● online
Ketika Hati Sudah Kotor, yang Dicari dari Orang Lain Hanyalah Keburukannya

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Hati merupakan bagian sensitif dari diri manusia. Melaluinya kita bisa merasakan ketenangan, keindahan, dan kegembiraan hidup. Begitu juga sebaliknya, jika hati sudah sakit, kotor, dan dipenuhi penyakit hati, maka hidup kita akan penuh dengan kesusahan, kegundahan, dan kesendirian. Oleh karena itu, penting bagi setiap orang untuk bisa memilah segala hal yang dimungkinkan bisa masuk dan memengaruhi hatinya.
Selain sensitif, hati juga dapat menjadi cerminan dari diri manusia. Jika seseorang memiliki perilaku yang lembut, tutur kata yang indah, dan mudah berprasangka baik, maka itulah tanda bahwa hatinya baik. Hati yang baik akan membuat kita lembut dan teduh memandang dunia. Hati yang teduh membuat kita sulit untuk menemukan kekurangan orang lain. Semua itu terjadi karena hati kita telah terjaga. Namun, ketika hati telah kotor maka kita menjadi sulit untuk merasakan semua itu. Hati yang kotor menjadikan kita tidak tenang, sulit memandang orang lain dengan pandangan kasih sayang, mudah berkomentar buruk, dan gampang berburuk sangka.
Salah satu sebab hati kita mudah lelah dan kotor adalah kita suka membongkar aib dan kesalahan orang lain. Jika seseorang mempunyai perilaku seperti itu, maka pada hakikatnya dia telah memasukkan benih-benih penyakit ke dalam hatinya. Ketika perilaku tersebut sudah menjadi kebiasaan, maka dia akan memiliki mata yang suka mencari-cari kesalahan dan aib orang lain. Tidak ada satu pun yang terlewat dari pandangannya kecuali telah ternilai buruk. Jika saudaranya atau tetangganya mendapatkan keberkahan dan kelimpahan rezeki dari Allah, maka dia memandang semua itu sebagai sebuah kesalahan. Dia akan menganggap bahwa mereka tidak pantas mendapatkan semua itu, sebab baginya dialah orang yang paling berhak menerimanya. Bahkan kalaupun dia mendapatkan sedikit dari rezeki tersebut, dia akan menganggap bahwa itu adalah kewajiban dari saudara atau tetangganya. Hal tersebut tiada lain karena kita memiliki hati yang kotor. Tetapi, akan berbeda apabila kita memiliki hati yang bersih. Ketika mengetahui tetangga atau saudara mendapatkan keluasan rezeki dari Allah, maka kita akan mudah bahagia dengan kabar tersebut walaupun kita tidak mendapatkan sedikit pun dari rezeki yang mereka peroleh. Selain terhindar dari dosa, hati yang bersih akan membuat kita senang dan tenang dalam menjalani hidup.
Beriringan dengan semua itu, ketika kita tidak sengaja melihat kejelekan orang lain maka kita bisa mencontoh akhlak mulia yang telah diajarkan oleh Baginda Nabi Muhammad Sallallahu ‘Alahi Wasallam. Sebuah akhlak yang membuat hati kita terjaga dari sebab-sebab penyakit hati. Hal ini sebagaimana yang disampaikan oleh guru kita Buya Yahya,
“Jika kita melihat kejelekan seseorang, maka pastikan sebagai orang beriman bahwa Anda sedih sebab orang tersebut adalah umat Baginda Nabi Muhammad. Kalau kita tidak merasa sedih (melihat umat Baginda Nabi Muhammad) melakukan kejelekan, maka itulah tanda bahwa iman kita telah keropos.”
Baginda Nabi Muhammad Sallallahu ‘Alahi Wasallam diutus sebagai rahmat bagi semesta alam. Atas dasar itulah, seharusnya sebagai umat Baginda Nabi Muhammad kita juga bisa menjadi rahmat bagi orang-orang di sekitar kita. Jika tidak merasa sedih dengan kesalahan yang dilakukan oleh umat Baginda Nabi Muhammad, maka kita harus bertanya pada diri sendiri, benarkah kita cinta kepada Rasulullah?
Jika kita cinta kepada Umat Baginda Nabi Muhammad, maka kita juga akan cinta kepada segala hal yang dicintai oleh Baginda Nabi Muhammad. Kita tahu bahwa Rasulullah sangat mencintai hambanya. Tidak ada satu pun dari kehidupan Rasulullah selain memikirkan kebaikan dan keselamatan umatnya. Karenanya, ketika kita tidak merasa sedih dan malah senang dengan kesalahan yang dilakukan orang lain, maka cinta kita adalah cinta yang palsu. Bahkan semua itu bisa menjadi tanda bahwa Baginda Nabi Muhammad tidak ada di dalam hati kita.
Oleh karena itu, mari kita menjaga diri kita dari segala hal yang bisa membuat hati kotor. Jika kita menemukan saudara atau orang yang ada di sekitar kita melakukan kesalahan, kita harus merasa sedih, dan berusaha mengingkari kesalahan yang telah dia lakukan. Setelah itu, mari kita ajak dia kembali kepada Allah dengan segala hal yang bisa kita usahakan. Bersamaan dengan itu, kita juga berusaha untuk menutupi kesalahan yang telah dia lakukan. Hati yang baik tumbuh karena kita sering memasukkan kebaikan ke dalam diri kita. Begitu juga sebaliknya, jika kita senang dekat dengan hal-hal yang kotor dan diharamkan oleh Allah maka itu akan menjadi sebab hati kita kotor.
Ingat! Salah satu ciri hati yang bersih adalah kita mudah berprasangka baik dengan orang lain. Akan tetapi, ketika hati kita telah kotor, untuk memandang orang lain dalam kebaikan pun akan sangat sulit oleh kita.
Penulis: Fahmi Sidik Marunduri
Penyunting: Idan Sahid
Tulisan website Pustaka Al-Bahjah merupakan platform bacaan yang ditulis oleh masyarakat umum sebagai media literasi. Submit tulisanmu dengan cara klik link ini.
Ketika Hati Sudah Kotor, yang Dicari dari Orang Lain Hanyalah Keburukannya
Berikut adalah link jadwal imsakiyah Ramadan 1446 H. untuk Kota Cirebon dan Kabupaten Cirebon: Imsakiyah Ramadan 1446 H. ... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Indonesia akan menghadapi pemilihan umum (pemilu) pada tahun 2024 mendatang. Pemilu sendiri merupakan sarana bagi rakyat... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Keputihan kerapkali membuat para wanita menjadi waswas. Waswas yang menimpa seorang wanita terhadap keputihan ini disebabkan adanya... selengkapnya
Aku tak menyangka jika kegemaranku bermain di perpustakaan umum dekat tempat tinggalku dapat mengantarkanku ke menara gading. Sungguh itu di... selengkapnya
Sumber gambar: https://minanews.net/jenis-juru-dakwah/ Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Tanda ketulusan hati seorang Muslim adalah ketika merindukan saudara-saudaranya yang belum melakukan kebaikan, agar... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Di momen hari Iduladha ini mari kita belajar dari kisah keteladanan dari seorang hamba kekasih Allah, Kholilurrohman Nabi... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Di beberapa daerah pesisir yang dekat dengan laut, masyarakat kerap menghadapi kenyataan bahwa sumber air yang tersedia terasa... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Puasa merupakan salah satu rukun Islam yang wajib dijalankan oleh setiap Muslim yang telah memenuhi syarat. Ibadah... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Seorang penulis hendaknya memperhatikan daya baca pembaca sasarannya. Dalam hal ini penulis harus menempatkan diri sebagai... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Pernahkah kita menyaksikan sebuah gebyar yang menjunjung tinggi kepintaran? Saat masih anak-anak, kita mungkin pernah mendengar dengan... selengkapnya
Buku “Sam’iyyat” karya Buya Yahya penting untuk kita memiliki sebagai buku pegangan dalam memiliki keyakinan yang benar. Dengan keyakinan yang… selengkapnya
Rp 59.000 Rp 69.000Di antara hal yang disepakati oleh para ulama bahwa agama Islam adalah agama yang relevan untuk setiap zaman dan di… selengkapnya
Rp 90.000 Rp 110.500Ilmu nahwu adalah termasuk bagian dari sekian macam bidang ilmu dalam bahasa arab. Tanpanya sebuah susunan kalam tidak akan difahamai… selengkapnya
Rp 72.000 Rp 93.600Buku “Dzikir Harian” yang ditulis oleh Buya Yahya adalah dzikir-dzikir yang dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Dzikir-dzikir yang dihadirkan merupakan… selengkapnya
Rp 25.000 Rp 27.000Buku ini berisikan terjemahan kosa kata bahasa arab beserta latihan-latihannya yang semoga bisa memudahkan para pelajar atau pecinta bahasa arab… selengkapnya
Rp 40.000 Rp 52.000Buku “Hadist Jibril” karya Buya Yahya ini berisi penjabaran ringkas dari satu hadist Nabi Muhammad Saw yang masyhur dengan sebutan… selengkapnya
Rp 56.000Buku Fiqih Shalat karya Buya Yahya ini berisi pedoman lengkap mengenai hukum fiqih dan tata cara dalam menjalankan ibadah shalat…. selengkapnya
Rp 59.000FIQIH PRAKTIS SHALAT BERJAMAAH KARYA BUYA YAHYA Buku ini membahas tentang pentingnya dan tata cara melaksanakan shalat berjamaah, yaitu shalat… selengkapnya
Rp 65.000Buku “Oase Iman” memberikan pemahaman yang mendalam namun ringan sebagai siraman hati bagi siapa pun yang membacanya. Berisi catatan buah… selengkapnya
Rp 87.000 Rp 93.000
Saat ini belum tersedia komentar.