● online
- Kisah Nabi Muhammad Saw "Dari Isra Mi'raj Sampai W
- Silsilah Fiqih Praktis Jenazah
- Kosakata (Almufrodat) Sehari-Hari
- English Practice "Practice Makes Perfect" Beginner
- Kisah Nabi Muhammad Saw "Dari Lahir Sampai Diutus
- INDAHNYA MEMAHAMI PERBEDAAN PARA ULAMA KARYA BUYA
- المعين المبين في تعلم العرب
- Maqoshid Syariah
Bolehkah Membaca Surah Al-Waqi’ah Setelah Asar?

Sering kali kita mendengar anjuran untuk membaca surah Al-Waqi’ah setelah Asar. Sebenarnya, apakah ini diperbolehkan dalam Islam? Mari simak penjelasannya berikut.
Bolehkah Mengamalkan Bacaan Surah Al-Waqi’ah?
Ada suatu riwayat tentang surah Al-Waqi’ah, hadis yang bunyinya,
مَنْ قَرَأَ سُوْرَةَ الْوَاقِعَةِ كُلَّ يَوْمٍ لَمْ تُصِبْهُ فَاقَةٌ أَبَداً
“Barang siapa membaca surah Al-Waqi’ah setiap hari maka tidak akan fakir selamanya.”
Nampaknya hadis ini sudah sangat masyhur di kalangan sebagian orang. Hadis ini juga menjadi motivasi seseorang untuk rajin membaca surah Al-Waqi’ah setiap hari. Tentunya amal tersebut adalah baik, karena membaca Al-Qur’an termasuk ibadah yang sangat baik.
Namun, ada baiknya juga kita ketahui tentang hadis tersebut. Buya Yahya menjelaskan bahwa hadis di atas merupakan hadis yang lemah. Meskipun begitu Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani mengatakan bahwa hadis lemah tatap boleh digunakan dalam rangka menjalaskan fadhail al-a’mal, yaitu dalam rangka memotivasi orang untuk beramal saleh. Catatannya adalah tidak boleh dinisbatkan kepada Nabi Salallahu Alaihi Wassalam, lemahnya tidak terlalu parah, dan tujuannya adalah untuk fadhail al-a’mal.
Buya Yahya melanjutkan,
“Maka setelah mendengar tentang hadis ini jangan ada yang menyalahkan orang yang membaca surah Al-Waqi’ah. Kerjaan mudah menyalah itu juga salah. Hanya nanti Anda memikirkan mana amal yang lebih utama untuk aku baca.”
Adanya hadis lemah ini tidak mengurangi sama sekali keistimewaan surah Al-Waqi’ah. Ada sebuah riwayat sahih, Nabi Salallahu Alaihi Wassalam menyanjung surah Al-Waqi’ah sebagai berikut.
شَيَّبَتْنِي هُودٌ وَأَخَوَاتُهَا: سُورَةُ الْوَاقِعَةِ، وَسُورَةُ الْقِيَامَةِ، وَالْمُرْسَلَاتِ، وَإِذَا الشَّمْسُ كُوِّرَتْ، وَإِذَا السَّمَاءُ انْشَقَّتْ، وَإِذَا السَّمَاءُ انْفَطَرَتْ
“Telah menjadikanku beruban surah Hud dan teman-temannya, yaitu surah Al-Waqi’ah, surah Al-Qiyamah, surah Al-Mursalat, surah At-Takwir, surah Al-Insyiqaq, dan surah Al-Infithar.”
Maksudnya ialah surah-surah di atas telah menjadikan Nabi Muhammad Salallahu Alaihi Wassalam khusyuk dalam membacanya. Yaitu menjadikannya semakin ingat kepada Allah Subhanallahu wa Ta’ala karena isinya.
Dari keterangan hadis di atas, surah Al-Waqi’ah memiliki makna khusus bagi Nabi Muhammad Salallahu Alaihi Wassalam, yaitu termasuk surah yang membuat Nabi Salallahu Alaihi Wassalam semakin khusyuk mengingat Allah Subhanallahu wa Ta’ala. Buya Yahya menjelaskan,
“Dari sini perlu kita mengulang-ulang surah Al-Waqi’ah agar kita semakin takut kepada Allah Subhanallahu wa Ta’ala.”
Membaca Al-Waqi’ah pada Waktu Asar
Melakukan ibadah dan kebaikan-kebaikan untuk mendekatkan diri kepada Allah Subhanallahu wa Ta’ala pada waktu Asar tidaklah salah. Malah waktu Asar termasuk yang terbaik untuk melakukan itu semua. Ini berdasarkan salah satu hadis Nabi berikut.
وَلَأَنْ أَقْعُدَ مَعَ قَوْمٍ يَذْكُرُونَ اللَّهَ مِنْ صَلَاةِ الْعَصْرِ إِلَى أَنْ تَغْرُبَ الشَّمْسُ أَحَبُّ إِلَيَّ مَنْ أَنْ أَعْتِقَ أَرْبَعَةً
“Aku duduk bersama orang-orang yang mengingat Allah dari setelah shalat Asar sampai matahari terbenam (waktu Magrib) lebih aku senangi daripada membebaskan empat orang budak.”
Buya Yahya menjelaskan hadis tersebut, bahwa duduk untuk mengingat Allah bersama orang-orang yang mengingat Allah, termasuk di dalamnya bisa saja membaca Al-Qur’an, lebih Nabi senangi daripada memerdekakan empat orang budak. Ini lebih unggul dari memerdekakan empat orang budak. Sementara memerdekakan budak itu pahalanya besar.
Karena itulah banyak ulama menganjurkan untuk melakukan berbagai kebaikan di waktu sore setelah salat Asar agar ada kegiatan yang positif. Tujuannya adalah agar orang-orang tidak langsung disibukkan lagi dengan bekerja. Paling tidak diisi dengan berzikir. Salah satunya ialah membaca surah Al-Waq’ah. Biar pun riwayatnya lemah, tapi untuk fadhail al-a’mal boleh.
Buya Yahya menjelaskan, hadis dha’if (lemah) dihadirkan itu bukan berarti para ulama zaman dulu mengajarkan kita untuk mengamalkan hadis dha’if, tetapi untuk memotivasi orang-orang dalam berbuat kebaikan. Bahkan kadang selemah-lemahnya hadis, kadang ada ulama hadis yang mengatakannya sahih. Selagi derajat suatu hadis tidak sampai mardud (palsu) dan tidak bertentangan dengan syariat, boleh dipakai.
Selain itu, Buya Yahya menyampaikan,
“Tidak ada ketentuan kapan dibacanya surah Al-Waqi’ah, Yasin, atau Al-Baqarah. Kapan Anda baca akan jadi pahala untuk Anda. Jangan menyebutnya haram. Atau mengatakan ‘membaca surah Al-Waqi’ah setelah Asar adalah bid’ah’, dari mana membaca surah Al-Waqi’ah itu bid’ah?”
Terakhir, Buya Yahya menjelaskan bahwa pada intinya kita keluar dari dua kutub ekstrem:
- Selagi ulama mengatakan suatu riwayat hadis itu lemah, kita tidak perlu terlalu banyak mengobralnya. Sekadar untuk mengimbau kebaikan dan mengamalkan isinya dengan sandaran hadis lain yang lebih kuat sah-sah saja.
- Sebaliknya, jangan sampai menyatakan bahwa membaca Al-Waqi’ah setelah shalat Asar itu bid’ah atau haram karena membaca Al-Qur’an itu baik dan ada dasarnya. Termasuk mengisi waktu setelah shalat Asar sampai waktu Magrib dengan berbagai kebaikan juga ada dasarnya.
Mari menjadi bijak dan semoga kita diberi keinsyafan serta terjaga lisan kita dari terpeleset.
Penulis: Iim Ainunnaim Muhammad
Penyunting: Idan Sahid
Referensi: Youtube Al-Bahjah TV
Tulisan website Pustaka Al-Bahjah merupakan platform bacaan yang ditulis oleh masyarakat umum sebagai media literasi. Submit tulisanmu dengan cara ini.
Bolehkah Membaca Surah Al-Waqi’ah Setelah Asar?
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Seorang mahasiswa muslim menghadapi dilema ketika harus mengunjungi gereja untuk keperluan tugas kuliah. Dalam sebuah kesempatan, ia... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Siapa yang tidak mengenal kucing? Hewan yang satu ini terkenal menggemaskan dan menjadi salah satu hewan favorit... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Rubath Nurul Musthofa menyambangi Pondok Pesantren Al-Bahjah pada Kamis 19 Dzulhijjah 1444 H atau bertepatan dengan... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Puasa di bulan Ramadan adalah kewajiban bagi setiap Muslim yang mampu melaksanakannya. Namun, Islam juga memberikan keringanan (rukhsah)... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Semua yang terjadi di dunia ini tidak luput dari ketentuan Allah Subhanahu wa Ta’ala (qadha) dan implementasinya (qadar).... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah Cirebon – Ramadhan akhirnya tiba. Satu bulan yang amat dirindukan oleh umat Islam di seluruh dunia, bulan penuh... selengkapnya
Stasiun Tak ada pelukan Juga cium pipi Tanda perpisahan Hanya kepal tangan bersentuh Dengan tatap mata luruh :... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Puasa merupakan salah satu rukun Islam yang wajib dijalankan oleh setiap Muslim yang telah memenuhi syarat. Ibadah... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Pada zaman sekarang, setiap orang dapat mengakses apa pun dengan bebas melalui peranti teknologi. Tidak sedikit pula melalui... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Di sebuah kamar sempit berukuran 3×4 meter, pada sudut kampung yang sunyi dari suara berita dunia, Umar menatap... selengkapnya
Buku Buya Yahya yang berjudul Ramadhaniat secara rinci menjelaskan amalan-amalan yang dapat dilakukan oleh seorang muslim di bulan Ramadan. Buku… selengkapnya
Rp 115.000Penerbit: Pustaka Al-Bahjah Penulis: Moch. Idam Kholid Ukuran: 10,5 x 16,5 cm Tebal buku: 200 Bahasa Inggris adalah bahasa internasional… selengkapnya
*Harga Hubungi CSDi antara hal yang disepakati oleh para ulama bahwa agama Islam adalah agama yang relevan untuk setiap zaman dan di… selengkapnya
Rp 90.000 Rp 110.500Buku “Sam’iyyat” karya Buya Yahya penting untuk kita memiliki sebagai buku pegangan dalam memiliki keyakinan yang benar. Dengan keyakinan yang… selengkapnya
Rp 59.000 Rp 69.000Buku Aqidah 50 karya Buya Yahya secara tuntas membahas pokok-pokok fundamental Aqidah Islam sebagaimana yang dibakukan oleh Ahlusunnah Waljama’ah. Buku… selengkapnya
Rp 49.000Buku Fiqih Thaharah (Bersuci) karya Buya Yahya ini disusun berdasarkan berbagai kitab-kitab yang terpercaya dengan tetap memperhatikan sumber utamanya, yakni… selengkapnya
Rp 60.000FIQIH PRAKTIS SHALAT BERJAMAAH KARYA BUYA YAHYA Buku ini membahas tentang pentingnya dan tata cara melaksanakan shalat berjamaah, yaitu shalat… selengkapnya
Rp 65.000Buku Pengantar Bahasa Arab Para ahli bahasa menyebutkan bahwa maharoh/kemampuan berbahasa ada empat, yaitu (istima’, kalam, qiroah, dan kitabah). Keempatnya… selengkapnya
Rp 29.000 Rp 38.000Buku “Silsilah Fiqih Praktis Qurban” karya Buya Yahya merupakan sebuah panduan praktis yang memberikan pemahaman mengenai hukum dan tata cara… selengkapnya
Rp 57.000
Saat ini belum tersedia komentar.