● online
Cara Menyikapi Kekurangan dan Kelebihan yang Menghantarkan kepada Kemuliaan

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Setiap manusia tentunya memiliki kekurangan dan kelebihan. Oleh karena itu manusia membawa amanahnya masing-masing. Jika tidak dijaga, kekurangan dan kelebihannya dapat membawa manusia pada kehinaan. Kecerdasan menyikapi kekuarangan dan kelebihan membawa dampak yang sangat besar dalam kehidupan manusia. Bahkan, kunci menjadi manusia mulia salah satunya adalah dengan benar dan tepat dalam menyikapi kekurangan dan kelebihan.
Cara menyikapi kekurangan dan kelebihan terbagi menjadi dua, yaitu dari diri sendiri dan pada orang lain. Jika kekuarangan ada pada diri kita, hendaknya kita sadari bahwa itu merupakan batu loncatan untuk melesat menuju derajat yang lebih tinggi. Asalkan seseorang tidak menyesali kekurangannya dan tidak terpuruk, ia tetap bisa maju dengan kekuarangan yang ada. Bahkan kekurangan itu bisa menjadi bahan bakar untuk selalu berkembang. Alangkah banyaknya kita saksikan contoh-contoh orang sukses yang berjuang dengan kekurangan yang dimilikinya.
Seandainya kemajuan tidak dapat diperoleh di dunia karena kekuarangan tersebut, ketahuilah di akhirat nanti kita mendapatkan pahala yang besar karena sikap ikhlas, sabar, dan pantang menyerah atas kekurangan yang kita miliki tersebut. Sebaliknya, saat diri kita memiliki kelebihan, jadikanlah kelebihan tersebut kendaraan untuk semakin mudah berbuat baik untuk diri, keluarga, dan orang lain. Bukan kelebihan yang menjadikan jumawa dan merasa bangga atas usaha diri sendiri. Sejatinya kelebihan adalah anugerah dari Allah Subhanu wa Ta’ala dan kita hanya dititipi kelebihan tersebut. Kalau kita yang dititipi amanah malah menyalahgunakannya, tentu itu sama saja dengan mengundang murka Allah Sang Maha Pemberi.
Adapun saat kelebihan ada pada orang lain, jangan sampai itu menjadi petaka bagi kita karena sikap hati yang salah. Adanya sikap iri, dengki, tidak rela, overthinking, minder, insecure yang berlebihan, dan sebagainya dikarenakan melihat kelebihan orang lain bukan datang dari kejernihan hati kita. Dan itu semua tidak akan membawa kita pada kebaikan sama sekali.
Hendaknya saat melihat kelebihan ada pada orang lain justru menjadikan diri kita termotivasi untuk mengambil pelajaran dari proses yang dilaluinya hingga ia bisa meraih anugerah tersebut. Jadikan itu sebagai inspirasi untuk kita semakin maju. Sebagai manusia kita tidak bisa hidup sendirian. Manusia membutuhkan ilmu, pengalaman, dan wawasan untuk berkembang dan itu semua lebih banyak ada pada orang lain yang telah Allah beri anugerah.
Kelebihan dan kekurangan, baik yang berasal dari diri sendiri maupun orang lain dapat menjadi ujian. Seandainya kita salah dalam menyikapinya, itu hanya akan membawa kita pada kehinaan.
Disadur dari Ceramah Buya Yahya
Penulis: Iim Ainunnaim Muhammad
Penyunting: Idan Sahid
Tulisan website Pustaka Al-Bahjah merupakan platform bacaan yang ditulis oleh masyarakat umum sebagai media literasi. Submit tulisanmu dengan cara klik link ini.
Cara Menyikapi Kekurangan dan Kelebihan yang Menghantarkan kepada Kemuliaan
Tandzif, Bukti Cinta Santri Al-Bahjah kepada Pondok PUSTAKA AL-BAHJAH-SERBA-SERBI SANTRI-Tandzif atau dalam bahasa Indonesia berarti bersih-bersih merupakan kegiatan yang rutin... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Ibadah haji merupakan ibadah yang sangat diimpikan oleh jutaan umat islam di seluruh dunia. Banyak diantara... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Dalam ajaran Islam, setelah seseorang meninggalkan alam dunia, dia memasuki fase yang disebut sebagai alam barzakh, yakni... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Sejak manusia mengenal istilah saling menyapa dalam sejarah peradaban, kontak mata atau tatap muka menjadi hal yang bermakna... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Saat ini kendaraan yang yang pajaknya mati (tidak aktif) dan bodong cukup banyak kita temui di... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Ketika anak sakit, orang tua akan pergi menemui dokter, pusat kesehatan, atau orang yang mengerti tentang kesehatan.... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Sudah menjadi rahasia umum bahwa Allah Swt. menurunkan Al-Qur’an sebagai pedoman utama bagi umat manusia dalam menjalani... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Bulan Ramadan merupakan bulan penuh keistimewaan bagi umat Islam di pelbagai belahan penjuru bumi karena setiap amalan ibadah... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Haji menurut bahasa haji adalah bermaksud. Adapun menurut istilah fiqih haji adalah bermaksud (dengan sengaja) menuju Baitulharam (Ka’bah)... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Kita seringkali mendengarkan dari para ulama, bahwa sebelum melaksanakan shalat hendaknya kita bersuci. Bahkan kita dianjurkan untuk memulai... selengkapnya
FIQIH PRAKTIS SHALAT BERJAMAAH KARYA BUYA YAHYA Buku ini membahas tentang pentingnya dan tata cara melaksanakan shalat berjamaah, yaitu shalat… selengkapnya
Rp 65.000Maulid Ad Diba’ merupakan salah satu kitab maulid yang dibaca dalam rangka meneladani sîrah Rasulullah saw sekaligus bershalawat kepadanya. Salah… selengkapnya
Rp 25.000Penerbit: Pustaka Al-Bahjah Penulis: Achmad Hisyam Tebal buku: viii+102 Kehidupan keras yang dilalui Nabi Muhammad Saw di masa kecil telah… selengkapnya
*Harga Hubungi CSPenerbit: Pustaka Al-Bahjah Penulis: Moch. Idam Kholid Ukuran: 10,5 x 16,5 cm Tebal buku: 256 Bahasa Inggris adalah bahasa internasional… selengkapnya
*Harga Hubungi CSBuku Fiqih Praktis Haid karya Buya Yahya memuat tiga bahasan utama, yaitu identifikasi dan ketentuan haid, nifas, dan istihadhoh yang… selengkapnya
Rp 95.000 Rp 149.000Buku Indahnya Memahami Perbedaan Para Ulama (IMPPU) Karya Buya Yahya menjelaskan perbedaan keyakinan aqidah dan perbedaan pelaksanaan amalan ibadah-ibadah dalam… selengkapnya
Rp 89.000Buku Fiqih Thaharah (Bersuci) karya Buya Yahya ini disusun berdasarkan berbagai kitab-kitab yang terpercaya dengan tetap memperhatikan sumber utamanya, yakni… selengkapnya
Rp 60.000Buku Fiqih Shalat karya Buya Yahya ini berisi pedoman lengkap mengenai hukum fiqih dan tata cara dalam menjalankan ibadah shalat…. selengkapnya
Rp 59.000Penerbit: Pustaka Al-Bahjah Penulis: Achmad Hisyam Al Habsyie Tebal buku: viii+252 Di tengah penolakan kaum Quraisy, Allah mengangkat Nabi Muhammad… selengkapnya
*Harga Hubungi CS
Saat ini belum tersedia komentar.