Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

CS Pustaka
● online
CS Pustaka
● online
Halo, perkenalkan saya CS Pustaka
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Beranda » Blog » 5 Jenis Cinta Menurut Ibnu Qayyim al-Jauziyyah, Ada yang Terlarang!

5 Jenis Cinta Menurut Ibnu Qayyim al-Jauziyyah, Ada yang Terlarang!

Diposting pada 16 September 2024 oleh Redaksi / Dilihat: 2.514 kali / Kategori:

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Cinta merupakan kepemilikan perasaan yang sulit untuk diungkapkan dengan kata. Sifatnya abstrak dan tak dapat dirasakan oleh indra perasa. Namun dapat diketahui oleh setiap hati manusia. Banyak yang tenggelam hingga hanyut di dalamnya, bahkan sampai ia tak tahu bahwa telah dimabuk cinta. Logika dan realitas seakan sirna tak bisa berbuat apa-apa akibat terjangannya.

Cinta bisa membawa seseorang pada kebahagiaan. Namun juga bisa mengantarkan seseorang ke jurang penderitaan. Cinta yang berlebihan kepada manusia tentunya bukanlah cinta yang sesungguhnya. Cinta tersebut malah menjurus pada ketidakbaikan dan kebutaan semata. Lantas, cinta seperti apa yang boleh kita miliki?

Ibnu Qayyim al-Jauziyyah menjelaskan bahwa ada jenis-jenis cinta yang harus kita bedakan agar tidak salah kaprah dalam mengimplementasikannya.

  1. Cinta kepada Sang Pencipta (mahabbatullah)

Sudah sepantasnya bahkan wajib hukumnya mencintai dzat yang menciptakan manusia dan seluruh isinya, itulah Allah Ta’ala yang menciptakan seluruh makhluk termasuk manusia. Hanya kepada-Nya lah cinta yang paripurna harus kita persembahkan seutuhnya. Namun tentunya hal itu belumlah cukup.

Ada hal lain yang harus kita lakukan selain dari mencintai-Nya, yaitu diiringi dengan ta’abbud alias menyembah dan menghamba kepada-Nya dalam bentuk ibadah. Melaksanakan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya dengan cara bertakwa. Takwa adalah tanda hakiki seseorang yang mencintai Allah Swt dengan sebenar-benarnya. Takwa menjadi pembeda antara seseorang yang sungguh-sungguh mencinta dengan yang berpura-pura.

  1. Cinta kepada Makhluk yang Allah Cintai (mahabbatu ma yuhibbullah)

Bahasa sederhananya adalah mencintai segala sesuatu yang dicintai Allah Swt. Cinta yang membawa kita untuk semakin mencintai Allah Swt. Sebagai contoh Allah mencintai Rasulullah, jadi bagaimana mungkin kita mencintai Allah Swt kalau kita tidak mencintai Nabi Muhammad Rasulullah Saw? Rasulullah adalah pembawa risalah agama Allah maka wajib hukumnya mencintai Rasulullah. Kenapa? Karena mencintai Rasulullah dan para Nabi merupakan salah satu bagian dari rukun iman. Jika kita tak mau mencintai Rasulullah maka keimanannya dipertanyakan. Termasuk juga cinta kepada ilmu, cinta kepada ibadah, cinta kepada ulama, cinta kepada anak yatim, dan cinta kepada segala hal yang Allah cintai maka itulah tanda kita mencintai Allah.

  1. Cinta karena Allah dan di Jalan Allah (al-hubbu fillah wa lillah)

Jenis cinta ini erat hubungannya dengan niat dan tujuan kita mencintai sesuatu. Bayangkan ada seseorang mencintai istri atau suaminya tetapi bukan karena niat yang tulus untuk beribadah, melainkan cinta yang semata mengharapkan adanya keuntungan dunia di dalamnya. Seperti mencintai karena hartanya, jabatannya, atau penampilan fisiknya. Tentunya hal ini bukan cinta yang sesungguhnya.

  1. Cinta yang Manusiawi (mahabbah ath-thabi’iyyah)

Rasa cinta yang secara naluriah dimiliki setiap manusia, cinta yang merupakan watak dan sifat kita untuk mencintai seseorang. Cinta yang dibangun atas dasar kehalalan dan berorientasi kepada akhirat. Cinta jenis ini merupakan cinta yang wajar dan boleh untuk dimiliki. Seperti cintanya seseorang terhadap istri atau suaminya, anak-anaknya, dan lain-lain. Tentunya dengan catatan jangan sampai melalaikan kita dari beribadah dan mengingat Allah Swt.

  1. Cinta kepada Allah dan kakhluk dengan kadar yang Sama (mahabbah ma’allah)

Pernah mendengar atau merasakan sendiri jenis cinta yang seperti ini? Seseorang yang mencintai orang lain namun di satu sisi kadar cintanya sama atau bahkan melebihi cintanya kepada Allah Swt. Mungkin hampir mirip dengan istilah masa kini, bucin alias budak cinta, seseorang yang mencintai orang lain secara berlebihan bahkan sampai merugikan dirinya sendiri.

Cinta seperti ini merupakan cinta yang dilarang dikarenakan menjadikan Allah Swt sebagai tandingan atau bahkan menjadikan objek yang dicintainya lebih utama daripada Allah.

Dari 5 jenis cinta di atas, marilah kita bijak dalam mengimplementasikan cinta sehingga cinta yang kita miliki menjadi sebab keselamatan kita di dunia dan akhirat.

Wallahu a’lam.

 

Penulis: Muhammad Adib

 

Tulisan website Pustaka Al-Bahjah merupakan platform bacaan yang ditulis oleh masyarakat umum sebagai media literasi. Submit tulisanmu dengan cara ini.

Tags: , , ,

Bagikan ke

5 Jenis Cinta Menurut Ibnu Qayyim al-Jauziyyah, Ada yang Terlarang!

Saat ini belum tersedia komentar.

Mohon maaf, form komentar dinonaktifkan pada halaman/artikel ini.
Menjadi Muslimah Modern dengan Syar’i
22 November 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Zaman terus berubah saban detik. Kini, kita berada pada zaman digital yang memungkinkan setiap orang terhubung hanya dengan... selengkapnya

Pandai Menyikapi Kebencian sebagai Kunci Hidup Bahagia
18 Juni 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Kebencian adalah ketidaksenangan terhadap sesuatu yang bersemayam di hati. Kebencian yang menetap terlalu lama dalam hati seseorang akan... selengkapnya

Beginilah Cara Ampuh Melawan Sifat Sombong Dalam Diri Kita
19 Januari 2023

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Sombong merupakan sebuah sifat tercela dimana seseorang memandang orang lain lebih rendah dan hina, dan hanya... selengkapnya

Hidup Diliputi Kebingungan, Tak Tentu Arah dan Tujuan? Mari Simak Nasihat Buya Yahya Berikut Ini
24 Desember 2022

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Manusia adalah makhluk ciptaan Allah Swt yang paling mulia di muka bumi karena kesempurnaannya  melebihi makhluk... selengkapnya

Bolehkah Mahasiswa Muslim Mengunjungi Gereja untuk Tugas Kuliah? Begini Penjelasan Buya Yahya
25 Juli 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Seorang mahasiswa muslim menghadapi dilema ketika harus mengunjungi gereja untuk keperluan tugas kuliah. Dalam sebuah kesempatan, ia... selengkapnya

Jangan Sampai Merugi, Lakukan 2 Hal Ini Sebelum Datangnya Ramadhan
16 Maret 2023

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Sahabat Pustaka sekalian, tak terasa Ramadhan tinggal menghitung hari. Sebagai orang beriman, kita tentu harus bergembira... selengkapnya

Beginilah Menyikapi Perbedaan Doa Berbuka Puasa Menurut Buya Yahya
28 Maret 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Orang yang merindukan bulan Ramadan akan mengenang setiap hiruk-pikuk yang ada di dalamnya. Seperti berburu takjil, sahur,... selengkapnya

Bolehkah Syair dan Berpuisi dalam Islam? Begini Penjelasan Buya Yahya
27 Mei 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Syair atau puisi merupakan untaian kata-kata yang dibuat seseorang dan berisi ungkapan isi hati, pikiran, atau perasaan... selengkapnya

Kunci Keberkahan Umur
28 Desember 2023

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Umur manusia menjadi rahasia yang tidak ada seorang pun tahu berapa panjang usia yang dijatahkan kepadanya.... selengkapnya

Menyiapkan Bekal Akhirat dengan Sambung kepada Nabi Muhammad Saw
1 Desember 2023

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Dunia ini sangat sementara. Segala yang kita miliki dan kita sayangi akan kita tinggalkan. Tidak ada... selengkapnya

5 Jenis Cinta Menurut Ibnu Qayyim al-Jauziyyah, Ada yang Terlarang!

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: