Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

CS Pustaka
● online
CS Pustaka
● online
Halo, perkenalkan saya CS Pustaka
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Beranda » Blog » Puisi-Puisi Husni Mubarok: Liris Mengiris (2)

Puisi-Puisi Husni Mubarok: Liris Mengiris (2)

Diposting pada 29 Desember 2024 oleh Redaksi / Dilihat: 859 kali / Kategori:

 

Makkah

 

Di kejauhan jelajah terbentang luas,

Di hati nurani, cinta tak terbatas.

Perjalanan ke Makkah, tiada terlukiskan,

Dalam abadi kerinduan, doa yang terpancar.

 

Seperti burung mengarungi langit biru,

Kita terbang, jiwa merdeka meru.

Di antara rembulan, bintang bersinar,

Dalam rahasia malam, harapan mewujudkan.

 

Laksana sungai yang mengalir deras,

Menuju ka’bah, di sanalah tujuan terasa.

Tak terhalang gunung, lembah, atau lautan,

Hanya ketabahan jiwa, dalam perjalanan.

 

Di tengah badai, cahaya terang,

Seakan petunjuk, dari Tuhan Yang Maha Esa.

Perjalanan ke Makkah, bukan sekadar ziarah,

Namun hikmah, kesucian, dalam hati yang terdalam.

 

Kini tibalah, di kota suci yang mulia,

Di hadapan Ka’bah, tiada lagi rasa ragu.

Hanya cinta, tulus dan suci,

Menyatu dalam doa, di bawah langit yang biru.

 

Nabawi

Di atas bukit hijau, cahaya terbit menyapa,

Perjalanan ke Masjid Nabawi, hati penuh syahdu.

Seperti kisah para sahabat, yang mengembara jauh,

Dengan tekad bulat, mencari cinta yang hakiki.

 

Laksana mimpi yang menjelma menjadi nyata,

Langkah demi langkah, menghadap ke bait suci.

Di dalam rindu, terukir doa-doa suci,

Di antara zikir dan tasbih, merasakan kehadiran-Nya.

 

Dalam keheningan malam, bidadari menyapa,

Suara adzan merdu, memanggil umat yang setia.

Dalam pelukan Masjid Nabawi, damai terasa,

Seperti embun yang turun, memberi kehidupan baru.

 

Di antara riuh rendah manusia, hikmah tersembunyi,

Seperti mutiara di dasar lautan yang dalam.

Perjalanan ke Masjid Nabawi, lebih dari sekadar ziarah,

Namun reuni jiwa dengan Rasulullah, sumber ilmu dan cahaya.

 

Kini berdiri di bawah kubah yang megah,

Di hadapan makam yang suci, hati penuh haru.

Perjalanan ke Masjid Nabawi, menyentuh jiwa yang gundah,

Di sini, di samping Nabimu, terpancar kebahagiaan abadi.

 

Prau

 

Megah, memancarkan keagungan.

Gemintang di langit, menyapa sang raja,

Menyiratkan kisah dalam sunyi malam.

 

Di sana, angin berbisik rahasia alam,

Menyapa tanah dengan lembutnya sentuhan.

Awan berarak, seperti tarian suci,

Mengiringi langkah penjelajah hati.

 

Pujaan para petualang,

Di lembah hijau, dan jurang yang sunyi.

Di antara bunga-bunga, dan pepohonan rindang,

Kau simpan kedamaian, rahasia alam sejati.

 

Dalam pelukanmu, hati menemukan kedamaian,

Sejuknya embun, menenangkan jiwa yang resah.

Oh, gunung Pringapus, surga di bumi,

Dalam bait puisi, kau tetap abadi.

 

Anak Perempuan Kecil

 

Di tempat yang jauh di sana,

Terhampar ladang-ladang hijau nan subur.

Di antara rerumputan, berlari-lari kecil,

Anak perempuan bersemangat, penuh cinta.

 

Rambutnya hitam mengalun lembut,

Seperti malam yang memeluk bintang-bintang.

Matanya berkilau seperti mutiara,

Menerangi dunia dengan kepolosan yang mengagumkan.

 

Langkahnya ringan, langit memeluknya,

Seakan-akan dia tarian angin yang indah.

Di tangannya, ia membawa kebahagiaan,

Menyebarkan senyum dalam setiap sentuhan.

 

Anak perempuan kecil, berjiwa besar,

Penuh dengan mimpi-mimpi yang tak terbatas.

Dalam hatinya, tersembunyi keajaiban,

Membawa dunia pada keindahan yang tak terduga.

 

Anak perempuan kecil, bunga yang bersemi,

Terangi dunia dengan sinarmu yang mengagumkan.

Di dalam hatimu, ada keajaiban yang tiada tara,

Bawa kami ke dalam impianmu, ke tempat yang tak terjangkau.

 

Oleh: Husni A. Mubarak

 

Tulisan website Pustaka Al-Bahjah merupakan platform bacaan yang ditulis oleh masyarakat umum sebagai media literasi. Submit tulisanmu dengan cara ini.

Tags: , ,

Bagikan ke

Puisi-Puisi Husni Mubarok: Liris Mengiris (2)

Saat ini belum tersedia komentar.

Mohon maaf, form komentar dinonaktifkan pada halaman/artikel ini.
Hukum Menukar Uang Baru dengan Selisih Nilai dalam Islam
11 Maret 2026

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Menjelang hari raya, sering kita jumpai praktik penukaran uang baru di tempat-tempat tertentu. Banyak orang menukarkan uang dengan... selengkapnya

Bagaimanakah Perayaan Halloween Dalam Pandangan Islam?
11 November 2022

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Baru-baru ini kita dihebohkan dengan berita perayaan Hallowen di Arab Saudi yang notabene merupakan negara Islam.... selengkapnya

Lancar Menulis Sekali Duduk dengan Metode RUJAK
2 Juli 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Apakah ada penulis yang mampu menyelesaikan tulisannya hanya dalam sekali duduk? Jika ada, bagaimana ia melakukannya? Apakah J.... selengkapnya

Beginilah Menyikapi Perbedaan Doa Berbuka Puasa Menurut Buya Yahya
28 Maret 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Orang yang merindukan bulan Ramadan akan mengenang setiap hiruk-pikuk yang ada di dalamnya. Seperti berburu takjil, sahur,... selengkapnya

Waspadalah! Ini 5 Tanda Orang Yang Akan Mati Su’ul Khotimah
17 Mei 2023

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Kita semua tentu berharap agar kelak di akhir hayat kita meninggal dalam keadaan yang baik (khusnul... selengkapnya

Surat Cinta Untukmu Ya Rasulallah
1 Maret 2023

Karya : Ummi Fairuz Ar- Rahbini   Lebih bagus dari mu ya Rasulullah Sungguh mata ini tak pernah melihatnya Lebih... selengkapnya

Shalawat itu ‘Murah-Meriah’, Mari Hadirkan Baginda Nabi ﷺ di Hati Kita
14 Oktober 2021

PUSTAKA AL-BAHJAH-ARTIKEL-Bulan Rabi’ul Awal selalu menjadi momentum spesial untuk kembali mengenang perjuangan Rasulullah, memperingati hari kelahiran manusia terbaik yang pernah... selengkapnya

Problem Moral dan Masa Depan Bangsa
19 Maret 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Wajah moral anak bangsa belakangan ini tampaknya kian bopeng. Banyak pemberitaan yang membuat kita menitikkan air mata.... selengkapnya

Muslimah Begitu Berharga, Maka Ia Dijaga
13 Maret 2024

  Islam sebagai agama yang sempurna, sejak awal telah mendeklarasikan hak-hak wanita secara sempurna pula. Sejak saat itu, wanita muslimah... selengkapnya

Hari Arafah: Momentum Koreksi Diri, Panjatan Doa, dan Pengharapan
5 Juni 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Definisi dan penamaan Hari Arafah beberapa ulama berbeda pendapat. Sebagian ulama mengatakan Arafah diambil dari kata i’tiraf yang... selengkapnya

Puisi-Puisi Husni Mubarok: Liris Mengiris (2)

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: