● online
Bijak dalam Bertindak (Utamakan Klarifikasi, Kesampingkan Emosi)
Bijak dalam Bertindak
(Utamakan Klarifikasi, Kesampingkan Emosi)
Oleh: Admin 2
Disadur dari ceramah Buya Yahya (Pengasuh LPD Al-Bahjah Cirebon)

PUSTAKA AL-BAHJAH-ARTIKEL-Luka lama bersemi kembali, mungkin itu sebuah frasa yang pas ditujukan untuk kasus yang menghebohkan jagat dunia maya, bahkan dunia nyata saat ini. Lagi-lagi dan lagi-lagi, isu penistaan agama Islam oleh oknum segelintir orang di luar Islam kembali mencuat. Hanya berselang hampir 4 tahun lebih yang terasa singkat dari awal berita yang lalu mencuat. Kini, ada pemberitaan baru yang tak kalah hebat.
Ingatan kita tidak akan dilupakan dengan kejadian pada Jumat (31/3) 2017 silam, terekam tamu kelab itu asyik berjoget diiringi ”lagu azan” yang diramu Dax J. Meski temponya dipercepat oleh disjoki, namun lafal azan tetap kentara. Suara.com.
Berita yang kami lansir dari CNBC Indonesia, kehebohan datang dari Korea Selatan (Korsel). Warganet geger dengan adanya backsound yang dituding suara azan di salah satu acara kompetisi “Street Woman Fighter”, Selasa (7/9/2021).
Dalam menanggapi hal tersebut di atas, bagaimanakah sikap kita sebagai seorang muslim?
Buya Yahya, (Pengasuh LPD Al-Bahjah Cirebon) dalam chanel Youtube Al-Bahjah TV, Minggu (12/02/2021) menyatakan bahwa, “Kalau kita melihat sebuah kesalahan menurut kaca mata kita di satu kaum, jangan terburu-buru kita marah. Karena bisa saja kaum tersebut tidak bertujuan untuk melakukan kesalahan. Ini dulu, jangan buru-buru. Supaya kita itu meletakan marah pada tempatnya.”
Dalam video tersebut, Buya Yahya menyatakan bahwa sebelum menilai sikap suatu kaum, harus dilihat dari sisi tujuan penggunaan adzan tersebut untuk apa. Apakah tujuannya untuk merendahkan atau tidak.
“Kita tidak tahu, mungkin harus ada klarifikasi ke sana. Artinya, ini secara umum. Jika ada misalnya stasiun televisi menggunakan adzan, tujuannya apa? Apakah memang tujuannya merendahkan atau tidak?” tegas Buya.
1. Tujuannya untuk tidak menghinakan atau merendahkan
Buya melanjutkan, “Kalau memang mereka itu tujuannya tidak untuk menghinakan, tinggal kita ingatkan saja dengan cara yang baik. Maka, dengan cara yang baik, bisa saja menjadi sebab mereka terpesona dengan Islam.”
Menurut Buya, jika memang tujuan adzan yang diremix tersebut tidak untuk menghinakan, tujuannya baik, biarpun menurut pandangan kita salah. Akan tetapi, karena menurutnya adalah baik, maka kita harus dengan cara baik-baik. Karena mungkin yang meremix adzan tersebut tertarik dengan suara adzan yang merdu. Dan mungkin sudah ada ketukan-ketukan iman sehingga ia terpesona dengan suara adzan yang menurutnya manis sekali dan indah sekali. Kemuidan, ia merasa cocok kalau dimasukan ke salah satu lagu latar tersebut, tanpa ada maksud untuk merendahkan.
Kemudian menurut Buya, kita beri penjelasan kepada produser acara tersebut, bahwa adzan di dalam Islam sangat diagungkan sehingga tidak bisa ditempatkan di setiap tempat.
“Mungkin dia akan terkagum dengan akhlak kita. Bukan mencaci, mengolok, dan sebagainya. Kita belum tahu sebabnya, langsung mencaci mengolok, ya kita salah. Islam tidak mengajarkan semacam itu.” Tutur Buya.
Kalaupun salah, tinggal kita benarkan dengan cara yang baik. Apalagi mereka tidak bertujuan, justru barangkali kalau kita mudah mencaci dan mengolok, kita akan memperbanyak musuh. Orang yang semula terpesona, menjadi tidak terpesona.
2. Tujuannya untuk menghinakan atau merendahkan
“Kalau tujuannya merendahkan Islam, kita harus marah. Jika memang chanel itu kerjaannya mengejek, merendahlan Islam, lain cerita itu. Harus segera kita angkat suara supaya mereka berhenti untuk merendahklan Islam.” Ujar Buya.
Buya mengungkapkan bahwa, dakwah itu luas sekali dan caranya banyak. Jadi, yang namanya cemburu pada Islam sendiri harus ada rambu-rambunya. Kita marah harus pada tempatnya. Kalau marah tidak pada tempatnya namanya ngawur. Akan tetapi, kalau marah pada tempatnya akan menjadi satu sifat dalam peperangan namanya sajaah untuk bisa berjihad di jalan Allah.
Diakhir video Buya juga berpesan, “Mohon semuanya lihat dulu, saya kasih dua jawaban itu , kalau memang mereka merendahkan, ya benar orang-orang marah, tapi kalau kita tidak tahu mereka merendahkan, bentar dulu dong, kalau perlu ada yang menembus ke sana. Bahkan, bisa kita bantu ada sesuatu yang lebih bagus adalah kalimat-kalimat perkataan Imam Ghozali, atau mungkin seni Islam yang indah, di berikan ke sana, kalau memang itu pentas seni, mengenalkan Islam, bisa saja begitu, yuk kita terbuka.”
Sungguh bijak apa yang disampaikan oleh Buya Yahya. Semoga kita akan senantiasa terjauh dari sikap terlalu cepat untuk menilai sebuah kesalahan suatu kaum. Dan bisa menjauhi sikap marah, mencaci, dan mencomooh tanpa jelas duduk perkaranya. Aamiin.
Wallahualam bissawab.
Ditulis oleh: Admin 2
Disadur dari ceramah Buya Yahya (Pengasuh LPD Al-Bahjah Cirebon)
Referensi:
Bijak dalam Bertindak (Utamakan Klarifikasi, Kesampingkan Emosi)
(Bagian terakhir dari dua tulisan) Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Dengan semakin gencarnya arus informasi di media sosial, Muslimah harus melek literasi. Pandai... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Kontestasi politik di negara Indonesia seakan tidak pernah ada habisnya. Termasuk pada saat-saat akan dilaksanakannya pemilihan umum... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Para Sahabat Nabi tidak hanya terkenal karena kesalehan dan besarnya peran dalam kesuksesan dakwah Baginda Nabi... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Islam sebagai agama rahmatan lil-‘alamin meletakkan akhlak sebagai fondasi utama peradaban. Akhlak bukan hanya pelengkap ajaran agama, melainkan... selengkapnya
“Perempuan tidak perlu menuntut ilmu terlalu tinggi. Kalau ujung-ujungnya hanya mengurusi sumur, dapur, dan kasur.” Anggapan seperti itu harus diluruskan.... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Tidak lama lagi kita akan memasuki bulan Dzulhijjah. Pada bulan ini terdapat ibadah agung yang disyariatkan... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Puasa 10 Muharram atau puasa asyura merupakan puasa sunnah yang sangat dikukuhkan oleh Baginda Nabi Saw.... selengkapnya
PAGI itu, embun masih menggantung malu-malu di ujung daun jambu pekarangan rumah. Cahaya mentari baru saja menyelinap dari balik genting... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Memahami ilmu rumah tangga merupakan kebutuhan setiap orang, baik bagi yang sudah menikah maupun belum. Termasuk mengetahui sebab-sebab... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Pada setiap masa terdapat orang dengan karakter dan sifat khasnya masing-masing. Hal ini disebabkan oleh berbagai hal, mulai... selengkapnya
Buku Aqidah 50 karya Buya Yahya secara tuntas membahas pokok-pokok fundamental Aqidah Islam sebagaimana yang dibakukan oleh Ahlusunnah Waljama’ah. Buku… selengkapnya
Rp 49.000Buku Fiqih Shalat karya Buya Yahya ini berisi pedoman lengkap mengenai hukum fiqih dan tata cara dalam menjalankan ibadah shalat…. selengkapnya
Rp 59.000Buku Fiqih Praktis Haid karya Buya Yahya memuat tiga bahasan utama, yaitu identifikasi dan ketentuan haid, nifas, dan istihadhoh yang… selengkapnya
Rp 149.000Maulid Ad Diba’ merupakan salah satu kitab maulid yang dibaca dalam rangka meneladani sîrah Rasulullah saw sekaligus bershalawat kepadanya. Salah… selengkapnya
Rp 25.000Buku “Silsilah Fiqih Praktis Qurban” karya Buya Yahya merupakan sebuah panduan praktis yang memberikan pemahaman mengenai hukum dan tata cara… selengkapnya
Rp 57.000FIQIH PRAKTIS SHALAT BERJAMAAH KARYA BUYA YAHYA Buku ini membahas tentang pentingnya dan tata cara melaksanakan shalat berjamaah, yaitu shalat… selengkapnya
Rp 65.000Buku Fiqih Bepergian karya Buya Yahya menghadirkan masalah umum yang sering dihadapi oleh kaum muslim dalam menjaga kualitas dan waktu… selengkapnya
Rp 23.000 Rp 43.000Buku “Hadist Jibril” karya Buya Yahya ini berisi penjabaran ringkas dari satu hadist Nabi Muhammad Saw yang masyhur dengan sebutan… selengkapnya
Rp 56.000
Saat ini belum tersedia komentar.