● online
Buat Apa Mencintai Nabi Muhammad Salallahu ‘Alaihi Wasallam?

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Nabi Muhammad Salallahu ‘Alaihi Wasallam adalah makhluk yang paling sempurna di muka bumi ini. Dzahirnya diciptakan dengan istimewa. Begitu juga akhlak beliau yang penuh dengan kesempurnaan. Tujuan dari itu semua adalah agar kita senantiasa mencintai Nabi Muhammad Salallahu ‘Alaihi Wasallam. Sebab, sudah menjadi kewajiban bagi setiap Muslim untuk mencintai Nabi Muhammad Salallahu ‘Alaihi Wassalam. Sebagaimana difirmankan di dalam Al-Qur’an:
“Katakanlah (Muhammad), ‘Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku. Maka niscaya Allah akan mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu. Dan Allah Maha Pengampun dan Maha Penyayang.’” (QS. Ali Imran: 31)
Tujuan seorang Muslim mencintai Nabi Muhammad Salallahu ‘Alaihi Wasallam adalah untuk mendapatkan ridha Allah dan mendapat syafaat beliau kelak di hari kiamat. Karena pada saat seluruh umat manusia dikumpulkan di Padang Mahsyar, mereka semua meminta pertolongan kepada para nabi-nabi mereka. Namun tidak ada satu pun nabi yang bisa memberikannya, kecuali Nabi kita Nabi Muhammad Salallahu ‘Alaihi Wasallam. Oleh sebab itu, mari tingkatkan kecintaan kita kepada Nabi Muhammad Salallahu ‘Alaihi Wasallam. Sebab, tidak akan sempurna iman seseorang sebelum Nabi Muhammad lebih dicintai daripada seluruh makhluk, termasuk dirinya sendiri. Seperti yang disabdakan Nabi Muhammad Salallahu ‘Alaihi Wasallam:
“Salah satu dari kalian tidak akan sempurna imannya kecuali aku (Nabi Muhammad) lebih ia cintai dari dirinya sendiri, hartanya, orang tuanya, anaknya, dan manusia seluruhnya.” Lalu Sayyidina Umar berkata kepada Nabi Muhammad, ‘Ya Rasulullah, engkau lebih aku cintai dari semua itu kecuali diriku sendiri.” Maka Nabi menjawab, ‘Imanmu masih belum sempurna sebelum aku lebih kamu cintai dari diri kamu sendiri.’ Sayyidina Umar berkata, ‘Demi dzat yang menurunkan kitab kepadamu, engkau wahai Muhammad lebih aku cintai dari diriku sendiri.’ Nabi Muhammad menjawab, ‘Sekarang wahai Umar, telah sempurna imanmu.’”
Di dalam hadits yang lain:
“Dikatakan kepada Rasulullah Salallahu ‘Alaihi Wasallam, ‘Kapan aku dikatakan sebagai orang mukmin?’ Rasulullah menjawab, ‘Ketika seseorang mencintai Allah.’ Ditanyakan lagi kepada Rasulullah, ‘Kapan aku bisa mencintai Allah?’ Rasulullah menjawab, ‘Ketika engkau mencintai Rasulullah.’ Ditanyakan lagi kepada Rasulullah, ‘Kapan aku bisa dikatakan mencintai Rasulullah?’ Rasulullah menjawab, ‘Ketika engkau mengikuti langkahnya, mengamalkan sunnah-sunnahnya, dan mencintainya dengan sesuatu yang dicintai Nabi, membenci sesuatu yang dibenci oleh Nabi, ingatlah tidak punya iman seseorang yang tidak ada kecintaan kepada Nabi Muhammad. Ingatlah tidak punya iman seseorang yang tidak ada kecintaan kepada Nabi Muhammad. Ingatlah tidak punya iman seseorang yang tidak ada kecintaan kepada Nabi Muhammad.’”
Dari beberapa firman Allah hingga hadits Rasulullah seperti yang dijelaskan di atas, dapat kita ketahui, bahwa begitu pentingya kita sebagai mukmin untuk selalu mencintai Rasulullah Salallahu ‘Alaihi Wasallam. Banyak hal yang dapat menjadi katalisator untuk kita lebih mencintai Nabi, seperti halnya pada bulan Rabiul Awwal yang sedang kita jalani saat ini, bulan Maulid yang sering kali diperingati dengan pembacaan kisah-kisah beliau. Selepas itu, dilanjutkan secara nyata dengan mengikuti akhlak-akhlak mulianya, menjalankan sunnah-sunnah, dan lain segala syariat yang diajarkannya kepada kita.
Mencintai Nabi Muhammad Salallahu ‘Alaihi Wasallam dimulai dari diri kita sendiri, kemudian ditularkan kepada keluarga yang ada di samping kanan dan kiri kita. Agar mereka mengenal dan mengidolakan Nabi Muhammad Salallahu ‘Alaihi Wasallam, hingga pada akhirnya kita menjadi umat yang dicintai dan mendapatkan syafaat Nabi Muhammad Salallahu ‘Alaihi Wasallam kelak di Padang Mahsyar. Amiiin Allahumma Amiiin.
Penulis: Muhammad Tis Asuh Sobirin
Penyunting: Idan Sahid
Tulisan website Pustaka Al-Bahjah merupakan platform bacaan yang ditulis oleh masyarakat umum sebagai media literasi. Submit tulisanmu dengan cara klik link ini.
Buat Apa Mencintai Nabi Muhammad Salallahu ‘Alaihi Wasallam?
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Kita sudah sering mendengar kata cinta. Pengungkapannya pun banyak ditampakkan dalam berbagai bentuk oleh manusia. Ada yang menjelma... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Dalam Islam, relasi orang tua dan anak sering dibahas dalam kerangka birr al-walidayn, yang menekankan kewajiban anak untuk... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Seorang mukmin yang dapat menikmati kemuliaan bulan Ramadan, adalah mereka yang senantiasa menghabiskan waktu dan kesempatannya dengan... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Masa-masa awal ketika kita baru saja menyelsaikan pendidikan (freshgraduate) merupakan salah satu masa yang krusial bagi... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Kita sering mendengar kisah agung disyariatkannya ibadah qurban. Namun tahukan bahwa di balik kisah agung tersebut ada peran... selengkapnya
Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1445 H Awal tahun adalah saat untuk merencanakan dan memulai kebaikan dimasa yang akan... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Dalam perjalanan mencari jodoh, mungkin kita pernah bertanya-tanya, “Apakah jodoh yang telah Allah tetapkan untuk kita akan... selengkapnya
Menunggu Barangkali tap tip jiwa sama-sama lupa Barangkali tap tip jiwa sama-sama tuli Barangkali tap tip jiwa sama-sama... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Pada tahun-tahun tertentu, kita menemukan hari raya bertepatan dengan hari Jumat. Bersamaan dengan itu, muncul pertanyaan apakah melaksanakan... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Pada zaman sekarang, setiap orang dapat mengakses apa pun dengan bebas melalui peranti teknologi. Tidak sedikit pula melalui... selengkapnya
Buku Aqidah 50 karya Buya Yahya secara tuntas membahas pokok-pokok fundamental Aqidah Islam sebagaimana yang dibakukan oleh Ahlusunnah Waljama’ah. Buku… selengkapnya
Rp 49.000Terkadang seorang pelajar bahasa arab akan mendapati sedikit kesulitan dalam mempelajari qoidah ‘adad ma’dud karena pembahasan tersebut tidak terlalu detail… selengkapnya
Rp 29.000 Rp 37.700Penerbit: Pustaka Al-Bahjah Penulis: Maulid Johansyah, M.Pd. Tebal buku: xi+138 Buku saku Kosa Kata (Almufrodat) Sehari-Hari ini merupakan pelengkap untuk… selengkapnya
Rp 23.000 Rp 29.900Buku Fiqih Jenazah karya Buya Yahya adalah sebuah karya yang membahas secara komprehensif tentang tata cara dan hukum-hukum yang berkaitan… selengkapnya
Rp 58.000Maulid Ad Diba’ merupakan salah satu kitab maulid yang dibaca dalam rangka meneladani sîrah Rasulullah saw sekaligus bershalawat kepadanya. Salah… selengkapnya
Rp 25.000Ilmu nahwu adalah termasuk bagian dari sekian macam bidang ilmu dalam bahasa arab. Tanpanya sebuah susunan kalam tidak akan difahamai… selengkapnya
Rp 72.000 Rp 93.600Buku Fiqih Bepergian karya Buya Yahya menghadirkan masalah umum yang sering dihadapi oleh kaum muslim dalam menjaga kualitas dan waktu… selengkapnya
Rp 23.000 Rp 43.000Buku Indahnya Memahami Perbedaan Para Ulama (IMPPU) Karya Buya Yahya menjelaskan perbedaan keyakinan aqidah dan perbedaan pelaksanaan amalan ibadah-ibadah dalam… selengkapnya
Rp 89.000Di antara hal yang disepakati oleh para ulama bahwa agama Islam adalah agama yang relevan untuk setiap zaman dan di… selengkapnya
Rp 90.000 Rp 110.500Buku “Hadist Jibril” karya Buya Yahya ini berisi penjabaran ringkas dari satu hadist Nabi Muhammad Saw yang masyhur dengan sebutan… selengkapnya
Rp 56.000
Saat ini belum tersedia komentar.