Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

CS Pustaka
● online
CS Pustaka
● online
Halo, perkenalkan saya CS Pustaka
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Beranda » Blog » Puisi-Puisi Husni Mubarok: Liris Mengiris (2)

Puisi-Puisi Husni Mubarok: Liris Mengiris (2)

Diposting pada 29 Desember 2024 oleh Redaksi / Dilihat: 839 kali / Kategori:

 

Makkah

 

Di kejauhan jelajah terbentang luas,

Di hati nurani, cinta tak terbatas.

Perjalanan ke Makkah, tiada terlukiskan,

Dalam abadi kerinduan, doa yang terpancar.

 

Seperti burung mengarungi langit biru,

Kita terbang, jiwa merdeka meru.

Di antara rembulan, bintang bersinar,

Dalam rahasia malam, harapan mewujudkan.

 

Laksana sungai yang mengalir deras,

Menuju ka’bah, di sanalah tujuan terasa.

Tak terhalang gunung, lembah, atau lautan,

Hanya ketabahan jiwa, dalam perjalanan.

 

Di tengah badai, cahaya terang,

Seakan petunjuk, dari Tuhan Yang Maha Esa.

Perjalanan ke Makkah, bukan sekadar ziarah,

Namun hikmah, kesucian, dalam hati yang terdalam.

 

Kini tibalah, di kota suci yang mulia,

Di hadapan Ka’bah, tiada lagi rasa ragu.

Hanya cinta, tulus dan suci,

Menyatu dalam doa, di bawah langit yang biru.

 

Nabawi

Di atas bukit hijau, cahaya terbit menyapa,

Perjalanan ke Masjid Nabawi, hati penuh syahdu.

Seperti kisah para sahabat, yang mengembara jauh,

Dengan tekad bulat, mencari cinta yang hakiki.

 

Laksana mimpi yang menjelma menjadi nyata,

Langkah demi langkah, menghadap ke bait suci.

Di dalam rindu, terukir doa-doa suci,

Di antara zikir dan tasbih, merasakan kehadiran-Nya.

 

Dalam keheningan malam, bidadari menyapa,

Suara adzan merdu, memanggil umat yang setia.

Dalam pelukan Masjid Nabawi, damai terasa,

Seperti embun yang turun, memberi kehidupan baru.

 

Di antara riuh rendah manusia, hikmah tersembunyi,

Seperti mutiara di dasar lautan yang dalam.

Perjalanan ke Masjid Nabawi, lebih dari sekadar ziarah,

Namun reuni jiwa dengan Rasulullah, sumber ilmu dan cahaya.

 

Kini berdiri di bawah kubah yang megah,

Di hadapan makam yang suci, hati penuh haru.

Perjalanan ke Masjid Nabawi, menyentuh jiwa yang gundah,

Di sini, di samping Nabimu, terpancar kebahagiaan abadi.

 

Prau

 

Megah, memancarkan keagungan.

Gemintang di langit, menyapa sang raja,

Menyiratkan kisah dalam sunyi malam.

 

Di sana, angin berbisik rahasia alam,

Menyapa tanah dengan lembutnya sentuhan.

Awan berarak, seperti tarian suci,

Mengiringi langkah penjelajah hati.

 

Pujaan para petualang,

Di lembah hijau, dan jurang yang sunyi.

Di antara bunga-bunga, dan pepohonan rindang,

Kau simpan kedamaian, rahasia alam sejati.

 

Dalam pelukanmu, hati menemukan kedamaian,

Sejuknya embun, menenangkan jiwa yang resah.

Oh, gunung Pringapus, surga di bumi,

Dalam bait puisi, kau tetap abadi.

 

Anak Perempuan Kecil

 

Di tempat yang jauh di sana,

Terhampar ladang-ladang hijau nan subur.

Di antara rerumputan, berlari-lari kecil,

Anak perempuan bersemangat, penuh cinta.

 

Rambutnya hitam mengalun lembut,

Seperti malam yang memeluk bintang-bintang.

Matanya berkilau seperti mutiara,

Menerangi dunia dengan kepolosan yang mengagumkan.

 

Langkahnya ringan, langit memeluknya,

Seakan-akan dia tarian angin yang indah.

Di tangannya, ia membawa kebahagiaan,

Menyebarkan senyum dalam setiap sentuhan.

 

Anak perempuan kecil, berjiwa besar,

Penuh dengan mimpi-mimpi yang tak terbatas.

Dalam hatinya, tersembunyi keajaiban,

Membawa dunia pada keindahan yang tak terduga.

 

Anak perempuan kecil, bunga yang bersemi,

Terangi dunia dengan sinarmu yang mengagumkan.

Di dalam hatimu, ada keajaiban yang tiada tara,

Bawa kami ke dalam impianmu, ke tempat yang tak terjangkau.

 

Oleh: Husni A. Mubarak

 

Tulisan website Pustaka Al-Bahjah merupakan platform bacaan yang ditulis oleh masyarakat umum sebagai media literasi. Submit tulisanmu dengan cara ini.

Tags: , ,

Bagikan ke

Puisi-Puisi Husni Mubarok: Liris Mengiris (2)

Saat ini belum tersedia komentar.

Mohon maaf, form komentar dinonaktifkan pada halaman/artikel ini.
Dari Kuningan Menuju Yaman
17 November 2021

Dari Kuningan Menuju Yaman PUSTAKA AL-BAHJAH-INSPIRASI- Ijaz Ahmad Jawahirulhaq, seorang santri STAIBA (Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Bahjah) angkatan pertama, berbagi... selengkapnya

Buya Yahya Ungkap Peristiwa Besar di Bulan Rajab
16 Januari 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Bulan Rajab adalah bulan yang dimuliakan oleh Allah Swt. Pada bulan ini, terdapat peristiwa besar, yakni Isra’... selengkapnya

Peran Orang Tua dan Masyarakat dalam Mencegah Kekerasan Terhadap Anak Menurut Maqashid Syariah
21 Juli 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Kekerasan terhadap anak merupakan masalah yang sangat serius dan memerlukan perhatian mendalam dari berbagai pihak. Menurut data yang... selengkapnya

Penjelasan Buya Yahya Tentang Hukum Permainan Capit Boneka
14 Oktober 2022

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Belakangan ini permainan mesin capit boneka marak sekali di masyarakat, banyak diantaranya yang berbondong-bondong memainkan mesin... selengkapnya

Tidak Ada Zaman yang Lebih Mudah: Tantangan Setiap Generasi Itu Nyata
15 Juli 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Pada setiap masa terdapat orang dengan karakter dan sifat khasnya masing-masing. Hal ini disebabkan oleh berbagai hal, mulai... selengkapnya

Orang Yang Belum Akikah Tidak Boleh Berkurban, Benarkah?
31 Mei 2023

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Tidak lama lagi kita akan memasuki bulan Dzulhijjah. Pada bulan ini terdapat ibadah agung yang disyariatkan... selengkapnya

Meski Belum Bisa Berangkat ke Tanah Suci, Amalan Ini Setara dengan Pahala Haji
14 Mei 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Ibadah haji merupakan impian setiap Muslim. Setiap Muslim rindu untuk bisa berangkat haji. Sebab, ibadah haji itu merupakan... selengkapnya

Lima Jurus Manjur Mencegah Perundungan di Media Sosial
10 Oktober 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Pada era digitalisasi informasi seperti sekarang ini, secara sadar atau tidak pernah mengalami bullying atau yang lebih kita... selengkapnya

Muslimah Istimewa dengan Tawakalnya
6 Maret 2024

Mungkin hidup ini berjalan tidak sesuai dengan pilihan kita, tetapi yakinlah kepada Allah Swt bahwa pilihan-Nya tidak akan pernah salah.... selengkapnya

Buya Yahya Jelaskan Hukum SBN dan Pengelolaannya sebagai Uang Pensiun Menurut Pandangan Hukum Islam
27 Juni 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Ada sebuah pertanyaan menarik dari salah satu jamaah yang dilontarkan kepada Buya Yahya, yaitu mengenai orang yang... selengkapnya

Puisi-Puisi Husni Mubarok: Liris Mengiris (2)

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: