● online
- Fiqih Bepergian Solusi Shalat di Perjalanan
- DZIKIR HARIAN MAJELIS AL-BAHJAH
- INDAHNYA MEMAHAMI PERBEDAAN PARA ULAMA KARYA BUYA
- Buku Aqidah - Hadits Jibril
- Sam'iyyat - Beriman Kepada yang Gaib
- Motivasi Dakwah "Membawa kepada Kemuliaan dengan H
- BUKU THAHARAH - BERSUCI - KARYA BUYA YAHYA
- AQIDAH 50 KARYA BUYA YAHYA
Kenapa Masih Ada yang Meninggalkan Shalat?

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Kita diciptakan di dunia ini tidak lain adalah untuk menyembah Sang Pencipta Allah Subhanahu wa Ta’ala:
وما خلقت الجن والإنس إلا ليعبدون …
Allah juga telah memerintahkan kita untuk beribadah kepada-Nya dengan mendirikan shalat:
وأقيموا الصلاة…
Kendatipun shalat adalah sebuah amal yang diwajibkan bagi kita, pada hakikatnya shalat adalah suatu kebutuhan yang sangat penting bagi seorang hamba. Banyak manfaat yang bisa dirasakan dengan melakukan shalat. Beberapa di antaranya adalah
- terhindar dari perbuatan yang buruk: إن الصلاة تنهى عن الفحشاء والمنكر
- mendapatkan ketenangan batin: ألا بذكر الله تطمئن القلوب
- dijanjikan surga: أُولَٰئِكَ هُمُ الْوَارِثُونَ
Dan masih banyak lagi manfaat bagi orang-orang yang menjaga shalatnya. Sebaliknya, ada konsekuensi hukuman yang sangat tegas bagi orang-orang yang meninggalkannya. Di antara hukumannya yaitu akan merasakan kesengsaraan kelak di akhirat. Bahkan tidak harus menunggu balasannya di akhirat, tetapi juga merasakan hukumannya tatkala ia masih di dunia. Seperti hilangnya ketenangan dalam jiwa, hidupnya senantiasa berurusan dengan masalah-masalah, dan banyak lagi lainnya.
Lantas mengapa masih banyak orang yang meninggalkannya? Sedangkan ancamannya sangatlah nyata. Inilah beberapa alasan mengapa masih ada orang yang meninggalkan shalat beserta solusinya.
- Meninggalkan Shalat Karena Tidak Tahu Ilmunya
Ternyata masih banyak orang yang meninggalkan shalat bukan karena malas atau sengaja melanggar perintah Allah. Akan tetapi karena mereka memang tidak tahu (kejahilan) bagaimana caranya shalat dalam keadaan-keadaan tertentu. Misalnya dalam keadaan macet di jalan, orang tersebut beranggapan bahwa tidak mungkin dan tidak bisa melaksanakan shalat dalam kondisi demikian. Adapun seandainya ia turun dari mobilnya maka kemacetan akan menjadi lebih parah dan mengganggu pengendara lain. Oleh karenanyalah ia berani meninggalkan shalat. Padahal kalau tahu ilmunya, seseorang yang berada dalam kondisi tersebut tetap masih bisa melaksanakan shalat meski sedang berada di dalam kendaraan karena macet.
Maka, solusi bagi orang yang meninggalkan shalat karena ketidaktahuannya seperti demikian adalah belajar. Tidak ada alasan tidak bisa belajar di zaman yang sudah super canggih seperti sekarang; mudah sekali mengakses dan mendapatkan pelajaran-pelajaran tentang shalat dari sumber yang benar dan tepat─Ahlussunnah Waljama’ah–bermadzhab Syafi’i. Terlebih masih banyak sosok ulama, kyai, atau ustadz yang bisa ia sowani dan minta untuk diajarkan tentang cara shalat yang mudah.
- Meninggalkan Shalat Karena Malas
Beberapa orang dengan entengnya mengatakan malas ketika diajak untuk shalat. Bukan karena berani dan menantang perintah Allah, tetapi juga karena sebab kejahilan. Kejahilan pada tipe yang kedua ini berbeda dengan sebelumnya. Kejahilan yang pertama adalah jahil (tidak tahu) tentang tata caranya. Sedangkan kejahilan yang kedua ini adalah jahil atau lalai akan ancaman-ancaman bagi orang yang meninggalkan shalat. Maka, solusi untuk tipe orang yang kedua ini terdapat beberapa tahapan.
Pertama dengan merenungi bahwa tindakannya meninggalkan shalat adalah kesalahan yang tidak bisa ditoleransi. Setelah menyadari bahwa itu adalah kesalahan, maka ia harus memperbaikinya dengan melaksanakan shalat meski terpaksa. Sambil terus mengasah pemahaman dan pengetahuannya tentang shalat agar semakin mudah dan ringan untuk melaksanakannya, hingga pada akhirnya bisa menikmati kekhusyukan shalat.
- Meninggalkan Shalat Karena Kesalahan Cara Berpikir
Banyak di antara kaum muslimin yang meninggalkan shalat karena salah dalam cara berpikir. Misalnya, “Shalat kan membuka pintu kebaikan dan menjauhkan seseorang dari kemungkaran, tapi kenapa banyak orang-orang yang shalat, masih tetap melakukan kemaksiatan, dan sebagainya.” Ada juga yang salah dalam menafsirkan, misalnya, “Shalat itu kan secara bahasa adalah do’a, jadi kita sudah cukup berdo’a saja, tidak perlu melakukan shalat seperti yang orang lain lakukan, toh dalam Al-Qur’an juga tidak dijelaskan seperti apa itu shalat.” Orang yang meninggalkan shalat model ketiga ini adalah orang yang paling susah diingatkan secara teori, karena mereka sudah memiliki pola pikir yang salah sedari awal. Selain itu, apa yang mereka anggap itu sudah diyakini sebagai kebenarannya.
Adapun solusi bagi orang yang sudah terbiasa meninggalkan shalat sebab kesalahan cara berpikirnya adalah harus ditunjukkan kepadanya pemahaman yang benar. Salah satu caranya, ia harus mencari kebenaran atau mencari kawan diskusi yang tepat. Seperti berdiskusi dengan orang yang benar-benar memahami ilmu tersebut─ustadz atau ulama yang amanah dalam ilmunya. Sebab dengan cara seperti itu, hasil pemikirannya yang salah itu bisa tercerahkan dan bisa kembali melaksanakan kewajiban shalatnya serta bisa semakin dekat dengan Yang Maha Kuasa.
Pada dasarnya, shalat itu wajib bagi yang mampu dan memenuhi syarat wajibnya. Tidak ada tawar menawar tidak melakukan shalat selagi nyawa masih di kandung badan. Shalat bukan sesuatu yang sulit dan bukan pula sesuatu yang berat, bahkan sangat mudah dan ringan untuk dikerjakan. Oleh karena itu, sudah seharusnya kita menjaga shalat, bahkan ketika dalam keadaan tidak baik-baik saja pun justru shalat menjadi harapan kita. Berharap agar Allah melapangkan kesulitan kita berkah shalat tersebut.
Semoga Allah senantiasa menggolongkan kita berada di barisan orang-orang yang menjaga shalatnya. Bukan hanya sekadar shalat, tetapi shalat dengan kualitas terbaiknya, yang khusyuk dan tulus karena Allah, sehingga kita termasuk ke dalam orang-orang yang mewarisi Surga Firdaus. Amin…
Penulis: Habibullah
Penyunting: Idan Sahid
Tulisan website Pustaka Al-Bahjah merupakan platform bacaan yang ditulis oleh masyarakat umum sebagai media literasi. Submit tulisanmu dengan cara klik link ini.
Kenapa Masih Ada yang Meninggalkan Shalat?
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Kurban merupakan salah satu sunah yang sangat dianjurkan dalam Islam. Berkurban dilakukan dengan menyembelih berbagai hewan... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Tahukah kamu bahwa dalam Islam terdapat istilah istinja. Secara sederhana pengertian istinja adalah aktivitas bersuci setelah berhadas dari... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Setiap manusia berhak untuk berbicara tentang apa pun kepada siapa pun, selagi yang dibicarakannya adalah pembicaraan yang baik... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Di beberapa desa, sering muncul perdebatan soal boleh tidaknya mengambil air dari sumur masjid untuk kepentingan pribadi, misalnya... selengkapnya
Jangan Takut Merusak Silaturahmi Berikut Tips Cerdas Mengingatkan Teman yang Bertindak di Luar Batas Oleh: Admin 2 Disadur dari ceramah... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Bulan Sya’ban adalah bulan kedelapan dalam kalender Hijriyah dan pintu gerbang memasuki bulan suci Ramadan. Bulan Sya’ban merupakan... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Era digital menghadirkan berbagai kemudahan. Namun juga memunculkan tantangan serius dalam menjaga nilai-nilai Islam, khususnya bagi para Muslimah.... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Saat ini media sosial dihebohkan oleh kejadian seorang perempuan yang memiliki dua orang suami. Mereka tinggal... selengkapnya
Judul Buku : Silsilah Fiqih Praktis Shalat Penulis : Buya Yahya Penerbit : Pustaka Al-Bahjah Tebal Buku : 156 Halaman... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Lebaran sering kali menjadi momen yang sangat dinantikan untuk berkumpul bersama keluarga. Pada waktu inilah banyak orang yang... selengkapnya
Buku “Hadist Jibril” karya Buya Yahya ini berisi penjabaran ringkas dari satu hadist Nabi Muhammad Saw yang masyhur dengan sebutan… selengkapnya
Rp 56.000Di antara hal yang disepakati oleh para ulama bahwa agama Islam adalah agama yang relevan untuk setiap zaman dan di… selengkapnya
Rp 90.000 Rp 110.500Buku Indahnya Memahami Perbedaan Para Ulama (IMPPU) Karya Buya Yahya menjelaskan perbedaan keyakinan aqidah dan perbedaan pelaksanaan amalan ibadah-ibadah dalam… selengkapnya
Rp 89.000Buku Aqidah 50 karya Buya Yahya secara tuntas membahas pokok-pokok fundamental Aqidah Islam sebagaimana yang dibakukan oleh Ahlusunnah Waljama’ah. Buku… selengkapnya
Rp 49.000Buku ini berisikan terjemahan kosa kata bahasa arab beserta latihan-latihannya yang semoga bisa memudahkan para pelajar atau pecinta bahasa arab… selengkapnya
Rp 40.000 Rp 52.000Penerbit: Pustaka Al-Bahjah Penulis: Maulid Johansyah, M.Pd. Tebal buku: xi+138 Buku saku Kosa Kata (Almufrodat) Sehari-Hari ini merupakan pelengkap untuk… selengkapnya
Rp 23.000 Rp 29.900Buku Buya Yahya yang berjudul Ramadhaniat secara rinci menjelaskan amalan-amalan yang dapat dilakukan oleh seorang muslim di bulan Ramadan. Buku… selengkapnya
Rp 115.000Penerbit: Pustaka Al-Bahjah Penulis: Buya Yahya Tebal buku: xiii+124 Dakwah mempunyai makna mengajak diri dan orang lain kepada kebaikan, menjauhkan… selengkapnya
*Harga Hubungi CS
Saat ini belum tersedia komentar.