● online
- المعين المبين في تعلم العرب....
- Kitab Tahsilul Ma'mul....
- Fiqih Praktis Haji dan Umrah yang Mudah Dipahami....
- Silsilah Fiqih Praktis Jenazah....
- Fiqih Shalat Berjamaah....
- Motivasi Dakwah "Membawa kepada Kemuliaan dengan H....
- Fiqih Bepergian Solusi Shalat di Perjalanan....
- Sam'iyyat - Beriman Kepada yang Gaib....
Menenun Cahaya Qur’ani di Tanah Cirebon: Jejak Langkah Pendidikan Formal Al-Bahjah

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Di sebuah sudut yang hening namun penuh makna, tepatnya di Jl. Pangeran Cakrabuana No. 179 Cirebon, berdirilah sebuah mercusuar peradaban bernama Lembaga Pengembangan Dakwah Al-Bahjah. Sejak pertama kali memancarkan sinarnya pada 10 Januari 2010, lembaga ini terus menaburkan benih-benih keilmuan di ladang iman dan akhlak. Ia lahir bukan dari ruang hampa, melainkan dari rahim kerinduan umat terhadap pendidikan yang tak hanya mencerdaskan akal, tapi juga menenangkan kalbu.
Laksana pohon yang mulai bertunas, Al-Bahjah tak sekadar berdiri untuk dikenang. Ia tumbuh, menebar cabang, meneduhkan banyak insan. Dari Pondok Salafiyah, Pondok Tahfidz, hingga gema dakwah lewat RadioQu; setiap langkahnya adalah kidung yang menjawab panggilan zaman.
Berdirinya Jenjang Sekolah Laksana Mata Air yang Menghidupkan
Tahun 2013 menjadi gerbang kelahiran Sekolah Dasar Islam Qur’ani (SDIQu). Kehadirannya bagaikan hujan yang jatuh di tanah gersang. Masyarakat menyambutnya dengan tangan terbuka dan mata penuh harap. Hanya dalam satu tahun, 200 anak didik membanjiri 10 ruang kelas, membuktikan bahwa haus akan pendidikan yang menyatukan ilmu dan iman tak pernah surut.
Tak lama berselang, pada tahun 2014, SMPIQu Al-Bahjah menyusul hadir menjelma mentari yang memberikan sinar kehidupan bagi sesuatu yang sedang tumbuh. Di masa-masa anak belum terlalu sibuk dengan hiruk-pikuk dunia, Al-Bahjah memilih menanamkan hafalan Al-Qur’an, hingga jiwa mereka tumbuh dalam lantunan kalam Ilahi.
Dari Secercah Kolam Menjadi Samudra Pendidikan
Siapa sangka, sebermula kolam kecil kini SMPIQu Al-Bahjah menjelma samudra yang menjadi tempat berlabuhnya bahtera-bahtera besar yang mengarungi pendidikan nasional. Kini, lebih dari sepuluh cabang SMPIQu Al-Bahjah berdiri megah di berbagai penjuru, mengakar kuat dengan fondasi rohani dan menjulang tinggi dengan panji ilmu.
Tak hanya SMPIQu, angin peradaban pun bertiup ke jenjang yang lebih tinggi. SMAIQu Sekolah Menengah Atas Islam Qur’ani turut menapaki jejaknya. Dalam kurun waktu yang relatif singkat, ia telah memiliki tiga cabang yang menjadi mercusuar pendidikan Qur’ani bagi remaja Qur’ani yang haus akan ilmu dan nilai-nilai kehidupan. Mereka dididik bukan hanya untuk cakap secara akademik, namun juga diasah jiwanya agar terpatri Al-Qur’an dalam laku hidup sehari-hari.
Transformasi luar biasa ini tak terlepas dari keistiqamahan sosok Buya Yahya, yang sejak awal menanamkan nilai bahwa pendidikan adalah ladang dakwah. Dalam catatan sejarahnya, tahun 2013 menjadi titik balik ketika Lembaga Pengembangan Dakwah Al-Bahjah meresmikan SDIQu sebagai gerbang pertama pendidikan formal. Antusiasme masyarakat yang luar biasa menjadi bukti bahwa jalan ini adalah panggilan zaman.
Visi, Misi, dan Doa yang Menjelma Arah
Dengan visi: “Menjadi sekolah yang bisa menghadirkan pengemban Al-Qur’an yang berguna bagi diri, keluarga, dan bangsa”, Al-Bahjah melangkah tidak hanya dengan kurikulum, tapi juga dengan keikhlasan. Misi-misinya mengalir seperti sungai jernih:
- Membekali siswa dengan akhlak dan Qur’ani.
- Membiasakan hati mereka bersahabat dengan Al-Qur’an.
- Mengistiqamahkan shalat qiyamulail.
- Memberikan ilmu agama agar mereka bisa berjalan menapaki zaman tanpa kehilangan arah.
- Membersamai perkembangan dunia modern.
Harap dan Doa
Sekolah ini bukan hanya tempat belajar, ia adalah taman rohani; tempat benih-benih manusia Qur’ani ditanam. Seperti yang dikatakan Imam Syafi’i: “Barang siapa yang tidak mencicipi pahitnya belajar, ia akan merasakan hinanya kebodohan sepanjang hidupnya.” Maka, Al-Bahjah adalah racikan manis-pahit pendidikan; disiplin yang lembut, ilmu yang berpeluk iman, dan teknologi yang bersujud pada wahyu.
Di tengah arus zaman yang deras, Al-Bahjah memilih menjadi bahtera bukan untuk melawan arus, tetapi untuk membawa jiwa-jiwa unggul menuju dermaga keberkahan. Ia tidak berambisi mencetak penguasa, tetapi pemimpin hati. Tidak sekadar menciptakan cendekiawan, tetapi cahaya bagi semesta.
Penulis: Husni A. Mubarok
Penyunting: Idan Sahid
Tulisan website Pustaka Al-Bahjah merupakan platform bacaan yang ditulis oleh masyarakat umum sebagai media literasi. Submit tulisanmu dengan cara klik link ini.
Menenun Cahaya Qur’ani di Tanah Cirebon: Jejak Langkah Pendidikan Formal Al-Bahjah
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Buya Yahya kembali hadir di Kota Cimahi dalam kajian rutin Majelis Al-Bahjah Bandung, Rabu 28 Rabiul... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Isu mengenai cadar selalu menjadi topik yang hangat untuk diperbincangkan, terlebih bagi anak-anak muda yang baru mengetahui... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Ketika kita asyik menikmati ifthar dengan hidangan berjejer di meja makan, nun jauh di sana saudara kita,... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Aktivitas manusia dalam mempertahankan kelangsungan hidup tentu tidak lepas dengan makan dan minum. Makanan dan minuman yang... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Agama Islam merupakan ajaran yang menjunjung tinggi kedudukan nilai keadilan, kemanusiaan, kemulian, dan kesetaraan. Sejak datangnya Islam... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Thaharah dalam bahasa Arab berarti “suci”, yakni menghilangkan najis yang terdapat pada badan, pakaian, dan tempat. Thaharah (baca:... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Maulid dan Silaturahmi Akbar Al-Bahjah Jamblang Ahad 10 Jumadil Awal 1444 H/4 Desember 2022 telah... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Berbakti kepada orang tua merupakan kewajiban dalam Islam, setiap detik kita tidak boleh terlepas dari berbakti... selengkapnya
PAGI itu, embun masih menggantung malu-malu di ujung daun jambu pekarangan rumah. Cahaya mentari baru saja menyelinap dari balik genting... selengkapnya
DI SEBUAH sekolah menengah Islam terpadu yang berdiri di pinggiran kota, terdapat sebuah masjid yang bermenara menjulang anggun. Menara itu... selengkapnya
Penerbit: Pustaka Al-Bahjah Penulis: Maulid Johansyah, M.Pd. Tebal buku: xi+138 Buku saku Kosa Kata (Almufrodat) Sehari-Hari ini merupakan pelengkap untuk… selengkapnya
Rp 23.000 Rp 29.900Buku Aqidah 50 karya Buya Yahya secara tuntas membahas pokok-pokok fundamental Aqidah Islam sebagaimana yang dibakukan oleh Ahlusunnah Waljama’ah. Buku… selengkapnya
Rp 49.000Buku Fiqih Jenazah karya Buya Yahya adalah sebuah karya yang membahas secara komprehensif tentang tata cara dan hukum-hukum yang berkaitan… selengkapnya
Rp 58.000Buku Fiqih Thaharah (Bersuci) karya Buya Yahya ini disusun berdasarkan berbagai kitab-kitab yang terpercaya dengan tetap memperhatikan sumber utamanya, yakni… selengkapnya
Rp 60.000Buku Buya Yahya yang berjudul Ramadhaniat secara rinci menjelaskan amalan-amalan yang dapat dilakukan oleh seorang muslim di bulan Ramadan. Buku… selengkapnya
Rp 115.000Buku “Dzikir Harian” yang ditulis oleh Buya Yahya adalah dzikir-dzikir yang dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Dzikir-dzikir yang dihadirkan merupakan… selengkapnya
Rp 25.000 Rp 27.000Buku “Oase Iman” memberikan pemahaman yang mendalam namun ringan sebagai siraman hati bagi siapa pun yang membacanya. Berisi catatan buah… selengkapnya
Rp 87.000 Rp 93.000Buku “Silsilah Fiqih Praktis Qurban” karya Buya Yahya merupakan sebuah panduan praktis yang memberikan pemahaman mengenai hukum dan tata cara… selengkapnya
Rp 57.000
Saat ini belum tersedia komentar.