fbpx
Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

CS Pustaka
● online
CS Pustaka
● online
Halo, perkenalkan saya CS Pustaka
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Buka Setiap Hari pukul 08.00 s.d. pukul 16.00 Hari Besar Islam Tutup
Beranda » Blog » Puisi-Puisi Seruni Unie

Puisi-Puisi Seruni Unie

Diposting pada 23 Maret 2024 oleh Redaksi / Dilihat: 155 kali / Kategori:

Stasiun

 

Tak ada pelukan

Juga cium pipi

Tanda perpisahan

 

Hanya kepal tangan bersentuh

Dengan tatap mata luruh

: sehat-sehat ya

 

Kalimatmu menimpali

Seiring lengking kereta meninggi

Langkah-langkah bergegas

Datang dan pergi

Menenteng cemas juga mimpi-mimpi

 

Solo, 2024

 

 

Matematika

 

Bila nol koma disebut decimal

maka tak perlu bertanya

seper berapa  doa dituliskan

di lembar pertemuan

sebab dalam pecahan

perempuan serupa penyebut

perlu dikalikan takdir

untuk menemukan jawaban akhir

 

Pada luas perjalanan

kesendirian adalah diameter

dari rasa sungsang yang melingkari tubuh

menjelma bilangan ganjil

 

Solo, 2024

 

 

Kutukan Mpu Gandring

 

Singhasari menulis kesaktianmu

Dengan rumusan :

Kau tumbal pertama

Sekaligus menagih tujuh turunan

Demi menggenapi kedigjayaan

Tunggul Ametung

Kebo Ijo

dan Ken Arok sendiri, pemesan keji yang tak tahu diri

Bukan kata matur nuwun yang diucap, tapi ujung keris yang ditancap

Hanya karena betis Ken Dedes tersingkap

 

Lalu semesta murka

Mengizinkan :

Ki Pengalasan

Anusapati dan

Tohjaya

Melengkapi keampuhan, yang kini raib hilang

 

Solo, 2023

 

 

Griptha Suatu Ketika

1/

Maaf Gusti, di kota ini lagi-lagi puber menghampiri

Di antara keriput diksi

Rindu adalah fatwa, menempeli dinding

Menjelma serial striping

Meminta sekeping perhatian, agar syahdu  malam tertinggal di kening

 

2/

Kemudian ingin kutikam, tatapan lurus  dari wajahmu yang tirus

Siang itu di meja makan

Sebab hendak kukekalkan pada tangga darurat, perihal pertemuan sesaat

Sebelum pikun mencegat

 

3/

Di lobby, kemudaan beranjak pergi

Tapi hasrat tak henti menari

Justru diam-diam berdoa:

semoga ada perjumpaan berikutnya

meski sementara

 

Kudus, 2019

 

 

Sebelum April

 

Dengan harap masih bundar, subuh masih ingin kudirikan

Di purnama ke empat, sebelum hengkang tahun kabisat

Meski hangat kopi tak sanggup mengembalikan mimpi ibu

Tentang kembar mayang di depan pintu

pula jadah wajik awalan menu

 

Masih ingin kunikmati wudhu

Tak peduli angka-angka menjelma debu

 

Solo, 2023

 

 

Kabari ya Kalau Sudah Sampai

 

Aku menyiapkan lambaian tangan

Sebelum jarak menjauh

sebab waktu tak benar-benar kompromi

bagi sebuah janji

 

Kita tak pernah tahu

Apa yang terjadi di kelokan

Benarkah itu sesuai arah tuju

 

Sedang di rangsel

Bekal hanya cukup untuk hari ini

Sementara buat esok

Kita tak sungguh memyiapkan diri

 

Kabari ya kalau sudah sampai

Biar aku tenang di sepertiga malam

 

Dan menemui pagi penuh riang

 

Lantaran ntaran

Di antara wangi sholawatan

 

Solo, 2024

 

 

BU : Dijual Teddy Bear dan Kenangannya

 

Lengkap dengan gerimis sebagai intro

Romansa mellow

juga pita hitam pertanda beda iman

Dijamin terawat

 

Silakan bila berminat

0895 xxx

Harga sadis tapi kwalitas borjuis

 

Yuk marii

Sebelum harga beras terus meninggi

 

Solo, 2024

 

Penulis:

Seruni Unie, penikmat puisi asal Solo. Sejumlah karyanya pernah meramaikan media. Adalah Jawapos, Republika, Media Indonesia, Basa-basi, dan lain-lain. Juga termaktub di 80an antologi bersama.

Tags: ,

Bagikan ke

Puisi-Puisi Seruni Unie

Saat ini belum tersedia komentar.

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan kami publikasikan. Kolom bertanda bintang (*) wajib diisi.

*

*

Puisi-Puisi Seruni Unie

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: