Allah Swt karena telah bersusah payah mengandung, melahirkan, dan mengurus anak. Muslimah harus berbangga akan hal ini. Tapi yang jadi persoalan, perempuan di anugerahi hati yang lembut sehingga mudah menangis. Padahal menangis bukanlah suatu kelemahan. Bahkan dulu sahabat Umar r.a. sering kali menangis. Dan itu bukan karena beliau lemah.

Dalam sejarah pun kita mengetahui tentang perjuangan seorang perempuan tangguh, yakni Sayyidah Khodijah Al-Kubro, istri Baginda Nabi Muhammad Saw yang merupakan seorang saudagar kaya raya. Dalam kondisi terburuknya sekalipun, tidak lantas menjadikan beliau lemah. Ummi Fairuz Ar-Rahbini mengatakan, kita itu bukan makhluk lemah yang tidak bisa apa-apa maka berusahalah menjadi wanita kuat, caranya dengan belajar dari wanita-wanita mulia. Bukan lari dari masalah dan pada kemungkinan terburuk, bunuh diri. Akibat dari mencontoh hal yang kurang baik. Nauzubillah.

Hal demikian menjadi tanda orang yang berputus asa dari rahmat Allah Swt. Dan perlu diketahui, dosa orang putus asa itu sangat luar biasa. Sampai dikatakan ada dua makhluk yang dibenci oleh Allah, yaitu iblis dan orang yang berputus asa dari rahmat Allah Swt. Jangan sampai kita berputus asa dari rahmat-Nya. Jika menemukan permasalahan dalam hidup, hadapi.  Sebesar apa pun masalahnya, pasti ada solusinya. Ummi Fairuz Ar-Rahbini berkata,

“Kalau ada orang pengen hidup ngga punya masalah, jangan hidup”. Ujarnya.

Hal tersebut memberikan gambaran bahwa manusia yang hidup pasti terdapat sebuah masalah. Masalah itu bukan sesuatu yang hina atau suatu hal yang tidak berguna. Allah yang memberi masalah dan Allah pula yang akan mengangkatnya. Di satu sisi, dengan masalah yang Allah berikan agar menjadikan kita hamba yang lebih taat kepada-Nya. Sebab untuk menjadi kuat, tidak ada kata terlambat. Jadikan diri ini selalu mempunyai prinsip, saya ingin menjadi orang yang berguna bagi umat Nabi Muhammad Saw. Ummi berpesan,

“Jadilah wanita yang bisa diandalkan dalam semua keadaan dan jangan mudah menyerah”.

Cara ini kemudian yang diharapkan supaya kita bisa menjadi seorang muslimah yang tangguh. Tidak hanya sekadar menggaungkan emansipasi. Pasrah dengan mengatakan wanita tidak bisa apa-apa. Tetapi mengimplementasikan apa yang telah disebutkan di atas serta meyakini bahwa Allah Swt memberikan sesuatu sudah sesuai dengan kadarnya pada setiap hamba, termasuk untuk pribadi seorang muslimah.

 

Penulis: Ayuning Dharma Malik

 

Tulisan website Pustaka Al-Bahjah merupakan platform bacaan yang ditulis oleh masyarakat umum sebagai media literasi. Submit tulisanmu dengan cara ini.

Tags: ,

Bagikan ke

Cara Menjadi Muslimah yang Tangguh

Saat ini belum tersedia komentar.

Mohon maaf, form komentar dinonaktifkan pada halaman/artikel ini.
Memulihkan Kembali Tiga Kata Sakti
13 August 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Sebagai makhluk sosial, kita tak terlepas dari interaksi dengan orang lain. Seiring bertambahnya umur, sikap yang makin dewasa,... selengkapnya

Event Organizer: Mendekorasi dengan Hati “Tanda Bukti” Kecintaan kepada Nabi ﷺ
9 October 2021

Event Organizer: Mendekorasi dengan Hati “Tanda Bukti” Kecintaan kepada Nabi ﷺ PUSTAKA AL-BAHJAH-SEKILAS INFO MAULID  NABI MUHAMMAD-1443 H-Dari beberapa persiapan... selengkapnya

Hidup Diliputi Kebingungan, Tak Tentu Arah dan Tujuan? Mari Simak Nasihat Buya Yahya Berikut Ini
24 December 2022

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Manusia adalah makhluk ciptaan Allah Swt yang paling mulia di muka bumi karena kesempurnaannya  melebihi makhluk... selengkapnya

Suara dari Gaza
9 August 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Di sebuah kamar sempit berukuran 3×4 meter, pada sudut kampung yang sunyi dari suara berita dunia, Umar menatap... selengkapnya

Prestasi Gemilang: SMAIQu Al-Bahjah Pusat Cirebon Raih Akreditasi Terbaik di Jawa Barat
6 December 2023

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Pada akhir tahun 2023 ini, SMAIQu Al-Bahjah Pusat Cirebon kembali meraih prestasi gemilang pada acara Ekspose... selengkapnya

Hukum Cat yang Menghalangi Anggota Wudu: Apakah Shalatnya Sah?
1 December 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Wudu merupakan syarat sah shalat yang harus dipenuhi setiap Muslim. Tanpa suci dari hadas besar maupun kecil, maka... selengkapnya

Mensyukuri Nikmat Ramadan
6 April 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Seorang mukmin yang dapat menikmati kemuliaan bulan Ramadan, adalah mereka yang senantiasa menghabiskan waktu dan kesempatannya dengan... selengkapnya

Hukum Shalat Jumat Ketika Bertepatan dengan Hari Raya (Oleh: Buya Yahya)
5 June 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Pada tahun-tahun tertentu, kita menemukan hari raya bertepatan dengan hari Jumat. Bersamaan dengan itu, muncul pertanyaan apakah melaksanakan... selengkapnya

Halal Bihalal Santri Formal Al-Bahjah Pusat
19 April 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-15 Syawal 1446 H/Senin 14 April 2025 M – Liburan santri formal Al-Bahjah Pusat telah usai. Para santri... selengkapnya

Perbedaan Takbir Muqayyad dan Takbir Mursal Pada Hari Raya Iduladha dan Idulfitri
28 June 2023

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Salah satu kesunnahan pada Hari Raya Iduladha dan Idulfitri adalah mengumandangkan takbir. Takbir sendiri terbagi kedalam... selengkapnya

Cara Menjadi Muslimah yang Tangguh

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: