fbpx
Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

CS Pustaka
● online
CS Pustaka
● online
Halo, perkenalkan saya CS Pustaka
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Buka Setiap Hari pukul 08.00 s.d. pukul 16.00 Hari Besar Islam Tutup
Beranda » Blog » Terjadi Pelecehan Seksual, Apakah Korban Berdosa?

Terjadi Pelecehan Seksual, Apakah Korban Berdosa?

Diposting pada 19 Mei 2023 oleh Redaksi / Dilihat: 1.622 kali / Kategori:

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Akhir-akhir ini kita seringkali mendapatkan pemberitaan tentang kasus pelecehan seksual yang yang umumnya menimpa kaum perempuan. Pelecehan seksual dalam bentuk apapun merupakan dosa besar yang sangat dibenci Allah Swt. Namun bagi sang korban yang mengalami pelecehan seksual ini, apakah ia berdosa?

Buya Yahya menjelaskan bahwa pelecehan seksual dalam bentuk apapun adalah perbuatan zalim. Pelaku perbuatan ini telah melakukan dosa kepada manusia dan dosa kepada kepada Allah Swt. Apabila ia tidak segera bertaubat dan menyesali perbuatannya, maka neraka sudah menantinya.

“Pemerkosa adalah orang yang zalim, melakukan dosa. Dosa kepada Allah, dosa kepada manusia. Jika tidak segera tobat neraka sudah menantinya.” tegas Buya

Korban Tidak Berdosa Ketika..

Adapun bagi pelaku korban pelecehan seksual, selagi dia mengingkari dan terpaksa, serta hal itu diluar kehendaknya, pada dasarnya ia tidak berdosa.

“Allah maha pengasih, Allah maha pengampun, selagi dia mengingkari dan terpaksa, maka siapapun yang mendapatkan perlakukan semacam ini, Anda tidak dosa,” jelas Buya

Bisa Juga Berdosa Jika..

Namun disisi lain lain Buya juga mengingatkan kepada para korban, jangan ia sampai menjadi sebab dari pelecehan itu sendiri. Misalnya ia memakai pakaian yang membuka aurat, diajak berduan mau saja, bersikap ganjen dan sebagainya. Sebab ketika demikian, maka ia pun mendapatkan dosa dari pelecehan seksual tersebut.

“Maka pada dasarnya karena memang dia orang yang dizalimi, dia tidak dosa sebetulnya. Cuma karena dia sendiri menggugah syahwatnya orang, maka dia punya andil dalam dosa,” imbau Buya

Artinya tidak cukup hanya mengingkari dan tidak menghendaki pelecehan seksual dalam bentuk apapun, seorang korban haruslah menjaga diri dan kehormatannya dengan mencegah sebab-sebab terjadinya pelecehan seksual seperti menutup aurat, menjaga interaksi dengan lawan jenis, dan sebagainya.

“Tapi kalau seorang terhormat, menjaga diri, dia tidak dosa. Dan dia masih benci dengan perilaku itu, dan dia tidak menikmati, dia tidak senang, nggak dosa dia”.

Tentu disamping itu peringatan juga kepada pelaku pelecehan seksual, sebab ancaman Allah Swt sungguh berat kepada pelaku pelecehan seksual. Bukan hanya di akhirat, namun juga di dunia.

Photo hands of women desperate to catch the iron prisonprisoner conceptthailand peoplehope to be freeif the violate the law would be arrested and jailed

Tutup Aib Korban Maupun Pelaku

Buya juga berpesan kepada siapapun khususnya pihak-pihak yang berwenang dalam penyelesaian kasus ini untuk benar-benar merahasiakan identitas korban maupun pelaku kepada publik. Sebab kasus pelecehan seksual ini merupakan aib bagi korban maupun pelaku, dan aib apapun harus ditutupi serapat-rapat nya.

“Kepolisian, pengadilan, yang ingin mengusut pelaku kejahatan, tolong sang korban betul-betul dirahasiakan sangat tersembunyi tidak boleh ada yang tahu. Media jangan main-main, kadang aib jadi terbongkar,” imbau Buya

Baca Juga: Jelas-Jelas Berselingkuh, Bolehkah Membongkar Aib Pasangan di Media Sosial

Semoga Allah Swt menjaga kita semua dari pembuatan semacam ini. Dan semoga korban, pelaku, serta pihak yang telah menyebarkan aib, diberikan pengampunan dan kejadian ini tidak terulang lagi.

 

Sumber: Tausyiah Buya Yahya di Chanel Youtube Al-Bahjah TV

Tags: , , ,

Bagikan ke

Terjadi Pelecehan Seksual, Apakah Korban Berdosa?

  • Joni

    Izin bertanya
    Ada lelaki menikah dengan wanita dan kondisi hamil duluan sblomnya status wanita janda dan sblom menikah sdh di tanya ada anak atau ngk krna lelaki tersebut curiga ada anak kecil di rumahnya jawabanya ngk punya anak
    Stlah melahirkan dengan suami yg ke 2 yg hamil di luar nikah baru ketahuan bahwa wanita tersebut sdh punya anak dari suami pertama dan di tanya knp di sembunyikan jawabanya krna anak itu juga dari hamil di luar nikah dan suami ke 2 krna sdh terlanjur inging menerima kondisi tersebut dengan catatan anaknya di asuh ber 2 dngan istrinya akan tetapi dari mertua nya ngk membolehlan krna tidak ada tau masalah anak tersebut melainkan kluarga saja dan secara nasab di KK di rubah menjadi anak mertua dan tetangga juga tau nya anak mertua dngan penjelesan anak adopsi katanya
    Stlah 6 tahun jalan nikah anak yg pertama mau di kasih tau ibu kandungnya yg sebenrya
    Laki2 bingung dan bimbang mau melanjutkan pernikahan x atau ngk krna dia merasa di bohongi waktu nikah dan kenal dan slma 6 tahun istrinya di ajak hidup ber 2 pisah dari orang tuanya ngk mau jadi lebih sering ke rmh mertuanya jadi rumahtangganya tidak harmonis dan skrng bingung ingin melnjutkan takut ke bongkar aib istrix ngk melanjutkan kasian anak ke 2 nya tanpa bapak mhon solusinya buya

    Balas 20 Mei 2023 | 10:36 pm

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan kami publikasikan. Kolom bertanda bintang (*) wajib diisi.

*

*

Terjadi Pelecehan Seksual, Apakah Korban Berdosa?

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: