● online
- Fiqih Praktis Haji dan Umrah yang Mudah Dipahami....
- AQIDAH 50 KARYA BUYA YAHYA....
- Fiqih Bepergian Solusi Shalat di Perjalanan....
- Fiqih Shalat Berjamaah....
- العدد والمعدود....
- Silsilah Fiqih Praktis Jenazah....
- English Practice "Practice Makes Perfect" Intermed....
- INDAHNYA MEMAHAMI PERBEDAAN PARA ULAMA KARYA BUYA ....
Wanita Mulia, Menebar Cahaya dalam Setiap Langkah Hidupnya

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Ketika seorang wanita hadir dengan kemuliaan dan kesalehannya, ia membawa keberuntungan besar bagi orang-orang yang berada di sekitarnya. Allah Swt mengibaratkan wanita seperti tanah, karena dari tanahlah semua kehidupan bermula.
“Dan tanah yang baik, tanaman-tanamannya tumbuh subur dengan izin Tuhan; dan tanah yang buruk, tanaman-tanamannya yang tumbuh merana. Demikianlah Kami menjelaskan berulang-ulang tanda-tanda (kebesaran Kami) bagi orang-orang yang bersyukur.” (Q.S. Al-Araf: 58)
Para orang tua akan beruntung ketika memiliki anak perempuan atau seorang wanita salehah dalam keluarganya, karena kehadirannya bisa menjadi pelindung dari panasnya api neraka.
“Barang siapa yang menanggung nafkah dua anak perempuan sampai balig, maka pada hari kiamat antara saya dan dia seperti ini, (beliau menggabungkan jari-jarinya)”. (HR. Muslim)
Seorang suami pun akan beruntung memiliki pasangan terbaik yang mendampinginya menuju akhirat, sementara anak-anaknya memperoleh madrasah terbaik dalam dirinya. Sebagaimana Rasulullah Saw berkata kepada Sayyidina Umar bin Khatab.
“Sebaik-baik simpanan yang dimiliki olehmu wahai Umar, sungguh simpanan terbaik ialah seorang wanita salehah yang membantumu dalam urusan akhirat.”
Dari sini kita memahami beratnya perjuangan dakwah Nabi Nuh a.s. Nabi Nuh memiliki istri yang membangkang dan tidak taat kepada Allah Swt, sedangkan istri Nabi Ibrahim a.s. memiliki ketaatan luar biasa. Ulama menjelaskan bahwa perbedaan antara keduanya terletak pada support system yang mendukung mereka.
Menyelesaikan urusan dalam diri sendiri sangatlah penting. Setiap wanita seharusnya menuntaskan permasalahan pribadinya terlebih dahulu, karena amanah yang lebih besar tidak akan berjalan baik hingga urusan dalam dirinya selesai. Kejayaan Islam pun sulit dicapai tanpa tegaknya keimanan pada wanita.
Sebelum Allah Swt memberi amanah Nabi Isa a.s. kepada Sayyidah Maryam, Dia menguji Sayyidah Maryam dengan ibadah-ibadah yang mendalam hingga ia siap menerima amanah tersebut. Seorang wanita perlu menyelesaikan urusan pribadinya agar lebih mudah menjalankan amanah yang diberikan kepadanya. Ada dua pilar utama yang penting untuk pengembangan dirinya:
- Komitmen hatinya untuk tetap dalam penghambaan kepada Allah Swt.
- Mengasah karakter pribadinya.
Kemuliaan seorang wanita tidak bisa dicapai hanya dengan taat beribah kepada Sang Khalik, tetapi dia yang mau terus mengembangkan diri dan menjadi cahaya di dalam setiap langkah hidupnya. Hal tersebut dapat dicapai salah satunya dengan membaktikan diri menjadi pembelajar sepanjang hayat. Seorang wanita sesungguhnya memiliki hak bahkan diperintahkan untuk belajar. Karena beribadah kepada Allah Swt saja tidak cukup jika hanya mengandalkan kebodohan. Beribadah kepada Allah Swt tidak cukup hanya dengan prasangka, tetapi beribadah kepada Allah Swt haruslah dengan keilmuan.
Dampak ketika seorang wanita itu tidak belajar maka mereka akan dikuasai oleh perasaan dan didorong oleh kebodohan. Hal itu akan menjadi pintu yang membawa mereka pada dosa dan maksiat. Sebab para wanita adalah makhluk yang didominasi oleh perasaan. Para wanita itu masuk neraka juga disebabkan karena dirinya dikuasai oleh perasaan.
“Sebaik-baik wanita itu, wanita anshar…” (Sebuah kutipan dari HR. Abu Daud)
Disebut sebagai perempuan yang terbaik bahkan disebutkan dengan pengkhususan, karena sesungguhnya rasa malu yang mereka miliki tidak menghalangi mereka untuk belajar agama. Karena saat seorang wanita itu menuntut ilmu, maka dia akan tahu apa petunjuk yang harus dilakukan dalam kehidupan. Dengan ilmu seorang wanita tidak mudah terombang-ambing dengan perasaan, hatinya tidak mudah meletup-letup dengan emosinya dan syariat akan mudah ia tegakkan ketika mereka mengetahui ilmunya.
Hati berperan besar dalam kehidupan, apa pun yang dilakukan, hendaknya berorientasi hanya pada Allah Swt. Kualitas hati seorang istri memengaruhi sikap suami, dan kualitas hati seorang ibu akan berdampak pada anak-anaknya, bahkan yang masih dalam kandungan. Maka, untuk mengasah karakter pribadi seorang wanita yang mulia, mulailah dengan menghadiri majelis ilmu. Ketika para wanita belajar, maka dia akan tahu apa petunjuk yang harus dilakukannya dalam kehidupan. Semoga setiap wanita dapat terus menebar cahaya dengan kemuliaan dan kebaikan dalam setiap langkahnya, menjadikan dunia ini penuh dengan keberkahan.
Penulis: Intan Puspitayana
Tulisan website Pustaka Al-Bahjah merupakan platform bacaan yang ditulis oleh masyarakat umum sebagai media literasi. Submit tulisanmu dengan cara ini.
Wanita Mulia, Menebar Cahaya dalam Setiap Langkah Hidupnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Setiap kali kalender Masehi memasuki lembaran Februari, atmosfer di sekitar kita seolah berubah warna menjadi merah muda. Di... selengkapnya
Sajadah Cinta Sajadah cinta terbentang luas, Di hamparan kasih yang tak terkira. Benang-benang iman terjalin erat, Menemani jiwa... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Pulau Kalimantan menjadi tujuan safari dakwah Buya Yahya selanjutnya setelah sebelumnya Buya melakukan safari dakwah di... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Kemeriahan rangkaian maulid dan silaturahmi akbar Al-Bahjah 1444 H kian terasa menjelang hari puncak, besok Ahad,02... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Tidakkah kita menyadari bahwa hari demi hari, bulan demi bulan, dan tahun demi tahun terus berlalu. Bergantinya waktu... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Di tengah gemerlap bulan Ramadan, saat suasana kota terasa penuh kehangatan dan kebersamaan, pemandangan yang lazim terlihat... selengkapnya
Bijak dalam Bertindak (Utamakan Klarifikasi, Kesampingkan Emosi) Oleh: Admin 2 Disadur dari ceramah Buya Yahya (Pengasuh LPD Al-Bahjah Cirebon) PUSTAKA... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Dalam ajaran Islam, setelah seseorang meninggalkan alam dunia, dia memasuki fase yang disebut sebagai alam barzakh, yakni... selengkapnya
Hati-Hati Ada Gaji Buta di antara Kita Oleh: Admin 2 Disadur dari ceramah Buya Yahya (Pengasuh LPD Al-Bahjah Cirebon) PUSTAKA... selengkapnya
Sujud Saat tangis tak lagi bersuara Saat tangan tak lagi mampu menyeka air mata Saat lisan tak lagi dapat... selengkapnya
Buku ini berisikan terjemahan kosa kata bahasa arab beserta latihan-latihannya yang semoga bisa memudahkan para pelajar atau pecinta bahasa arab… selengkapnya
Rp 40.000 Rp 52.000Ilmu nahwu adalah termasuk bagian dari sekian macam bidang ilmu dalam bahasa arab. Tanpanya sebuah susunan kalam tidak akan difahamai… selengkapnya
Rp 72.000 Rp 93.600Penerbit: Pustaka Al-Bahjah Penulis: Moch. Idam Kholid Ukuran: 10,5 x 16,5 cm Tebal buku: 300 Bahasa Inggris adalah bahasa internasional… selengkapnya
*Harga Hubungi CSFIQIH PRAKTIS SHALAT BERJAMAAH KARYA BUYA YAHYA Buku ini membahas tentang pentingnya dan tata cara melaksanakan shalat berjamaah, yaitu shalat… selengkapnya
Rp 65.000Buku Indahnya Memahami Perbedaan Para Ulama (IMPPU) Karya Buya Yahya menjelaskan perbedaan keyakinan aqidah dan perbedaan pelaksanaan amalan ibadah-ibadah dalam… selengkapnya
Rp 89.000Buku Fiqih Praktis Haid karya Buya Yahya memuat tiga bahasan utama, yaitu identifikasi dan ketentuan haid, nifas, dan istihadhoh yang… selengkapnya
Rp 95.000 Rp 149.000Buku Fiqih Shalat karya Buya Yahya ini berisi pedoman lengkap mengenai hukum fiqih dan tata cara dalam menjalankan ibadah shalat…. selengkapnya
Rp 59.000
Saat ini belum tersedia komentar.