Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

CS Pustaka
● online
CS Pustaka
● online
Halo, perkenalkan saya CS Pustaka
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Beranda » Blog » Mudah Mengingatkan dan Mudah Diingatkan

Mudah Mengingatkan dan Mudah Diingatkan

Diposting pada 23 September 2025 oleh Redaksi / Dilihat: 233 kali

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Menjalani hidup yang harmonis merupakan impian semua orang dan untuk menuju hidup yang harmonis tentunya harus dengan usaha, karena harmonis diciptakan bukan datang begitu saja. Hal ini juga berlaku untuk organisasi tertentu ataupun suatu negara. Untuk mendapatkan kehidupan yang harmonis tentunya harus dengan usaha yang ekstra, antara atasan dan bawahan harus sering mengingatkan, antara pejabat dan rakyat harus berhubungan erat bukan saling menjerat, agar tercipta kehidupan bernegara yang adil, makmur dan bermartabat.

Hal ini sesuai dengan pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 yang berbunyi:

Dan perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat yang berbahagia dengan selamat sentosa mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan negara Indonesia, yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur.”

Akan tetapi realitas yang terjadi saat ini, banyak masyarakat yang belum merasakan keadilan dan kemakmuran, justru sebaliknya. Akibatnya rasa kepercayaan masyarakat terhadap pemangku jabatan semakin menurun. Turunnya tingkat kepercayaan bisa disebabkan karena adanya rasa kecewa. Hal ini tentunya dapat mengurangi keharmonisan dalam suatu organisasi ataupun negara.

Ketika pejabat dan rakyat sudah tidak saling hormat, termasuk juga antara atasan dan bawahan sudah tidak saling segan, maka yang terjadi ialah hilangnya keharmonisan, mereka akan berfokus pada dirinya sendiri, tidak peduli, dan hilang rasa empati. Hal seperti ini tidak boleh terus terjadi, karena atasan akan membuat kebijakan yang tidak memperhatikan bawahan dan bawahan akan mencurigai setiap kebijakan yang dibuat oleh atasan. Jika ini terus dibiarkan maka kondisinya akan semakin memburuk, kemarahan akan berada pada puncaknya dan dapat terjadi sesuatu hal yang tidak kita inginkan.

Kita harus menyadari bahwa siapa pun dari kita bukanlah malaikat yang selalu benar dan bukan pula iblis yang selalu salah. Tapi kita adalah manusia yang kadang salah kadang benar. Sudah menjadi tugas kita sebagai manusia untuk saling mengingatkan sesama manusia, baik sebagai pejabat ataupun rakyat, sebagai atasan ataupun bawahan, karena ini merupakan sesuatu hal yang mulia. Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

﴿ اِنَّ الْاِنْسَانَ لَفِيْ خُسْرٍۙ اِلَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ ەۙ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ ࣖ ﴾

Artinya: “Sesungguhnya manusia benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan beramal shaleh serta saling menasihati untuk kebenaran dan kesabaran.” (Q.S Al-‘Asr/103: 2-3)

Ada sebuah kisah seorang pemimpin yang adil dan bijaksana, ialah Khalifah Umar Bin Khattab yang menangis memohon ampun kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala karena di saat ia sedang turun ke masyarakat dan menyamar sebagai orang biasa, ia menemukan seorang ibu-ibu yang berpura-pura sedang memasak bubur untuk anaknya yang menangis kelaparan. Padahal ia hanya memasukan batu pada pancinya. Sang Ibu dengan keadaan sedih pun berkata, “Celakalah Amirul Mu’minin Umar ibnu Khattab yang membiarkan rakyatnya kelaparan.” Mendengar ucapan tersebut Khalifah Umar Bin Khattab pun pergi sembari menangis memohon ampun kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala karena ada rakyatnya yang kelaparan. Akhirnya ia pergi ke rumahnya dan mengambil sekarung gandum dan memikulnya untuk dibawa ke rumah Ibu tersebut. Tak peduli seberat apa pun gandum yang dibawa, karena ia merasa lebih berat siksaan Allah Subhanahu wa Ta’ala terhadapnya jika ia membiarkan rakyatnya kelaparan. Andai semua pemimpin seperti ini, niscaya ia akan selamat dan keharmonisan yang diakibatkan dari kebijaksanaannya yang mulia akan tercapai.

Sebagai rakyat yang baik dan taat pada peraturan dan hukum, sudah seharusnya kita patuh kepada para pimpinan selama kebijakan yang dibuat tidak melanggar larangan Allah Subhanahu wa Ta’ala dan tidak bertentangan dengan suara rakyat. Jika ada kebijakan yang dirasa tidak baik terhadap keberlangsungan suatu negara, maka ingatkan pemimpin tersebut dengan cara yang bijak.

Jika kita sebagai seorang pemimpin, maka janganlah jadi pemimpin yang angkuh dan sombong yang tidak mau mendengar kritikan dari rakyatnya. Jangan buta dan tuli terhadap realita yang terjadi. Jadilah pemimpin yang mudah diingatkan, ketika masyarakat mengajukan protes atas kebijakan yang kita buat, bukan berarti mereka tak sejalan dengan kita, tetapi mereka ingin adanya perubahan yang lebih baik untuk negeri ini. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

﴿ فَبِمَا رَحْمَةٍ مِّنَ اللّٰهِ لِنْتَ لَهُمْ ۚ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيْظَ الْقَلْبِ لَانْفَضُّوْا مِنْ حَوْلِكَ ۖ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِى الْاَمْرِۚ فَاِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللّٰهِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِيْنَ ﴾

Artinya: “Maka, berkat rahmat Allah engkau (Nabi Muhammad) berlaku lemah lembut terhadap mereka. Seandainya engkau bersikap keras dan berhati kasar, tentulah mereka akan menjauh dari sekitarmu. Oleh karena itu, maafkanlah mereka, mohonkanlah ampunan untuk mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam segala urusan (penting). Kemudian, apabila engkau telah membulatkan tekad, bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertawakal.” (QS. Ali Imran/3:159

Dalam ayat tersebut dijelaskan ketika hendak membuat suatu kebijakan maka ajaklah rakyat untuk ikut bersuara dan bermusyawarah, karena bagaimana pun kebijakan yang pemimpin buat akan berdampak kepada rakyat. Duduk bersama antara pejabat dan rakyat akan membuat suasana demokrasi menjadi hidup serta bermartabat, sehingga tidak ada satu orang pun yang cacat hanya karena ingin menyampaikan pendapat.

Ciptakan hidup yang indah di negeri ini, jadilah pribadi yang mudah mengingatkan dan mudah diingatkan. Ketika menyampaikan pendapat maka gunakanlah akhlak yang baik, sampaikanlah sesuatu yang baik dengan cara yang baik agar pesan tersebut tersampaikan. Andai semua pejabat dan rakyat dapat menerapkan ini, maka negeri ini akan menjadi baldatun thayyibatun wa rabbun ghofur.

“Janganlah engkau mengucapkan perkataan yang engkau sendiri tak suka mendengarnya jika orang lain mengucapkannya kepadamu.”

-Ali bin Abi Thalib–

 

Penulis: Moh. Minanur Rohman

Penyunting: Idan Sahid

Tulisan website Pustaka Al-Bahjah merupakan platform bacaan yang ditulis oleh masyarakat umum sebagai media literasi. Submit tulisanmu dengan cara klik link ini.

 

 

Bagikan ke

Mudah Mengingatkan dan Mudah Diingatkan

Saat ini belum tersedia komentar.

Mohon maaf, form komentar dinonaktifkan pada halaman/artikel ini.
Puisi-Puisi Solahudin (1): Nyanyian Penghambaan
22 Juni 2025

Ketika Allah Cemburu Kepada Ciptaan-Nya   Di kesepian malam yang memanggil rindu Langit menunduk menyaksikan kisah manusia yang lupa akan... selengkapnya

Hari Kedua Bazar-Expo Maulid, Ada Seminar Parenting dan Sharing Cinta di Al-Bahjah
30 September 2022

Pustaka-Al-Bahjah, Cirebon – Bazar-Expo yang diselenggarakan sebagai rangkaian kemeriahan menyambut Maulid Nabi Muhammad Saw telah memasuki hari kedua, Jumat, 30... selengkapnya

Langkah-Langkah Menulis Beserta Penjelasannya
15 Februari 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Siapa pun dapat menulis, tetapi tidak semua orang dapat menghasilkan tulisan yang baik. Sebab, menulis merupakan wujud... selengkapnya

Bijak dalam Bertindak (Utamakan Klarifikasi, Kesampingkan Emosi)
14 September 2021

Bijak dalam Bertindak (Utamakan Klarifikasi, Kesampingkan Emosi) Oleh: Admin 2 Disadur dari ceramah Buya Yahya (Pengasuh LPD Al-Bahjah Cirebon) PUSTAKA... selengkapnya

Keimanan Tidak Hanya Diukur dari Ibadah Ritual, Tetapi Juga Tercermin dalam Memperlakukan Orang Lain
5 Mei 2026

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Manusia tidak pernah hidup sendirian. Sejak ia dilahirkan hingga kembali kepada tanah, hidupnya selalu berada dalam jaringan relasi... selengkapnya

Tata Cara Pelaksanaan Shalat Iduladha
16 Juni 2024

  Oleh: Imam Abdullah, B.Sc. MA. Hukum Shalat Ied Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Hukum melaksanakan shalat Ied adalah sunnah mu’akkadah, baik... selengkapnya

Sebab Hilangnya Pahala Puasa
21 Maret 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Sungguh merugi orang yang berpuasa tetapi hanya mendapatkan lapar dan dahaga. Puasa tidak hanya melakukan puasa secara... selengkapnya

Bolehkah Mahar Nikah dengan Masjid? Begini Penjelasan Buya Yahya
30 November 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Akhir-akhir ini viral adanya suatu pernikahan dengan mahar sebuah masjid, lalu bagaimana fiqih syariat Islam memandangnya? Sebab,... selengkapnya

Menyambut Bulan Mulia
28 Februari 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Bulan suci Ramadan akan segera tiba. Bulan mulia yang membawa banyak keberkahan, rahmat, pengampunan, dan kebaikan yang... selengkapnya

Memiliki Anak Perempuan Adalah Anugerah
10 November 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Sebagian orang beranggapan bahwa kedatangan anak laki-laki lebih dinanti dibandingkan anak perempuan. Sebab, anak laki-laki dipercaya lebih... selengkapnya

Mudah Mengingatkan dan Mudah Diingatkan

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: