Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

CS Pustaka
● online
CS Pustaka
● online
Halo, perkenalkan saya CS Pustaka
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Beranda » Blog » Bijak Memandang Fenomena Pawang Hujan Mandalika

Bijak Memandang Fenomena Pawang Hujan Mandalika

Diposting pada 27 Maret 2022 oleh Dzikri Imaddudin / Dilihat: 1.094 kali

Pustaka Al-Bahjah Cirebon – MOTOGP Mandalika 2022 rampung digelar pada Ahad, 20 Maret 2022 pekan lalu. Dibalik kemeriahannya, banyak hal yang terjadi selama perhelatan MotoGP pertama di Sirkuit Mandalika itu. Selain dari aksi kocak para pembalap mancanegara dan penonton tanah air, hal yang paling disorot adalah kehadiran pawang hujan di arena MotoGP.

Peristiwa itu sontak memunculkan berbagai respons dari banyak pihak. Ada yang mengatakan ini adalah hal yang biasa saja, ada yang berpendapat bahwa aksi tersebut bagian dari kearifan lokal Indonesia, namun tidak sedikit yang berkomentar negatif atas aksi si pawang hujan.

Dalam kajian kitab Riyadhus Shalihin, Ahad 27 Maret 2022 Buya Yahya dalam sesi tanya jawab menjelaskan bahwa dalam menyikapi hal seperti ini umat haruslah bijak dan jangan sampai menimbulkan kegaduhan.

“Jadi begini sebelumnya yang dimaksud pawang hujan itu apa sih? Pawang hujan yaitu orang yang berusaha untuk menghindarkan suatu tempat dari turunnya hujan, kan begitu. Jadi kalau masalah menghindarkan dari hujan itu enggak ada masalah, cuman yang perlu dipertanyakan kemudian adalah caranya seperti apa. Maka dari cara-cara ini kemudian bisa kita nilai. Setiap agama punya cara-cara tersendiri tentunya. Maka, di saat orang yang beragama tertentu, lalu menilai cara agama lain di dalam cara menghentikan hujan, maka ya jangan disalahkan wong ini ada pada perbedaan masalah keyakinan.” ungkap Buya.

Buya Yahya mengimbau agar umat Islam dalam menyikapi hal yang semacam ini harus memahami terlebih dahulu rambu-rambunya. Jika memang meminta untuk menghentikan hujan dengan cara yang benar sesuai dengan syariat nabi, memohon kepada Allah dengan bersedekah, dan sebagainya, maka cara seperti itu adalah diperbolehkan.

“Rambu-rambunya begitu. Jika minta kepada selain Allah jelas itu adalah syirik menyekutukan Allah, dan di saat mengatakan syirik menyekutukan bukan berarti merendahkan, karena ini masalah keyakinan. Seperti halnya orang Nasrani tidak percaya dengan ibadahnya orang Islam, orang Hindu tidak mengerti cara orang Islam meminta hujan (Shalat Istisqa), ya itu sah-sah saja, urusan keyakinan.”

Kemudian menurut Buya yang justru harus diperhatikan dalam masalah seperti ini adalah sebagian kelompok orang yang senang memukul rata suatu persoalan.

“Maka, yang perlu kita tegur justru orang yang menyamakan, memukul rata, berpikir cara pawang sama semuanya ‘nggak ada syiriknya’, wah ini kan kacau. Wong ada syiriknya dibilang gak ada syiriknya. Sebaliknya di saat memang ada syirik langsung caci maki, olok-olok. Ini masalah keyakinan. Kalau anda nggak yakin, ya sudah. Anda seorang muslim tidak meyakini cukup, ndak usah mengolok-ngolok. Itu mungkin cara beragama mereka, itu ritual mereka. Anda mengatakan itu syirik, cukup, dan tidak boleh mengikuti.” ungkap Buya.

Di akhir penjelasannya tersebut Buya juga kembali menegaskan bahwa respons yang paling tepat adalah waspada, dengan tetap memegang prinsip bahwa jika pawang hujan itu menyebut nama selain Allah, tuhan selain Allah, maka itu adalah syirik menyekutukan Allah, dan jika hal tersebut menyangkut agama tertentu, maka alangkah baiknya tidak sampai mencaci atau mengolok-olok.

“Jadi yang perlu kita lihat adalah hakikatnya, caranya seperti apa kalau caranya salah kita katakan salah. Kalau berurusan dengan agama tertentu ya biarkan enggak perlu kita terlalu jauh mencaci dan mengolok. Ini saja semoga Allah menjadikan kita juru damai di dunia ini, juru damai di dunia menuju kedamaian di akhirat.” pungkas Buya.

Semoga kita semua terhindar dari perkara-perkara yang dapat menyekutukan Allah Swt, dan semoga kita tetap setia di jalan hidupnya manusia terbaik, sang role model sejati, Baginda Nabi Besar Muhammad Saw. (Ru/Fa)

Tags: , , , , , ,

Bagikan ke

Bijak Memandang Fenomena Pawang Hujan Mandalika

Saat ini belum tersedia komentar.

Mohon maaf, form komentar dinonaktifkan pada halaman/artikel ini.
Puasakan Hati di Bulan Suci
14 Maret 2024

  Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Potensi kotornya hati bisa datang kepada siapa saja dari kita sebagai manusia biasa. Mata dapat melihat... selengkapnya

Cemburunya Bidadari Surga
16 Mei 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Agama Islam merupakan ajaran yang menjunjung tinggi kedudukan nilai keadilan, kemanusiaan, kemulian, dan kesetaraan. Sejak datangnya Islam... selengkapnya

KDRT, Kepada Siapa Ku Harus Mengadu?
26 November 2022

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Setiap rumah tangga pasti pernah mengalami permasalahan, sebab manusia adalah mahluk yang memiliki hawa nafsu sehingga... selengkapnya

Masyaallah, Ditengah Guyuran Hujan Deras, Para Jamaah Aceh Tetap Antusias Hadiri Majelis Buya Yahya
15 Desember 2022

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Tabligh Akbar dalam rangkaian Safari Dakwah Buya Yahya di Aceh, Selasa 20 Jumadil Ula 1444 H/13... selengkapnya

Serba-Serbi Perayaan Maulid dan Silaturahmi Akbar Al-Bahjah, Ada Jamuan 12.000 Nampan “Toamul Barokah”, Bagaimana Proses Pembuatannya?
4 Oktober 2022

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Menjamu makan tamu adalah hal biasa, namun bagaimana jika yang dijamu jumlahnya mencapai puluhan ribu orang?... selengkapnya

Jangan Dulu Mudik Sebelum Tahu Ini: Shalat Bisa Dilakukan di Atas Kendaraan
24 Maret 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Terdapat tradisi masyarakat ketika menjelang Hari Raya Idulfitri, yaitu mudik. Tradisi mudik yang ada di Indonesia terbilang... selengkapnya

Shalat Ditegakkan tetapi Kemungkaran Terus Dilakukan? (Dilihat dari Sudut Pandang yang Berbeda)
16 Maret 2021

Orang yang melaksanakan shalat pasti akan terhindar dari perbuatan jahat, keji dan mungkar. Sebaliknya, orang yang tidak melaksanakan shalat akan... selengkapnya

Jangan Tunda Kesuksesan, Mulailah Kebaikan Sekarang Juga!
12 Desember 2023

Hakikat Kesuksesan Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Setiap orang menginginkan kesuksesan dalam kehidupannya. Hal itu merupakan bagian dari fitrah manusia. Adapun kesuksesan ini... selengkapnya

2 Hari Jelang Pemilu, Buya Yahya Beri Pesan Sebelum Memilih
12 Februari 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Pemilu menjadi ajang pesta demokrasi sekaligus medium aktualisasi hak dan kewajiban politik seluruh warga negara. Agar pemilu... selengkapnya

Dalam Sunyi, Ada Allah: Puisi-Puisi Syariif Ahmad
2 Agustus 2025

  Dalam Sunyi, Ada Allah Dalam sunyi yang tak bersuara, Saat malam memeluk doa, Aku temukan Engkau di sela napas... selengkapnya

Bijak Memandang Fenomena Pawang Hujan Mandalika

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: