● online
- المعين المبين في تعلم العرب....
- Oase Iman - Refleksi Problematika Umat....
- Kitab Taqlid Wa Talfiq....
- BUKU PENGANTAR BAHASA ARAB....
- Fiqih Shalat Berjamaah....
- Fiqih Praktis Haji dan Umrah yang Mudah Dipahami....
- INDAHNYA MEMAHAMI PERBEDAAN PARA ULAMA KARYA BUYA ....
- English Practice "Practice Makes Perfect" Beginner....
Bahaya Was-Was, dari Masalah Mental hingga Hukuman dari Allah

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Masalah waswas kerap dihadapi banyak orang tanpa pandang bulu. Satu hal yang pasti menurut Imam Al-Ghazali, orang yang terkena waswas tidak merepresentasikan kesempurnaan ilmu. Orang yang waswas dianggap tidak berilmu. Bahkan, bahaya waswas itu mencakup masalah mental hingga hukuman dari Allah Swt.
Oleh karena itu, penting sekali bagi kita untuk memahami bahaya waswas sambil terus menyempurnakan ilmu dan pemahaman yang kita miliki. Buya Yahya memaparkan tentang bahaya waswas ini, setidaknya ada 3 bahaya waswas menurut beliau.
- Waswas Itu Menular
Bahaya pertama yang harus diwaspadai yaitu penularan waswas. Jika ada satu orang yang dianggap panutan kemudian mengalami waswas, besar kemungkinan penganutnya ikut terkena waswas juga. Buya Yahya menyampaikan,
“Jika orang yang waswas itu adalah orang yang paling pinter, pasti orang yang ilmunya di bawahnya akan terbawa waswas. Karena muridnya selalu dimarahin, ini salah, itu gak sah itu, ini najis, itu gak suci. Akhirnya murid ikut-ikutan.” ujarnya.
- Bisa Jadi Waswas Itu Hukuman dari Allah Swt
Buya Yahya menyampaikan, bahwa para ulama mengisyaratkan waswas merupakan penyakit yang dapat mengganggu lahiriah ibadah. Contohnya, dengan adanya waswas, seseorang menjadi tidak nyaman beribadah, bahkan enggan beribadah. Selain itu, Buya mengingatkan bahwa hukuman paling dahsyat sebelum di akhirat adalah susah beribadah dan gampang bermaksiat.
Tanpa disadari, orang yang berteman dengan waswas akan susah beribadah. Karena itu, kita harus takut saat terkena waswas karena bisa menjadikan kita kesusahan dalam beribadah hingga akhirnya tidak beribadah, nauzubillah. Misalnya, saat malam hari hendak melaksanakan shalat malam, tapi ia memiliki kebiasaan di kamar mandi satu jam. Akibatnya besoknya terkena reumatik. Akhirnya ketika ia hendak melaksanakan shalat malam lagi jadi mikir-mikir dan ogah-ogahan. Padahal bukan shalat malamnya yang salah, tetapi kebiasaanya di kamar mandi yang lama.
- Waswas Bisa Menjadi Penyakit Mental
Bahaya selanjutnya yang harus kita sadari yaitu waswas yang dialami seseorang mungkin sekali merupakan penyakit mental. Karena memang waswas sudah mengarah kepada masalah psikologi dan kejiwaan. Sudah banyak pemaparan para ahli psikologi tentang penyakit ini. Waswas jenis penyakit mental ini disebut dengan Obsessive Compulsive Disorder (OCD). Meski hingga kini para pakar psikologi menyebutkan penyebab waswas penyakit mental belum diketahui secara medis. Akan tetapi yang jelas adalah penyakit ini bisa ditularkan.
Buya Yahya menyarankan agar pengidap penyakit waswas jangan ragu untuk datang kepada psikolog. Dan jangan gengsi, buanglah jauh-jauh pemikiran bahwa orang yang datang ke psikolog adalah orang gila. Padahal psikologi adalah orang yang ahlinya dalam bidang mental. Sebaliknya, sadari bahwa waswas itu penyakit yang membutuhkan obat.
Tip Melawan Waswas
Yuk kita simak bersama beberapa tip yang disampaikan Buya Yahya untuk menghadapi waswas.
- Menyadari Bahwa Waswas Adalah Bentuk Kebodohan dan Penyakit
Tip pertama yang efektif untuk melawan waswas adalah dengan menyadari sekaligus memahami bahwa itu merupakan bentuk kebodohan dan penyakit. Alasan waswas harus diyakini sebagai bentuk kebodohan karena waswas itu sendiri meragukan hal yang benar dan nyata. Bagaimana tidak, orang yang sudah berwudhu dengan sempurna misalnya, ia masih saja berpikir bahwa wudhunya tidak sempurna hingga mengulang-ulang wudhu. Itu semata-mata terjadi karena dia tidak yakin terhadap apa yang dilakukannya sendiri. Buya Yahya menyampaikan,
“Orang yang waswas harus diajari perlahan. Tapi yang melawan dirinya sendiri. Orang lain hanya bisa ngomong. Bahkan pertanyaannya pun menjadi pertanyaan waswas. Dijawab oleh banyak ustadz yang ahli pun masih waswas, padahal jawabannya sama.” tegasnya.
Waswas juga harus disadari sebagai penyakit. Buya Yahya selalu mengingatkan,
“Orang yang tidak sadar bahwa dirinya sedang sakit tidak mungkin mau berobat.” tambahnya.
Orang yang tidak merasa sakit tentu akan merasa dirinya baik-baik saja. Hingga tanpa disadari penyakit bisa saja sudah menjangkit dirinya. Karena itu, penting sekali untuk menyadari bahwa waswas merupakan penyakit. Dan yang namaya penyakit harus segera diobati.
- Memohon Ampunan
Seperti yang dipaparkan sebelumnya, bisa jadi waswas yang menimpa seseorang merupakan hukuman atas dosa-dosa yang dilakukannya. Maka sudah sepatutnya kita selalu beristigfar atas dosa-dosa yang mungkin sekali telah kita lakukan, baik secara sengaja maupun tidak. Istigfar bukan hanya sekadar solusi atas permasalahan waswas, istighfar juga berdampak terhadap penyelesaian segala masalah kehidupan seorang hamba. Orang yang bertobat melambangkan kesadaran atas kesalahan yang dilakukannya. Ia menyesal, tidak mengulangi kesalahannya, hingga akhirnya Allah Swt memperbaiki kehidupannya.
Buya Yahya memberikan nasihat,
“Kita harus banyak istigfar karena dosa-dosa hingga tanpa kita sadari waswas menimpa kita. Bisa jadi karena durhaka kepada orang tua, dan lain sebagainya. Beristigfar yang banyak, minta ampun kepada Allah, agar Allah memberikan pertolongan.” tuturnya.
- Perangi Waswas, Tidak Perlu Bersabar dalam Menghadapinya!
Cara menghadapi waswas bukan dengan bersabar menunggu sampai ia hilang dengan sendirinya, melainkan harus diperangi. Dalam hal ini Buya Yahya menyampaikan,
“Orang yang melawan waswas itu jihad besar. Memerangi waswas mendapatkan pahala di sisi Allah karena merupakan jihad. Maka yang punya waswas harus berani memeranginya, itu dapat pahala. Seperti orang yang sabar ketika punya penyakit. Tapi waswas itu tidak (dihadapai) dengan sabar, waswas itu diperangi. Jika harus tetap dihadapi dengan sabar, maka bentuk sabar menghadapi waswas adalah dengan memeranginya.” tegas Buya Yahya.
- Yakin kepada Orang yang Tepercaya/Ahli
Setelah semua langkah di atas dilakukan, orang yang terkena waswas harus dipahamkan untuk yakin kepada ahli atau orang yang tepercaya. Hal ini agar perkataan seorang guru dapat diterima dengan baik tanpa keraguan. Sebagaimana penyakit waswas bisa menular dari seseorang, maka keyakinan pun bisa ditularkan dari orang lain. Misalnya, orang yang terkena waswas bisa datang ke psikolog untuk mendapatkan konseling.
Khusus waswas dalam beribadah, Buya Yahya berpesan,
“Orang yang waswas harus diajari untuk percaya kepada guru lalu diberi pemahaman yang benar. Catatannya harus percaya dan yakin dulu. Kalau menuruti waswas malah gak dapat pahala. Pahamkan makna ini. Misalnya, ‘ini najis gak?’ kalau kata ustadz ‘enggak’, ya sudah, yakin gak najis. Memang ini harus dihadapi dengan ilmu dan pemahaman. Terus perdalam pemahaman dan dengarkan, perlahan akan sembuh.” tutupnya.
Demikian penjabaran tentang bahaya waswas dan solusinya menurut Buya Yahya. Semoga kita semua terhindar dari waswas yang dapat membahayakan siapa saja. Amin.
Penulis: Iim Ainunnaim Muhammad
Sumber: You tube Al-BahjahTV
Tulisan website Pustaka Al-Bahjah merupakan platform bacaan yang ditulis oleh masyarakat umum sebagai media literasi. Submit tulisanmu dengan cara ini.
Bahaya Was-Was, dari Masalah Mental hingga Hukuman dari Allah
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Prof. Dr. Al-Habib Abdullah bin Muhammad Baharun, guru Buya Yahya, berkesempatan memberikan pesan-pesan mulia penuh hikmah... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Utang piutang adalah salah satu bentuk muamalah yang sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Dalam Islam, kegiatan ini... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Doa sering dimaknai dengan permohonan atau permintaan dengan penuh harapan dan pujian kepada Tuhan. Dalam agama Islam,... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Sejak manusia mengenal istilah saling menyapa dalam sejarah peradaban, kontak mata atau tatap muka menjadi hal yang bermakna... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Di sebagian masyarakat, terdapat anggapan bahwa menggunakan pakaian bekas sebagai kain lap dapat menyempitkan rezeki. Di antaranya menyebutnya... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Dalam kehidupan sehari-hari, banyak kegiatan yang melibatkan perlombaan, mulai dari lomba olahraga hingga lomba yang lebih ringan... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Lembaga Amil Zakat (LAZ) Al-Bahjah menyalurkan infak kemanusiaan untuk Palestina tahap II sebesar Rp1.746.285.736 melalui Badan Amil... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Ketika mendengar kata ibadah, hal yang pertama kali terlintas dalam pikiran orang awam mungkin adalah suatu amalan... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Setiap muslim mesti tergugah untuk bisa melaksanakan qurban di keluarga atau kampungnya masing-masing. Akan tetapi, jika ada... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Adanya percekcokan dalam rumah tangga memang bikin hati perih. Tak sedikit pasangan yang mendapati kesulitan dalam membangun... selengkapnya
Buku “Dzikir Harian” yang ditulis oleh Buya Yahya adalah dzikir-dzikir yang dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Dzikir-dzikir yang dihadirkan merupakan… selengkapnya
Rp 25.000 Rp 27.000Terkadang seorang pelajar bahasa arab akan mendapati sedikit kesulitan dalam mempelajari qoidah ‘adad ma’dud karena pembahasan tersebut tidak terlalu detail… selengkapnya
Rp 29.000 Rp 37.700Buku “Silsilah Fiqih Praktis Qurban” karya Buya Yahya merupakan sebuah panduan praktis yang memberikan pemahaman mengenai hukum dan tata cara… selengkapnya
Rp 57.000FIQIH PRAKTIS SHALAT BERJAMAAH KARYA BUYA YAHYA Buku ini membahas tentang pentingnya dan tata cara melaksanakan shalat berjamaah, yaitu shalat… selengkapnya
Rp 65.000Penerbit: Pustaka Al-Bahjah Penulis: Achmad Hisyam Al Habsyie Tebal buku: viii+140 Menelusuri jejak kepemimpinan Islam pasca wafatnya Rasulullah Saw melalui… selengkapnya
*Harga Hubungi CSPenerbit: Pustaka Al-Bahjah Penulis: Buya Yahya Tebal buku: xiii+124 Dakwah mempunyai makna mengajak diri dan orang lain kepada kebaikan, menjauhkan… selengkapnya
*Harga Hubungi CSBuku “Oase Iman” memberikan pemahaman yang mendalam namun ringan sebagai siraman hati bagi siapa pun yang membacanya. Berisi catatan buah… selengkapnya
Rp 87.000 Rp 93.000Buku “Sam’iyyat” karya Buya Yahya penting untuk kita memiliki sebagai buku pegangan dalam memiliki keyakinan yang benar. Dengan keyakinan yang… selengkapnya
Rp 59.000 Rp 69.000Buku Indahnya Memahami Perbedaan Para Ulama (IMPPU) Karya Buya Yahya menjelaskan perbedaan keyakinan aqidah dan perbedaan pelaksanaan amalan ibadah-ibadah dalam… selengkapnya
Rp 89.000
Saat ini belum tersedia komentar.