fbpx
Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

CS Pustaka
● online
CS Pustaka
● online
Halo, perkenalkan saya CS Pustaka
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Buka Setiap Hari pukul 08.00 s.d. pukul 16.00 Hari Besar Islam Tutup
Beranda » Blog » Keutamaan Menghidupkan Malam Hari Raya

Keutamaan Menghidupkan Malam Hari Raya

Diposting pada 16 Juni 2024 oleh Redaksi / Dilihat: 405 kali / Kategori:

Oleh: Imam Abdullah, B.Sc. MA.

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Imam Nawawi menyebutkan dalam Kitab Al-Adzkar,

“Ketahuilah sesungguhnya disunnahkan menghidupkan 2 malam hari raya dengan berdzikir, shalat, dan hal lainnya dari macam-macam ketaatan.”

Hal ini dikarenakan hadits tentangnya, yaitu:

من أحيا ليلة العيدين، لم يمت قلبه حين تموت القلوب

“Barang siapa yang menghidupkan 2 malam hari raya, hatinya tidak akan mati ketika hati-hati (orang) pada mati.”

Dalam riwayat lain disebutkan:

من قام ليلتي العيدين لله تعالى محتسباً، لم يمت قلبه يوم تموت القلوب

“Barang siapa yang qiyam pada 2 malam hari raya karena Allah dan mengharapkan pahala, maka hatinya tidak akan mati ketika hati orang-orang pada mati.”

Begitulah yang diriwayatkan oleh Imam Syafi’i dan Ibnu Majah. Hadits ini dho’if sebagaimana kami riwayatkan dari Abu Umamah secara marfu’ dan mauquf. Kedua-duanya dho’if, akan tetapi hadits-hadits keutamaan boleh diamalkan sebagaimana kami sebutkan di awal kitab.

Kemudian Ulama berbeda pendapat tentang kadar minimal dianggap menghidupkan (malam hari raya). Pendapat yang adzhar (kuat) menyatakan harus semalam penuh, pendapat kedua menyatakan meski hanya sesaat.

Imam Ibn Allan dalam Al-Futuhat Ar-Rabbaniyah menyebutkan yang dimaksud dengan matinya hati adalah, “Dengan mencintai dunia hingga lupa akan akhirat, sebagaimana diriwayatkan: “Jangan berteman dengan orang-orang mati” yakni pecinta dunia. Sebagian ada yang berkata maksud dari “Hati tidak mati” adalah “Hatinya tidak kebingungan ketika Naza’ (ajal menjemput), begitu juga ketika di dalam kubur dan hari kiamat.”

Imam Syafi’i berkata:

(وبلغنا إن الدعاء يستجاب في خمس ليال؛ في ليلة الجمعة، وليلة الأضحى، وليلة الفطر، وأول ليلة من رجب، وليلة النصف من شعبان)

“Telah sampai kepada kami, bahwasannya do’a itu terkabul pada 5 malam: malam Jum’at, malam Iduladha, malam Idulfitri, awal malam Rajab, malam Nishfu Sya’ban.” (HR. Baihaqi dalam Syu’ab Al-Iman no. 3556)

Lantas, bagaimana yang sedang berhalangan?

Cukup perbanyak berdzikir, baca sholat, istighfar, dan memperbanyak do’a.

Adapun yang tidak berhalangan, berikut adalah urutan cara menghidupkan malam hari raya:

  1. Menghidupkan dengan shalat, baca Al-Qur’an, dzikir, shalawat, istighfar, tafakkur, dan lain-lain selama semalam suntuk.
  2. Menghidupkan dari tengah malam sampai subuh.
  3. Menghidupkan dari ba’da maghrib sampai tengah malam.
  4. Menghidupkan sebisanya, minimal shalat isya dan subuh berjama’ah.

Wallahu A’lam Bish-Showab.

Referensi:

Al-Adzkar karya Imam Nawawi.

Al-Futuhat Ar-Rabbaniyah karya Imam Ibn Allan.

Syu’ab Al-Iman karya Imam Baihaqi.

Faidhul Qodir karya Imam Al-Munawi.

 

Tulisan website Pustaka Al-Bahjah merupakan platform bacaan yang ditulis oleh masyarakat umum sebagai media literasi. Submit tulisanmu dengan cara ini.

Tags: , , , ,

Bagikan ke

Keutamaan Menghidupkan Malam Hari Raya

Saat ini belum tersedia komentar.

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan kami publikasikan. Kolom bertanda bintang (*) wajib diisi.

*

*

Keutamaan Menghidupkan Malam Hari Raya

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: