Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

CS Pustaka
● online
CS Pustaka
● online
Halo, perkenalkan saya CS Pustaka
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Beranda » Blog » Puisi-Puisi Husni Mubarok: Liris Mengiris (2)

Puisi-Puisi Husni Mubarok: Liris Mengiris (2)

Diposting pada 29 Desember 2024 oleh Redaksi / Dilihat: 881 kali / Kategori:

 

Makkah

 

Di kejauhan jelajah terbentang luas,

Di hati nurani, cinta tak terbatas.

Perjalanan ke Makkah, tiada terlukiskan,

Dalam abadi kerinduan, doa yang terpancar.

 

Seperti burung mengarungi langit biru,

Kita terbang, jiwa merdeka meru.

Di antara rembulan, bintang bersinar,

Dalam rahasia malam, harapan mewujudkan.

 

Laksana sungai yang mengalir deras,

Menuju ka’bah, di sanalah tujuan terasa.

Tak terhalang gunung, lembah, atau lautan,

Hanya ketabahan jiwa, dalam perjalanan.

 

Di tengah badai, cahaya terang,

Seakan petunjuk, dari Tuhan Yang Maha Esa.

Perjalanan ke Makkah, bukan sekadar ziarah,

Namun hikmah, kesucian, dalam hati yang terdalam.

 

Kini tibalah, di kota suci yang mulia,

Di hadapan Ka’bah, tiada lagi rasa ragu.

Hanya cinta, tulus dan suci,

Menyatu dalam doa, di bawah langit yang biru.

 

Nabawi

Di atas bukit hijau, cahaya terbit menyapa,

Perjalanan ke Masjid Nabawi, hati penuh syahdu.

Seperti kisah para sahabat, yang mengembara jauh,

Dengan tekad bulat, mencari cinta yang hakiki.

 

Laksana mimpi yang menjelma menjadi nyata,

Langkah demi langkah, menghadap ke bait suci.

Di dalam rindu, terukir doa-doa suci,

Di antara zikir dan tasbih, merasakan kehadiran-Nya.

 

Dalam keheningan malam, bidadari menyapa,

Suara adzan merdu, memanggil umat yang setia.

Dalam pelukan Masjid Nabawi, damai terasa,

Seperti embun yang turun, memberi kehidupan baru.

 

Di antara riuh rendah manusia, hikmah tersembunyi,

Seperti mutiara di dasar lautan yang dalam.

Perjalanan ke Masjid Nabawi, lebih dari sekadar ziarah,

Namun reuni jiwa dengan Rasulullah, sumber ilmu dan cahaya.

 

Kini berdiri di bawah kubah yang megah,

Di hadapan makam yang suci, hati penuh haru.

Perjalanan ke Masjid Nabawi, menyentuh jiwa yang gundah,

Di sini, di samping Nabimu, terpancar kebahagiaan abadi.

 

Prau

 

Megah, memancarkan keagungan.

Gemintang di langit, menyapa sang raja,

Menyiratkan kisah dalam sunyi malam.

 

Di sana, angin berbisik rahasia alam,

Menyapa tanah dengan lembutnya sentuhan.

Awan berarak, seperti tarian suci,

Mengiringi langkah penjelajah hati.

 

Pujaan para petualang,

Di lembah hijau, dan jurang yang sunyi.

Di antara bunga-bunga, dan pepohonan rindang,

Kau simpan kedamaian, rahasia alam sejati.

 

Dalam pelukanmu, hati menemukan kedamaian,

Sejuknya embun, menenangkan jiwa yang resah.

Oh, gunung Pringapus, surga di bumi,

Dalam bait puisi, kau tetap abadi.

 

Anak Perempuan Kecil

 

Di tempat yang jauh di sana,

Terhampar ladang-ladang hijau nan subur.

Di antara rerumputan, berlari-lari kecil,

Anak perempuan bersemangat, penuh cinta.

 

Rambutnya hitam mengalun lembut,

Seperti malam yang memeluk bintang-bintang.

Matanya berkilau seperti mutiara,

Menerangi dunia dengan kepolosan yang mengagumkan.

 

Langkahnya ringan, langit memeluknya,

Seakan-akan dia tarian angin yang indah.

Di tangannya, ia membawa kebahagiaan,

Menyebarkan senyum dalam setiap sentuhan.

 

Anak perempuan kecil, berjiwa besar,

Penuh dengan mimpi-mimpi yang tak terbatas.

Dalam hatinya, tersembunyi keajaiban,

Membawa dunia pada keindahan yang tak terduga.

 

Anak perempuan kecil, bunga yang bersemi,

Terangi dunia dengan sinarmu yang mengagumkan.

Di dalam hatimu, ada keajaiban yang tiada tara,

Bawa kami ke dalam impianmu, ke tempat yang tak terjangkau.

 

Oleh: Husni A. Mubarak

 

Tulisan website Pustaka Al-Bahjah merupakan platform bacaan yang ditulis oleh masyarakat umum sebagai media literasi. Submit tulisanmu dengan cara ini.

Tags: , ,

Bagikan ke

Puisi-Puisi Husni Mubarok: Liris Mengiris (2)

Saat ini belum tersedia komentar.

Mohon maaf, form komentar dinonaktifkan pada halaman/artikel ini.
Bolehkah Mahar Nikah dengan Masjid? Begini Penjelasan Buya Yahya
30 November 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Akhir-akhir ini viral adanya suatu pernikahan dengan mahar sebuah masjid, lalu bagaimana fiqih syariat Islam memandangnya? Sebab,... selengkapnya

Di Maulid dan Silaturahmi Akbar Al-Bahjah Buyut, Buya Yahya Ikut Bernyanyi Bersama Sayyid Husein Al-Haddar
28 November 2022

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Ada pemandangan langka pada acara Maulid dan Silaturahmi Akbar Al-Bahjah Buyut Minggu (27/11/2022). Sayyid Husein Haidar... selengkapnya

Kenapa Masih Ada yang Meninggalkan Shalat?
9 Desember 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Kita diciptakan di dunia ini tidak lain adalah untuk menyembah Sang Pencipta Allah Subhanahu wa Ta’ala: وما خلقت... selengkapnya

Event Organizer: Mendekorasi dengan Hati “Tanda Bukti” Kecintaan kepada Nabi ﷺ
9 Oktober 2021

Event Organizer: Mendekorasi dengan Hati “Tanda Bukti” Kecintaan kepada Nabi ﷺ PUSTAKA AL-BAHJAH-SEKILAS INFO MAULID  NABI MUHAMMAD-1443 H-Dari beberapa persiapan... selengkapnya

Jangan Main Api dengan Masa Lalu
28 Juni 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Kita sering kali merasa kehilangan saat harus memutus hubungan dengan seseorang yang dulu pernah dekat, bahkan sangat spesial.... selengkapnya

3 Cara Berbakti Kepada Orang Tua Saat Jauh dari Mereka
14 November 2022

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Berbakti kepada orang tua merupakan kewajiban dalam Islam, setiap detik kita tidak boleh terlepas dari berbakti... selengkapnya

Shalat Ditegakkan tetapi Kemungkaran Terus Dilakukan? (Dilihat dari Sudut Pandang yang Berbeda)
16 Maret 2021

Orang yang melaksanakan shalat pasti akan terhindar dari perbuatan jahat, keji dan mungkar. Sebaliknya, orang yang tidak melaksanakan shalat akan... selengkapnya

Mengaplikasikan Makna Transendental Al-Qur’an bagi Pemuda pada Era Digital
29 April 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Al-Qur’an adalah firman Allah yang berisi berbagai macam persoalan yang dialami manusia. Baik itu berupa masalah kehidupan,... selengkapnya

Mengapa Ada Perbedaan Mazhab? Begini Penjelasannya
23 Juli 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Sudah menjadi rahasia umum bahwa Allah Swt. menurunkan Al-Qur’an sebagai pedoman utama bagi umat manusia dalam menjalani... selengkapnya

Bijak dalam Bertindak (Utamakan Klarifikasi, Kesampingkan Emosi)
14 September 2021

Bijak dalam Bertindak (Utamakan Klarifikasi, Kesampingkan Emosi) Oleh: Admin 2 Disadur dari ceramah Buya Yahya (Pengasuh LPD Al-Bahjah Cirebon) PUSTAKA... selengkapnya

Puisi-Puisi Husni Mubarok: Liris Mengiris (2)

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: