● online
Jangan Main Api dengan Masa Lalu

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Kita sering kali merasa kehilangan saat harus memutus hubungan dengan seseorang yang dulu pernah dekat, bahkan sangat spesial. Rasa rindu, ingatan indah, dan kenangan manis kerap kali muncul kembali, meski status kita hari ini sudah sangat berbeda. Ada yang beralasan ingin tetap bersilaturahmi, menjaga hubungan baik, bahkan menganggapnya sebagai “saudara”. Tapi, benarkah itu murni silaturahmi, atau ada rasa yang belum selesai.
Bahaya menyimpan rasa di balik kata “tidak ada apa-apa”. Jika seseorang berkata “kami tidak ada apa-apa”. Namun dalam hati merasa kehilangan, gelisah, dan kacau karena menjauh dari seseorang yang dulu dekat, itu adalah tanda bahwa masih ada rasa yang tersisa. Ini bukan silaturahmi murni, ini adalah perasaan yang belum selesai. Dan jika hal ini dipelihara, maka bahayanya sangat besar, apalagi jika sudah punya pasangan halal, seperti suami atau istri.
Salah satu jebakan paling halus dari setan adalah menghias hubungan masa lalu yang sebenarnya haram─pacaran atau hubungan cinta sebelum menikah─dengan kenangan indah. Di masa itu tidak ada tanggung jawab, tidak ada konflik rumah tangga, semua terasa menyenangkan. Maka ketika seseorang sudah menikah dan menghadapi dinamika rumah tangga, lalu teringat masa lalu yang “indah”, dia mulai membandingkan. Inilah celah yang sangat berbahaya!
Banyak kasus rumah tangga hancur hanya karena reuni, percakapan ringan mengulik hubungan masa di media sosial, atau sekadar sapa yang berlanjut menjadi komunikasi intens. Hati mulai terbawa, kenangan lama bersemi kembali dan akhirnya muncul godaan untuk “kembali pada yang dulu”. Padahal, yang dulu itu bukanlah hubungan yang halal, melainkan hubungan yang dibungkus nafsu, bukan tanggung jawab.
Jika kalian benar-benar ingin menjaga hati, menjaga rumah tangga, dan menjaga keberkahan, jawaban terbaik adalah: hindari komunikasi yang tidak perlu. Apalagi jika kalian tahu bahwa diri kalian masih lemah, masih merasa kehilangan, dan masih berharap. Itu bukan silaturahmi, itu adalah celah masuknya setan. Biarlah hubungan itu berlalu. Doakan saja dia dari jauh, doakan pula diri kalian agar diampuni dan dikuatkan. Itu sudah cukup.
Menjaga hubungan masa lalu dengan niat silaturahmi, padahal hati belum selesai adalah tindakan yang sangat berisiko. Jika kalian ingin tenang, ingin rumah tangga kalian tetap indah, jangan main-main dengan masa lalu. Kuatkan iman, tutup rapat pintu-pintu fitnah, dan fokuslah pada pasangan halal yang telah Allah anugerahkan. Karena sesungguhnya, keindahan yang sejati bukanlah dari kisah cinta lama, tapi dari cinta yang terus dijaga dan dirawat dalam ikatan halal.
Referensi: Youtube Al-Bahjah TV
Penulis: Solahudin Al Ayyubi, S.Sos.
Penyunting: Idan Sahid
Tulisan website Pustaka Al-Bahjah merupakan platform bacaan yang ditulis oleh masyarakat umum sebagai media literasi. Submit tulisanmu dengan cara klik link ini.
Jangan Main Api dengan Masa Lalu
Mungkin hidup ini berjalan tidak sesuai dengan pilihan kita, tetapi yakinlah kepada Allah Swt bahwa pilihan-Nya tidak akan pernah salah.... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Utang piutang adalah salah satu bentuk muamalah yang sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Dalam Islam, kegiatan ini... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Saat hari raya kurban tiba, banyak terjadi salah kaprah diantara tukang sembelih kurban yang menjadikan daging... selengkapnya
Judul : Oase Iman Refleksi Problematika Umat “Sebuah Upaya Menuju Perubahan dengan Keindahan dan Cinta” Penulis : Buya... selengkapnya
AB Voice: Dakwah Melalui Musik PUSTAKA AL-BAHJAH-INSPIRASI- Alhamdulillah Pustaka Al-Bahjah, Rabu (29-09-2021) kedatangan tamu yang sangat spesial. Beliau adalah Kang... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Mengantuk adalah sifat manusia yang dapat dialami oleh setiap orang. Rasa kantuk ini bisa disebabkan oleh berbagai... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Kehadiran ayah dalam kehidupan anak memang sangatlah penting. Selama ini pengasuhan anak di Indonesia sering kali lebih banyak... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Ketika seorang wanita pada hari kemarin masih haid, namun ternyata ketika pagi di hari berikutnya ia yakin... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Beberapa hari terakhir ini, berita pilu tentang seorang Ibu yang melakukan bunuh diri bersama anak-anaknya ramai diperbincangkan di... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Dalam Islam, tata cara pengurusan jenazah memiliki aturan yang sangat jelas dan rinci. Namun salah satu pertanyaan... selengkapnya
Di antara hal yang disepakati oleh para ulama bahwa agama Islam adalah agama yang relevan untuk setiap zaman dan di… selengkapnya
Rp 90.000 Rp 110.500Penerbit: Pustaka Al-Bahjah Penulis: Buya Yahya Ukuran: 14 x 21 cm Tebal buku: 144 Halaman Sesungguhnya syariat Islam adalah syariat… selengkapnya
*Harga Hubungi CSBuku “Hadist Jibril” karya Buya Yahya ini berisi penjabaran ringkas dari satu hadist Nabi Muhammad Saw yang masyhur dengan sebutan… selengkapnya
Rp 56.000Penerbit: Pustaka Al-Bahjah Penulis: Achmad Hisyam Tebal buku: viii+102 Kehidupan keras yang dilalui Nabi Muhammad Saw di masa kecil telah… selengkapnya
*Harga Hubungi CSBuku Aqidah 50 karya Buya Yahya secara tuntas membahas pokok-pokok fundamental Aqidah Islam sebagaimana yang dibakukan oleh Ahlusunnah Waljama’ah. Buku… selengkapnya
Rp 49.000Buku Fiqih Bepergian karya Buya Yahya menghadirkan masalah umum yang sering dihadapi oleh kaum muslim dalam menjaga kualitas dan waktu… selengkapnya
Rp 23.000 Rp 43.000Penerbit: Pustaka Al-Bahjah Penulis: Moch. Idam Kholid Ukuran: 10,5 x 16,5 cm Tebal buku: 256 Bahasa Inggris adalah bahasa internasional… selengkapnya
*Harga Hubungi CSPenerbit: Pustaka Al-Bahjah Penulis: Moch. Idam Kholid Ukuran: 10,5 x 16,5 cm Tebal buku: 300 Bahasa Inggris adalah bahasa internasional… selengkapnya
*Harga Hubungi CSBuku Buya Yahya yang berjudul Ramadhaniat secara rinci menjelaskan amalan-amalan yang dapat dilakukan oleh seorang muslim di bulan Ramadan. Buku… selengkapnya
Rp 115.000
Saat ini belum tersedia komentar.