Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

CS Pustaka
● online
CS Pustaka
● online
Halo, perkenalkan saya CS Pustaka
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Beranda » Blog » Cara Perempuan Aman dan Nyaman dalam Bermedia Sosial (1)

Cara Perempuan Aman dan Nyaman dalam Bermedia Sosial (1)

Diposting pada 15 Oktober 2025 oleh Redaksi / Dilihat: 419 kali / Kategori:

(Bagian kesatu dari dua tulisan)

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Sahabat Muslimah, masih ingatkah dengan platform friendster? Buat yang belum tahu, friendster adalah media sosial sekitar tahun 2000-an yang banyak sekali penggunanya, baik dari kalangan muda maupun dewasa. Jejaring pertemanan dapat ditemukan di sana. Bahkan sering kali dijadikan media untuk mencari pasangan. Tidak jarang juga banyak orang menjadi korban dari adanya media sosial itu. Kini friendster sudah tidak lagi beroperasi. Namun, ibarat mati satu, tumbuh seribu. Banyak sekali platform sosial media yang bermunculan dan ramai digunakan.

Enam dari Tujuh Perempuan Pernah Mengalami Kekerasan di Media Sosial

Seperti halnya friendster, media sosial saat ini juga kerap menjadi sarana kejahatan terhadap perempuan, termasuk Muslimah. Hal tersebut dibuktikan oleh lembaga Plan International yang melakukan survei terhadap 14.701 perempuan di 22 negara, baik remaja maupun dewasa. Hasilnya, lebih dari separuh responden (58%) mengalami kekerasan saat berinteraksi di media sosial. Mereka mengalami penghinaan, pelecehan secara verbal, dipermalukan, diancam dengan kekerasan seksual, body shaming, dan termasuk menjadi korban pelecehan seksual. WhatsApp menjadi media sosial tertinggi yang menjadi sarana tindakan tersebut, yakni 60%. Disusul Instagram 59% kemudian Facebook 53%. Lantas, bagaimana sikap Muslimah terhadap gencarnya penggunaan media sosial?

Dekapan media sosial yang bisa membahayakan bagi Muslimah seperti yang diberitakan di atas adalah masalah serius yang urgen untuk diselesaikan. Hal itu mengingat Muslimah adalah sosok yang sangat berpengaruh terhadap maju tidaknya suatu bangsa, terlebih ia adalah kehormatan yang harus dijaga.  Oleh karenanya, ada dua hal yang butuh untuk dibangun, yaitu benteng kesadaran secara individu dan benteng dari sistem kehidupan yang melingkupinya.

Kesadaran Muslimah secara Individu

Media sosial adalah alat yang tidak jauh bedanya dengan alat-alat lainnya. Seperti pisau, pena, mobil, dan alat lainnya. Pisau bisa digunakan untuk memotong sayur atau juga memutilasi manusia. Pena bisa digunakan untuk menulis kata-kata yang baik, tetapi bisa juga kata-kata bohong yang memanipulasi. Mobil bisa digunakan untuk bepergian ke tempat-tempat yang Allah ridhai atau bisa juga ke tempat yang Allah murkai. Semua tergantung kepada niat yang dimiliki seseorang dalam menggunakan alat tersebut.

Media sosial merupakan alat komunikasi yang darinya kita bisa memiliki banyak jaringan teman, banyak informasi, menghasilkan uang, bahkan menjadi media utama dalam berdakwah. Seorang Muslimah hendaknya mempertanyakan dirinya sendiri sebelum berselancar di media sosial. Seperti untuk apa aku membuka ini? Ada kepentingan apa aku mencari tahu tentang ini? Mengapa aku membuat akun media sosial ini? Apakah Allah meridhai jika aku membuat konten ini? Bagaimana jika yang aku lakukan ini dicontoh oleh orang lain, akan menjadi amal jariyah atau dosa? Dan lain-lain. Muslimah sejati senantiasa ingat bahwa setiap yang dilakukannya akan ada pertanggungjawabannya di hadapan Allah. Oleh karena itu, semua yang dilakukan saat menggunakan media sosial bergantung kepada niatnya. Niat yang baik akan berujung pada kebaikan. Sebaliknya niat yang tidak berlandaskan mencari keridhaan Allah, akan bermuara hanya pada selain Allah, lebih-lebih jika ternyata itu adalah kemaksiatan. Sebagaimana sebuah hadist yang diriwayatkan dari Amirul Mukminin, Abu Hafsh ‘Umar bin Al-Khattab Radhiyallahu ‘Anhu, ia berkata bahwa ia mendengar Rasulullah Salallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

إنَّمَا الأعمَال بالنِّيَّاتِ وإِنَّما لِكُلِّ امريءٍ ما نَوَى

“Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada niatnya. Setiap orang akan mendapatkan apa yang ia niatkan.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Muslimah boleh saja memiliki akun media sosial untuk meluaskan dakwah Islam karena tidak bisa dipungkiri arus dakwah di luar Islam yang sarat akan ide-ide materialisme sekuler begitu gencar disampaikan melalui media sosial. Oleh karenanya, menguasai media sosial sebagai sarana dakwah Islam sangat dibutuhkan. Misalnya, membuat konten tadabbur Al-Qur’an, menyebarkan link-link kajian atau pembahasan Islam, mengkritisi persoalan kehidupan dengan sudut pandang Islam, menyampaikan kisah Islam juga sejarah peradaban Islam, dan yang semisal dengannya.

Selain untuk berdakwah, Muslimah juga boleh menggunakan media sosial untuk mendapatkan penghasilan. Hanya saja, penting untuk diingat bahwa ini termasuk dalam perkara mubah, khususnya bagi Muslimah yang sudah berkeluarga. Dibutuhkan komunikasi dengan suami agar saling memahami dan mendukung peran masing-masing sesuai Islam. Sebab pada hakikatnya tanggung jawab mencari nafkah ada di pundak laki-laki. Muslimah juga harus cerdas memutuskan apakah dengan beraktivitas ini amanah wajibnya terbengkalai ataukah tidak.

Perkara lain yang tidak hanya di media sosial tapi secara umum butuh dipahami muslimah adalah tabarruj. Sering kali sudah merasa menutup aurat, tapi ternyata bisa menarik perhatian laki-laki yang tidak halal. Bisa dari segi make up, gerakan, mimik, model busana, atau yang lainnya. Jika karena ketidaktahuan tentang tabarruj, alangkah mulianya jika belajar terlebih dahulu sebelum mengunggah di media sosial dan menjadikan Allah tidak ridha. Na’udzubillah.

Sebenarnya ada cara-cara yang aman agar lebih berhati-hati dan efektif menyampaikan pesan melalui media sosial tanpa menunjukkan diri. Ilmu teknis memahami cara-cara itu sangat bagus untuk dipelajari Muslimah agar bisa lebih terjaga dalam membuat konten.

Dalam bermedia sosial, sering kali Muslimah penasaran dengan postingan tertentu. Penasaran yang setan senang sekali mendekat adalah saat penasaran dengan laki-laki tidak halal di media sosial dan kepentingannya hanya sebatas dorongan syahwat. Tidak ada kepentingan seperti memastikan apakah beliau benar ahli sesuatu sehingga menyampaikan demikian, apakah beliau benar mengetahui fakta itu sehingga membuat kesimpulan tersebut, dan yang sepadan dengan itu.

Jika penasaran yang tidak halal tidak segera ditampik, Muslimah akan dengan mudah tenggelam dalam godaan setan untuk bermaksiat lewat layar. Dari Jarir bin Abdullah Radhiyallahu ‘Anhu, ia berkata,

سَأَلْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- عَنْ نَظَرِ الْفُجَاءَةِ فَأَمَرَنِى أَنْ أَصْرِفَ بَصَرِى.

“Aku pernah bertanya kepada Rasulullah Salallahu ‘Alaihi Wasallam tentang pandangan yang tidak disengaja. Maka beliau memerintahkanku untuk memalingkan pandanganku.” (HR. Muslim, no. 2159)

Pandangan tak sengaja saja diperintahkan memalingkan, apalagi yang memang sengaja scroll untuk menikmati yang tidak halal. Dengan semakin gencarnya arus informasi di media sosial, Muslimah harus melek literasi. Pandai dalam memilah dan memilih informasi mana yang akurat dan bermanfaat, serta yang utama adalah sesuai dengan syariat. Banyak dari Muslimah yang sekadar mengikuti tren yang viral padahal membahayakan aqidah.

 

Bersambung…

Penulis: Naila Dhofarina Noor

Penyunting: Idan Sahid

Tulisan website Pustaka Al-Bahjah merupakan platform bacaan yang ditulis oleh masyarakat umum sebagai media literasi. Submit tulisanmu dengan cara klik link ini.

 

 

Bagikan ke

Cara Perempuan Aman dan Nyaman dalam Bermedia Sosial (1)

Saat ini belum tersedia komentar.

Mohon maaf, form komentar dinonaktifkan pada halaman/artikel ini.
Bagaimana Cara Menyikapi Cacian dan Makian? Berikut Pesan Buya Yahya
11 September 2023

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Cacian dan makian seringkali kita dapati dalam berbagai keadaan. Namun sejatinya, apakah hal itu layak untuk... selengkapnya

Patungan Kurban Satu Kambing Oleh Satu Kelas Ternyata Bisa Sah, Begini Caranya
6 Juni 2023

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon- Patungan kurban adalah gabungan beberapa orang dalam pengumpulan dana untuk membeli hewan kurban. Umumnya fenomena patungan kurban... selengkapnya

Psikologi di Balik Selalu Berpura-pura “Menjadi yang Tersakit”
11 Februari 2026

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Secara tak sadar kita sering mendengar cerita atau curhatan seseorang yang tampak terus-menerus disakiti, merasa tidak pernah dipahami,... selengkapnya

Metode Pendidikan Terbaik Itu Ada pada Nabi Muhammad Saw
16 Desember 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Sejatinya umat Islam telah memiliki suri teladan yang harus diikuti. Ketika kita mengikutinya dalam hal apa pun,... selengkapnya

Bolehkah Mendukung Iran yang Mayoritas Beraqidah Syiah?
16 Maret 2026

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Akhir-akhir ini, dunia sedang terfokus pada peperangan yang terjadi di Timur Tengah. Yakni peperangan antara Israel yang didukung... selengkapnya

Kembali kepada Allah sebagai Solusi Depresi?
24 Juli 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Fenomena stres dan depresi bukanlah hal baru dalam kehidupan manusia. Namun pada zaman modern dengan tekanan hidup yang... selengkapnya

Cara Atasi Overthinking dalam Islam
9 April 2026

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Overthinking dapat diartikan sebagai kondisi di mana seseorang memberikan ruang terlalu banyak terhadap pikiran untuk berpikir secara terus-menerus... selengkapnya

Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1445 H
18 Juli 2023

Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1445 H Awal tahun adalah saat untuk merencanakan dan memulai kebaikan dimasa yang akan... selengkapnya

Puisi-Puisi Odi Yanuar
8 Juni 2024

  Lima Tiang   Ada lima tiang Tiang itu berdiri kokoh Kokoh karena selalu dijaga Dijaga dan dilestarikan   Tiang... selengkapnya

Shalat Tarawih Namun Tidak Ba’diyah Isya? Anda Merugi!
9 April 2023

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Shalat Tarawih merupakan shalat sunnah yang sangat dianjurkan untuk menghidupkan malam bulan Ramadhan. Namun ketika shalat... selengkapnya

Cara Perempuan Aman dan Nyaman dalam Bermedia Sosial (1)

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: