● online
Menjadi Muslimah Modern dengan Syar’i

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Zaman terus berubah saban detik. Kini, kita berada pada zaman digital yang memungkinkan setiap orang terhubung hanya dengan sentuhan jari saja. Media sosial dapat menjadi media dakwah, tempat berbagi, dan ruang ekspresi. Namun di balik itu semua, media sosial juga membawa tantangannya, tak terkecuali bagi kaum Muslimah. Lantas bagaimana cara Muslimah menyesuaikan dengan zaman, tapi tetap menjaga kesopanan dan nilai Islam?
Selain itu, munculnya tren gaya hidup baru, seperti beauty vlog, fashion hijab, sampai food floger, dan lain-lain, muncul pertanyaan, apakah Muslimah harus menolak modernitas demi menjaga kesyar’iannya? Berikut respons cerdas dan bijaksana yang bisa dilakukan Muslimah dalam menyikapinya.
Boleh Modern tapi Tetap Agamis
Menjadi modern tidak salah. Islam tidak melarang kemajuan teknologi. Oleh karena itu, seorang Muslimah bisa tampil modis, asalkan tetap menjaga kaidah dalam menutup aurat. Salah satunya yaitu tidak menggunakan pakaian yang transparan, tidak ketat, dan model-model pakaian yang dapat menimbulkan fitnah.
Pemanfaatan teknologi digital sangat dianjurkan bila tujuannya untuk kebaikan, bukan untuk aktivitas yang sia-sia atau bertentangan dengan moralitas. Para Muslimah boleh aktif di media sosial, bahkan menjadi influenser, asal tidak menyalahi aturan agama. Modernitas dalam Islam bukan diukur dari penampilan luar, melainkan dari bagaimana seseorang memanfaatkan kemajuan zaman untuk mendekatkan diri kepada Allah dan menebar manfaat kepada sesama.
Tetap Menjaga Identitas Muslimah Dibandingkan Standar Kecantikan Versi Duniawi
Banyak wanita merasa kurang percaya diri karena membandingkan dirinya dengan orang lain yang terlihat “sempurna” di layar handphone. Padahal, sering kali yang terlihat hanyalah potongan kecil dari kenyataan yang telah disunting sedemikian rupa. Muslimah perlu menanamkan pemahaman bahwa identitasnya bukan ditentukan oleh jumlah follower, likes, atau penuhnya kolom komentar, tetapi oleh seberapa kuat ia memegang prinsip dan menjaga marwah dirinya. Allah berfirman dalam Al-Qur’an:
“Dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu.” (QS. Al-Ahzab: 33)
Ayat ini bukan berarti melarang berhias atau tampil rapi, melainkan mengingatkan agar tidak berlebihan dalam meniru gaya hidup yang bertentangan dengan nilai-nilai Islam.
Etika Muslimah di Dunia Digital
Dari media sosial kita bisa mengetahui kepribadian seseorang di dunia nyatanya. Apa yang seseorang tulis, unggah, atau komentari, bisa mencerminkan siapa dirinya sebenarnya. Oleh sebab itu, seorang Muslimah yang cerdas dan anggun akan memperhatikan etika bermedia sosialnya. Beberapa prinsip etika yang bisa dipegang oleh Muslimah pada zaman modern seperti sekarang ini, antara lain sebagai berikut.
- Jaga niat bahwa menggunakan media sosial bukan untuk pamer, tetapi untuk berbagi manfaat.
- Menjaga pandangan dan ucapan. Hindari melihat postingan negatif dan tidak mengomentari postingan yang tidak pantas atau menyinggung orang lain.
- Hindari konten berlebihan. Seperti foto yang membuka aurat, menunjukkan kemewahan sehingga menyebabkan kesombongan.
- Gunakan waktu dengan bijak. Jangan sampai waktu habis hanya untuk menggulir layar tanpa tujuan. Rasulullah Salallahu ‘Alahi Wasallam bersabda:
“Di antara kebaikan Islam seseorang adalah meninggalkan hal yang tidak bermanfaat baginya.” (HR. Tirmidzi)
Tampil Stylish dengan Syar’i
Menutup aurat bukan berarti kehilangan gaya. Justru banyak desainer Muslimah dan fashion influencer yang membuktikan bahwa busana syar’i bisa tetap elegan, modis, dan nyaman. Kuncinya ialah niat dan batas. Pakaian boleh indah, asal tidak ketat, tidak transparan, dan tidak menyerupai pakaian laki-laki. Hijab boleh modis, asal tidak berlebihan dan tidak menarik perhatian berlebihan. Tampil rapi dan menarik justru dianjurkan dalam Islam. Rasulullah ﷺ bersabda:
“Sesungguhnya Allah itu indah dan menyukai keindahan.” (HR. Muslim)
Maka tidak ada salahnya seorang muslimah berpenampilan modern, asal tetap dalam koridor syar’i dan menjaga kehormatan diri.
Media Sosial sebagai Ladang Dakwah dan Kebaikan
Banyak Muslimah masa kini yang menjadikan media sosial bukan hanya sekadar tempat curhat, tetapi juga digunakan sebagai media dakwah dan belajar. Mereka berbagi tips hijrah, edukasi seputar peran perempuan dalam Islam, bahkan berdakwah lewat konten kreatif seperti video pendek, maupun tulisan motivasi. Setiap konten baik yang dibagikan bisa menjadi amal jariyah yang terus mengalir pahalanya. Namun, kembali lagi, semua berawal dari niat. Jika niatnya untuk mencari ridha Allah, maka setiap jari yang menekan tombol share bisa menjadi ibadah.
Setiap Muslimah memiliki tugas mulia untuk tetap teguh memegang marwahnya. Era modern ini memang menawarkan kemudahan, tetapi juga menghadirkan tantangan besar terhadap rasa malu (haya’) dan batasan privasi para Muslimah. Oleh karena itu, jadikanlah iman sebagai penguat dan ilmu sebagai perisai. Gunakan teknologi dengan cerdas yakni untuk menebar kebaikan, bukan untuk mengumbar aurat, tabarruj, atau terlibat dalam hal yang sia-sia. Ingatlah bahwa kehormatan sejati seorang Muslimah tidak diukur dari jumlah pengikut atau like, melainkan dari keteguhannya menjaga ketaatan kepada Allah dan memelihara kesucian dirinya, baik di dunia nyata maupun di dunia maya.
Penulis: Adinda Putri Rizki Prahadianti
Penyunting: Idan Sahid
Tulisan website Pustaka Al-Bahjah merupakan platform bacaan yang ditulis oleh masyarakat umum sebagai media literasi. Submit tulisanmu dengan cara klik link ini.
Menjadi Muslimah Modern dengan Syar’i
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Wudu merupakan syarat sah shalat yang harus dipenuhi setiap Muslim. Tanpa suci dari hadas besar maupun kecil, maka... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Dalam ajaran Islam, setelah seseorang meninggalkan alam dunia, dia memasuki fase yang disebut sebagai alam barzakh, yakni... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Pada tahun-tahun tertentu, kita menemukan hari raya bertepatan dengan hari Jumat. Bersamaan dengan itu, muncul pertanyaan apakah melaksanakan... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Dikisahkan ada seorang sahabat bernama Mush’ab bin Umair. Pada suatu waktu, ia dipilih oleh Rasulullah untuk melakukan tugas... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Bulan Rajab adalah bulan yang dimuliakan oleh Allah Swt. Pada bulan ini, terdapat peristiwa besar, yakni Isra’... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Hati memiliki dua pintu utama, yaitu mata dan telinga. Segala informasi yang diterima hati melalui mata dan telinga... selengkapnya
Sang surya mulai menampakkan sinarnya pertanda hari mulai merangkak siang. Teguh duduk termangu di teras rumahnya. Matanya mendelik ke arah... selengkapnya
MALU Aku malu pada bulan Yang terangnya meluluhlantahkan gelapnya hatiku Aku malu pada bintang Yang indah kemerlapnya tak seujung... selengkapnya
Balada Rindu Sang Bilal (Oleh: Husni A. Mubarak) Andai datang burung-burung surga padanya Bilal bin Rabah tetap memeras... selengkapnya
Penerbit: Pustaka Al-Bahjah Penulis: Maulid Johansyah, M.Pd. Tebal buku: xi+138 Buku saku Kosa Kata (Almufrodat) Sehari-Hari ini merupakan pelengkap untuk… selengkapnya
Rp 23.000 Rp 29.900Penerbit: Pustaka Al-Bahjah Penulis: Moch. Idam Kholid Ukuran: 10,5 x 16,5 cm Tebal buku: 256 Bahasa Inggris adalah bahasa internasional… selengkapnya
*Harga Hubungi CSPenerbit: Pustaka Al-Bahjah Penulis: Buya Yahya Ukuran: 14 x 21 cm Tebal buku: 144 Halaman Sesungguhnya syariat Islam adalah syariat… selengkapnya
*Harga Hubungi CSPenerbit: Pustaka Al-Bahjah Penulis: Achmad Hisyam Al Habsyie Tebal buku: viii+140 Menelusuri jejak kepemimpinan Islam pasca wafatnya Rasulullah Saw melalui… selengkapnya
*Harga Hubungi CSTerkadang seorang pelajar bahasa arab akan mendapati sedikit kesulitan dalam mempelajari qoidah ‘adad ma’dud karena pembahasan tersebut tidak terlalu detail… selengkapnya
Rp 29.000 Rp 37.700Buku Indahnya Memahami Perbedaan Para Ulama (IMPPU) Karya Buya Yahya menjelaskan perbedaan keyakinan aqidah dan perbedaan pelaksanaan amalan ibadah-ibadah dalam… selengkapnya
Rp 89.000FIQIH PRAKTIS SHALAT BERJAMAAH KARYA BUYA YAHYA Buku ini membahas tentang pentingnya dan tata cara melaksanakan shalat berjamaah, yaitu shalat… selengkapnya
Rp 65.000Maulid Ad Diba’ merupakan salah satu kitab maulid yang dibaca dalam rangka meneladani sîrah Rasulullah saw sekaligus bershalawat kepadanya. Salah… selengkapnya
Rp 25.000Penerbit: Pustaka Al-Bahjah Penulis: Achmad Hisyam Tebal buku: viii+102 Kehidupan keras yang dilalui Nabi Muhammad Saw di masa kecil telah… selengkapnya
*Harga Hubungi CSBuku Fiqih Shalat karya Buya Yahya ini berisi pedoman lengkap mengenai hukum fiqih dan tata cara dalam menjalankan ibadah shalat…. selengkapnya
Rp 59.000
Saat ini belum tersedia komentar.