fbpx
Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

CS Pustaka
● online
CS Pustaka
● online
Halo, perkenalkan saya CS Pustaka
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Buka Setiap Hari pukul 08.00 s.d. pukul 16.00 Hari Besar Islam Tutup
Beranda » Blog » Pentingnya Thaharah dalam Beribadah

Pentingnya Thaharah dalam Beribadah

Diposting pada 8 Maret 2024 oleh Redaksi / Dilihat: 340 kali / Kategori:

Judul Buku     : Thaharah: Risalah Praktis dan Ringkas Menguraikan tentang Thaharah (Bersuci) sebagai Syarat Sah dalam Beribadah

Penulis             : Buya Yahya

Penerbit           : Pustaka Al-Bahjah, Cirebon, 2023

Tebal Buku      : 126 Halaman

 

Belajar ilmu fikih sudah pasti tak lepas dari pembahasan thaharah (bersuci). Bahkan kitab-kitab kuning yang diajarkan di banyak pondok pesantren menempatkan kajian thaharah pada bab awal sebelum membahas ubudiyah yang lain, seperti: salat, zakat, puasa, haji, dan sebagainya.

Kenapa thaharah begitu penting? Karena ia merupakan perkara fundamental dalam agama. Salat tidak akan sah bila tanpa bersuci (wudu). Menyentuh dan membaca mushaf, tidak diperkenankan dalam keadaan tidak suci. Begitu pun dalam melakukan ibadah-ibadah yang lain, sangat disunnahkan dalam keadaan suci.

Banyak dalil yang menerangkan krusialnya thaharah. Di antaranya, QS. al-Baqarah: 222 menyatakan, “Sungguh, Allah menyukai orang yang tobat dan menyukai orang yang menyucikan diri.” Kemudian ada hadits yang menyebutkan, “Kunci salat itu adalah kesucian” (HR. Tirmidzi), juga “Kesucian itu adalah setengah dari iman” (HR Muslim).

Islam mengajarkan thaharah sebagai bagian dari proses pembersihan diri dan syarat agar ibadah diterima Allah Swt. Tanpa itu, ibadah lain yang mempersyaratkan thaharah akan tertolak. Tak ada nilainya. Sungguh sangat merugi bukan?

Di samping itu, kita perlu tahu bahwa thaharah sebenarnya memiliki hikmah yang luar biasa. Pertama, pengakuan atas fitrah manusia. Saat badan dalam keadaan kotor, maka secara naluriah orang akan segera membersihkannya.  Kedua, memuliakan manusia. Orang akan merasa nyaman bila bergaul dengan orang yang berpenampilan bersih dan rapi dibanding dengan yang tak suka menjaga kebersihan.

Ketiga, bernilai ibadah. Bukankah Allah Swt menyukai umat-Nya dalam keadaan bersih? Keempat, menjaga kesehatan.  Secara medis, orang yang senantiasa menjaga kebersihan akan terhindar dari penyakit. Sebab, penyakit kerap bermuasal dari sesuatu yang kotor.

Perkara thaharah yang begitu mendasar ini juga dijabarkan oleh Buya Yahya, pengasuh LPD Al-Bahjah, melalui bukunya “Thaharah: Risalah Praktis dan Ringkas Menguraikan tentang Thaharah (Bersuci) sebagai Syarat Sah dalam Beribadah”. Ada 8 (delapan) bab yang diulas di buku ini, meliputi: Bab Thaharah, Bab Air, Bab Istinja’, Bab Najis, Bab Dibag atau Menyamak, Bab Wudu, Bab Mandi Wajib, Bab Tayammum.

Semua pembahasan mulai dari Bab Thaharah hingga Bab Tayammum itu, disampaikan oleh Buya secara praktis. Simpel dan tidak bertele-tele agar lebih mudah dipahami oleh pembaca.  Karena itu, santri, anak didik, mahasiswa, bahkan masyarakat umum pun bisa lebih ringan mencerna.

Alhasil, sangat penting membaca buku fikih paling mendasar ini.  Kita akan dipandu/dituntun oleh Sang Guru Mulia dengan uraian yang tidak membuat kepala kita pusing. Belajar praktis sebagai bekal menjalankan ibadah dengan benar sesuai syariat Islam.

Selamat membaca!

Penulis: Herry Munhanif

Tags: ,

Bagikan ke

Pentingnya Thaharah dalam Beribadah

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan kami publikasikan. Kolom bertanda bintang (*) wajib diisi.

*

*

Pentingnya Thaharah dalam Beribadah

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: