Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

CS Pustaka
● online
CS Pustaka
● online
Halo, perkenalkan saya CS Pustaka
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Beranda » Blog » Sudah 79 Tahun Merdeka, Perjuangan Belum Selesai!

Sudah 79 Tahun Merdeka, Perjuangan Belum Selesai!

Diposting pada 17 Agustus 2024 oleh Redaksi / Dilihat: 762 kali / Kategori:

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Puji syukur kepada Allah Swt yang telah memberikan anugerah kemerdekaan kepada negeri dan bangsa ini sehingga saat ini kita dapat merasakan kedamaian dan ketenteraman tanpa ketakutan di bawah kejamnya penjajahan. Bangsa ini telah melewati sejarah panjang yang penuh dengan pengorbanan dan perjuangan untuk meraih kemerdekaan. Jika 79 tahun yang lalu para pendiri bangsa dan para leluhur kita berjuang dan mengorbankan segalanya bahkan jiwa untuk mengusir para penjajah maka perjuangan tersebut sampai hari ini sejatinya belum berakhir. Kita sebagai generasi penerus berkewajiban untuk melanjutkan perjuangan tersebut dalam rangka menjaga dan mempertahankan kemerdekaan yang sudah didapat. Itulah bukti syukur yang sesungguhnya dalam memaknai hari kemerdekaan.

Jika dahulu para patriot negeri berjuang melawan dari para penjajah maka ketahuilah musuh terbesar kita hingga saat ini sebenarnya adalah hawa nafsu kita sendiri. Rasulullah Saw bersabda:

أَعْدَى عَدُوِّكَ نَفْسُكَ الَّتِي بَيْنَ جَنْبَيْكَ (أخرجه البيهقي)

“Musuh terbesarmu adalah hawa nafsu yang ada di dalam dirimu”. (HR. al Baihaqi)

Dalam riwayat lain dikisahkan saat para sahabat telah kembali dari sebuah peperangan yang begitu dahsyat Rasulullah Saw kemudian mengatakan:

مَرْحَبًا بِكُمْ قَدِمْتُمْ مِنَ الجِهَادِ الأَصْغَرِ إِلَى الجِهَادِ الأَكْبَرِ قِيلَ يَا رَسُولَ اللهِ وَمَا الجِهَادُ الأَكْبَرُ ؟ قَالَ جِهَادُ النَّفْسِ (أخرجه البيهقي)

“Selamat datang, kalian telah kembali dari perang yang kecil menuju ke perang yang lebih besar. Apa itu perang yang lebih besar ya Rasulullah? Tanya sahabat. Beliau mengatakan: jihad melawan hawa nafsu”.

Jika dahulu para penjajah mereka bersekutu dan bersekongkol untuk merampas kekayaan alam bumi pertiwi ini, maka saat ini musuh terbesar kita hawa nafsu juga mempunyai sekutu yaitu iblis dan para begundalnya dari golongan jin dan manusia. Mereka selalu berusaha untuk menghancurkan para hamba-hamba Allah dan merampas iman, moral, dan akhlak kita sehingga kita tidak punya lagi rambu-rambu. Akhirnya kehilangan petunjuk untuk menilai mana yang baik mana yang salah, kelak agar kita menjadi kawan-kawan mereka untuk menempati neraka.

إِنَّ ٱلشَّيۡطَٰنَ لَكُمۡ عَدُوٌّ فَٱتَّخِذُوهُ عَدُوًّاۚ إِنَّمَا يَدۡعُواْ حِزۡبَهُۥ لِيَكُونُواْ مِنۡ أَصۡحَٰبِ ٱلسَّعِيرِ (فاطر : 6)

“Sesungguhnya setan itu adalah musuh bagi kalian maka perlakukanlah dia sebagai musuh, sesungguhnya dia akan mengajak kelompoknya untuk menjadi penghuni neraka Sa’ir”.

Mereka tidak akan lelah untuk terus menggempur kita. Membombardir diri kita dengan yang lebih mengerikan, bukan dengan meriam, senjata api atau bom, akan tetapi mortir-mortir mereka adalah perangkap-perangkap yang menyeret kita ke dalam kemaksiatan. Meninggalkan perintah-perintah Allah Swt, tama’ terhadap harta dunia hingga hilang rasa syukur dan tidak peduli dengan halal dan haram. Mereka juga adalah ahli strategi dalam mengadu domba kita sehingga umat ini saling bermusuhan dan bertengkar.

Jika dahulu senjata para pahlawan adalah bambu runcing untuk melawan para penjajah, jika dahulu pertahanan para pahlawan adalah benteng-benteng yang kokoh, maka kita yang melanjutkan perjuangan, senjata kita saat ini adalah ilmu pengetahuan agama, ilmu syariat untuk melawan segala bentuk penyelewengan akhlak dan moral yang selalu merongrong umat khususnya generasi muda. Benteng kokoh kita adalah takwa dan iman agar tidak mudah dijerumuskan ke dalam perangkap mereka.

Maka dari itu sudahi permusuhan kita dengan sesama saudara, apa lagi dengan sesama orang beriman. Mereka bukanlah orang-orang yang harus kita musuhi apa lagi sampai kita sakiti dan perangi mereka. Justru kitalah yang malah terperangkap dalam adu domba dan hasutan hawa nafsu sekutunya iblis dan begundal-begundalnya. Mari hidupkan majis-majlis ilmu, makmurkan musala-musala dan masjid-masjid. Budayakan kembali tadarus dan mengaji bersama keluarga dan anak-anak. Mari kita isi kemerdekaan ini dengan menjadi juru damai, berkasih sayang kepada setiap makhluk Allah Swt dan menghiasi diri kita dengan iman, ketakwaan dan akhlaqul karimah.

Itulah perjuangan yang harus terus kita lanjutkan, karena kunci makmurnya negeri ini adalah dengan membangun jiwa dan raga sebagaimana pesan yang selalu kita dengar di lagu kebangsaan negeri ini. Pesan tersebut senada dengan pesan Allah Swt dalam firman-Nya:

وَلَوۡ ‌أَنَّ ‌أَهۡلَ ‌ٱلۡقُرَىٰٓ ءَامَنُواْ وَٱتَّقَوۡاْ لَفَتَحۡنَا عَلَيۡهِم بَرَكَٰتٍ مِّنَ ٱلسَّمَآءِ وَٱلۡأَرۡضِ وَلَٰكِن كَذَّبُواْ فَأَخَذۡنَٰهُم بِمَا كَانُواْ يَكۡسِبُونَ  (الأعراف : 96)

“Andaikan penduduk negeri mereka beriman dan bertakwa, maka pasti akan Kami buka untuk mereka keberkahan dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan sehingga Kami berikan mereka siksa sebab perbuatan mereka sendiri”.

Semoga Allah Swt menjaga menjaga iman dan Islam kita dan juga keluarga kita serta seluruh bangsa ini. Allah Swt jauhkan kita dari segala kemungkaran dan penyimpangan dari nilai-nilai kebaikan. Semoga Allah Swt senantiasa hadirkan kedamaian dan ketenteraman di negeri tercinta kita, indah di dunia sampai kelak di surga Allah, amiiin…

 

Oleh:  Ust. Maulid Johansyah, M.Pd.

 

Tulisan website Pustaka Al-Bahjah merupakan platform bacaan yang ditulis oleh masyarakat umum sebagai media literasi. Submit tulisanmu dengan cara ini.

Tags: , ,

Bagikan ke

Sudah 79 Tahun Merdeka, Perjuangan Belum Selesai!

Saat ini belum tersedia komentar.

Mohon maaf, form komentar dinonaktifkan pada halaman/artikel ini.
Inilah 6 Golongan yang Kekal di Neraka
3 Agustus 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Neraka adalah tempat kesengsaraan yang digambarkan dalam Al-Qur’an sebagai balasan bagi orang-orang yang berdosa. Penghuni neraka ini... selengkapnya

Perempuan yang Kuat, Terjaga oleh Qawwam yang Tepat
2 Desember 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Banyak perempuan dewasa tumbuh dalam lingkungan yang keras, menghadapi berbagai kepahitan, dan berusaha pulih dari banyaknya luka.... selengkapnya

Bolehkah Mendukung Iran yang Mayoritas Beraqidah Syiah?
16 Maret 2026

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Akhir-akhir ini, dunia sedang terfokus pada peperangan yang terjadi di Timur Tengah. Yakni peperangan antara Israel yang didukung... selengkapnya

Buya Yahya Menjawab: Bagaimana Menyikapi Adanya Dugaan Kecurangan Hasil Pemilu?
19 Februari 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Masyarakat Indonesia telah melangsungkan Pesta Demokrasi 5 tahun sekali yang digelar pada tanggal 14 Februari 2023. Setelah... selengkapnya

Menyiapkan Bekal Akhirat dengan Sambung kepada Nabi Muhammad Saw
1 Desember 2023

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Dunia ini sangat sementara. Segala yang kita miliki dan kita sayangi akan kita tinggalkan. Tidak ada... selengkapnya

Buya Yahya Ucapkan Selamat Hari Santri Nasional 2023
22 Oktober 2023

Hari ini, Ahad (22/10) bertepatan dengan perayaan Hari Santri Nasional 2023. Pada momentum berharga ini, kita perlu mengetahui makna dari... selengkapnya

Tingkatkan Manajerial dan Sinergi, Al-Bahjah Cabang Cirebon 1 Gelar Rapat Kerja
30 September 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Al-Bahjah Cabang Cirebon 1 menggelar Rapat Kerja (Raker) 2025 pada tanggal 1–2 Rabiul Akhir 1447 H/ 23–24 September... selengkapnya

Antrean Haji Hingga Berpuluh Tahun, Harus Bagaimana?
11 Juni 2023

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Ibadah haji merupakan ibadah yang sangat diimpikan oleh jutaan umat islam di seluruh dunia. Banyak diantara... selengkapnya

Mensyukuri Nikmat Ramadan
6 April 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Seorang mukmin yang dapat menikmati kemuliaan bulan Ramadan, adalah mereka yang senantiasa menghabiskan waktu dan kesempatannya dengan... selengkapnya

Merekonstruksi Hari Kasih Sayang di Bulan Februari Menuju Mahabbah Ilahiyah
14 Februari 2026

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Setiap kali kalender Masehi memasuki lembaran Februari, atmosfer di sekitar kita seolah berubah warna menjadi merah muda. Di... selengkapnya

Sudah 79 Tahun Merdeka, Perjuangan Belum Selesai!

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: