Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

CS Pustaka
● online
CS Pustaka
● online
Halo, perkenalkan saya CS Pustaka
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Beranda » Blog » Hukum Mempelajari Tajwid dan Pahala Membaca Al-Qur’an

Hukum Mempelajari Tajwid dan Pahala Membaca Al-Qur’an

Diposting pada 6 Mei 2026 oleh Redaksi / Dilihat: 68 kali / Kategori:

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Membaca Al-Qur’an merupakan suatu ibadah yang memiliki nilai pahala yang sangat agung di hadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dalam hadis, Rasulullah Salallahu ‘Alaihi Wasallam bersasbda:

مَنْ قَرَأ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللهِ فَلَهُ حَسَنَةٌ، وَالحَسَنَةُ بِعَشْرِ أمْثَالِهَا، لَا أقول) :ألم (حَرفٌ، وَلكِنْ: ألِفٌ حَرْفٌ، وَلَامٌ حَرْفٌ، وَمِيمٌ حَرْفٌ

Hadis tersebut menjelaskan bahwa setiap huruf yang dibaca dalam Al-Qur’an diberi ganjaran satu kebaikan, lalu dari setiap satu kebaikan itu dilipatgandakan menjadi sepuluh kebaikan. Subhanallah, begitu agungnya pahala membaca Al-Qur’an. Membaca Al-Qur’an adalah ibadah sunnah. Akan tetapi, menjadi wajib ketika dibaca di dalam shalat, yaitu membaca surat Al-Fatihah. Meskipun membaca Al-Qur’an selain surat Al-Fatihah di dalam shalat maupun di luar shalat itu sebagai kesunnahan, seseorang diwajibkan membacanya dengan tajwid.

Ilmu Tajwid adalah ilmu yang mempelajari hukum-hukum bacaan dalam Al-Qur’an, tata cara melafalkan huruf hijaiyah sesuai makhraj dan sifatnya. Membaca Al-Qur’an tidak seperti berbicara dengan bahasa Arab yang tidak memerlukan ilmu Tajwid. Sebab, tujuan mempelajari ilmu tajwid yaitu guna menjaga lisan dari kesalahan membaca Al-Qur’an (lafaz dan makna). Oleh karena itu, belajar membaca Al-Qur’an yang sesuai dengan hukum tajwid menjadi sebuah kewajiban.

Ada tiga tingkatan orang-orang dalam membaca Al-Qur’an:

  1. Mampu membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar sesuai kaidah ilmu tajwid, maka setiap bacaannya bernilai pahala yang sangat besar.
  2. Belum mampu membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar karena masih dalam tahap belajar, meskipun ada kesalahan dalam bacaannya tetapi tidak menjadi sebuah dosa. Akan tetapi setiap bacaannya mendapatkan dua pahala, yaitu pahala belajar dan membaca Al-Qur’an. Rasulullah bersabda:

الَّذِي يَقْرَأُ القُرْآنَ وَهُوَ مَاهِرٌ بِهِ مَعَ السَّفَرَةِ الكِرَامِ البَرَرَةِ، وَالَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَيَتَتَعْتَعُ فِيهِ وَهُوَ عَلَيْهِ شَاقٌّ لَهُ أجْرَانِ

“Orang yang membaca Al-Qur’an dan ia mahir membacanya, maka ia bersama para malaikat yang mulia (bersih dari maksiat) dan taat dalam kebaikan. Sedangkan orang yang membaca Al-Qur’an dengan terbata-bata dan merasa kesulitan ketika membacanya, maka baginya dua pahala.

  1. Enggan belajar, sehingga tidak dapat membaca dengan benar, maka ketika ia membaca Al-Qur’an setiap bacaannya bukan bernilai pahala, melainkan dosa. Imam Ibnu Al-Jazary berkata:

وَالأَخْذُ بِالتَّجْوِيدِ حَتْمٌ لازِمُ … مَنْ لَمْ يُجَوِّدِ القُرَآنَ آثِمُ

لأَنَّهُ بِهِ الإِلَهُ أَنْزَلاَ … وَهَكَذَا مِنْهُ إِلَيْنَا وَصَلاَ

“Menerapkan tajwid hukumnya wajib. Siapa yang tidak membenarkan bacaan Al-Qur’annya (dengan tajwid), maka ia berdosa. Karena dengan tajwidlah Allah menurunkan Al-Qur’an, dan demikian pula Al-Qur’an sampai kepada kita.”

Kesalahan dalam membaca Al-Qur’an disebut lahn dan terbagi menjadi dua: pertama, samar atau (khofi) yaitu kesalahan yang hanya diketahui oleh seorang ahli dalam bidang Al-Qur’an atau disebut (qaari’). Kesalahan tersebut seperti dalam sifat-sifat huruf, tetapi tidak mengubah arti dan makna dari ayat yang dibaca.  Kedua, jelas atau (jaly) yaitu kesalahan yang dapat terdeteksi oleh seseorang meskipun bukan qaari’. Seperti kesalahan dalam harakat, kekeliruan antara satu huruf dengan huruf lainnya, yang mengubah arti atau makna dari ayat tersebut. Oleh karena itu, menurut sebagian pendapat ulama menyatakan bahwa yang demikian tidak diperbolehkan untuk menjadi imam dalam shalat.

Sudah seharusnya bagi kaum muslimin untuk mempelajari bacaan Al-Qur’an sejak dini. Sebab, Al-Qur’an adalah kalam Allah yang suci, dijadikan sebagai mukjizat Nabi terbesar dan merupakan pedoman bagi kita semua.  Bagi sahabat pembaca yang budiman, jika Anda merasa belum bisa atau belum lancar dalam membaca Al-Qur’an, tidak perlu merasa malu ataupun minder. Teruslah belajar dan berusahalah untuk menemukan guru Al-Qur’an. Selain itu, perhatikan pendidikan Al-Qur’an pada putra putri tercinta, agar kelak saat dewasa mereka menjadi ahli Qur’an yang baik.

Wallahu a’lam bisshowab

 

Penulis: Habibullah

Penyunting: Idan Sahid

Tulisan website Pustaka Al-Bahjah merupakan platform bacaan yang ditulis oleh masyarakat umum sebagai media literasi. Submit tulisanmu dengan cara klik link ini.

 

 

Bagikan ke

Hukum Mempelajari Tajwid dan Pahala Membaca Al-Qur’an

Saat ini belum tersedia komentar.

Mohon maaf, form komentar dinonaktifkan pada halaman/artikel ini.
Perempuan yang Kuat, Terjaga oleh Qawwam yang Tepat
2 Desember 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Banyak perempuan dewasa tumbuh dalam lingkungan yang keras, menghadapi berbagai kepahitan, dan berusaha pulih dari banyaknya luka.... selengkapnya

Fiqih mesin Cuci: Panduan Praktis Mencuci Pakaian Menggunakan Mesin Cuci Sesuai Syariat Islam
17 Juli 2023

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Mesin cuci merupakan salah satu alat yang saat ini banyak digunakan oleh masyarakat untuk membersihkan pakaian.... selengkapnya

Peringatan Maulid Nabi dan Beramal pada Bulan Maulid, Ternyata…
13 September 2023

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Memasuki bulan Maulid (Rabi’ul Awwal) tahun 1445 Hijriah ini, persiapan untuk menyambut hari kelahiran Nabi Muhammad... selengkapnya

Do’a Akhir Tahun Hijriah dan Do’a Awal Tahun Hijriah
18 Juli 2023

DO’A AKHIR TAHUN HIJRIAH & DO’A AWAL TAHUN HIJRIAH Semoga di tahun yang baru ini, kita semua selalu diberikan keberkahan... selengkapnya

Bijak dalam Bertindak (Utamakan Klarifikasi, Kesampingkan Emosi)
14 September 2021

Bijak dalam Bertindak (Utamakan Klarifikasi, Kesampingkan Emosi) Oleh: Admin 2 Disadur dari ceramah Buya Yahya (Pengasuh LPD Al-Bahjah Cirebon) PUSTAKA... selengkapnya

Muslimah sebagai Penopang Peradaban
7 Oktober 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Peran muslimah dalam sejarah peradaban Islam selalu menempati posisi istimewa. Islam tidak pernah memandang perempuan sebagai sekadar pelengkap,... selengkapnya

Euforia Hijrah Instan dan Risikonya Tanpa Fondasi Ilmu yang Kokoh
6 Januari 2026

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Memasuki awal tahun, banyak orang memulai lembaran baru dengan semangat “hijrah” yang menggelora. Tentu, sebagai sesama Muslim, kita... selengkapnya

Ratusan Jamaah Ikuti Manasik Akbar Umroh Munajat Kubro Bersama Buya Yahya
21 Oktober 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Sebanyak 483 calon jamaah Umroh Munajat Kubro memadati ballroom Hotel Grage, Cirebon, dalam kegiatan Manasik Akbar yang berlangsung... selengkapnya

Beginilah Cara Ampuh Melawan Sifat Sombong Dalam Diri Kita
19 Januari 2023

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Sombong merupakan sebuah sifat tercela dimana seseorang memandang orang lain lebih rendah dan hina, dan hanya... selengkapnya

Alam Barzakh: Kenikmatan dan Siksa bagi Ruh dan Jasad
2 Juli 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Dalam ajaran Islam, setelah seseorang meninggalkan alam dunia, dia memasuki fase yang disebut sebagai alam barzakh, yakni... selengkapnya

Hukum Mempelajari Tajwid dan Pahala Membaca Al-Qur’an

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: