Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

CS Pustaka
● online
CS Pustaka
● online
Halo, perkenalkan saya CS Pustaka
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Beranda » Blog » Semua Ilmu Istimewa

Semua Ilmu Istimewa

Diposting pada 30 Juni 2025 oleh Redaksi / Dilihat: 360 kali / Kategori:

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Ilmu adalah kunci untuk mengangkat derajat manusia. Karena itu, dalam proses perkembangan peradaban manusia, ilmu memiliki peran penting dalam meningkatkan taraf layak hidup manusia. Berkat perkembangan ilmu, banyak hal yang bisa dilakukan dan dimanfaatkan manusia untuk mempermudah keberlangsungan hidupnya.

Pada abad ke-18, terjadi ledakan Revolusi Industri pertama yang ditandai dengan kemunculan mesin uap. Akibatnya, hampir seluruh lini kehidupan manusia yang semula ditopang oleh tenaga manual (tenaga hewan, alam, dan manusia) berpindah menggunakan tenaga mesin, seperti penemuan alat dan mesin produksi, munculnya kendaraan mesin uap, meningkatnya industrialisasi pertambangan serta tekstil, dan lain sebagainya.

Pada abad ke-20, berkat mudahnya akses pendidikan yang diperoleh oleh sebagian besar masyarakat dunia, penjajahan yang terjadi di seluruh Benua Afrika, Australia, dan sebagian besar Asia serta Amerika mulai mengalami kemunduran. Puncaknya penjajahan dan perbudakan berakhir setelah kekalahan Blok Sentral di Perang Dunia Kedua.

Namun, ada hal yang harus kita ingat. Sebelum kemerdekaan bangsa-bangsa terjadi pada abad ke-20, pemahaman  mengenai kemerdekaan atas diri sendiri dan upaya penghapusan perbudakan telah dimulai oleh Baginda Nabi Muhammad Salallahu ‘Alaihi Wasallam. Sebelum Baginda Nabi Muhammad Salallahu ‘Alaihi Wasallam melakukan perjalanan hijrah dari Makkah ke Madinah (Yastrib) banyak sahabat yang dibebaskan dari belenggu perbudakan, seperti yang terjadi pada Sayyidina Za’id bin Haritsah Radiyallahu ‘Anhu dan Sayyidina Bilal bin Rabbah Radiyallahu ‘Anhu. Oleh karena itu, tidak salah jika ilmu disebut sebagai kunci untuk mengangkat derajat manusia. Hal itulah yang kemudian menjadikan ilmu sangat istimewa sekaligus mulia dalam hidup manusia.

Meskipun saat ini ilmu telah mengalami penggolongan, seperti ilmu pengetahuan murni, alam, teknologi, sosial humaniora, dan agama, hal itu tidak akan membuat satu ilmu lebih tinggi dari ilmu lainnya. Penggolangan itu pada satu sisi memiliki nilai positif, yakni memudahkan setiap peminatnya untuk mendalami bidang keilmuan yang dia inginkan. Di sisi yang lain, penggolongan tersebut juga memberikan dampak negatif karena adanya anggapan di sebagian besar masyarakat yang menganggap bahwa semua ilmu pengetahuan memiliki ketergantungan dengan pekerjaan. Akan tetapi ada satu hal yang harus kita ingat. Alasan Allah Subhanahu wa Ta’ala membuat seseorang ahli dalam satu bidang keilmuan karena Allah Subhanahu wa Ta’ala ingin menjadikan keahliannya sebagai jalan menuju surga.

Memang benar bahwa kebanyakan orang akan memilih pendidikan sesuai dengan pekerjaan yang dia inginkan. Bahkan suatu perusahaan yang membutuhkan tenaga ahli juga mencari seseorang yang memiliki keahlian yang sesuai dengan keterkaitan bidang keilmuan yang mereka butuhkan. Akan tetapi, kalau kita perhatikan lebih dalam hubungan antara ilmu pengetahuan dengan pekerjaan, maka sebenarnya baik ilmu dan pekerjaan dijembatani oleh pengalaman sehingga tidak tepat kalau ilmu memiliki ketergantungan dengan pekerjaan. Sebab banyak sekali orang yang bekerja di suatu bidang tertentu tapi tidak memiliki keterkaitan dengan bidang keilmuan yang mereka peroleh. Semua itu tidak lain karena ilmu tidak hanya terbatas pada pendidikan di lembaga institusi formal, tetapi juga bisa diperoleh di luar pendidikan formal.

Ilmu pengetahuan itu tidak terbatas. Ilmu pengetahuan bukan apa yang didapat di kelas tetapi juga pengalaman  dan kejadian yang kita peroleh di lingkungan sekitar. Itulah yang kemudian menjadikan ilmu sebagai nikmat agung, istimewa, dan mulia dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sebagaimana yang disampaikan oleh Buya Yahya,

“Kita harus sadari bahwa ilmu yang kita dapat adalah istimewa. Jangan meremehkan ilmu apa pun, karena sesungguhnya ilmu yang Anda dapatkan walaupun berbeda-beda sesungguhnya semua itu untuk menuju kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala,” kata Buya.

Tidak pantas bagi siapa pun untuk membeda-bedakan satu ilmu dengan ilmu yang lain, baik itu ilmu dunia maupun ilmu akhirat. Ilmu tergantung dengan manusia yang memperolehnya. Jika dia menggunakan ilmu untuk berbuat baik, maka hasilnya adalah kebaikan untuk sesama. Namun jika ilmu digunakan untuk keburukan dan kepentingan pribadi atau golongan, maka ilmu hanya akan mendatangkan kesengsaraan bagi seluruh umat manusia.

Ingat! Nuklir adalah hasil ilmu pengetahuan. Tenaga nuklir bisa menghidupkan listrik banyak kota. Akan tetapi, satu bom atau ledakan nuklir juga bisa membinasakan banyak manusia yang ada di dalam kota.

Karenanya, sudahkah kita bersyukur dengan ilmu pengetahuan yang kita miliki? dan sudahkah kita menghargai setiap ilmu yang Allah Subhanahu wa Ta’ala berikan ke setiap orang di sekeliling kita?

“Ilmu yang telah Anda dapat adalah karunia agung dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Anda tidak akan mampu mensyukuri kecuali Anda menyadari kalau itu (adalah) nikmat agung. Itu (untuk memperolehnya butuh) perjuangan orang banyak (mulai dari) Anda sendiri, orang tua, dan dosen (guru), lalu Anda mendapatkan ilmu, maka agungkan ilmu ini. Ini makna mensyukuri. Kalau seseorang tidak bisa mengagungkan sesuatu, maka tidak akan bisa mensyukuri sesuatu tersebut,” ucap Buya.

Mari koreksi diri kita sendiri, sudah sejauh mana kita menghormati, mengagungkan, dan mengistimewakan ilmu yang kita miliki. Setelahnya tanyakan pada diri kita masing-masing, apakah selama kita beraktivitas dan bergaul dengan sesama pernah terbesit di pikiran, hati, perbuatan, atau lisan kita tentang hal-hal yang merendahkan ilmu orang lain, baik disengaja maupun tidak disengaja. Semoga kita menjadi manusia yang mulia dengan kemuliaan ilmu yang kita miliki.

 

Referensi: Video Tausiyah Pakar Buya Yahya di Channel Youtube Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA) berjudul Memaknai Makna Syukur dari Ilmu Pengetahuan di acara Wisuda 93 Unissula, tanggal 14 Juni 2025.

 

Penulis: Fahmi Sidik Marunduri

Penyunting: Idan Sahid

Tulisan website Pustaka Al-Bahjah merupakan platform bacaan yang ditulis oleh masyarakat umum sebagai media literasi. Submit tulisanmu dengan cara klik link ini.

 

 

 

Bagikan ke

Semua Ilmu Istimewa

Saat ini belum tersedia komentar.

Mohon maaf, form komentar dinonaktifkan pada halaman/artikel ini.
Menyoal Rokok dan Perkembangan Fatwanya dari Masa ke Masa
17 Desember 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Pembahasan mengenai hukum rokok selalu penting untuk disimak di tengah-tengah zaman yang terus berkembang. Para ulama terdahulu hidup... selengkapnya

Pesan Perdamaian untuk Pemilu 2024
15 September 2023

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Indonesia akan menghadapi pemilihan umum (pemilu) pada tahun 2024 mendatang. Pemilu sendiri merupakan sarana bagi rakyat... selengkapnya

Orang Yang Belum Akikah Tidak Boleh Berkurban, Benarkah?
31 Mei 2023

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Tidak lama lagi kita akan memasuki bulan Dzulhijjah. Pada bulan ini terdapat ibadah agung yang disyariatkan... selengkapnya

Kaum “J” Minggir Dulu, Beginilah Cara Memahami Bahasa Cinta Pasangan
18 Desember 2022

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Allah Swt telah menciptakan hamba-Nya dengan berpasang-pasangan, laki-laki berpasangan dengan perempuan dalam sebuah ikatan halal pernikahan.... selengkapnya

Memasuki Penghujung Ramadhan, Inilah Tanda Kesuksesan Orang Berpuasa Ramadhan
20 April 2023

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Tak terasa kita telah memasuki penghujung bulan Ramadhan. Sebagian dari kita telah melewatinya dengan semangat beribadah... selengkapnya

Selain Mengatasi SDM Rendah Menulis Juga Meningkatkan Kualitas Hidup
5 Agustus 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Menulis dipandang sebagai kegiatan formal, kaku, culun, polos, etc yang dilakukan hanya untuk mengisi kekosongan waktu semata.... selengkapnya

Menjadi Pribadi yang Cerdas dalam Mengelola Keuangan
12 Mei 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Di saat kita menaiki sebuah perahu, terkadang kita dihadapkan pada sebuah gelombang, angin yang kencang, hujan, terik yang... selengkapnya

Hukum Shalat Jumat Ketika Bertepatan dengan Hari Raya I Oleh Buya Yahya
19 Maret 2026

Pada tahun-tahun tertentu, kita menemukan hari raya bertepatan dengan hari Jumat. Bersamaan dengan itu, muncul pertanyaan apakah melaksanakan shalat Jumat... selengkapnya

Bebas Utang dengan TENANG: Kombinasi Konsep Ilmiah dan Ilahiah
25 September 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Seiring kilatnya perkembangan zaman, maka semakin banyak pula kemudahan-kemudahan yang didapat akibat evolusi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).... selengkapnya

Semua Ilmu Istimewa

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: