Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

CS Pustaka
● online
CS Pustaka
● online
Halo, perkenalkan saya CS Pustaka
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Beranda » Blog » Meminta Tanpa Mengeluh: Adab Berdoa Nabi Ayyub

Meminta Tanpa Mengeluh: Adab Berdoa Nabi Ayyub

Diposting pada 14 Agustus 2024 oleh Redaksi / Dilihat: 938 kali / Kategori:

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Doa sering dimaknai dengan permohonan atau permintaan dengan penuh harapan dan pujian kepada Tuhan. Dalam agama Islam, doa sebagai pokok ibadah, sebab dalam rangkaian ibadah tersebut tidak terlepas dengan pujian-pujian kepada Allah Swt. Selain ibadah shalat berisi bacaan doa, setelahnya sangat dianjurkan untuk kembali berdoa menadahkan tangan sebagai seorang hamba yang memasrahkan diri kepada pemiliknya.

Berdoa menjadi kesempatan dan waktu yang tepat untuk meminta dan mengadu segala sesuatu kepada Allah Swt. Karena berdoa adalah bentuk penghambaan secara utuh kepada Sang Maha Kuasa dan bentuk ketidakmampuan seorang hamba. Namun terkadang, sebagian orang ketika berdoa langsung memanjatkan keinginan dan mengadukan permasalahan serta derita yang dialami, tanpa didahului dan disertai adab-adab dalam berdoa.

Berbeda dengan manusia pilihan Allah Swt, yakni Nabi Ayyub a.s. Nabi Ayyub a.s. mendapatkan ujian bertubi-tubi, mulai dari harta benda yang dimilikinya habis tak tersisa, ditinggal keluarga, dan fisiknya yang mengalami sakit parah. Namun ibadah Nabi Ayyub a.s. justru semakin bertambah, keimanannya tidak goyah, tidak mengeluh, dan ridha atas ujian yang menimpanya. Bahkan hingga mengalami sakit parah yang cukup menyulitkan Nabi Ayyub a.s. dalam melakukan ibadah. Nabi Ayyub a.s. kemudian memanjatkan doa tanpa keluh kesah yang berlebih. Doa tersebut diabadikan dalam Al-Qur’an surah al-Anbiya` [21]: ayat 83 sebagai berikut:

وَأَيُّوبَ إِذْ نَادَى رَبَّهُ أَنِّي مَسَّنِيَ الضُّرُّ وَأَنْتَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ

“(Ingatlah) Ayyub ketika dia berdoa kepada Tuhannya, “(Ya Tuhanku), sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit, padahal Engkau Tuhan Yang Maha Penyayang dari semua yang penyayang.” (Al-Qur`an surah al-Anbiya` [21]: 83).

Lafal doa Nabi Ayyub a.s. bukan meminta agar diangkat segala musibah, dan disembuhkan penyakitnya. Dalam ayat ini, Nabi Ayyub a.s. melafalkan doa bahwa kondisinya saat ini sedang sakit. Doa Nabi Ayyub a.s. tersebut menunjukkan kelemahan seorang hamba dan meminta belas kasih sayang dari Allah Swt dengan memuji-Nya. Kemudian Allah Swt mengijabah doa Nabi Ayyub a.s. dan mengembalikan segalanya bahkan dengan berlipat ganda.

Cara berdoa Nabi Ayyub a.s. ini yang seharusnya selalu kita terapkan ketika kita dialami kesulitan atau merasa kehilangan sesuatu dalam diri dan di dalam kehidupan kita. Sebab sikap dan doa Nabi Ayyub a.s. ini mengajarkan adab dalam meminta kepada Allah Swt. Artinya, Nabi Ayyub a.s. tidak mengancam, memerintah, mengatur, atau bahkan menagih, tetapi meminta dengan penuh keinsyafan. Islam telah mengatur soal etika dan adab dalam bermuamalah kepada manusia, begitupun adab ketika berdoa kepada Allah Swt. Di antara adab lain dalam berdoa adalah mendahulukan untuk meminta ampun atas kesalahan dan dosa, seperti mengucap kalimat istighfar, menyebut asma Allah Swt, pujian dan shalawat kepada Nabi Muhammad Saw, kemudian doa yang dipinta dan ditutup kembali dengan shalawat. Semoga kita semua diberikan kemudahan dalam berdoa dan dikabul dalam segala harapannya dalam ketaatannya kepada Allah Swt.

Wallahu a’lam bishawab

 

Penulis: Nur Kholisoh

Referensi:

  1. Al-Qur’an
  2. Kajian rutinan bersama Ustadzah Muna Al-Munawwar di MT. Daarunnajah Sukamulya Tangerang

 

Tulisan website Pustaka Al-Bahjah merupakan platform bacaan yang ditulis oleh masyarakat umum sebagai media literasi. Submit tulisanmu dengan cara ini.

Tags: , , ,

Bagikan ke

Meminta Tanpa Mengeluh: Adab Berdoa Nabi Ayyub

Saat ini belum tersedia komentar.

Mohon maaf, form komentar dinonaktifkan pada halaman/artikel ini.
Memasuki H-2, Mari Intip Kesiapan Panitia Jelang Maulid dan Silaturahmi Akbar LPD Al-Bahjah 1444 H
30 September 2022

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Maulid dan Silaturahmi Akbar Al-Bahjah telah memasuki H-2, berbagai persiapan terus dikebut demi menyambut dan memuliakan... selengkapnya

Puisi-Puisi Rustiya
17 Mei 2024

  Sajadah Cinta   Sajadah cinta terbentang luas, Di hamparan kasih yang tak terkira. Benang-benang  iman terjalin erat, Menemani jiwa... selengkapnya

Hukum Menukar Uang Baru dengan Selisih Nilai dalam Islam
11 Maret 2026

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Menjelang hari raya, sering kita jumpai praktik penukaran uang baru di tempat-tempat tertentu. Banyak orang menukarkan uang dengan... selengkapnya

Hukum Sedekah Tapi Punya Utang yang Sudah Jatuh Tempo
6 Maret 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Dalam kehidupan sehari-hari, banyak di antara kita yang memiliki utang, baik kepada individu maupun lembaga. Latar belakang... selengkapnya

Marhaban Ya Ramadhan: Ramadhan yang Dirindukan
3 April 2022

Tak terasa kita sudah berada di hadapan bulan agung dan mulia. Bulan yang dirindukan kedatangannya oleh para kekasih Allah Swt,... selengkapnya

Masyaallah, Ditengah Guyuran Hujan Deras, Para Jamaah Aceh Tetap Antusias Hadiri Majelis Buya Yahya
15 Desember 2022

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Tabligh Akbar dalam rangkaian Safari Dakwah Buya Yahya di Aceh, Selasa 20 Jumadil Ula 1444 H/13... selengkapnya

Wanita Karier Vs Ibu Rumah Tangga
5 November 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Memasuki dunia pernikahan nyatanya tidak seindah seperti yang dibayangkan. Setiap Muslimah memiliki jalan rumah tangganya masing-masing. Banyak hal... selengkapnya

Pentingnya Thaharah dalam Beribadah
8 Maret 2024

Judul Buku     : Thaharah: Risalah Praktis dan Ringkas Menguraikan tentang Thaharah (Bersuci) sebagai Syarat Sah dalam Beribadah Penulis             : Buya... selengkapnya

Hukum Menolak Ajakan Suami Berhubungan karena Kurangnya Nafkah
12 Desember 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Dalam kehidupan berumah tangga, hubungan suami dan istri bukanlah hubungan saling menuntut atau saling membebani, tetapi hubungan saling... selengkapnya

Puisi-Puisi Husni Mubarok: Liris Mengiris (2)
29 Desember 2024

  Makkah   Di kejauhan jelajah terbentang luas, Di hati nurani, cinta tak terbatas. Perjalanan ke Makkah, tiada terlukiskan, Dalam... selengkapnya

Meminta Tanpa Mengeluh: Adab Berdoa Nabi Ayyub

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: