● online
Kenapa Masih Ada yang Meninggalkan Shalat?

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Kita diciptakan di dunia ini tidak lain adalah untuk menyembah Sang Pencipta Allah Subhanahu wa Ta’ala:
وما خلقت الجن والإنس إلا ليعبدون …
Allah juga telah memerintahkan kita untuk beribadah kepada-Nya dengan mendirikan shalat:
وأقيموا الصلاة…
Kendatipun shalat adalah sebuah amal yang diwajibkan bagi kita, pada hakikatnya shalat adalah suatu kebutuhan yang sangat penting bagi seorang hamba. Banyak manfaat yang bisa dirasakan dengan melakukan shalat. Beberapa di antaranya adalah
- terhindar dari perbuatan yang buruk: إن الصلاة تنهى عن الفحشاء والمنكر
- mendapatkan ketenangan batin: ألا بذكر الله تطمئن القلوب
- dijanjikan surga: أُولَٰئِكَ هُمُ الْوَارِثُونَ
Dan masih banyak lagi manfaat bagi orang-orang yang menjaga shalatnya. Sebaliknya, ada konsekuensi hukuman yang sangat tegas bagi orang-orang yang meninggalkannya. Di antara hukumannya yaitu akan merasakan kesengsaraan kelak di akhirat. Bahkan tidak harus menunggu balasannya di akhirat, tetapi juga merasakan hukumannya tatkala ia masih di dunia. Seperti hilangnya ketenangan dalam jiwa, hidupnya senantiasa berurusan dengan masalah-masalah, dan banyak lagi lainnya.
Lantas mengapa masih banyak orang yang meninggalkannya? Sedangkan ancamannya sangatlah nyata. Inilah beberapa alasan mengapa masih ada orang yang meninggalkan shalat beserta solusinya.
- Meninggalkan Shalat Karena Tidak Tahu Ilmunya
Ternyata masih banyak orang yang meninggalkan shalat bukan karena malas atau sengaja melanggar perintah Allah. Akan tetapi karena mereka memang tidak tahu (kejahilan) bagaimana caranya shalat dalam keadaan-keadaan tertentu. Misalnya dalam keadaan macet di jalan, orang tersebut beranggapan bahwa tidak mungkin dan tidak bisa melaksanakan shalat dalam kondisi demikian. Adapun seandainya ia turun dari mobilnya maka kemacetan akan menjadi lebih parah dan mengganggu pengendara lain. Oleh karenanyalah ia berani meninggalkan shalat. Padahal kalau tahu ilmunya, seseorang yang berada dalam kondisi tersebut tetap masih bisa melaksanakan shalat meski sedang berada di dalam kendaraan karena macet.
Maka, solusi bagi orang yang meninggalkan shalat karena ketidaktahuannya seperti demikian adalah belajar. Tidak ada alasan tidak bisa belajar di zaman yang sudah super canggih seperti sekarang; mudah sekali mengakses dan mendapatkan pelajaran-pelajaran tentang shalat dari sumber yang benar dan tepat─Ahlussunnah Waljama’ah–bermadzhab Syafi’i. Terlebih masih banyak sosok ulama, kyai, atau ustadz yang bisa ia sowani dan minta untuk diajarkan tentang cara shalat yang mudah.
- Meninggalkan Shalat Karena Malas
Beberapa orang dengan entengnya mengatakan malas ketika diajak untuk shalat. Bukan karena berani dan menantang perintah Allah, tetapi juga karena sebab kejahilan. Kejahilan pada tipe yang kedua ini berbeda dengan sebelumnya. Kejahilan yang pertama adalah jahil (tidak tahu) tentang tata caranya. Sedangkan kejahilan yang kedua ini adalah jahil atau lalai akan ancaman-ancaman bagi orang yang meninggalkan shalat. Maka, solusi untuk tipe orang yang kedua ini terdapat beberapa tahapan.
Pertama dengan merenungi bahwa tindakannya meninggalkan shalat adalah kesalahan yang tidak bisa ditoleransi. Setelah menyadari bahwa itu adalah kesalahan, maka ia harus memperbaikinya dengan melaksanakan shalat meski terpaksa. Sambil terus mengasah pemahaman dan pengetahuannya tentang shalat agar semakin mudah dan ringan untuk melaksanakannya, hingga pada akhirnya bisa menikmati kekhusyukan shalat.
- Meninggalkan Shalat Karena Kesalahan Cara Berpikir
Banyak di antara kaum muslimin yang meninggalkan shalat karena salah dalam cara berpikir. Misalnya, “Shalat kan membuka pintu kebaikan dan menjauhkan seseorang dari kemungkaran, tapi kenapa banyak orang-orang yang shalat, masih tetap melakukan kemaksiatan, dan sebagainya.” Ada juga yang salah dalam menafsirkan, misalnya, “Shalat itu kan secara bahasa adalah do’a, jadi kita sudah cukup berdo’a saja, tidak perlu melakukan shalat seperti yang orang lain lakukan, toh dalam Al-Qur’an juga tidak dijelaskan seperti apa itu shalat.” Orang yang meninggalkan shalat model ketiga ini adalah orang yang paling susah diingatkan secara teori, karena mereka sudah memiliki pola pikir yang salah sedari awal. Selain itu, apa yang mereka anggap itu sudah diyakini sebagai kebenarannya.
Adapun solusi bagi orang yang sudah terbiasa meninggalkan shalat sebab kesalahan cara berpikirnya adalah harus ditunjukkan kepadanya pemahaman yang benar. Salah satu caranya, ia harus mencari kebenaran atau mencari kawan diskusi yang tepat. Seperti berdiskusi dengan orang yang benar-benar memahami ilmu tersebut─ustadz atau ulama yang amanah dalam ilmunya. Sebab dengan cara seperti itu, hasil pemikirannya yang salah itu bisa tercerahkan dan bisa kembali melaksanakan kewajiban shalatnya serta bisa semakin dekat dengan Yang Maha Kuasa.
Pada dasarnya, shalat itu wajib bagi yang mampu dan memenuhi syarat wajibnya. Tidak ada tawar menawar tidak melakukan shalat selagi nyawa masih di kandung badan. Shalat bukan sesuatu yang sulit dan bukan pula sesuatu yang berat, bahkan sangat mudah dan ringan untuk dikerjakan. Oleh karena itu, sudah seharusnya kita menjaga shalat, bahkan ketika dalam keadaan tidak baik-baik saja pun justru shalat menjadi harapan kita. Berharap agar Allah melapangkan kesulitan kita berkah shalat tersebut.
Semoga Allah senantiasa menggolongkan kita berada di barisan orang-orang yang menjaga shalatnya. Bukan hanya sekadar shalat, tetapi shalat dengan kualitas terbaiknya, yang khusyuk dan tulus karena Allah, sehingga kita termasuk ke dalam orang-orang yang mewarisi Surga Firdaus. Amin…
Penulis: Habibullah
Penyunting: Idan Sahid
Tulisan website Pustaka Al-Bahjah merupakan platform bacaan yang ditulis oleh masyarakat umum sebagai media literasi. Submit tulisanmu dengan cara klik link ini.
Kenapa Masih Ada yang Meninggalkan Shalat?
Dari Kuningan Menuju Yaman PUSTAKA AL-BAHJAH-INSPIRASI- Ijaz Ahmad Jawahirulhaq, seorang santri STAIBA (Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Bahjah) angkatan pertama, berbagi... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Kehidupan Bilal tak ubahnya dengan budak lainnya. Hari-harinya berlalu secara rutin tapi gersang, tidak memiliki sesuatu pada hari... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Setiap amal kebaikan yang kita lakukan, baik berupa sedekah maupun berbagi ilmu, akan memberikan pahala langsung kepada... selengkapnya
Jadikanlah Iduladha saat ini adalah untuk memulai dengan sungguh-sungguh berjuang dan berkorban dengan apa pun yang kita miliki untuk meruntuhkan... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Kita sering kali merasa kehilangan saat harus memutus hubungan dengan seseorang yang dulu pernah dekat, bahkan sangat spesial.... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Terdapat satu hadis Nabi Muhammad Sallahu ‘Alaihi Wassalam yang kurang lebih isinya orang beriman itu baik-baik saja keadaannya.... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Cinta merupakan fenomena yang lazim dialami oleh setiap manusia. Dan hawa nafsu merupakan sesuatu yang fitrahnya... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Setiap manusia pasti akan mengalami kematian dan sebagai umat Islam kita meyakini bahwa setelah kematian akan ada... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Setelah menjalankan puasa di bulan Ramadan, kemudian kita masuk pada bulan Syawal. Ramadan sering disebut sebagai bulan... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Malam Nisfu Sya’ban merupakan malam dimana amal kita diangkat kelangit. Pada malam ini satu hal yang... selengkapnya
Buku Indahnya Memahami Perbedaan Para Ulama (IMPPU) Karya Buya Yahya menjelaskan perbedaan keyakinan aqidah dan perbedaan pelaksanaan amalan ibadah-ibadah dalam… selengkapnya
Rp 89.000Maulid Ad Diba’ merupakan salah satu kitab maulid yang dibaca dalam rangka meneladani sîrah Rasulullah saw sekaligus bershalawat kepadanya. Salah… selengkapnya
Rp 25.000Buku Fiqih Jenazah karya Buya Yahya adalah sebuah karya yang membahas secara komprehensif tentang tata cara dan hukum-hukum yang berkaitan… selengkapnya
Rp 58.000Di antara hal yang disepakati oleh para ulama bahwa agama Islam adalah agama yang relevan untuk setiap zaman dan di… selengkapnya
Rp 90.000 Rp 110.500Ilmu nahwu adalah termasuk bagian dari sekian macam bidang ilmu dalam bahasa arab. Tanpanya sebuah susunan kalam tidak akan difahamai… selengkapnya
Rp 72.000 Rp 93.600FIQIH PRAKTIS SHALAT BERJAMAAH KARYA BUYA YAHYA Buku ini membahas tentang pentingnya dan tata cara melaksanakan shalat berjamaah, yaitu shalat… selengkapnya
Rp 65.000Penerbit: Pustaka Al-Bahjah Penulis: Maulid Johansyah, M.Pd. Tebal buku: xi+138 Buku saku Kosa Kata (Almufrodat) Sehari-Hari ini merupakan pelengkap untuk… selengkapnya
Rp 23.000 Rp 29.900
Saat ini belum tersedia komentar.