Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

CS Pustaka
● online
CS Pustaka
● online
Halo, perkenalkan saya CS Pustaka
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Beranda » Blog » 5 Jenis Cinta Menurut Ibnu Qayyim al-Jauziyyah, Ada yang Terlarang!

5 Jenis Cinta Menurut Ibnu Qayyim al-Jauziyyah, Ada yang Terlarang!

Diposting pada 16 September 2024 oleh Redaksi / Dilihat: 2.323 kali / Kategori:

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Cinta merupakan kepemilikan perasaan yang sulit untuk diungkapkan dengan kata. Sifatnya abstrak dan tak dapat dirasakan oleh indra perasa. Namun dapat diketahui oleh setiap hati manusia. Banyak yang tenggelam hingga hanyut di dalamnya, bahkan sampai ia tak tahu bahwa telah dimabuk cinta. Logika dan realitas seakan sirna tak bisa berbuat apa-apa akibat terjangannya.

Cinta bisa membawa seseorang pada kebahagiaan. Namun juga bisa mengantarkan seseorang ke jurang penderitaan. Cinta yang berlebihan kepada manusia tentunya bukanlah cinta yang sesungguhnya. Cinta tersebut malah menjurus pada ketidakbaikan dan kebutaan semata. Lantas, cinta seperti apa yang boleh kita miliki?

Ibnu Qayyim al-Jauziyyah menjelaskan bahwa ada jenis-jenis cinta yang harus kita bedakan agar tidak salah kaprah dalam mengimplementasikannya.

  1. Cinta kepada Sang Pencipta (mahabbatullah)

Sudah sepantasnya bahkan wajib hukumnya mencintai dzat yang menciptakan manusia dan seluruh isinya, itulah Allah Ta’ala yang menciptakan seluruh makhluk termasuk manusia. Hanya kepada-Nya lah cinta yang paripurna harus kita persembahkan seutuhnya. Namun tentunya hal itu belumlah cukup.

Ada hal lain yang harus kita lakukan selain dari mencintai-Nya, yaitu diiringi dengan ta’abbud alias menyembah dan menghamba kepada-Nya dalam bentuk ibadah. Melaksanakan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya dengan cara bertakwa. Takwa adalah tanda hakiki seseorang yang mencintai Allah Swt dengan sebenar-benarnya. Takwa menjadi pembeda antara seseorang yang sungguh-sungguh mencinta dengan yang berpura-pura.

  1. Cinta kepada Makhluk yang Allah Cintai (mahabbatu ma yuhibbullah)

Bahasa sederhananya adalah mencintai segala sesuatu yang dicintai Allah Swt. Cinta yang membawa kita untuk semakin mencintai Allah Swt. Sebagai contoh Allah mencintai Rasulullah, jadi bagaimana mungkin kita mencintai Allah Swt kalau kita tidak mencintai Nabi Muhammad Rasulullah Saw? Rasulullah adalah pembawa risalah agama Allah maka wajib hukumnya mencintai Rasulullah. Kenapa? Karena mencintai Rasulullah dan para Nabi merupakan salah satu bagian dari rukun iman. Jika kita tak mau mencintai Rasulullah maka keimanannya dipertanyakan. Termasuk juga cinta kepada ilmu, cinta kepada ibadah, cinta kepada ulama, cinta kepada anak yatim, dan cinta kepada segala hal yang Allah cintai maka itulah tanda kita mencintai Allah.

  1. Cinta karena Allah dan di Jalan Allah (al-hubbu fillah wa lillah)

Jenis cinta ini erat hubungannya dengan niat dan tujuan kita mencintai sesuatu. Bayangkan ada seseorang mencintai istri atau suaminya tetapi bukan karena niat yang tulus untuk beribadah, melainkan cinta yang semata mengharapkan adanya keuntungan dunia di dalamnya. Seperti mencintai karena hartanya, jabatannya, atau penampilan fisiknya. Tentunya hal ini bukan cinta yang sesungguhnya.

  1. Cinta yang Manusiawi (mahabbah ath-thabi’iyyah)

Rasa cinta yang secara naluriah dimiliki setiap manusia, cinta yang merupakan watak dan sifat kita untuk mencintai seseorang. Cinta yang dibangun atas dasar kehalalan dan berorientasi kepada akhirat. Cinta jenis ini merupakan cinta yang wajar dan boleh untuk dimiliki. Seperti cintanya seseorang terhadap istri atau suaminya, anak-anaknya, dan lain-lain. Tentunya dengan catatan jangan sampai melalaikan kita dari beribadah dan mengingat Allah Swt.

  1. Cinta kepada Allah dan kakhluk dengan kadar yang Sama (mahabbah ma’allah)

Pernah mendengar atau merasakan sendiri jenis cinta yang seperti ini? Seseorang yang mencintai orang lain namun di satu sisi kadar cintanya sama atau bahkan melebihi cintanya kepada Allah Swt. Mungkin hampir mirip dengan istilah masa kini, bucin alias budak cinta, seseorang yang mencintai orang lain secara berlebihan bahkan sampai merugikan dirinya sendiri.

Cinta seperti ini merupakan cinta yang dilarang dikarenakan menjadikan Allah Swt sebagai tandingan atau bahkan menjadikan objek yang dicintainya lebih utama daripada Allah.

Dari 5 jenis cinta di atas, marilah kita bijak dalam mengimplementasikan cinta sehingga cinta yang kita miliki menjadi sebab keselamatan kita di dunia dan akhirat.

Wallahu a’lam.

 

Penulis: Muhammad Adib

 

Tulisan website Pustaka Al-Bahjah merupakan platform bacaan yang ditulis oleh masyarakat umum sebagai media literasi. Submit tulisanmu dengan cara ini.

Tags: , , ,

Bagikan ke

5 Jenis Cinta Menurut Ibnu Qayyim al-Jauziyyah, Ada yang Terlarang!

Saat ini belum tersedia komentar.

Mohon maaf, form komentar dinonaktifkan pada halaman/artikel ini.
Mengapa Ada Perbedaan Mazhab? Begini Penjelasannya
23 Juli 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Sudah menjadi rahasia umum bahwa Allah Swt. menurunkan Al-Qur’an sebagai pedoman utama bagi umat manusia dalam menjalani... selengkapnya

Ini Dia Kunci Sukses Pernikahan yang Sehat
30 April 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Hubungan yang sehat dalam pernikahan adalah ketika pasangan saling mendukung, menghargai, dan memahami satu sama lain serta... selengkapnya

Apa Itu Nikah Batin dan Bagaimana Hukumnya dalam Islam?
26 April 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Pernikahan sering kali disebut sebagai ibadah terpanjang dalam hidup. Mengandung makna bahwa pernikahan dilakukan dari mulai akad sampai... selengkapnya

Berpendidikan Tinggi Tapi Tidak Bermoral: Renungan Hakikat Pendidikan
27 November 2023

Pustaka Al-Bahjah – Cirebon, Betapa banyak kita temukan titel akademik dimiliki seseorang, tetapi moral mereka tidak mewakili orang-orang berpendidikan. Banyak... selengkapnya

Lebarkan Sayap Dakwah Rasulullah Saw, Pondok Pesantren Al-Bahjah Binangkit Tasikmalaya Diresmikan
28 Oktober 2022

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Jumat, 02 Rabiul Akhir 1444 H atau bertepatan dengan Tanggal 28 Oktober 2022 telah diresmikan Pondok... selengkapnya

Shalawat itu ‘Murah-Meriah’, Mari Hadirkan Baginda Nabi ﷺ di Hati Kita
14 Oktober 2021

PUSTAKA AL-BAHJAH-ARTIKEL-Bulan Rabi’ul Awal selalu menjadi momentum spesial untuk kembali mengenang perjuangan Rasulullah, memperingati hari kelahiran manusia terbaik yang pernah... selengkapnya

Agar Iman Tidak Turun Saat Datang Bulan
19 September 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Wahai Muslimah, pernahkah kamu merasakan iman turun saat datang bulan? Sebenarnya persoalan ini bukan hanya terjadi saat... selengkapnya

Puisi-Puisi Aksa Sagara
20 November 2024

  BANTU AKU   Dibutuhkan seluruh jiwa untuk memahami bahwa labuhan hati adalah mengerti hadir-Mu di setiap langkah hari seperti... selengkapnya

Bagaimanakah Cara Mencintai Rasulullah Saw? Simak Penjelasan Buya Yahya Berikut
9 September 2023

Cinta kepada Nabi merupakan hal yang sangat mudah untuk diucapkan. Akan tetapi, ternyata cinta kepada Nabi tidak sederhana dalam ucapan... selengkapnya

Agar Mahar Pernikahan Tidak Jadi Petaka
31 Juli 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Salah satu yang selalu diperbincangkan dalam sebuah pernikahan adalah mahar. Mahar dapat diartikan sebagai pemberian pihak laki-laki... selengkapnya

5 Jenis Cinta Menurut Ibnu Qayyim al-Jauziyyah, Ada yang Terlarang!

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: