Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

CS Pustaka
● online
CS Pustaka
● online
Halo, perkenalkan saya CS Pustaka
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Beranda » Blog » Ingat, Pahala Shalat Jamak dan Qasar Lebih Unggul daripada Shalat Biasa!

Ingat, Pahala Shalat Jamak dan Qasar Lebih Unggul daripada Shalat Biasa!

Diposting pada 21 Januari 2025 oleh Redaksi / Dilihat: 2.605 kali / Kategori:

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Bagi orang yang belum paham, ketika bepergian mungkin saja beranggapan bahwa shalat normal seperti biasa, tanpa jamak dan qasar lebih baik daripada harus menjamak atau mengqasarnya. Alasannya mungkin saja kurang lebih, “Selagi diri kita masih mampu kenapa harus diqasar dan dijamak?”.

Sekilas anggapan tersebut seolah benar. Apa lagi saat ini zaman sudah maju, pada beberapa keadaan kita bisa dengan mudah menemukan tempat untuk sekadar menunaikan shalat selama dalam perjalanan. Namun, syariat mengajarkan bahwa menjamak dan mengqasar tetaplah lebih utama.

Buya Yahya menyebutkan sebuah hadis sebagai berikut.

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رضي الله عنهما قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:

«إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ أَنْ تُؤْتَى رُخَصُهُ، كَمَا يُحِبُّ أَنْ تُؤْتَى عَزَائِمُهُ«

Artinya,

“Sungguh, Allah Swt senang rukhsah-rukhsah-Nya diambil sebagaimana Dia senang kewajiban-kewajiban-Nya dilaksanakan”. (HR. Ibnu Hibban)

Rukhsah secara harfiah adalah keringanan. Dapat diartikan rukhsah dari Allah Subhanallahu wa Ta’ala ialah kemudahan-kemudahan dari Allah bagi seorang hamba, baik dalam bentuk hukum atau ibadah kepada-Nya karena suatu uzur.

Dari hadis ini kita bisa menerapkan isinya dengan shalat ketika bepergian, bahwa kemudahan dalam syariat menjamak dan mengqasar shalat lebih Allah sukai. Sebagaimana Allah Subhanallahu wa Ta’ala juga menyukai kewajiban-kewajiban syariat-Nya dilaksanakan.

Tentunya bepergian yang dimaksud paling tidak ialah perjalanan yang mubah. Bukan perjalanan dalam rangka bermaksiat kepada Allah Subhanallahu wa Ta’ala. Misalnya, seseorang hendak bepergian dari Cirebon menuju Surabaya. Ia berangkat pukul 11.00 siang sehingga menemukan waktu Zuhur selama dalam waktu perjalanan. Maka ia dianjurkan untuk menjamak dan mengqasar shalat Zuhur dan shalat Asar, sekalipun ia menemukan banyak rest area dan masjid untuk shalat secara normal.

Ini merupakan anjuran dan keutamaan. Jadi tidak perlu lagi berdalih, “Saya masih mampu shalat seperti biasa,”  atau berdalih, “Sekarang ada banyak tempat untuk melaksanakan shalat di perjalanan, apa susahnya berhenti sejenak?”

Sebagian orang bahkan ragu melaksanakan shalat jamak dan qasar yang lagi-lagi dengan dalih seperti di atas. Padahal kemudahan ini datang dari Allah Subhanallahu wa Ta’ala, jadi apa lagi yang perlu diragukan? Nilai keunggulan suatu ibadah bukanlah didasarkan kepada penilaian pribadi yang bisa saja datang dari hawa nafsu, melainkan didasarkan pada kesesuaian dengan ilmu dan ajaran syariat.

Selagi kemudahan Allah Subhanallahu wa Ta’ala berikan, ambillah kemudahan tersebut karena itu yang lebih Allah sukai. Dengan begitu pahala yang didapatkan dari shalat jamak dan qasar juga pasti lebih besar, selagi dalam perjalanan dan memenuhi syarat.

Salah satu hikmah adanya rukhsah shalat dalam perjalanan adalah agar tidak ada satu pun orang yang terlewat dari keutamaan shalat. Jangan sampai ada orang tidak melaksanakan kewajiban shalat gara-gara bepergian. Sesungguhnya itu terjadi semata-mata karena kurangnya ilmu dan pemahaman tentang shalat. Shalat itu mudah dalam segala keadaan, tidak perlu dipersusah.

Semua pemaparan di atas tentunya tidak akan sempurna jika tidak digali lebih dalam lagi dalam ilmu fiqih bepergian karena memang di situlah ilmunya bermuara. Masih banyak permasalahan penting seputar shalat di perjalanan yang perlu dipahami solusinya. Jika Anda ingin belajar lebih banyak tentang shalat dalam perjalanan, Anda dapat membaca buku Fiqih Bepergian Solusi Shalat di Perjalanan dan Saat Macet karya Buya Yahya.

Semoga kita dijaga dari meninggalkan shalat, diberi pertolongan, dan selalu diberi kesempatan untuk melaksanakan keutamaan-keutamaan ibadah kepada Allah Subhanallahu wa Ta’ala. Amin.

 

Penulis: Iim Ainunnaim Muhammad

Penyunting: Idan Sahid

 

Tulisan website Pustaka Al-Bahjah merupakan platform bacaan yang ditulis oleh masyarakat umum sebagai media literasi. Submit tulisanmu dengan cara ini.

Tags: , ,

Bagikan ke

Ingat, Pahala Shalat Jamak dan Qasar Lebih Unggul daripada Shalat Biasa!

Saat ini belum tersedia komentar.

Mohon maaf, form komentar dinonaktifkan pada halaman/artikel ini.
Kuliah Tak Menghalangi tuk Berkhidmah
6 Oktober 2021

Kuliah Tak Menghalangi tuk Berkhidmah PUSTAKA AL-BAHJAH-INSPIRASI-Di penghujung senja pada sore hari, tanggal 5 Oktober 2021, menjelang selesainya jam khidmah.... selengkapnya

Menjaga Pandangan dan Pendengaran: Dua Pintu yang Bisa Merusak Hati
29 Mei 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Pada zaman sekarang, setiap orang dapat mengakses apa pun dengan bebas melalui peranti teknologi. Tidak sedikit pula melalui... selengkapnya

Banyak yang Belum Tahu, Istinja Cukup Pakai Tisu
15 Mei 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Tahukah kamu bahwa dalam Islam terdapat istilah istinja. Secara sederhana pengertian istinja adalah aktivitas bersuci setelah berhadas dari... selengkapnya

Berburuk Sangka Itu Diam-Diam Menghayutkan
29 September 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Kita mungkin pernah mendengar kalau di balik tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat. Kita juga tahu kalau... selengkapnya

(Teks Khutbah Jumat) Menggapai Hidayah dengan Keinsyafan
2 Juli 2026

Dalam kesempatan khutbah singkat ini, kami akan menghadirkan sebuah renungan untuk diri kami sendiri khususnya dan untuk semuanya yang mendengar... selengkapnya

Hanya di Cirebon, Nasi Harga Tiga Ribu Berkelas Bintang
26 November 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Makanan adalah salah satu topik pembahasan ketika membicarakan suatu daerah. Tak terlepas bagi perantau modelan saya yang... selengkapnya

Puisi-Puisi Solahudin (1): Nyanyian Penghambaan
22 Juni 2025

Ketika Allah Cemburu Kepada Ciptaan-Nya   Di kesepian malam yang memanggil rindu Langit menunduk menyaksikan kisah manusia yang lupa akan... selengkapnya

Kontroversi Amalan di Hari ‘Asyura
5 Juli 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Kita dianjurkan bersyukur atas nikmat yang Allah berikan di sebagian waktu dengan melakukan amalan kebaikan di waktu tersebut.... selengkapnya

Ada Apa dengan Mandi Hari Jum’at?
13 Desember 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Mandi pada hari Jum’at memiliki kedudukan yang berbeda dengan mandi di hari-hari yang lain, jika dilihat dari... selengkapnya

Abu Dzar Al-Ghifari, sang Pelopor Gerakan Hidup Sederhana
20 November 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Abu Dzar adalah sahabat dekat Rasulullah dan termasuk salah satu orang terawal yang masuk Islam. Ketika ia masuk... selengkapnya

Ingat, Pahala Shalat Jamak dan Qasar Lebih Unggul daripada Shalat Biasa!

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: