● online
Ketika Terlanjur Tahu Aib Orang Lain

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Sudah menjadi keharusan untuk kita tidak usah mencari-cari kekurangan dan aib orang lain. Namun sekeras apa pun usaha yang kita lakukan, terkadang informasi tentang ketidakbaikan seseorang sampai ke mata dan telinga kita. Terlebih pada zaman teknologi ini segala informasi begitu mudah berseliweran dan dengan sadar maupun tidak sadar kita menjadi tahu aib-aib orang lain, baik yang kita kenal atau tidak.
Buya Yahya mengajarkan, saat kita terlanjur mengetahui aib orang lain, beberapa langkah yang harus segera dilakukan adalah sebagai berikut.
Berusaha Berhusnuzan
Sering kali pandangan dan pendengaran kita hanya bisa tertuju pada satu objek dalam satu waktu. Setelah melihat dan mendengarnya, anggapan dan prasangka kita sering kali tergiring kepada satu persfektif semata, tanpa menghadirkan pikiran-pikiran jernih. Padahal segala kemungkinan-kemungkinan dapat terjadi. Mungkin saja kita salah dengar, mungkin saja kita salah lihat. Karena itu sebisa mungkin berusalah untuk selalu berprasangka baik karena itu lebih menyehatkan.
Ini tidak berarti kita pura-pura buta atau pura-pura tuli lalu tidak mau memperingatkan orang lain. Akan tetapi, dalam konteks berusaha berhusnuzan, amar ma’ruf dan nahyi mungkar itu dapat dilakukan setelah kemaksiatan sudah tampak dan itu pun dengan cara yang seindah mungkin.
Jika Sudah Tahu, Berusahalah Melupakan
Selalu berusaha melupakan kekurangan orang lain adalah cara menghindar dari ketidakbaikan akibat aib tersebut. Sebab, mengingatnya hanya akan memengaruhi diri untuk bersikap merendahkan. Jika itu sebuah kemaksiatan yang sudah tampak, lakukan peringatan dengan cara yang indah. Setelah itu lupakan ketidakbaikannya dan ambil pelajarannya.
Jangan Ceritakan kepada Orang Lain
Menceritakan kekurangan orang lain hanya akan menciptakan efek domino. Bahaya yang timbul bukan hanya pada orang lain, tapi pada diri kita sendiri. Bahaya pada diri sendiri terkait urusan ghibah yang hanya akan menguras tenaga dan pahala kita. Bahaya kepada orang lain yaitu seperti kita menyebarkan virus kejelekan pada orang lain yang terkadang juga menimbulkan pertengkaran.
Panjatkan Doa Kebaikan
Memanjatkan doa kebaikan untuk orang lain yang dilanda suatu kekurangan menandakan ketulususan jiwa kita. Berusalah untuk melatih hati kita saat memandang orang lain dengan pandangan rahmat, penuhi dengan panjatan doa-doa kebaikan. Jika kekurangan ada pada orang lain, doakan agar Allah mengangkat derajatnya. Jika kelebihan ada pada orang lain, doakan agar Allah semakin menambahkan nikmat dan anugerah untuknya. Pada dasarnya, setiap doa kebaikan akan kembali kepada diri kita sendiri.
Sebagai kesimpulan, Buya Yahya pernah berpesan,
“Jika terlanjur tahu kekurangan orang lain, berusahalah untuk melupakannya. Lalu panjatkan doa pengampunan dan semoga tidak benar seperti itu.”
Semua kita mampu menjaga diri kita dari keterpurukan dan dari merendahkan orang lain sehingga kita tergolong orang-orang yang beruntung. Amin.
Disadur dari Ceramah Buya Yahya
Penulis: Iim Ainunnaim Muhammad
Penyunting: Idan Sahid
Tulisan website Pustaka Al-Bahjah merupakan platform bacaan yang ditulis oleh masyarakat umum sebagai media literasi. Submit tulisanmu dengan cara klik link ini.
Ketika Terlanjur Tahu Aib Orang Lain
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Ilmu adalah kunci untuk mengangkat derajat manusia. Karena itu, dalam proses perkembangan peradaban manusia, ilmu memiliki peran penting... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Di bulan Ramadan, setiap Muslim dianjurkan untuk lebih maksimal dan fokus beribadah, seperti shalat, membaca Al-Qur’an, dan berdzikir.... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Cinta merupakan fenomena yang lazim dialami oleh setiap manusia. Dan hawa nafsu merupakan sesuatu yang fitrahnya... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Islam yang asing merupakan sebuah keniscayaan yang terjadi pada abad ke-21, abad di mana generasi Z, Alfa, dan... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –PKKS merupakan proses evaluasi yang dilakukan oleh pengawas sekolah yang tak lepas dari koordinasi dengan dinas pendidikan.... selengkapnya
Di tengah-tengah kaum muslimin Indonesia sedang ramai perbincangan mengenai perbedaan penetapan hari Raya Iduladha. Sebagian pihak mengikuti ketetapan pemerintah melalui... selengkapnya
Hakikat Warid Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Jika asing dengan istilah warid, Anda mungkin tidak akan asing dengan istilah wirid. Keduanya berasal... selengkapnya
Pada tahun-tahun tertentu, kita menemukan hari raya bertepatan dengan hari Jumat. Bersamaan dengan itu, muncul pertanyaan apakah melaksanakan shalat Jumat... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Divisi Media dan Dakwah Al-Bahjah mengadakan tasyakuran gedung media baru yang berdiri megah di kawasan kompleks yayasan... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Pada tahun-tahun tertentu, kita menemukan hari raya bertepatan dengan hari Jumat. Bersamaan dengan itu, muncul pertanyaan apakah melaksanakan... selengkapnya
Maulid Ad Diba’ merupakan salah satu kitab maulid yang dibaca dalam rangka meneladani sîrah Rasulullah saw sekaligus bershalawat kepadanya. Salah… selengkapnya
Rp 25.000Buku “Hadist Jibril” karya Buya Yahya ini berisi penjabaran ringkas dari satu hadist Nabi Muhammad Saw yang masyhur dengan sebutan… selengkapnya
Rp 56.000Buku “Sam’iyyat” karya Buya Yahya penting untuk kita memiliki sebagai buku pegangan dalam memiliki keyakinan yang benar. Dengan keyakinan yang… selengkapnya
Rp 59.000 Rp 69.000Buku “Dzikir Harian” yang ditulis oleh Buya Yahya adalah dzikir-dzikir yang dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Dzikir-dzikir yang dihadirkan merupakan… selengkapnya
Rp 25.000 Rp 27.000Buku Fiqih Thaharah (Bersuci) karya Buya Yahya ini disusun berdasarkan berbagai kitab-kitab yang terpercaya dengan tetap memperhatikan sumber utamanya, yakni… selengkapnya
Rp 60.000Buku Fiqih Praktis Haid karya Buya Yahya memuat tiga bahasan utama, yaitu identifikasi dan ketentuan haid, nifas, dan istihadhoh yang… selengkapnya
Rp 149.000
Saat ini belum tersedia komentar.