Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

CS Pustaka
● online
CS Pustaka
● online
Halo, perkenalkan saya CS Pustaka
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Beranda » Blog » Kisah Barseso Seorang Ahli Ibadah yang Terlena Tipu Daya Setan

Kisah Barseso Seorang Ahli Ibadah yang Terlena Tipu Daya Setan

Diposting pada 15 Maret 2025 oleh Redaksi / Dilihat: 6.298 kali / Kategori:

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Dikisahkan ada seseorang ahli ibadah yang bernama Barseso. Di setiap harinya ia selalu melakukan shalat hingga 1000 rakaat. Barseso juga memiliki murid yang sangat banyak. Suatu ketika, Barseso kedatangan setan yang menyamar menjadi manusia. Setan ini menyamar dan mendatangi Barseso dengan maksud meminta untuk menjadi murid barunya. Diterimalah ia menjadi murid Barseso.

Pada beberapa kesempatan, Barseso selalu mendapati murid barunya itu selalu melakukan shalat juga, bahkan shalatnya melebihi dari 1000 rakaat yang biasa dilakukan oleh Barseso. Akhirnya, Barseso bertanya kepada setan yang menyamar sebagai murid barunya itu,

“Wahai Fulan, kenapa engkau sebegitu bisanya melakukan shalat dengan khusyuk dan jumlah rakaat yang melebihi aku? Bagaimana caranya?”

Murid tersebut menjawab sambil menangis,

“Betul, aku bisa melakukan shalat sebanyak dan sekhusyuk ini karena dahulu aku banyak melakukan dosa. Akhirnya aku bertobat dan shalatku bisa banyak dan sekhusyuk seperti ini. Kalau kamu ingin shalat yang banyak dan khusyuk seperti aku, kamu harus melakukan dosa yang banyak seperti saya terlebih dahulu.”

“Oh ya? Bagaimana caranya saya melakukan dosa?”

“Dengan menyekutukan Allah.”

“Tidak, tidak mungkin, menyekutukan Allah itu dosannya terlalu besar, apakah ada hal lain yang dosanya lebih kecil lagi?”

“Membunuh orang.”

“Tidak, itu perbuatan yang berhubungan dengan manusia. Hal itu akan membuat reputasi aku hancur.”

“Zina,” lanjut setan.

“Apa lagi dengan melakukan Zina,” Barseso menolaknya.

“Kalau begitu, ada dosa yang paling kecil dan tidak berhubungan dengan manusia. Minum-minuman keras.”

“Baik, jika meminum minuman keras dosanya yang paling kecil aku akan melakukannya untuk segera bergegas bertobat kelak.”

Singkat cerita, Barseso melakukan perbuatan itu. Setelah Barseso meminum minuman keras, tak lama kemudian ada perempuan yang lewat di depan Barseso. Setan yang menyamar sebagai muridnya Barseso itu lantas tidak tinggal diam. Ia kembali merajuk Barseso untuk menzinahi peremuan tersebut. Dikarenanakan Barseso dalam kondisi mabuk maka dizinailah perempuan tersebut. Setelah Barseso sadar, karena takut perbuatannya diketahui oleh orang, dibunuhlah perempuan yang dizinahi Barseso itu.

Tak lama kemudian, berita terbunuhnya perempuan itu sudah tersebar, masyarakat setempat mulai mengetahui bahwa Barsesolah yang telah membunuhnya. Tersebarnya berita tersebut tiada lain merupakan perbuatan dari setan yang menyebarkan beritanya secara diam-diam tanpa sepengetahuan Barseso. Akhirnya Barseso diseret dari kuilnya dan diadili di depan masyarakat untuk dihukum mati. Ketika sampai di lapangan dan dipertontonkan banyak orang, datanglah muridnya itu. Barseso memanggil murid tersebut,

“Wahai Fulan, bantulah aku. Aku akan dihukum mati.”

“Kalau begitu, sembahlah aku. Aku akan membantumu,” rayu setan tersebut.

“Bagaimana mungkin aku bisa menyembahmu, tubuhku dalam keadaan diikat dan tak berdayakan diri,” keluh Barseso.

“Kau cukup kedipkan matamu sebagai tanda kau menyembahku.”

Kemudian tanpa berpikir lama Barseso mengedipkan matanya sebagai pertanda bahwa ia menyanggupi untuk menyembah setan yang menjelma sebagai muridnya itu.

Naas, setelah muertad, hukuman gantung untuk Barseso terjadi. Dan ia mati dalam keadaan menyekutukan Allah.

Dari kisah ini dapat kita ambil dua pelajaran. Pertama, bahanya seseorang mengonsumsi minum-minuman keras. Dari meminum minuman keras, sesungguhnya ha itu menjadi pembuka untuk melakukan dosa-dosa lainnya. Sebagaimana firman Allah Subhanau wa Ta’ala:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالْاَنْصَابُ وَالْاَزْلَامُ رِجْسٌ مِّنْ عَمَلِ الشَّيْطٰنِ فَاجْتَنِبُوْهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ اِنَّمَا يُرِيْدُ الشَّيْطٰنُ اَنْ يُّوْقِعَ بَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَاۤءَ فِى الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ وَيَصُدَّكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللّٰهِ وَعَنِ الصَّلٰوةِ فَهَلْ اَنْتُمْ مُّنْتَهُوْنَ

Artinya:

“Wahai orang-orang yang beriman, sesungguhnya minuman keras, berjudi, (berkurban untuk) berhala, dan mengundi nasib dengan anak panah adalah perbuatan keji (dan) termasuk perbuatan setan. Maka, jauhilah (perbuatan-perbuatan) itu agar kamu beruntung. Sesungguhnya setan hanya bermaksud menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu melalui minuman keras dan judi serta (bermaksud) menghalangi kamu dari mengingat Allah dan (melaksanakan) salat, maka tidakkah kamu mau berhenti?” (QS. Al-Maidah: 90-91)

Kenapa di dalam ayat tersebut minuman keras disejajarkan dengan menyembah berhala? Sebab dengan meminum minuman keras bisa menyebabkan seseorang menentang aturan-aturan Allah Subhanahu wa Ta’ala hingga akhirnya ia menjadi kafir. Seperti halnya kisah Barseso di atas. Dia melakukan dosa yang menurut dia kecil, yakni meminum khamar, namun akhirnya ia mati menyekutukan Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Oleh sebab itu, minuman keras menjadi sumber permasalahan di masyarakat terutama di kalangan pemuda. Faktor seseorang meminum minuman keras adalah anak yang kurang dari perhatian keluarga serta pergaulan lingkungan. Maka sebagai orang tua atau pun teman dan sebagianya harus berperan aktif dalam menjaga dan membimbing pemuda-pemudi bangsa agar terhindar dari bahaya minuman keras.

Pelajaran kedua. Umat Muslim diwajibkan untuk mencari ilmu agama yang benar agar tidak mudah terjerumus sesuatu yang menyesatkan. Oleh sebab itu umat Muslim harus memiliki guru yang bisa menuntunnya kepada jalan kebaikan. Bukan hanya tentang ibadah saja, namun syariat keseluruhan yang Allah perintahkan dan Allah larang.

Selain itu, jangan menganggap remeh sebuah dosa. Seseorang jika melakukan maksiat haruslah segera bertobat. Menyesali perbuatannya, meninggalkan yang menyebabkan ia terjerumus dalam dosa, bertekad kuat untuk tidak melakukannya selama-lamanya. Semoga kita bisa terjaga dari segala suatu yang diharamkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Amin.

 

Penulis: Muhammad Shobirin

Penyunting: Idan Sahid

 

Tulisan website Pustaka Al-Bahjah merupakan platform bacaan yang ditulis oleh masyarakat umum sebagai media literasi. Submit tulisanmu dengan cara klik link ini.

Tags: , , ,

Bagikan ke

Kisah Barseso Seorang Ahli Ibadah yang Terlena Tipu Daya Setan

Saat ini belum tersedia komentar.

Mohon maaf, form komentar dinonaktifkan pada halaman/artikel ini.
Mudah Mengingatkan dan Mudah Diingatkan dalam Kebaikan
22 Februari 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Dalam kehidupan sehari-hari, kita tidak luput dari yang namanya komunikasi. Baik itu dengan pasangan, keluarga, teman kerja,... selengkapnya

Shalat Ditegakkan tetapi Kemungkaran Terus Dilakukan? (Dilihat dari Sudut Pandang yang Berbeda)
16 Maret 2021

Orang yang melaksanakan shalat pasti akan terhindar dari perbuatan jahat, keji dan mungkar. Sebaliknya, orang yang tidak melaksanakan shalat akan... selengkapnya

Hukum Shalat dengan Mata Terpejam
26 Agustus 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Khusyuk adalah ruh dari shalat. Ia bukan sekadar posisi tubuh atau ekspresi wajah, tetapi keadaan hati yang fokus,... selengkapnya

Cara Perempuan Membatalkan Ta’aruf yang Baik
19 Juni 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Hal yang harus dipahami terlebih dahulu adalah makna ta’aruf itu sendiri. Ta’aruf bukanlah kesepakatan untuk menuju kepada... selengkapnya

Waswas Keputihan karena Tidak Tahu Hukumnya? Ummi Fairuz Ar-Rahbini Menjawab
12 Desember 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Keputihan kerapkali membuat para wanita menjadi waswas. Waswas yang menimpa seorang wanita terhadap keputihan ini disebabkan adanya... selengkapnya

Kesalahan Pengasuhan yang Tidak Boleh Dibiasakan
25 Juli 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Setelah berusaha dengan maksimal tapi belum menghasilkan sesuatu yang diharapkan, maka jalani dan syukuri saja. Sebab, hidup tidak... selengkapnya

Tip Sedekah Membawa Untung
21 Januari 2026

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Sedekah adalah salah satu amalan yang bisa dilakukan oleh setiap Muslim, baik dirinya kaya maupun fakir. Dalam Islam... selengkapnya

Apa Itu Nikah Batin dan Bagaimana Hukumnya dalam Islam?
26 April 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Pernikahan sering kali disebut sebagai ibadah terpanjang dalam hidup. Mengandung makna bahwa pernikahan dilakukan dari mulai akad sampai... selengkapnya

Mudah Mengingatkan dan Mudah Diingatkan
23 September 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Menjalani hidup yang harmonis merupakan impian semua orang dan untuk menuju hidup yang harmonis tentunya harus dengan usaha,... selengkapnya

(Teks Khutbah Jumat) Kekuatan Iman dan Cinta
23 Juli 2026

Di antara kesempurnaan pada diri manusia yaitu Allah memberikan anugerah berupa akal dan hati. Dengan akal, manusia mampu berpikir, merenung,... selengkapnya

Kisah Barseso Seorang Ahli Ibadah yang Terlena Tipu Daya Setan

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: