● online
Terjadi Pelecehan Seksual, Apakah Korban Berdosa?

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Akhir-akhir ini kita seringkali mendapatkan pemberitaan tentang kasus pelecehan seksual yang yang umumnya menimpa kaum perempuan. Pelecehan seksual dalam bentuk apapun merupakan dosa besar yang sangat dibenci Allah Swt. Namun bagi sang korban yang mengalami pelecehan seksual ini, apakah ia berdosa?
Buya Yahya menjelaskan bahwa pelecehan seksual dalam bentuk apapun adalah perbuatan zalim. Pelaku perbuatan ini telah melakukan dosa kepada manusia dan dosa kepada kepada Allah Swt. Apabila ia tidak segera bertaubat dan menyesali perbuatannya, maka neraka sudah menantinya.
“Pemerkosa adalah orang yang zalim, melakukan dosa. Dosa kepada Allah, dosa kepada manusia. Jika tidak segera tobat neraka sudah menantinya.” tegas Buya
Korban Tidak Berdosa Ketika..
Adapun bagi pelaku korban pelecehan seksual, selagi dia mengingkari dan terpaksa, serta hal itu diluar kehendaknya, pada dasarnya ia tidak berdosa.
“Allah maha pengasih, Allah maha pengampun, selagi dia mengingkari dan terpaksa, maka siapapun yang mendapatkan perlakukan semacam ini, Anda tidak dosa,” jelas Buya
Bisa Juga Berdosa Jika..
Namun disisi lain lain Buya juga mengingatkan kepada para korban, jangan ia sampai menjadi sebab dari pelecehan itu sendiri. Misalnya ia memakai pakaian yang membuka aurat, diajak berduan mau saja, bersikap ganjen dan sebagainya. Sebab ketika demikian, maka ia pun mendapatkan dosa dari pelecehan seksual tersebut.
“Maka pada dasarnya karena memang dia orang yang dizalimi, dia tidak dosa sebetulnya. Cuma karena dia sendiri menggugah syahwatnya orang, maka dia punya andil dalam dosa,” imbau Buya
Artinya tidak cukup hanya mengingkari dan tidak menghendaki pelecehan seksual dalam bentuk apapun, seorang korban haruslah menjaga diri dan kehormatannya dengan mencegah sebab-sebab terjadinya pelecehan seksual seperti menutup aurat, menjaga interaksi dengan lawan jenis, dan sebagainya.
“Tapi kalau seorang terhormat, menjaga diri, dia tidak dosa. Dan dia masih benci dengan perilaku itu, dan dia tidak menikmati, dia tidak senang, nggak dosa dia”.
Tentu disamping itu peringatan juga kepada pelaku pelecehan seksual, sebab ancaman Allah Swt sungguh berat kepada pelaku pelecehan seksual. Bukan hanya di akhirat, namun juga di dunia.

Tutup Aib Korban Maupun Pelaku
Buya juga berpesan kepada siapapun khususnya pihak-pihak yang berwenang dalam penyelesaian kasus ini untuk benar-benar merahasiakan identitas korban maupun pelaku kepada publik. Sebab kasus pelecehan seksual ini merupakan aib bagi korban maupun pelaku, dan aib apapun harus ditutupi serapat-rapat nya.
“Kepolisian, pengadilan, yang ingin mengusut pelaku kejahatan, tolong sang korban betul-betul dirahasiakan sangat tersembunyi tidak boleh ada yang tahu. Media jangan main-main, kadang aib jadi terbongkar,” imbau Buya
Baca Juga: Jelas-Jelas Berselingkuh, Bolehkah Membongkar Aib Pasangan di Media Sosial
Semoga Allah Swt menjaga kita semua dari pembuatan semacam ini. Dan semoga korban, pelaku, serta pihak yang telah menyebarkan aib, diberikan pengampunan dan kejadian ini tidak terulang lagi.
Sumber: Tausyiah Buya Yahya di Chanel Youtube Al-Bahjah TV
Tags: Al-Bahjah, Buya Yahya, Pelecehan Seksual, Perempuan
Terjadi Pelecehan Seksual, Apakah Korban Berdosa?
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Tabligh Akbar dalam rangkaian Safari Dakwah Buya Yahya di Aceh, Selasa 20 Jumadil Ula 1444 H/13... selengkapnya
Sang surya mulai menampakkan sinarnya pertanda hari mulai merangkak siang. Teguh duduk termangu di teras rumahnya. Matanya mendelik ke arah... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Seorang penulis hendaknya memperhatikan daya baca pembaca sasarannya. Dalam hal ini penulis harus menempatkan diri sebagai... selengkapnya
Pendaftaran Santri Baru Kelas Dewasa Putra/Putri TAFAQQUH AL-BAHJAH Tahun Akademik 1443-1444 H Visi: “Mendahulukan Akhlaq & Mengembangkan Dakwah Rasulallah SAW.”... selengkapnya
PADA suatu hari, Hutan Alamara tidak lagi memantulkan ketenangan yang dulu menjadi jiwanya. Sungai yang pernah berkilau bagai kaca kini... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Semua kalangan dapat merasakan dampak dari perkembangan zaman, tak terkecuali Muslimah. Tantangan Muslimah dalam menjalankan syariat di era... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Bulan Ramadan merupakan bulan penuh keistimewaan bagi umat Islam di pelbagai belahan penjuru bumi karena setiap amalan ibadah... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Ketika kita menelusuri sejarah kejayaan Islam, salah satu fondasi utama yang menopang bangunan peradaban itu adalah akhlak. Rasulullah... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Berkunjung ke Makkah dan Madinah merupakan impian yang dimiliki banyak orang. Makkah dan Madinah merupakan dua tempat... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Beberapa hari yang lalu telah terjadi musibah besar yaitu kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur... selengkapnya
Buku Fiqih Bepergian karya Buya Yahya menghadirkan masalah umum yang sering dihadapi oleh kaum muslim dalam menjaga kualitas dan waktu… selengkapnya
Rp 23.000 Rp 43.000Buku Pengantar Bahasa Arab Para ahli bahasa menyebutkan bahwa maharoh/kemampuan berbahasa ada empat, yaitu (istima’, kalam, qiroah, dan kitabah). Keempatnya… selengkapnya
Rp 29.000 Rp 38.000Penerbit: Pustaka Al-Bahjah Penulis: Maulid Johansyah, M.Pd. Tebal buku: xi+138 Buku saku Kosa Kata (Almufrodat) Sehari-Hari ini merupakan pelengkap untuk… selengkapnya
Rp 23.000 Rp 29.900Buku “Oase Iman” memberikan pemahaman yang mendalam namun ringan sebagai siraman hati bagi siapa pun yang membacanya. Berisi catatan buah… selengkapnya
Rp 87.000 Rp 93.000FIQIH PRAKTIS SHALAT BERJAMAAH KARYA BUYA YAHYA Buku ini membahas tentang pentingnya dan tata cara melaksanakan shalat berjamaah, yaitu shalat… selengkapnya
Rp 65.000Buku Buya Yahya yang berjudul Ramadhaniat secara rinci menjelaskan amalan-amalan yang dapat dilakukan oleh seorang muslim di bulan Ramadan. Buku… selengkapnya
Rp 115.000

Izin bertanya
20 Mei 2023 | 10:36 pmAda lelaki menikah dengan wanita dan kondisi hamil duluan sblomnya status wanita janda dan sblom menikah sdh di tanya ada anak atau ngk krna lelaki tersebut curiga ada anak kecil di rumahnya jawabanya ngk punya anak
Stlah melahirkan dengan suami yg ke 2 yg hamil di luar nikah baru ketahuan bahwa wanita tersebut sdh punya anak dari suami pertama dan di tanya knp di sembunyikan jawabanya krna anak itu juga dari hamil di luar nikah dan suami ke 2 krna sdh terlanjur inging menerima kondisi tersebut dengan catatan anaknya di asuh ber 2 dngan istrinya akan tetapi dari mertua nya ngk membolehlan krna tidak ada tau masalah anak tersebut melainkan kluarga saja dan secara nasab di KK di rubah menjadi anak mertua dan tetangga juga tau nya anak mertua dngan penjelesan anak adopsi katanya
Stlah 6 tahun jalan nikah anak yg pertama mau di kasih tau ibu kandungnya yg sebenrya
Laki2 bingung dan bimbang mau melanjutkan pernikahan x atau ngk krna dia merasa di bohongi waktu nikah dan kenal dan slma 6 tahun istrinya di ajak hidup ber 2 pisah dari orang tuanya ngk mau jadi lebih sering ke rmh mertuanya jadi rumahtangganya tidak harmonis dan skrng bingung ingin melnjutkan takut ke bongkar aib istrix ngk melanjutkan kasian anak ke 2 nya tanpa bapak mhon solusinya buya
baik nanti coba disampaikan ya
21 Mei 2023 | 10:15 am