● online
- Buku Aqidah - Hadits Jibril....
- النجاح في تكملة المفتاح....
- Kosakata (Almufrodat) Sehari-Hari....
- Kitab Tahsilul Ma'mul....
- INDAHNYA MEMAHAMI PERBEDAAN PARA ULAMA KARYA BUYA ....
- Fiqih Bepergian Solusi Shalat di Perjalanan....
- Fiqih Praktis Haji dan Umrah yang Mudah Dipahami....
- Kitab Bidayatul Wushul 1....
Hikmah di Balik Sebuah Musibah: Membuat Lebih Kuat dan Bijak dalam Menghadapinya

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Sebagian orang berpikir bahwa musibah yang terjadi merupakan sebuah azab yang diturunkan oleh Allah Suhanallahu wa Ta’ala, dan sebagian lagi berpikir ini merupakan ujian dari Allah Suhanallahu wa Ta’ala, yang mana kita harus sabar dan tawakal dalam menghadapinya. Akan tetapi, pasti selalu ada hikmah di balik sebuah musibah, yang membuat kita lebih kuat dan bijak dalam menghadapinya. Tak satu pun peristiwa yang terjadi di dunia ini melainkan membawa hikmah di dalamnya.
Ada beberapa hikmah yang dapat kita petik ketika kita mengalami sebuah musibah, di antara.
Mengingat Allah Suhanallahu wa Ta’ala
Banyak hal yang membuat kita kembali mengingat Allah. Salah satunya yaitu ketika kita mendapatkan sebuah musibah. Di saat musibah melanda, kita sering kali menyebut kalimat Allahu Akbar dan kalimat syahadat “Lailahailallah Muhammadur Rasulullah” yang memberi isyarat bahwa Allah lah yang Maha Kuasa atas segala sesuatu. Kita pasti percaya bahwa segala musibah yang terjadi seperti meletusnya gunung, tanah longsor, serta angin puting beliung, dan lain sebagainya merupakan atas kehendak Allah Suhanallahu wa Ta’ala. Begitu juga dengan musibah banjir yang sering terjadi. Kita tidak bisa mengendalikan gunung agar tidak meletus, begitu pun dengan musibah lainnya, dan hal tersebut mengingatkan kita akan kekuasaan-Nya. Mungkin kita sering lupa atau bahkan jarang mengingat Allah. Namun dengan musibah yang terjadi kita disadarkan untuk terus mengingat-Nya.
Introspeksi Diri
Dalam kehidupan sehari-hari banyak hal yang kita lakukan, baik di tempat kerja atau di rumah. Banyak juga hal yang kita pikirkan yang cukup membuat kita pusing, seperti memikirkan ekonomi, keluarga, dan tantangan masa depan. Tapi pernahkah kita meluangkan waktu untuk mengintrospeksi diri?
“Koreksilah diri kalian sebelum kalian dihisab dan berhiaslah (dengan amal saleh) untuk pagelaran agung (pada hari kiamat kelak)”.
Itulah nasihat dari sahabat Nabi Muhammad Salallahu Alaihi Wassalam yaitu Umar bin Khattab Radiayallahu Anhu terkait introspeksi atau muhasabah diri. Dengan adanya musibah ini mari kita bersama-sama untuk mengintrospeksi diri, untuk meningkatkan kesadaran kita akan kesalahan yang telah kita perbuat dan bergegas untuk memperbaikinya.
Dunia Hanya Sementara
Bencana alam merupakan salah satu bentuk keterbatasan kehidupan di dunia. Berbanding terbalik dengan kehidupan di akhirat yang abadi. Bencana alam mengingatkan kita bahwa bumi bisa rusak karena suatu musibah, kehidupan manusia akan menemukan batasnya, dan kita akan dihadapkan pada akhir dunia yaitu hari kiamat yang mana pada saat itu alam semesta akan hancur lebur.
“Wahai kaumku! Sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah kesenangan (sementara) dan sesungguhnya akhirat itulah negeri yang kekal.” (QS Ghafir: 39)
Pada ayat tersebut menjelaskan bahwasanya dunia merupakan tempat yang serba terbatas dan fana. Bencana-bencana yang terjadi hari ini adalah pengingat bagi kita bahwa kita masih diberi kesempatan untuk memperbaiki diri sebelum ajal menjemput kita.
Menjaga Lingkungan
Tidak ada asap kalau tidak ada api, begitu juga dengan musibah. Tidak ada musibah banjir, tanah longsor, kekeringan, kebakaran, dan lain sebagainya yang tanpa ada sebab. Selain karena faktor alam beberapa bencana juga bisa terjadi karena ulah manusia.
“Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia. (Melalui hal itu) Allah membuat mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” (QS Ar-Rum: 41)
Melalui ayat tersebut, Allah Suhanallahu wa Ta’ala memperingatkan manusia bahwa kerusakan dan bencana alam yang terjadi di muka bumi adalah ulah tangan mereka sendiri. Dan banyak dari kita yang belum sadar bahwa kebiasaan buruk seperti buang sampah sembarangan yang kita anggap kecil bisa berdampak besar bagi lingkungan kita. Dengan adanya musibah ini, kita di ingatkan untuk senantiasa menjaga lingkungan dan diberi kesadaran bahwa bumi merupakan sebaik-baiknya tempat tinggal bagi manusia sebelum ia kembali kepada-Nya.
Penulis: Moh. Minanur Rohman
Penyunting: Idan Sahid
Tulisan website Pustaka Al-Bahjah merupakan platform bacaan yang ditulis oleh masyarakat umum sebagai media literasi. Submit tulisanmu dengan cara ini.
Tags: Bencana, hikmah bencana, hikmah musibah, Musibah
Hikmah di Balik Sebuah Musibah: Membuat Lebih Kuat dan Bijak dalam Menghadapinya
Hati-Hati Ada Gaji Buta di antara Kita Oleh: Admin 2 Disadur dari ceramah Buya Yahya (Pengasuh LPD Al-Bahjah Cirebon) PUSTAKA... selengkapnya
Tak terasa kita sudah berada di hadapan bulan agung dan mulia. Bulan yang dirindukan kedatangannya oleh para kekasih Allah Swt,... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Di sebuah sudut yang hening namun penuh makna, tepatnya di Jl. Pangeran Cakrabuana No. 179 Cirebon, berdirilah sebuah... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Semua orang bisa mengajak orang lain kepada kebaikan dengan apa pun yang mereka miliki. Karena itu, setiap orang... selengkapnya
Aku tak menyangka jika kegemaranku bermain di perpustakaan umum dekat tempat tinggalku dapat mengantarkanku ke menara gading. Sungguh itu di... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Kebencian adalah ketidaksenangan terhadap sesuatu yang bersemayam di hati. Kebencian yang menetap terlalu lama dalam hati seseorang akan... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Nabi Muhammad Salallahu ‘Alaihi Wasallam adalah makhluk yang paling sempurna di muka bumi ini. Dzahirnya diciptakan dengan istimewa.... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Salah satu pertanyaan yang sering ditanyakan menjelang Hari Raya Iduladha yakni mengenai kebolehan orang yang hendak melakukan... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Seorang mukmin yang dapat menikmati kemuliaan bulan Ramadan, adalah mereka yang senantiasa menghabiskan waktu dan kesempatannya dengan... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Hari kiamat adalah hari di mana semua alam semesta beserta isinya akan hancur. Telah dijelaskan dalam Al-Qur’an... selengkapnya
Buku Indahnya Memahami Perbedaan Para Ulama (IMPPU) Karya Buya Yahya menjelaskan perbedaan keyakinan aqidah dan perbedaan pelaksanaan amalan ibadah-ibadah dalam… selengkapnya
Rp 89.000Buku ini berisikan terjemahan kosa kata bahasa arab beserta latihan-latihannya yang semoga bisa memudahkan para pelajar atau pecinta bahasa arab… selengkapnya
Rp 40.000 Rp 52.000Buku Fiqih Shalat karya Buya Yahya ini berisi pedoman lengkap mengenai hukum fiqih dan tata cara dalam menjalankan ibadah shalat…. selengkapnya
Rp 59.000Penerbit: Pustaka Al-Bahjah Penulis: Buya Yahya Tebal buku: xiii+124 Dakwah mempunyai makna mengajak diri dan orang lain kepada kebaikan, menjauhkan… selengkapnya
*Harga Hubungi CSTerkadang seorang pelajar bahasa arab akan mendapati sedikit kesulitan dalam mempelajari qoidah ‘adad ma’dud karena pembahasan tersebut tidak terlalu detail… selengkapnya
Rp 29.000 Rp 37.700Buku Pengantar Bahasa Arab Para ahli bahasa menyebutkan bahwa maharoh/kemampuan berbahasa ada empat, yaitu (istima’, kalam, qiroah, dan kitabah). Keempatnya… selengkapnya
Rp 29.000 Rp 38.000Buku “Sam’iyyat” karya Buya Yahya penting untuk kita memiliki sebagai buku pegangan dalam memiliki keyakinan yang benar. Dengan keyakinan yang… selengkapnya
Rp 59.000 Rp 69.000Di antara hal yang disepakati oleh para ulama bahwa agama Islam adalah agama yang relevan untuk setiap zaman dan di… selengkapnya
Rp 90.000 Rp 110.500Penerbit: Pustaka Al-Bahjah Penulis: Maulid Johansyah, M.Pd. Tebal buku: xi+138 Buku saku Kosa Kata (Almufrodat) Sehari-Hari ini merupakan pelengkap untuk… selengkapnya
Rp 23.000 Rp 29.900
Saat ini belum tersedia komentar.