● online
- Sam'iyyat - Beriman Kepada yang Gaib....
- Buku Aqidah - Hadits Jibril....
- Kitab Bidayatul Wushul 1....
- Kisah Nabi Muhammad Saw "Dari Lahir Sampai Diutus ....
- Fiqih Shalat Berjamaah....
- Kisah Nabi Muhammad Saw "Kekhalifahan, Keluarga Na....
- English Practice "Practice Makes Perfect" Low Begi....
- المعين المبين في تعلم العرب....
Cara Mendapatkan Pahala Haji dan Umrah Tanpa Berkunjung ke Makkah

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Banyak orang-orang muslim berbondong-bondong pergi ke Makkah dan Madinah untuk melaksanakan ibadah haji dan umrah. Semua itu dilakukan dengan niat tulus sebagai seorang hamba sejati yang mengabdikan dirinya untuk beribadah kepada Allah Swt. Ketulusan hati inilah yang menjadikan mereka memiliki semangat tinggi dalam mengejar pahala untuk bekal di akhirat kelak. Tidak peduli dengan lelahnya jasad akibat aktivitas fisik yang harus ia tempuh, karena pada akhirnya perjuangan menunaikan ibadah itu akan berbuah manis baginya. Namun, bagaimana jika kita belum mampu melaksanakan ibadah rukun Islam yang kelima ini karena belum Allah Swt takdirkan? Tentu saja ini tidak harus menjadikan kita bersedih apa lagi berputus asa.
Seorang muslim yang rindu kepada Allah Swt dan Rasul-Nya, semangat untuk mendapatkan pahala tidak dibatasi hanya pada kemampuan untuk berangkat haji atau umrah saja. Ia akan berusaha mengejar pahala-pahala lain agar bisa menyaingi ibadah haji dan umrah, bahkan pahala-pahala yang lebih besar lagi karena landasan yang ada di dalam hatinya adalah rindu kepada Allah Swt dan Rasulullah Saw.
Amalan untuk Mendapatkan Pahala Haji dan Umrah
Saat menyampaikan cara agar bisa berkunjung ke Makkah dan Madinah untuk melaksanakan ibadah haji dan umrah, Buya Yahya berpesan,
“Tanda Anda bisa segera (melaksanakan) haji dan umrah adalah keseriusan Anda dalam usaha untuk mendekatkan diri (kepada Allah Swt)”
Rasulullah Saw memberikan berita gembira bahwa seorang mukmin tetap bisa mendapatkan pahala haji dan umrah yang sempurna di saat ia belum mampu dan tidak bisa pergi ke Makkah. Baginda Nabi Saw bahkan meyakinkannya dengan menyebutkan “sempurna” sampai tiga kali.
Diriwayatkan oleh Anas bin Malik r.a. bahwa Rasulullah Saw bersabda:
مَنْ صَلَّى الغَدَاةَ فِي جَمَاعَةٍ ثُمَّ قَعَدَ يَذْكُرُ اللهَ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ، ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ كَانَتْ لَهُ كَأَجْرِ حَجَّةٍ وَعُمْرَةٍ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم: «تَامَّةٍ تَامَّةٍ تَامَّةٍ»
Artinya:
“Barang siapa shalat subuh berjamaah kemudian dia duduk menyebut nama Allah Swt (berdzikir) sampai matahari terbit, kemudian setelah itu melakukan shalat dua rakaat maka bagi orang tersebut seperti mendapatkan pahala haji dan umrah.” Sayyidina Anas r.a. berkata, ‘Rasulullah Saw menyebutkan: sempurna, sempurna, sempurna’” (HR. Tirmizi dengan derajat hadis hasan gharib)
Buya Yahya menjelaskan, khusus kaum pria, pelaksanaan shalat subuh berjamaah tersebut utamanya dilakukan di masjid jika memungkinkan. Jika tidak memungkinkan maka boleh di tempat terhormat di mana saja.
Kemudian hendaknya kita sabar menanti matahari terbit dengan membaca dzikir kepada Allah Swt di tempat shalat untuk melaksanakan dua rakaat shalat sunah. Orang yang melakukan ini mendapatkan pahala haji dan umrah dengan sempurna. Rasulullah Saw menyebutkan sempurna sampai tiga kali agar kita tidak ragu akan kebenarannya, bukan basa-basi saja.
Konteks amalan di dalam hadis ini adalah ‘dalam hal pahala, bukan pengguguran kewajiban berhaji’. Karena itu, mendapatkan pahala haji dan umrah dengan mengamalkan isi hadis tersebut tidak berarti menggugurkan kewajiban untuk melaksanakan ibadah haji dan umrah bagi yang mampu.
Cara Mengamalkan Shalat Berpahala Haji dan Umrah
Pertanyaannya, shalat apakah yang bisa menjadi sebab kita mendapatkan pahala haji dan umrah yang dimaksud dalam hadis di atas? Para ulama berbeda pendapat, mayoritas mengatakan bahwa yang dimaksud adalah shalat dhuha, shalat sunah yang sangat dikukuhkan. Sedangkan sebagian kecil yang lain mengatakan bahwa itu adalah shalat isyraq atau shalat saat terbitnya matahari.
Jika kita mengambil pendapat sebagian kecil ulama, setelah melaksanakan shalat isyraq hendaknya dilanjutkan melakukan shalat dhuha karena shalat dhuha merupakan shalat sunah yang dikukuhkan, seperti halnya shalat rawatib. Ibaratnya, jangan sampai kita mengejar ikan yang kecil sementara ikan yang besar ditinggalkan. Oleh karena itu, keutamaan shalat isyraq tidak bisa mengalahkan keutamaan shalat dhuha.
Sedangkan jika kita mengambil pendapat mayoritas ulama yang mengatakan bahwa ini adalah shalat dhuha, kita perlu menunggu sejenak setelah matahari terbit sekitar lima belas menit. Ukurannya adalah diperkirakan matahari sudah meninggi sekiranya dalam bayangan kita di bawah matahari tersebut cukup untuk disisipkan matahari lagi, saat itulah waktu dhuha tiba.
Mengamalkan amalan ini setidaknya akan menjadikan kita mendapatkan dua balasan. Pertama adalah balasan berupa pahala haji dan dan umrah dan kedua adalah pahala shalat dhuha atau shalat isyraq itu sendiri.
Demikianlah cara mendapatkan pahala haji dan umrah meskipun kita belum mampu berkunjung ke tanah suci. Hati yang terpaut kepada Makkah dan Madinah semata-mata karena kerinduan kepada Allah Swt dan kepada Rasulullah Saw tentunya akan merasa gembira mendengar kabar gembira ini. Sebagaimana pesan yang Buya sampaikan,
“Anda akan selalu senantiasa rindu melakukan sesuatu yang menjadi sebab Anda mendapatkan pahala haji dan umrah.”
Penulis: Iim Ainunnaim Muhammad
Referensi: Tausiah Buya Yahya
Tulisan website Pustaka Al-Bahjah merupakan platform bacaan yang ditulis oleh masyarakat umum sebagai media literasi. Submit tulisanmu dengan cara ini.
Cara Mendapatkan Pahala Haji dan Umrah Tanpa Berkunjung ke Makkah
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Dalam fiqih, air kencing adalah najis menurut ijma’ ulama. Penentuan najis dapat dilihat dari tiga tanda menurut jumhur... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Bulan Ramadan merupakan bulan penuh keistimewaan bagi umat Islam di pelbagai belahan penjuru bumi karena setiap amalan ibadah... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Nabi Muhammad Saw pernah menyebut bahwa wanita adalah sebaik-baiknya perhiasan dunia. Wanita disebut sebagai perhiasan dunia karena... selengkapnya
Orang yang melaksanakan shalat pasti akan terhindar dari perbuatan jahat, keji dan mungkar. Sebaliknya, orang yang tidak melaksanakan shalat akan... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Puji syukur kepada Allah Swt yang telah memberikan anugerah kemerdekaan kepada negeri dan bangsa ini sehingga saat... selengkapnya
Makkah Di kejauhan jelajah terbentang luas, Di hati nurani, cinta tak terbatas. Perjalanan ke Makkah, tiada terlukiskan, Dalam... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Iduladha menjadi momen yang paling ditunggu-tunggu oleh mayoritas masyarakat di seluruh penjuru negeri. Tua-muda, kaya-miskin, pria-wanita semua berduyun-duyun... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Pada era digitalisasi informasi seperti sekarang ini, secara sadar atau tidak pernah mengalami bullying atau yang lebih kita... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Malam Lailatul Qadr adalah malam istimewa yang lebih baik dari seribu bulan. Namun, keberadaannya tidak bisa ditentukan... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Masa remaja adalah salah satu fase paling menarik dalam kehidupan seseorang. Masa tersebut adalah waktu di mana... selengkapnya
Buku “Dzikir Harian” yang ditulis oleh Buya Yahya adalah dzikir-dzikir yang dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Dzikir-dzikir yang dihadirkan merupakan… selengkapnya
Rp 25.000 Rp 27.000Penerbit: Pustaka Al-Bahjah Penulis: Maulid Johansyah, M.Pd. Tebal buku: xi+138 Buku saku Kosa Kata (Almufrodat) Sehari-Hari ini merupakan pelengkap untuk… selengkapnya
Rp 23.000 Rp 29.900Buku Fiqih Praktis Haid karya Buya Yahya memuat tiga bahasan utama, yaitu identifikasi dan ketentuan haid, nifas, dan istihadhoh yang… selengkapnya
Rp 95.000 Rp 149.000Penerbit: Pustaka Al-Bahjah Penulis: Moch. Idam Kholid Ukuran: 10,5 x 16,5 cm Tebal buku: 300 Bahasa Inggris adalah bahasa internasional… selengkapnya
*Harga Hubungi CSBuku “Oase Iman” memberikan pemahaman yang mendalam namun ringan sebagai siraman hati bagi siapa pun yang membacanya. Berisi catatan buah… selengkapnya
Rp 87.000 Rp 93.000Penerbit: Pustaka Al-Bahjah Penulis: Moch. Idam Kholid Ukuran: 10,5 x 16,5 cm Tebal buku: 256 Bahasa Inggris adalah bahasa internasional… selengkapnya
*Harga Hubungi CSDi antara hal yang disepakati oleh para ulama bahwa agama Islam adalah agama yang relevan untuk setiap zaman dan di… selengkapnya
Rp 90.000 Rp 110.500
Saat ini belum tersedia komentar.