Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

CS Pustaka
● online
CS Pustaka
● online
Halo, perkenalkan saya CS Pustaka
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Beranda » Blog » Alasan Mengapa Kita Harus Membenci KDRT

Alasan Mengapa Kita Harus Membenci KDRT

Diposting pada 14 January 2026 oleh Redaksi / Dilihat: 156 kali / Kategori:

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Memahami ilmu rumah tangga merupakan kebutuhan setiap orang, baik bagi yang sudah menikah maupun belum. Termasuk mengetahui sebab-sebab terjadinya KDRT. Namun, sebelum memahaminya, kita perlu mengawali diri dengan satu keyakinan, bahwa pasangan atau calon pasangan kita adalah makhluk terbaik yang diciptakan oleh yang Maha Agung, yaitu Allah Subhanahu wa Ta’ala. Hal ini sebagaimana telah disampaikan Allah dalam firman-Nya:

لَقَدْ خَلَقْنَا الْاِنْسَانَ فِيْٓ اَحْسَنِ تَقْوِيْمٍۖ ٤ ( التين/95: 4)

“Sungguh, Kami benar-benar telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.” (QS. At-Tin/95:4)

Pasangan Kita Adalah Ciptaan Allah yang Agung

Ayat tersebut menjelaskan posisi manusia yang sangat spesial. Begitu gamblang Allah menyebutkannya, bahwa manusia merupakan makhluk yang diciptakan dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Pada ayat yang lain Al-Qur’an juga menyebutkan bahwa manusia diciptakan oleh Allah dari ruh-Nya.

فَاِذَا سَوَّيْتُهٗ وَنَفَخْتُ فِيْهِ مِنْ رُّوْحِيْ فَقَعُوْا لَهٗ سٰجِدِيْنَ ٧٢ ( ص/38: 72)

“Apabila Aku telah menyempurnakan (penciptaan)-nya dan meniupkan ruh (ciptaan)-Ku ke dalamnya, tunduklah kamu kepadanya dalam keadaan bersujud.” (QS. Sad/38:72)

Begitu firman-Nya dalam Al-Qur’an. Lalu manusia juga ditempatkan pada tempat yang paling agung, yaitu surga sebelum akhirnya Nabi Adam n dan Siti Hawa dikeluarkan dari tempat tersebut. Namun demikian, mereka juga dikeluarkan kepada tempat yang juga agung, yaitu ke bumi. Mereka (baca: manusia) ditempatkan ke bumi untuk menjadi pemimpin, khalifatullah. Hal itu tiada lain karena mereka adalah makhluk yang mulia. Bukan gelar yang rendah, tetapi merupakan amanah agung, yaitu manusia ditunjuk sebagai perwakilan Allah di muka bumi.

Amanah Besar Pernikahan

Nabi Adam n dan Siti Hawa sebagai makhluk ciptaan Allah yang sebaik-baiknya itu kemudian beranak pinak meneruskan keturunannya. Keturunan itu pada awal mulanya lahir dari rahim suci seorang ibu. Rahim tersebut merupakan manifestasi dari salah satu sifat utama Allah yang senantiasa kita ucapkan setiap saat, yaitu Arrahim, Maha Penyayang. Di tempat tersebut seorang ibu mengandung selama sembilan bulan dengan cucuran keringat dan air mata. Kemudian melahirkan dengan penuh perjuangan dan pengorbanan─melibatkan darah dan juga nyawa. Tidak sampai di situ, anak itu selanjutnya disusui dengan air susu yang suci dan murni yang dikaruniakan oleh Allah melalui ibu-ibu mereka. Teruslah mereka beranjak dewasa dengan bimbingan pendidikan, kasih sayang, dan cinta yang tiada tara. Barulah ketika sudah dewasa, ia diserahkan secara sukarela kepada seseorang untuk menjadi pasangan hidupnya. Menerima amanat dari orang tuanya melalui perjanjian agung, yakni pernikahan. Allah pun mengatakan dalam Al-Qur’an, bahwa pernikahan tidak hanya perjanjian kepada orang tua sang pasangan, tetapi sebagai perjanjian langsung antara dirinya─suami atau istri─dengan Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Perjanjian tersebutlah mengejawantah ke dalam pelbagai hal. Menjadi kewajiban bagi kita untuk mencintai, mengasihi, menyayangi, menjaga, dan memperlakukan pasangan dengan sebaik-baiknya. Sebagaimana kita memperlakukan diri kita sendiri, sebagaimana orang tuanya memperlakukan anak-anaknya itu, dan sebagaimana Allah memuliakan ciptaan-Nya. Ya, kita dipilih olleh Allah untuk menjadi pelindungnya. Mari kita resapi dengan mendalam amanat yang terkandung dalam surat Al-Qur’an berikut:

اَلرِّجَالُ قَوَّامُوْنَ عَلَى النِّسَاۤءِ بِمَا فَضَّلَ اللّٰهُ بَعْضَهُمْ عَلٰى بَعْضٍ وَّبِمَآ اَنْفَقُوْا مِنْ اَمْوَالِهِمْ ۗ فَالصّٰلِحٰتُ قٰنِتٰتٌ حٰفِظٰتٌ لِّلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ اللّٰهُ ۗوَالّٰتِيْ تَخَافُوْنَ نُشُوْزَهُنَّ فَعِظُوْهُنَّ وَاهْجُرُوْهُنَّ فِى الْمَضَاجِعِ وَاضْرِبُوْهُنَّ ۚ فَاِنْ اَطَعْنَكُمْ فَلَا تَبْغُوْا عَلَيْهِنَّ سَبِيْلًا ۗاِنَّ اللّٰهَ كَانَ عَلِيًّا كَبِيْرًا ٣٤ ( النساۤء/4: 34)

“Laki-laki (suami) adalah penanggung jawab atas para perempuan (istri) karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (perempuan) dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari hartanya. Perempuan-perempuan saleh adalah mereka yang taat (kepada Allah) dan menjaga diri ketika (suaminya) tidak ada karena Allah telah menjaga (mereka). Perempuan-perempuan yang kamu khawatirkan akan nusyuz) berilah mereka nasihat, tinggalkanlah mereka di tempat tidur (pisah ranjang), dan (kalau perlu,) pukullah mereka (dengan cara yang tidak menyakitkan). Akan tetapi, jika mereka menaatimu, janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkan mereka. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.” (An-Nisa’/4:34)

Setiap Kita Adalah Pelindung bagi Pasangannya

Kita─bukan hanya kaum laki-laki─adalah pelindung bagi pasangan kita. Tatkala pasangan kita kepanasan dari teriknya matahari maka jadilah peneduh baginya. Tatkala pasangan kita kedinginan maka jadilah penghangat baginya. Benar-benar menjadi sosok yang menjaganya dari berbagai situasi dan kondisi.

Pernikahan adalah misi yang dibawa oleh para Nabi dan disempurnakan oleh Nabi Muhammad Salallahu ‘Alahi Wassalam sehingga menjadi ibadah sunnah yang agung pula bagi umat Islam. Maka jika tidak menjaga pasangannya dengan baik, tidak menyayanginya dengan sepenuh hati, apalagi sampai memperlakukannya dengan buruk, maka betapalah kejinya pasangan yang seperti itu. Sungguh tak habis pikir jika ada seseorang yang berani membuat pasangannya menderita, entah itu secara fisik maupun batin. Jika demikian, betapa besar dan pedihnya pertanggungjawabannya kelak di hadapan Allah.

Ketika berani menyakiti pasangan, bukan hanya telah berdusta kepada orang tua yang telah membesarkannya. Akan tetapi juga secara sengaja dan sadar berkhianat kepada Allah dan Nabi Muhammad sekaligus. Menyesatkan diri dari jalan mulia Baginda Nabi dan memalingkan diri dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Pasangan adalah orang yang mestinya berani memikul nafkah sesuai syariat, harga diri, dan kehormatan agar ia menjadi mulia dan sempurna bersama-sama. Bukan untuk saling menyakiti dan mengkhianati.

 

Penulis: Idan Sahid

Tulisan website Pustaka Al-Bahjah merupakan platform bacaan yang ditulis oleh masyarakat umum sebagai media literasi. Submit tulisanmu dengan cara klik link ini.

 

 

Bagikan ke

Alasan Mengapa Kita Harus Membenci KDRT

Saat ini belum tersedia komentar.

Mohon maaf, form komentar dinonaktifkan pada halaman/artikel ini.
Shalawat itu ‘Murah-Meriah’, Mari Hadirkan Baginda Nabi ﷺ di Hati Kita
14 October 2021

PUSTAKA AL-BAHJAH-ARTIKEL-Bulan Rabi’ul Awal selalu menjadi momentum spesial untuk kembali mengenang perjuangan Rasulullah, memperingati hari kelahiran manusia terbaik yang pernah... selengkapnya

Simfoni Pengorbanan Iduladha
30 May 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Iduladha bukan sekadar hari raya, tapi sebuah perjalanan hati menuju pengorbanan sejati. Di balik setiap tetes keringat dan... selengkapnya

Larangan Mengumbar Aib Zina: Jangan Sampai Dibuka Apa Lagi Diceritakan
4 March 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Dalam Islam, dosa zina adalah termasuk dosa besar yang mana pelakunya sangat hina dan dihinakan oleh Allah... selengkapnya

Asa Para Ketua Divisi Media Atas Peletakan Batu Pertama Gedung Media Center Al-Bahjah
10 January 2022

Asa Para Ketua Divisi Media Atas Peletakan Batu Pertama Gedung Media Center Al-Bahjah Peristiwa bersejarah yang sangat indah dan tidak... selengkapnya

Tingkatkan Manajerial dan Sinergi, Al-Bahjah Cabang Cirebon 1 Gelar Rapat Kerja
30 September 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Al-Bahjah Cabang Cirebon 1 menggelar Rapat Kerja (Raker) 2025 pada tanggal 1–2 Rabiul Akhir 1447 H/ 23–24 September... selengkapnya

Hakikat Ketakwaan
3 December 2022

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Takwa merupakan inti dari perintah Allah Swt kepada hamba-Nya. Di dalam Al-Qur’an disebutkan bahwa ‘yang paling... selengkapnya

(Puisi) Tuhanku, Adakah Rencana Lain? dan Doa di Ruang Sunyi
7 September 2025

Tuhanku, Adakah Rencana Lain?   Tuhanku, adakah ini kisah yang Kau tulis di langit? Saat langkah lain melesat, aku diam... selengkapnya

Sebab Hilangnya Pahala Puasa
21 March 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Sungguh merugi orang yang berpuasa tetapi hanya mendapatkan lapar dan dahaga. Puasa tidak hanya melakukan puasa secara... selengkapnya

3 Hal Yang Membuat Orang Tua Bahagia di Alam Kubur
24 June 2023

  Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Kepergian orang tua untuk selama-lamanya tentu selalu meninggalkan kesedihan dan duka yang mendalam. Penyesalan seringkali... selengkapnya

Apa Itu Nikah Batin dan Bagaimana Hukumnya dalam Islam?
26 April 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Pernikahan sering kali disebut sebagai ibadah terpanjang dalam hidup. Mengandung makna bahwa pernikahan dilakukan dari mulai akad sampai... selengkapnya

Alasan Mengapa Kita Harus Membenci KDRT

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: