● online
Hukum Niat Shalat yang Tidak Sesuai antara Hati dengan Lisan

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Shalat merupakan ibadah utama dalam Islam yang memiliki rukun-rukun tertentu yang harus dipenuhi agar sah. Salah satu rukun yang paling fundamental adalah niat. Niat dalam shalat bukan hanya sekadar formalitas, tetapi merupakan penegasan dalam hati mengenai jenis ibadah yang hendak dilakukan. Namun, bagaimana jika terjadi perbedaan antara niat yang diucapkan dengan lisan dan niat yang ada dalam hati?
Pentingnya Niat dalam Shalat
Niat dalam shalat memiliki peran krusial karena merupakan syarat sahnya shalat. Niat harus dilakukan dengan hati, yaitu dengan kesadaran penuh mengenai jenis shalat yang akan dilaksanakan. Apakah itu shalat wajib seperti Zuhur, Asar, Magrib, Isya, atau Subuh, maupun shalat sunah seperti tarawih atau tahajud. Meskipun mengucapkan niat secara lisan adalah sunah dan dapat membantu menghadirkan niat dalam hati, namun yang lebih utama dan menjadi dasar keabsahan ibadah adalah niat dalam hati.
Nabi Muhammad Salallahu ‘Alaihi Wassalam berkata:
“Sesungguhnya amal perbuatan itu tergantung pada niatnya, dan sesungguhnya setiap orang hanya mendapatkan sesuai dengan apa yang diniatkannya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini menegaskan bahwa niat menjadi dasar dalam setiap amal ibadah, termasuk shalat.
Ketidaksesuaian antara Niat Lisan dan Niat Hati
Dalam beberapa kasus, seseorang mungkin saja mengalami ketidaksesuaian antara niat yang diucapkan dengan niat yang terpatri dalam hati. Misalnya, seseorang bermaksud untuk menunaikan shalat Zuhur, tetapi secara tidak sadar mengucapkan niat untuk shalat Asar. Dalam situasi seperti ini, maka yang dianggap sah adalah niat dalam hati, bukan apa yang terucap di lisan.
Contoh lain, seseorang yang melaksanakan shalat berjamaah dengan niat dalam hati untuk menunaikan shalat Isya. Namun, ketika hendak bangkit dari tasyahud awal, ia baru menyadari bahwa niat awal yang diucapkannya adalah untuk shalat tarawih. Dalam situasi ini, karena sejak awal ia telah menetapkan dalam hatinya untuk melaksanakan shalat tarawih, maka yang dianggap sah adalah niat hatinya, bukan apa yang mungkin ia ucapkan secara lisan.
Kasus Kesalahan Niat dalam Shalat
Kesalahan dalam niat bisa terjadi karena beberapa faktor, seperti kurang fokus, tergesa-gesa, atau karena kebiasaan tertentu. Berikut adalah beberapa contoh kesalahan niat dalam shalat.
- Mengucapkan niat salah tetapi hati benar
Jika seseorang hendak melaksanakan shalat Zuhur, tetapi secara lisan ia mengatakan “Usholli fardho Asri”, maka yang dianggap sah tetaplah niat dalam hatinya, yakni shalat Zuhur.
- Hati tidak yakin dengan niatnya
Jika seseorang ragu-ragu tentang shalat apa yang sedang ia lakukan, misalnya, ia sudah bertakbir tetapi belum yakin apakah ia niat untuk Zuhur atau Asar, maka shalatnya bisa menjadi tidak sah karena niatnya tidak jelas dalam hati.
- Menyadari kesalahan niat di tengah shalat
Seperti dalam kasus seseorang yang menyadari bahwa ia salah niat setelah tasyahud awal, maka ia harus menyesuaikan tindakannya dengan niat dalam hati.
Jika seseorang menyadari kesalahan niat dalam shalat, berikut adalah langkah-langkah yang dapat dilakukan:
- Melanjutkan shalat sunah
Jika niat awal dalam hati adalah shalat tarawih, maka shalat yang sedang dikerjakan dianggap sebagai shalat sunah dan dapat diselesaikan dengan niat tersebut.
- Mengulang shalat wajib
Jika seseorang belum menunaikan shalat wajib yang seharusnya ia lakukan (misalnya, Isya), maka setelah menyelesaikan shalat sunah (tarawih), ia harus mengerjakan kembali shalat Isya dengan niat yang benar.
- Memastikan kehati-hatian dalam niat
Untuk menghindari kesalahan, disarankan agar sebelum takbiratulihram, seseorang benar-benar memastikan niatnya sudah tertanam kuat dalam hati.
Dalam masalah niat, hati adalah faktor utama yang menentukan sah atau tidaknya suatu ibadah. Jika terjadi ketidaksesuaian antara ucapan lisan dengan niat hati, maka yang dianggap adalah niat dalam hati. Oleh karena itu, penting bagi setiap Muslim untuk tetap fokus dan khusyuk dalam berniat sebelum memulai shalat, agar ibadah yang dilakukan sesuai dengan ketentuan syariat. Semoga penjelasan ini bermanfaat dan dapat membantu kita semua dalam meningkatkan kualitas ibadah kita.
Referensi: Youtube Al-Bahjah TV
Penulis: Solahudin Al Ayyubi S.Sos.
Penyunting: Idan Sahid
Tulisan website Pustaka Al-Bahjah merupakan platform bacaan yang ditulis oleh masyarakat umum sebagai media literasi. Submit tulisanmu dengan cara klik link ini.
Hukum Niat Shalat yang Tidak Sesuai antara Hati dengan Lisan
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Tidak lama lagi kita akan memasuki bulan Dzulhijjah. Pada bulan ini terdapat ibadah agung yang disyariatkan... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Ketika kita asyik menikmati ifthar dengan hidangan berjejer di meja makan, nun jauh di sana saudara kita,... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Bulan Dzulhijjah adalah bulan yang istimewa. Bulan yang termasuk ke dalam salah satu bulan haram, bulan yang... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Sya’ban adalah bulan kedelapan dalam kalender Hijriyah dan pintu gerbang memasuki bulan suci Ramadan. Bulan Sya’ban merupakan salah... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan nikmat yang tak terhingga kepada makhluk-Nya, baik nikmat yang telah diberikan, sedang dirasakan,... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering menjumpai sebagian orang atau bahkan kita sendiri yang memiliki menggunakan pakaian bekas sebagai... selengkapnya
Ilmu Kebal di Dalam Pergaulan Sosial Oleh: Admin 2 Disadur dari ceramah Buya Yahya (Pengasuh LPD Al-Bahjah Cirebon) PUSTAKA AL-BAHJAH-ARTIKEL-Komunikasi... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Baru-baru ini kita dihebohkan dengan berita perayaan Hallowen di Arab Saudi yang notabene merupakan negara Islam.... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Semua kalangan dapat merasakan dampak dari perkembangan zaman, tak terkecuali Muslimah. Tantangan Muslimah dalam menjalankan syariat di era... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Islam memiliki banyak peristiwa penting yang berperan dalam perkembangan agama, salah satunya peristiwa Isra’ Mi’raj. Pada malam... selengkapnya
Buku Indahnya Memahami Perbedaan Para Ulama (IMPPU) Karya Buya Yahya menjelaskan perbedaan keyakinan aqidah dan perbedaan pelaksanaan amalan ibadah-ibadah dalam… selengkapnya
Rp 89.000Buku Fiqih Praktis Haid karya Buya Yahya memuat tiga bahasan utama, yaitu identifikasi dan ketentuan haid, nifas, dan istihadhoh yang… selengkapnya
Rp 149.000Penerbit: Pustaka Al-Bahjah Penulis: Buya Yahya Tebal buku: xiii+124 Dakwah mempunyai makna mengajak diri dan orang lain kepada kebaikan, menjauhkan… selengkapnya
*Harga Hubungi CSTerkadang seorang pelajar bahasa arab akan mendapati sedikit kesulitan dalam mempelajari qoidah ‘adad ma’dud karena pembahasan tersebut tidak terlalu detail… selengkapnya
Rp 29.000 Rp 37.700Buku Fiqih Bepergian karya Buya Yahya menghadirkan masalah umum yang sering dihadapi oleh kaum muslim dalam menjaga kualitas dan waktu… selengkapnya
Rp 23.000 Rp 43.000Buku “Oase Iman” memberikan pemahaman yang mendalam namun ringan sebagai siraman hati bagi siapa pun yang membacanya. Berisi catatan buah… selengkapnya
Rp 87.000 Rp 93.000Buku Pengantar Bahasa Arab Para ahli bahasa menyebutkan bahwa maharoh/kemampuan berbahasa ada empat, yaitu (istima’, kalam, qiroah, dan kitabah). Keempatnya… selengkapnya
Rp 29.000 Rp 38.000Buku Fiqih Thaharah (Bersuci) karya Buya Yahya ini disusun berdasarkan berbagai kitab-kitab yang terpercaya dengan tetap memperhatikan sumber utamanya, yakni… selengkapnya
Rp 60.000Maulid Ad Diba’ merupakan salah satu kitab maulid yang dibaca dalam rangka meneladani sîrah Rasulullah saw sekaligus bershalawat kepadanya. Salah… selengkapnya
Rp 25.000
Saat ini belum tersedia komentar.