Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

CS Pustaka
● online
CS Pustaka
● online
Halo, perkenalkan saya CS Pustaka
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Beranda » Blog » Abu Dzar Al-Ghifari, sang Pelopor Gerakan Hidup Sederhana

Abu Dzar Al-Ghifari, sang Pelopor Gerakan Hidup Sederhana

Diposting pada 20 November 2025 oleh Redaksi / Dilihat: 119 kali / Kategori:

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Abu Dzar adalah sahabat dekat Rasulullah dan termasuk salah satu orang terawal yang masuk Islam. Ketika ia masuk Islam, Rasulullah masih menyampaikan dakwahnya secara diam-diam. Maka, disampaikanlah hal itu kepada Abu Dzar, maka bagi Abu Dzar tak ada yang dapat dilakukannya saat itu selain memendam keimanan itu di dalam dada, lalu meninggalkan Kota Makkah secara diam-diam dan kembali kepada kaumnya.

Pada kaumnya, Abu Dzar menceritakan kepada mereka tentang Nabi. Maka dari situ seorang demi seorang kaumnya masuk Islam. Bahkan, usahanya tidak terbatas pada kaumnya semata, tapi dilanjutkannya pada suku lain yaitu suku Aslam. Hari-hari berlalu, Rasulullah telah hijrah ke Madinah dan menetap di sana bersama kaum Muslimin. Pada saat itu juga, rombongan-rombongan datang menghampiri masjid Rasulullah dan tempat kediamannya. Ternyata rombongan itu tiada lain dari kabilah-kabilah Ghifar dan Aslam yang dikerahkan semuanya oleh Abu Dzar yang telah masuk Islam, baik dari golongan laki-laki, perempuan, orang tua, remaja dan anak-anak. Berbondong-bondongnya berbagai kelompok masuk Islam tiada lain berkat Abu Dzar, seorang mubaligh ulung yang berjiwa bebas dan bercita-cita mulia itu, pastilah pahalanya tak terhingga.

Singkat cerita, masa Rasulullah telah berlalu. Setelah itu kemudian menginjak pada masa Abu Bakr Ash-Shiddiq dan juga masa Umar bin Khatab. Seiringan dengan itu meluas juga ajaran Islam ke berbagai pelosok dunia dan sebagai dampaknya tumbuhlah kemakmuran hidup. Namun sebaliknya, makin tertampak pula orang-orang yang tidak dapat menahan godaan dunia sebab terjerumus ke dalam kemewahan yang melebihi batas.

Maka pergilah Abu Dzar menemui pusat-pusat kekuasaan, salah satunya ke negeri Syria, tempat bercokolnya Mu’awiyah bin Abi Sufyan yang memerintah wilayah Islam paling subur, paling banyak hasil bumi, dan paling kaya dengan barang upetinya. Dengan tidak merasa gentar dan tanpa tedeng aling-aling, ditanyainnya Mu’awiyah dan kaumnya dengan perkataannya yang tajam, “Apakah tuan-tuan yang sewaktu Al-Qur’an diturunkan kepada Rasulullah, ia berada di lingkungan tuan-tuan?” Abu Dzar dengan segera menjawabnya sendiri, “Benar, kepada tuan-tuanlah Al-Qur’an diturunkan, dan tuan-tuanlah yang telah mengalami sendiri berbagai peperangan!” Kemudian ia mengajukan pertanyaan yang lain, “Tidakkah tuan-tuan jumpai dalam Al-Qur’an ayat ini:”

“Dan orang-orang yang menyimpan emas, perak dan tidak menafkahkannya di jalan Allah, bahwa mereka akan menerima siksa yang pedih. Yaitu ketika emas dan perak dipanaskan dalam api neraka, lalu disetrikakan ke kening, pinggang, dan punggung mereka, sambil dikatakan, inilah dia yang kalian simpan untuk diri kalian itu, maka rasailah akibatnya!” (QS. 9 At-Taubah: 34-35)

Mu’awiyah memotong jalan pembicaraannya, “Ayat ini diturunkan kepada ahlul kitab!” “Tidak!” seru Abu Dzar, “bahkan ia diturunkan kepada kita dan kepada mereka!” Abu Dzar melanjutkan ucapannya, menasihati Mu’awiyah dan para anak buahnya agar melepaskan gedung, tanah serta harta kekayaan itu, dan tidak menyimpan untuk diri masing-masing kecuali sekadar keperluan sehari-hari.

Abu Dzar telah mencurahkan segala tenaganya untuk melakukan perlawanan secara damai dan menjauhkan diri dari segala godaan kehidupan dunia. Ia menghabiskan sisa umurnya untuk melakukan hal serupa agar setiap orang yang beriman dapat menggunakan harta dan kekuasannya dengan sebaik-baiknya. Abu Dzar berkeinginan agar tak seorang pun di antara sahabat-sahabat Rasul menjadi pejabat atau pengumpul harta, tetapi hendaklah mereka tetap menjadi pelopor dan penunjuk hidayah Allah dan pengabdi hanya bagi-Nya. Sebab, ia telah mengenali benar tipu daya harta dan dunia.

 

Penulis: Muhammad Tis Asuh Shobirin

Penyunting: Idan Sahid

Tulisan website Pustaka Al-Bahjah merupakan platform bacaan yang ditulis oleh masyarakat umum sebagai media literasi. Submit tulisanmu dengan cara klik link ini.

 

 

Bagikan ke

Abu Dzar Al-Ghifari, sang Pelopor Gerakan Hidup Sederhana

Saat ini belum tersedia komentar.

Mohon maaf, form komentar dinonaktifkan pada halaman/artikel ini.
Memercayai Takdir Allah Selalu Baik
25 August 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Dalam hidup, kita tak pernah tahu kejutan apa yang akan datang esok hari. Kadang kita bersukacita, kadang juga... selengkapnya

Berbuka dengan Menu “Rasa Peduli”
7 April 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Ketika kita asyik menikmati ifthar dengan hidangan berjejer di meja makan, nun jauh di sana saudara kita,... selengkapnya

Mengantisipasi Kenakalan Anak di Era Modern: Mendidik dengan Kasih Sayang dan Ketegasan
30 January 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Mendidik anak menjadi tantangan besar bagi orang tua di zaman sekarang. Tak sedikit orang tua mengalami kesulitan... selengkapnya

Hukum Pembayaran Zakat Fitrah Melalui Transfer Bank E Wallet dan QR Code Perspektif Hukum Islam
27 March 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Setiap menjelang Idulfitri, umat Islam di seluruh dunia berbondong-bondong menunaikan zakat fitrah sebagai bentuk penyucian diri dan... selengkapnya

Meski Belum Bisa Berangkat ke Tanah Suci, Amalan Ini Setara dengan Pahala Haji
14 May 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Ibadah haji merupakan impian setiap Muslim. Setiap Muslim rindu untuk bisa berangkat haji. Sebab, ibadah haji itu merupakan... selengkapnya

Pembelajaran Hidup dari Tukang Parkir yang Selalu Berdzikir
10 July 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Suatu Jumat pagi, saya pergi ke pasar untuk belanja kebutuhan dapur. Setelah saya memarkirkan motor di area bebas... selengkapnya

Doa Tak Kunjung Terkabul, Harus Bagaimana?
30 September 2023

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Sebelumnya, kita telah membahas kisah Nabi Zakariya dan bagaimana rumus agar doa terkabul, jika Anda belum... selengkapnya

Muncul Keyakinan di Masyarakat Bulan Dzulqa’dah (Kapit) adalah Bulan Sial, Benarkah?
24 May 2023

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Saat ini kita telah memasuki bulan Dzulqa’dah. Bulan Dzulqa’dah yang merupakan bulan ke-11 dalam kalender Islam... selengkapnya

Menyambut Kedatangan Murobbina Buya Yahya & Ummi Fairuz
25 February 2023

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Haru dan bahagia pecah diantara para santri dan pejuang pada sore hari Jumat 3 Sya’ban 1444... selengkapnya

Di Maulid dan Silaturahmi Akbar Al-Bahjah, Founder Camp Sholawat Berikan Cara Bisa Istiqomah Sholawat Hingga Ribuan Setiap Hari, Mari Simak Tipsnya!
3 October 2022

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Pada kegiatan Maulid dan Silaturahmi Akbar Al-Bahjah 1444 H kemarin, sangat banyak ilmu dan nasihat yang... selengkapnya

Abu Dzar Al-Ghifari, sang Pelopor Gerakan Hidup Sederhana

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: