● online
- Silsilah Fiqih Praktis Jenazah....
- BUKU PENGANTAR BAHASA ARAB....
- Kisah Nabi Muhammad Saw "Dari Lahir Sampai Diutus ....
- English Practice "Practice Makes Perfect" Low Begi....
- BUKU THAHARAH - BERSUCI - KARYA BUYA YAHYA....
- Fiqih Praktis Haji dan Umrah yang Mudah Dipahami....
- Fiqih Shalat Berjamaah....
- INDAHNYA MEMAHAMI PERBEDAAN PARA ULAMA KARYA BUYA ....
Buat Apa Mencintai Nabi Muhammad Salallahu ‘Alaihi Wasallam?

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Nabi Muhammad Salallahu ‘Alaihi Wasallam adalah makhluk yang paling sempurna di muka bumi ini. Dzahirnya diciptakan dengan istimewa. Begitu juga akhlak beliau yang penuh dengan kesempurnaan. Tujuan dari itu semua adalah agar kita senantiasa mencintai Nabi Muhammad Salallahu ‘Alaihi Wasallam. Sebab, sudah menjadi kewajiban bagi setiap Muslim untuk mencintai Nabi Muhammad Salallahu ‘Alaihi Wassalam. Sebagaimana difirmankan di dalam Al-Qur’an:
“Katakanlah (Muhammad), ‘Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku. Maka niscaya Allah akan mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu. Dan Allah Maha Pengampun dan Maha Penyayang.’” (QS. Ali Imran: 31)
Tujuan seorang Muslim mencintai Nabi Muhammad Salallahu ‘Alaihi Wasallam adalah untuk mendapatkan ridha Allah dan mendapat syafaat beliau kelak di hari kiamat. Karena pada saat seluruh umat manusia dikumpulkan di Padang Mahsyar, mereka semua meminta pertolongan kepada para nabi-nabi mereka. Namun tidak ada satu pun nabi yang bisa memberikannya, kecuali Nabi kita Nabi Muhammad Salallahu ‘Alaihi Wasallam. Oleh sebab itu, mari tingkatkan kecintaan kita kepada Nabi Muhammad Salallahu ‘Alaihi Wasallam. Sebab, tidak akan sempurna iman seseorang sebelum Nabi Muhammad lebih dicintai daripada seluruh makhluk, termasuk dirinya sendiri. Seperti yang disabdakan Nabi Muhammad Salallahu ‘Alaihi Wasallam:
“Salah satu dari kalian tidak akan sempurna imannya kecuali aku (Nabi Muhammad) lebih ia cintai dari dirinya sendiri, hartanya, orang tuanya, anaknya, dan manusia seluruhnya.” Lalu Sayyidina Umar berkata kepada Nabi Muhammad, ‘Ya Rasulullah, engkau lebih aku cintai dari semua itu kecuali diriku sendiri.” Maka Nabi menjawab, ‘Imanmu masih belum sempurna sebelum aku lebih kamu cintai dari diri kamu sendiri.’ Sayyidina Umar berkata, ‘Demi dzat yang menurunkan kitab kepadamu, engkau wahai Muhammad lebih aku cintai dari diriku sendiri.’ Nabi Muhammad menjawab, ‘Sekarang wahai Umar, telah sempurna imanmu.’”
Di dalam hadits yang lain:
“Dikatakan kepada Rasulullah Salallahu ‘Alaihi Wasallam, ‘Kapan aku dikatakan sebagai orang mukmin?’ Rasulullah menjawab, ‘Ketika seseorang mencintai Allah.’ Ditanyakan lagi kepada Rasulullah, ‘Kapan aku bisa mencintai Allah?’ Rasulullah menjawab, ‘Ketika engkau mencintai Rasulullah.’ Ditanyakan lagi kepada Rasulullah, ‘Kapan aku bisa dikatakan mencintai Rasulullah?’ Rasulullah menjawab, ‘Ketika engkau mengikuti langkahnya, mengamalkan sunnah-sunnahnya, dan mencintainya dengan sesuatu yang dicintai Nabi, membenci sesuatu yang dibenci oleh Nabi, ingatlah tidak punya iman seseorang yang tidak ada kecintaan kepada Nabi Muhammad. Ingatlah tidak punya iman seseorang yang tidak ada kecintaan kepada Nabi Muhammad. Ingatlah tidak punya iman seseorang yang tidak ada kecintaan kepada Nabi Muhammad.’”
Dari beberapa firman Allah hingga hadits Rasulullah seperti yang dijelaskan di atas, dapat kita ketahui, bahwa begitu pentingya kita sebagai mukmin untuk selalu mencintai Rasulullah Salallahu ‘Alaihi Wasallam. Banyak hal yang dapat menjadi katalisator untuk kita lebih mencintai Nabi, seperti halnya pada bulan Rabiul Awwal yang sedang kita jalani saat ini, bulan Maulid yang sering kali diperingati dengan pembacaan kisah-kisah beliau. Selepas itu, dilanjutkan secara nyata dengan mengikuti akhlak-akhlak mulianya, menjalankan sunnah-sunnah, dan lain segala syariat yang diajarkannya kepada kita.
Mencintai Nabi Muhammad Salallahu ‘Alaihi Wasallam dimulai dari diri kita sendiri, kemudian ditularkan kepada keluarga yang ada di samping kanan dan kiri kita. Agar mereka mengenal dan mengidolakan Nabi Muhammad Salallahu ‘Alaihi Wasallam, hingga pada akhirnya kita menjadi umat yang dicintai dan mendapatkan syafaat Nabi Muhammad Salallahu ‘Alaihi Wasallam kelak di Padang Mahsyar. Amiiin Allahumma Amiiin.
Penulis: Muhammad Tis Asuh Sobirin
Penyunting: Idan Sahid
Tulisan website Pustaka Al-Bahjah merupakan platform bacaan yang ditulis oleh masyarakat umum sebagai media literasi. Submit tulisanmu dengan cara klik link ini.
Buat Apa Mencintai Nabi Muhammad Salallahu ‘Alaihi Wasallam?
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Tidak lama lagi kita akan memasuki bulan Dzulhijjah. Pada bulan ini terdapat ibadah agung yang disyariatkan... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Khusyuk adalah ruh dari shalat. Ia bukan sekadar posisi tubuh atau ekspresi wajah, tetapi keadaan hati yang fokus,... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Saat ini, banyak penyimpangan remaja yang disebabkan oleh tontonan anak muda yang semakin liar. Berkomunikasi dengan lawan... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Hati memiliki dua pintu utama, yaitu mata dan telinga. Segala informasi yang diterima hati melalui mata dan telinga... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Potensi kotornya hati bisa datang kepada siapa saja dari kita sebagai manusia biasa. Mata dapat melihat... selengkapnya
Orang yang melaksanakan shalat pasti akan terhindar dari perbuatan jahat, keji dan mungkar. Sebaliknya, orang yang tidak melaksanakan shalat akan... selengkapnya
Sering kali tanpa disadari kita berjabat tangan, bersalaman, bahkan berinteraksi dengan lawan jenis tanpa mengetahui apakah ia termasuk mahram atau... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Banyak orang-orang muslim berbondong-bondong pergi ke Makkah dan Madinah untuk melaksanakan ibadah haji dan umrah. Semua itu... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Sebelumnya, kita telah membahas kisah Nabi Zakariya dan bagaimana rumus agar doa terkabul, jika Anda belum... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Dalam rangka memaksimalkan penyelenggaraan maulid akbar Nabi Muhammad Saw yang akan diselenggarakan pada Ahad, 6 Rabiul... selengkapnya
Penerbit: Pustaka Al-Bahjah Penulis: Moch. Idam Kholid Ukuran: 10,5 x 16,5 cm Tebal buku: 256 Bahasa Inggris adalah bahasa internasional… selengkapnya
*Harga Hubungi CSBuku Fiqih Praktis Haid karya Buya Yahya memuat tiga bahasan utama, yaitu identifikasi dan ketentuan haid, nifas, dan istihadhoh yang… selengkapnya
Rp 95.000 Rp 149.000Penerbit: Pustaka Al-Bahjah Penulis: Achmad Hisyam Al Habsyie Tebal buku: viii+252 Di tengah penolakan kaum Quraisy, Allah mengangkat Nabi Muhammad… selengkapnya
*Harga Hubungi CSDi antara hal yang disepakati oleh para ulama bahwa agama Islam adalah agama yang relevan untuk setiap zaman dan di… selengkapnya
Rp 90.000 Rp 110.500CATATAN PENTING ‼️ Open PO 1-15 Agustus 2026 Pengiriman bertahap 1-5 September 2026 Penerbit: Pustaka Al-Bahjah Penulis: Zahro Yahya J…. selengkapnya
Rp 59.000Buku Indahnya Memahami Perbedaan Para Ulama (IMPPU) Karya Buya Yahya menjelaskan perbedaan keyakinan aqidah dan perbedaan pelaksanaan amalan ibadah-ibadah dalam… selengkapnya
Rp 89.000Buku Aqidah 50 karya Buya Yahya secara tuntas membahas pokok-pokok fundamental Aqidah Islam sebagaimana yang dibakukan oleh Ahlusunnah Waljama’ah. Buku… selengkapnya
Rp 49.000Buku Pengantar Bahasa Arab Para ahli bahasa menyebutkan bahwa maharoh/kemampuan berbahasa ada empat, yaitu (istima’, kalam, qiroah, dan kitabah). Keempatnya… selengkapnya
Rp 29.000 Rp 38.000Penerbit: Pustaka Al-Bahjah Penulis: Buya Yahya Ukuran: 14 x 21 cm Tebal buku: 144 Halaman Sesungguhnya syariat Islam adalah syariat… selengkapnya
*Harga Hubungi CS
Saat ini belum tersedia komentar.