● online
Abu Dzar Al-Ghifari, sang Pelopor Gerakan Hidup Sederhana

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Abu Dzar adalah sahabat dekat Rasulullah dan termasuk salah satu orang terawal yang masuk Islam. Ketika ia masuk Islam, Rasulullah masih menyampaikan dakwahnya secara diam-diam. Maka, disampaikanlah hal itu kepada Abu Dzar, maka bagi Abu Dzar tak ada yang dapat dilakukannya saat itu selain memendam keimanan itu di dalam dada, lalu meninggalkan Kota Makkah secara diam-diam dan kembali kepada kaumnya.
Pada kaumnya, Abu Dzar menceritakan kepada mereka tentang Nabi. Maka dari situ seorang demi seorang kaumnya masuk Islam. Bahkan, usahanya tidak terbatas pada kaumnya semata, tapi dilanjutkannya pada suku lain yaitu suku Aslam. Hari-hari berlalu, Rasulullah telah hijrah ke Madinah dan menetap di sana bersama kaum Muslimin. Pada saat itu juga, rombongan-rombongan datang menghampiri masjid Rasulullah dan tempat kediamannya. Ternyata rombongan itu tiada lain dari kabilah-kabilah Ghifar dan Aslam yang dikerahkan semuanya oleh Abu Dzar yang telah masuk Islam, baik dari golongan laki-laki, perempuan, orang tua, remaja dan anak-anak. Berbondong-bondongnya berbagai kelompok masuk Islam tiada lain berkat Abu Dzar, seorang mubaligh ulung yang berjiwa bebas dan bercita-cita mulia itu, pastilah pahalanya tak terhingga.
Singkat cerita, masa Rasulullah telah berlalu. Setelah itu kemudian menginjak pada masa Abu Bakr Ash-Shiddiq dan juga masa Umar bin Khatab. Seiringan dengan itu meluas juga ajaran Islam ke berbagai pelosok dunia dan sebagai dampaknya tumbuhlah kemakmuran hidup. Namun sebaliknya, makin tertampak pula orang-orang yang tidak dapat menahan godaan dunia sebab terjerumus ke dalam kemewahan yang melebihi batas.
Maka pergilah Abu Dzar menemui pusat-pusat kekuasaan, salah satunya ke negeri Syria, tempat bercokolnya Mu’awiyah bin Abi Sufyan yang memerintah wilayah Islam paling subur, paling banyak hasil bumi, dan paling kaya dengan barang upetinya. Dengan tidak merasa gentar dan tanpa tedeng aling-aling, ditanyainnya Mu’awiyah dan kaumnya dengan perkataannya yang tajam, “Apakah tuan-tuan yang sewaktu Al-Qur’an diturunkan kepada Rasulullah, ia berada di lingkungan tuan-tuan?” Abu Dzar dengan segera menjawabnya sendiri, “Benar, kepada tuan-tuanlah Al-Qur’an diturunkan, dan tuan-tuanlah yang telah mengalami sendiri berbagai peperangan!” Kemudian ia mengajukan pertanyaan yang lain, “Tidakkah tuan-tuan jumpai dalam Al-Qur’an ayat ini:”
“Dan orang-orang yang menyimpan emas, perak dan tidak menafkahkannya di jalan Allah, bahwa mereka akan menerima siksa yang pedih. Yaitu ketika emas dan perak dipanaskan dalam api neraka, lalu disetrikakan ke kening, pinggang, dan punggung mereka, sambil dikatakan, inilah dia yang kalian simpan untuk diri kalian itu, maka rasailah akibatnya!” (QS. 9 At-Taubah: 34-35)
Mu’awiyah memotong jalan pembicaraannya, “Ayat ini diturunkan kepada ahlul kitab!” “Tidak!” seru Abu Dzar, “bahkan ia diturunkan kepada kita dan kepada mereka!” Abu Dzar melanjutkan ucapannya, menasihati Mu’awiyah dan para anak buahnya agar melepaskan gedung, tanah serta harta kekayaan itu, dan tidak menyimpan untuk diri masing-masing kecuali sekadar keperluan sehari-hari.
Abu Dzar telah mencurahkan segala tenaganya untuk melakukan perlawanan secara damai dan menjauhkan diri dari segala godaan kehidupan dunia. Ia menghabiskan sisa umurnya untuk melakukan hal serupa agar setiap orang yang beriman dapat menggunakan harta dan kekuasannya dengan sebaik-baiknya. Abu Dzar berkeinginan agar tak seorang pun di antara sahabat-sahabat Rasul menjadi pejabat atau pengumpul harta, tetapi hendaklah mereka tetap menjadi pelopor dan penunjuk hidayah Allah dan pengabdi hanya bagi-Nya. Sebab, ia telah mengenali benar tipu daya harta dan dunia.
Penulis: Muhammad Tis Asuh Shobirin
Penyunting: Idan Sahid
Tulisan website Pustaka Al-Bahjah merupakan platform bacaan yang ditulis oleh masyarakat umum sebagai media literasi. Submit tulisanmu dengan cara klik link ini.
Abu Dzar Al-Ghifari, sang Pelopor Gerakan Hidup Sederhana
Terkadang seorang pelajar bahasa arab akan mendapati sedikit kesulitan dalam mempelajari qoidah ‘adad ma’dud karena pembahasan tersebut tidak terlalu detail ketika disebutkan di sebagian kitab-kitab nahwu khususnya kitab nahwu klasik. Maka kami kumpulkan catatan kecil ini dengan harapan dapat memudahkan para pelajar pemula yang ingin menguasai dasar-dasar qoidah ‘adad ma’dud. Ukuran: 16 cm x 24… selengkapnya
Rp 29.000 Rp 37.700Buku “Sam’iyyat” karya Buya Yahya penting untuk kita memiliki sebagai buku pegangan dalam memiliki keyakinan yang benar. Dengan keyakinan yang benar maka kualitas keimanan seseorang akan semakin kuat. Mengimani sesuatu yang ghaib berdasarkan yang kita dengar tanpa melibatkan akal di dalamnya memerlukan upaya yang pelik. Namun dengan bahasa yang lugas, sederhana, dan dilengkapi dengan cara… selengkapnya
Rp 59.000 Rp 69.000Buku “Oase Iman” memberikan pemahaman yang mendalam namun ringan sebagai siraman hati bagi siapa pun yang membacanya. Berisi catatan buah dari renungan singkat di sepanjang perjalanan penulis dalam menjalankan tugas dakwah di jalan Allah Swt. Dari pengalaman yang berharga tersebut kemudian menjadi hikmah yang bertebaran dan dikumpulkan, kemudian dihadirkan dengan harapan adanya kebaikan dan sesuatu… selengkapnya
Rp 87.000 Rp 93.000Buku Fiqih Jenazah karya Buya Yahya adalah sebuah karya yang membahas secara komprehensif tentang tata cara dan hukum-hukum yang berkaitan dengan jenazah dalam agama Islam. Buku ini memberikan pemahaman mendalam, termasuk tuntutan sebelum seseorang meninggal, hingga pada proses pengurusan jenazah, memandikan jenazah, mengkafani jenazah, pelaksanaan shalat jenazah, penguburan jenazah sampai takziah. Buya Yahya juga menjelaskan… selengkapnya
Rp 58.000Maulid Ad Diba’ merupakan salah satu kitab maulid yang dibaca dalam rangka meneladani sîrah Rasulullah saw sekaligus bershalawat kepadanya. Salah satu bentuk penyebaran agama Islam adalah melalui peringatan hari lahir pembawa risalah Islam, Nabi Muhammad saw. Kitab Maulid Ad Diba’i menjadi kita yang dibaca pada peringatan hari lahir Nabi Muhammad Saw. Sebagai ungkapan syukur perayaan… selengkapnya
Rp 25.000Ilmu nahwu adalah termasuk bagian dari sekian macam bidang ilmu dalam bahasa arab. Tanpanya sebuah susunan kalam tidak akan difahamai dengan benar sebagaimana yang dikatakan oleh al Imam al Imrithi: والنَّحْوُ أَولَى أَوَّلًا أَنْ يُعْلَمَا * إِذِ الكَلَامُ دُونَهُ لَنْ يُفْهَمَا “ilmu nahwu lebih utama untuk dipelajari terlebih dahulu Karena sebuah kalam bahasa arab tanpanya… selengkapnya
Rp 72.000 Rp 93.600Buku Fiqih Bepergian karya Buya Yahya menghadirkan masalah umum yang sering dihadapi oleh kaum muslim dalam menjaga kualitas dan waktu shalat saat sedang bepergian. Buya Yahya memberikan penjelasan tentang kondisi-kondisi tertentu yang dapat mempengaruhi pelaksanaan shalat, seperti perbedaan zona waktu, keterbatasan ruang, susahnya mencari tempat wudhu, dan lain sebagainya. Buku ini memberikan solusi-solusi praktis yang… selengkapnya
Rp 23.000 Rp 43.000Buku Fiqih Praktis Haid karya Buya Yahya memuat tiga bahasan utama, yaitu identifikasi dan ketentuan haid, nifas, dan istihadhoh yang dilengkapi dengan ketentuan mengenai cara serta waktu bersuci. Semuanya dipaparkan dalam buku ini dengan lebih praktis dan mudah dipahami. Karena permasalahan ini sangat erat hubungannya dengan bermacam-macam ibadah, seperti shalat, puasa, thawaf, dan lain-lain. Maka… selengkapnya
Rp 149.000Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Cinta merupakan kepemilikan perasaan yang sulit untuk diungkapkan dengan kata. Sifatnya abstrak dan tak dapat dirasakan oleh... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Jumat, 02 Rabiul Akhir 1444 H atau bertepatan dengan Tanggal 28 Oktober 2022 telah diresmikan Pondok... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Malam Lailatul Qadr adalah malam istimewa yang lebih baik dari seribu bulan. Namun, keberadaannya tidak bisa ditentukan... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Kebencian adalah ketidaksenangan terhadap sesuatu yang bersemayam di hati. Kebencian yang menetap terlalu lama dalam hati seseorang akan... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Luka fisik maupun luka batin merupakan pelajaran berharga untuk lebih mengenal diri kita sendiri, memperkuat hati, dan... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Setiap menjelang lebaran, banyak ibu-ibu yang mengikuti arisan kue untuk mempersiapkan sajian saat hari raya. Namun, muncul... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Manusia adalah makhluk ciptaan Allah Swt yang paling mulia di muka bumi karena kesempurnaannya melebihi makhluk... selengkapnya
Jadikanlah Iduladha saat ini adalah untuk memulai dengan sungguh-sungguh berjuang dan berkorban dengan apa pun yang kita miliki untuk meruntuhkan... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Kita dianjurkan bersyukur atas nikmat yang Allah berikan di sebagian waktu dengan melakukan amalan kebaikan di waktu tersebut.... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Dalam hidup, kita tak pernah tahu kejutan apa yang akan datang esok hari. Kadang kita bersukacita, kadang juga... selengkapnya

Saat ini belum tersedia komentar.