Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

CS Pustaka
● online
CS Pustaka
● online
Halo, perkenalkan saya CS Pustaka
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Beranda » Blog » Hukum Mempelajari Tajwid dan Pahala Membaca Al-Qur’an

Hukum Mempelajari Tajwid dan Pahala Membaca Al-Qur’an

Diposting pada 6 Mei 2026 oleh Redaksi / Dilihat: 100 kali / Kategori:

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Membaca Al-Qur’an merupakan suatu ibadah yang memiliki nilai pahala yang sangat agung di hadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dalam hadis, Rasulullah Salallahu ‘Alaihi Wasallam bersasbda:

مَنْ قَرَأ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللهِ فَلَهُ حَسَنَةٌ، وَالحَسَنَةُ بِعَشْرِ أمْثَالِهَا، لَا أقول) :ألم (حَرفٌ، وَلكِنْ: ألِفٌ حَرْفٌ، وَلَامٌ حَرْفٌ، وَمِيمٌ حَرْفٌ

Hadis tersebut menjelaskan bahwa setiap huruf yang dibaca dalam Al-Qur’an diberi ganjaran satu kebaikan, lalu dari setiap satu kebaikan itu dilipatgandakan menjadi sepuluh kebaikan. Subhanallah, begitu agungnya pahala membaca Al-Qur’an. Membaca Al-Qur’an adalah ibadah sunnah. Akan tetapi, menjadi wajib ketika dibaca di dalam shalat, yaitu membaca surat Al-Fatihah. Meskipun membaca Al-Qur’an selain surat Al-Fatihah di dalam shalat maupun di luar shalat itu sebagai kesunnahan, seseorang diwajibkan membacanya dengan tajwid.

Ilmu Tajwid adalah ilmu yang mempelajari hukum-hukum bacaan dalam Al-Qur’an, tata cara melafalkan huruf hijaiyah sesuai makhraj dan sifatnya. Membaca Al-Qur’an tidak seperti berbicara dengan bahasa Arab yang tidak memerlukan ilmu Tajwid. Sebab, tujuan mempelajari ilmu tajwid yaitu guna menjaga lisan dari kesalahan membaca Al-Qur’an (lafaz dan makna). Oleh karena itu, belajar membaca Al-Qur’an yang sesuai dengan hukum tajwid menjadi sebuah kewajiban.

Ada tiga tingkatan orang-orang dalam membaca Al-Qur’an:

  1. Mampu membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar sesuai kaidah ilmu tajwid, maka setiap bacaannya bernilai pahala yang sangat besar.
  2. Belum mampu membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar karena masih dalam tahap belajar, meskipun ada kesalahan dalam bacaannya tetapi tidak menjadi sebuah dosa. Akan tetapi setiap bacaannya mendapatkan dua pahala, yaitu pahala belajar dan membaca Al-Qur’an. Rasulullah bersabda:

الَّذِي يَقْرَأُ القُرْآنَ وَهُوَ مَاهِرٌ بِهِ مَعَ السَّفَرَةِ الكِرَامِ البَرَرَةِ، وَالَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَيَتَتَعْتَعُ فِيهِ وَهُوَ عَلَيْهِ شَاقٌّ لَهُ أجْرَانِ

“Orang yang membaca Al-Qur’an dan ia mahir membacanya, maka ia bersama para malaikat yang mulia (bersih dari maksiat) dan taat dalam kebaikan. Sedangkan orang yang membaca Al-Qur’an dengan terbata-bata dan merasa kesulitan ketika membacanya, maka baginya dua pahala.

  1. Enggan belajar, sehingga tidak dapat membaca dengan benar, maka ketika ia membaca Al-Qur’an setiap bacaannya bukan bernilai pahala, melainkan dosa. Imam Ibnu Al-Jazary berkata:

وَالأَخْذُ بِالتَّجْوِيدِ حَتْمٌ لازِمُ … مَنْ لَمْ يُجَوِّدِ القُرَآنَ آثِمُ

لأَنَّهُ بِهِ الإِلَهُ أَنْزَلاَ … وَهَكَذَا مِنْهُ إِلَيْنَا وَصَلاَ

“Menerapkan tajwid hukumnya wajib. Siapa yang tidak membenarkan bacaan Al-Qur’annya (dengan tajwid), maka ia berdosa. Karena dengan tajwidlah Allah menurunkan Al-Qur’an, dan demikian pula Al-Qur’an sampai kepada kita.”

Kesalahan dalam membaca Al-Qur’an disebut lahn dan terbagi menjadi dua: pertama, samar atau (khofi) yaitu kesalahan yang hanya diketahui oleh seorang ahli dalam bidang Al-Qur’an atau disebut (qaari’). Kesalahan tersebut seperti dalam sifat-sifat huruf, tetapi tidak mengubah arti dan makna dari ayat yang dibaca.  Kedua, jelas atau (jaly) yaitu kesalahan yang dapat terdeteksi oleh seseorang meskipun bukan qaari’. Seperti kesalahan dalam harakat, kekeliruan antara satu huruf dengan huruf lainnya, yang mengubah arti atau makna dari ayat tersebut. Oleh karena itu, menurut sebagian pendapat ulama menyatakan bahwa yang demikian tidak diperbolehkan untuk menjadi imam dalam shalat.

Sudah seharusnya bagi kaum muslimin untuk mempelajari bacaan Al-Qur’an sejak dini. Sebab, Al-Qur’an adalah kalam Allah yang suci, dijadikan sebagai mukjizat Nabi terbesar dan merupakan pedoman bagi kita semua.  Bagi sahabat pembaca yang budiman, jika Anda merasa belum bisa atau belum lancar dalam membaca Al-Qur’an, tidak perlu merasa malu ataupun minder. Teruslah belajar dan berusahalah untuk menemukan guru Al-Qur’an. Selain itu, perhatikan pendidikan Al-Qur’an pada putra putri tercinta, agar kelak saat dewasa mereka menjadi ahli Qur’an yang baik.

Wallahu a’lam bisshowab

 

Penulis: Habibullah

Penyunting: Idan Sahid

Tulisan website Pustaka Al-Bahjah merupakan platform bacaan yang ditulis oleh masyarakat umum sebagai media literasi. Submit tulisanmu dengan cara klik link ini.

 

 

Bagikan ke

Hukum Mempelajari Tajwid dan Pahala Membaca Al-Qur’an

Saat ini belum tersedia komentar.

Mohon maaf, form komentar dinonaktifkan pada halaman/artikel ini.
Puisi-Puisi Faizatulatifah (2): Hijrah yang Hijrah
12 Juli 2025

  Hijrah Cahaya   Tahun Baru Hijriah terbit seperti fajar keemasan, Menghadirkan harapan dalam tiap getar jiwa yang lapang. Hijrah... selengkapnya

Hati-Hati Menjadi Buzzer dalam Pemilu! Buya Yahya Mengingatkan Rambu-Rambu Ini
3 Desember 2023

Pemilu semakin dekat. Kampanye semakin gencar di berbagai tempat dan media sosial. Kemudahan mengakses media sosial ini mewarnai prosesi kampanye... selengkapnya

Jatah Daging Qurban Panitia Lebih Banyak, Bagaimana Hukumnya?
26 Juni 2023

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Prosesi pemotongan hewan qurban di masyarakat pada umumnya dilakukan oleh panitia qurban. Namun seringkali kita melihat... selengkapnya

Tip Sukses Melakukan Iktikaf
4 April 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Banyak amalan yang dapat dilakukan di bulan Ramadan, selain melakukan amalan-amalan yang biasa dilakukan di bulan-bulan lainnya,... selengkapnya

Wahai Para Orang Tua, Cara Membimbing Anak-Anak Itu Bukan dengan Kemarahan
24 Juni 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Pernahkah Anda merasa jengkel saat melihat tingkah laku anak-anak yang menurut Anda aneh, tidak penting, bahkan dianggap mengganggu?... selengkapnya

Orang Tua Juga Bisa Durhaka kepada Anak
24 November 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Dalam Islam, relasi orang tua dan anak sering dibahas dalam kerangka birr al-walidayn, yang menekankan kewajiban anak untuk... selengkapnya

Sebab Hilangnya Pahala Puasa
21 Maret 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Sungguh merugi orang yang berpuasa tetapi hanya mendapatkan lapar dan dahaga. Puasa tidak hanya melakukan puasa secara... selengkapnya

Cara Perempuan Aman dan Nyaman dalam Bermedia Sosial (2)
17 Oktober 2025

(Bagian terakhir dari dua tulisan) Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Dengan semakin gencarnya arus informasi di media sosial, Muslimah harus melek literasi. Pandai... selengkapnya

Khutbah Hari Raya Idul Fitri 1444 H
20 April 2023

Sebentar lagi kita akan menyambut hari nan fitri, hari penuh keberkahan dan kebahagiaan. Untuk sampai pada hakikat fitri pada hari... selengkapnya

5 Pola Asuh Orang Tua yang Tanpa Disadari Bisa Menyakiti Anak
18 April 2026

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Banyak orang tua merasa telah memberikan yang terbaik bagi anak. Namun tanpa disadari, pola asuh tertentu justru dapat... selengkapnya

Hukum Mempelajari Tajwid dan Pahala Membaca Al-Qur’an

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: