Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

CS Pustaka
● online
CS Pustaka
● online
Halo, perkenalkan saya CS Pustaka
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Beranda » Blog » Abu Dzar Al-Ghifari, sang Pelopor Gerakan Hidup Sederhana

Abu Dzar Al-Ghifari, sang Pelopor Gerakan Hidup Sederhana

Diposting pada 20 November 2025 oleh Redaksi / Dilihat: 365 kali / Kategori:

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Abu Dzar adalah sahabat dekat Rasulullah dan termasuk salah satu orang terawal yang masuk Islam. Ketika ia masuk Islam, Rasulullah masih menyampaikan dakwahnya secara diam-diam. Maka, disampaikanlah hal itu kepada Abu Dzar, maka bagi Abu Dzar tak ada yang dapat dilakukannya saat itu selain memendam keimanan itu di dalam dada, lalu meninggalkan Kota Makkah secara diam-diam dan kembali kepada kaumnya.

Pada kaumnya, Abu Dzar menceritakan kepada mereka tentang Nabi. Maka dari situ seorang demi seorang kaumnya masuk Islam. Bahkan, usahanya tidak terbatas pada kaumnya semata, tapi dilanjutkannya pada suku lain yaitu suku Aslam. Hari-hari berlalu, Rasulullah telah hijrah ke Madinah dan menetap di sana bersama kaum Muslimin. Pada saat itu juga, rombongan-rombongan datang menghampiri masjid Rasulullah dan tempat kediamannya. Ternyata rombongan itu tiada lain dari kabilah-kabilah Ghifar dan Aslam yang dikerahkan semuanya oleh Abu Dzar yang telah masuk Islam, baik dari golongan laki-laki, perempuan, orang tua, remaja dan anak-anak. Berbondong-bondongnya berbagai kelompok masuk Islam tiada lain berkat Abu Dzar, seorang mubaligh ulung yang berjiwa bebas dan bercita-cita mulia itu, pastilah pahalanya tak terhingga.

Singkat cerita, masa Rasulullah telah berlalu. Setelah itu kemudian menginjak pada masa Abu Bakr Ash-Shiddiq dan juga masa Umar bin Khatab. Seiringan dengan itu meluas juga ajaran Islam ke berbagai pelosok dunia dan sebagai dampaknya tumbuhlah kemakmuran hidup. Namun sebaliknya, makin tertampak pula orang-orang yang tidak dapat menahan godaan dunia sebab terjerumus ke dalam kemewahan yang melebihi batas.

Maka pergilah Abu Dzar menemui pusat-pusat kekuasaan, salah satunya ke negeri Syria, tempat bercokolnya Mu’awiyah bin Abi Sufyan yang memerintah wilayah Islam paling subur, paling banyak hasil bumi, dan paling kaya dengan barang upetinya. Dengan tidak merasa gentar dan tanpa tedeng aling-aling, ditanyainnya Mu’awiyah dan kaumnya dengan perkataannya yang tajam, “Apakah tuan-tuan yang sewaktu Al-Qur’an diturunkan kepada Rasulullah, ia berada di lingkungan tuan-tuan?” Abu Dzar dengan segera menjawabnya sendiri, “Benar, kepada tuan-tuanlah Al-Qur’an diturunkan, dan tuan-tuanlah yang telah mengalami sendiri berbagai peperangan!” Kemudian ia mengajukan pertanyaan yang lain, “Tidakkah tuan-tuan jumpai dalam Al-Qur’an ayat ini:”

“Dan orang-orang yang menyimpan emas, perak dan tidak menafkahkannya di jalan Allah, bahwa mereka akan menerima siksa yang pedih. Yaitu ketika emas dan perak dipanaskan dalam api neraka, lalu disetrikakan ke kening, pinggang, dan punggung mereka, sambil dikatakan, inilah dia yang kalian simpan untuk diri kalian itu, maka rasailah akibatnya!” (QS. 9 At-Taubah: 34-35)

Mu’awiyah memotong jalan pembicaraannya, “Ayat ini diturunkan kepada ahlul kitab!” “Tidak!” seru Abu Dzar, “bahkan ia diturunkan kepada kita dan kepada mereka!” Abu Dzar melanjutkan ucapannya, menasihati Mu’awiyah dan para anak buahnya agar melepaskan gedung, tanah serta harta kekayaan itu, dan tidak menyimpan untuk diri masing-masing kecuali sekadar keperluan sehari-hari.

Abu Dzar telah mencurahkan segala tenaganya untuk melakukan perlawanan secara damai dan menjauhkan diri dari segala godaan kehidupan dunia. Ia menghabiskan sisa umurnya untuk melakukan hal serupa agar setiap orang yang beriman dapat menggunakan harta dan kekuasannya dengan sebaik-baiknya. Abu Dzar berkeinginan agar tak seorang pun di antara sahabat-sahabat Rasul menjadi pejabat atau pengumpul harta, tetapi hendaklah mereka tetap menjadi pelopor dan penunjuk hidayah Allah dan pengabdi hanya bagi-Nya. Sebab, ia telah mengenali benar tipu daya harta dan dunia.

 

Penulis: Muhammad Tis Asuh Shobirin

Penyunting: Idan Sahid

Tulisan website Pustaka Al-Bahjah merupakan platform bacaan yang ditulis oleh masyarakat umum sebagai media literasi. Submit tulisanmu dengan cara klik link ini.

 

 

Bagikan ke

Abu Dzar Al-Ghifari, sang Pelopor Gerakan Hidup Sederhana

Saat ini belum tersedia komentar.

Mohon maaf, form komentar dinonaktifkan pada halaman/artikel ini.
Merekonstruksi Hari Kasih Sayang di Bulan Februari Menuju Mahabbah Ilahiyah
14 Februari 2026

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Setiap kali kalender Masehi memasuki lembaran Februari, atmosfer di sekitar kita seolah berubah warna menjadi merah muda. Di... selengkapnya

Bolehkah Mendukung Iran yang Mayoritas Beraqidah Syiah?
16 Maret 2026

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Akhir-akhir ini, dunia sedang terfokus pada peperangan yang terjadi di Timur Tengah. Yakni peperangan antara Israel yang didukung... selengkapnya

Mengenal Mazhab dan Rujukan Fatwa Syafi’iyah
19 Januari 2026

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Pendiri mazhab Syafi’i bernama lengkap Abu Abdillah Muhammad bin Idris As-Syafi’i. Lahir dalam keadaan yatim di Gaza pada... selengkapnya

Tidak Merasakan Vibes Nya Ramadhan? Jangan-Jangan Karena Ini
2 April 2023

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Sahabat Pustaka, bulan Ramadhan merupakan bulan panen raya hamba-hamba terkasih Allah Swt karena pada bulan ini... selengkapnya

Penerimaan Terbuka Tulisan
28 Februari 2024

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Siapa di antara Sahabat Pustaka yang gemar menulis? Ada informasi menarik dari Pustaka Al-Bahjah Kami membuka kesempatan... selengkapnya

Cara Menyikapi Kekurangan dan Kelebihan yang Menghantarkan kepada Kemuliaan
12 Juni 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Setiap manusia tentunya memiliki kekurangan dan kelebihan. Oleh karena itu manusia membawa amanahnya masing-masing. Jika tidak dijaga, kekurangan... selengkapnya

Mengenal Hukum dan Keutamaan Haji sebagai Rukun Islam yang Kelima
23 Mei 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Haji menurut bahasa haji adalah bermaksud. Adapun menurut istilah fiqih haji adalah bermaksud (dengan sengaja) menuju Baitulharam (Ka’bah)... selengkapnya

SMAIQU Al-Bahjah Pusat Cirebon Borong Penghargaan dalam Ekspose Hasil Akreditasi 2023
6 Desember 2023

  Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Santri SMAIQu Al-Bahjah Pusat Cirebon borong penghargaan pada acara Ekspose Hasil Akreditasi 2023 yang digelar... selengkapnya

Mencium Tangan Guru: Tradisi Hormat atau Tanda Pengkultusan?
21 September 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Mencium tangan guru merupakan sebuah tradisi yang masuk ke dalam bab tabarruk. Tabarruk sendiri berarti mengambil berkah... selengkapnya

Masih Ada Yang Suka Menjual Kulit Hewan Kurban? Ternyata Begini Hukumnya
19 Juni 2023

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Praktik penjualan kulit hewan kurban saat hari raya Idul Adha adalah fenomena yang sering kita temui... selengkapnya

Abu Dzar Al-Ghifari, sang Pelopor Gerakan Hidup Sederhana

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: