● online
Memutus Rantai Bullying di Lingkungan Pendidikan Indonesia

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Dua pekan terakhir ini, publik kembali dihebohkan dengan adanya dua kasus perundungan yang terjadi di lingkungan lembaga pendidikan. Kasus pertama, melibatkan siswa di sekolah swasta internasional dan kasus kedua melibatkan siswa/santri di pondok pesantren. Salah satu korban perundungan dikabarkan dirawat di rumah sakit, sementara satu korban di kasus lainnya meninggal dunia.
Kasus perundungan seperti ini bukan hal baru di dunia pendidikan Indonesia. Setiap waktu, laporan tentang kejadian perundungan di sekolah atau lembaga pendidikan muncul ke permukaan. Dilansir dari detik.com FSGI (Federasi Serikat Guru Indonesia) mencatat kasus perundungan di sepanjang tahun 2023 mencapai 30 kasus. Di mana 80% terjadi di satuan pendidikan di bawah kewenangan Kemendikbudristek dan 20% kasus terjadi di satuan pendidikan di bawah Kementerian Agama.
Dari 30 kasus tersebut, persebaran kasus terjadi di jenjang: SMP/sederajat 50%; SD/sederajat 30%; SMA/sederajat 10%; dan SMK/sederajat 10%. Walau kasus perundungan kerap viral dan menyita perhatian publik, namun upaya pemberantasannya sering kali meninggalkan kesan tidak jelas dan tidak ditangani dengan serius. Ingatan kita masih segar tentang kasus perundungan siswa di salah satu sekolah menengah di Cilacap September 2023 lalu, dan tahun ini kasus perundungan yang melibatkan siswa kembali terjadi.
Perlu dicatat bahwa kasus perundungan sering kali hanya puncak gunung es dari masalah yang lebih dalam. Faktor-faktor seperti tekanan akademik yang tinggi, relasi kuasa yang tidak seimbang, serta kurangnya pemahaman tentang konsekuensi perundungan merupakan bagian dari akar masalah yang perlu diperhatikan secara serius.
Apa yang Terjadi dengan Anak-Anak Usia Sekolah?
Anak-anak usia SD, SMP, SMA pada dasarnya sedang ada dalam tahap perkembangan, baik di ranah kognitif, sosial, maupun emosionalnya. Mereka memiliki rasa penasaran yang tinggi dan senang dengan tantangan/hal-hal baru. Hal ini sesuai dengan pendapat Puspitasari (2014) bahwa di masa-masa ini (11-19 tahun) seorang anak sedang berusaha mencari jati diri, karakter, serta identitas pribadi sebagai seorang remaja yang tak jarang dalam prosesnya kerap melakukan kesalahan.
Oleh karena itulah pendampingan terhadap anak-anak sangat penting untuk dilakukan. Di masa ini anak-anak memiliki energi yang besar, terutama dalam hal pengaktualisasian diri (keinginan untuk diakui atau diperhatikan orang lain). Semua itu wajar dan jika energi tersebut tidak disalurkan ke arah yang tepat (positif) maka dapat dipastikan akan berujung pada tindakan yang bisa merugikan, baik diri sendiri maupun orang lain.
Guru dan Orang Tua adalah Observer
Guru dan orang tua adalah bagian dari orang dewasa yang paling dekat dengan anak-anak. Mereka harus mampu menjalin komunikasi dan memberikan perhatian ekstra kepada anak-anak mereka. Dengan komunikasi yang baik, diharapkan guru dan orang tua pada akhirnya bisa mendeteksi indikasi perundungan sedini mungkin untuk kemudian diatasi sesegera mungkin.
Pada dasarnya anak cenderung tidak akan mengaku/melaporkan kasus perundungan yang mereka alami kepada guru atau orang tuanya. Alasan umumnya karena korban telah diintimidasi/diancaman oleh pelaku. Hal inilah yang menunjukkan bahwa pentingnya peran aktif guru dan orang tua dalam membuka saluran komunikasi yang baik dengan anak-anak mereka.
Maka dari itu, efektifkan kembali program konseling di sekolah-sekolah, biasakan mengobrol dengan anak di rumah, dan bila perlu ciptakan juga sistem pelaporan khusus yang berorientasi pada perlindungan korban serta saksi perundungan di sekolah. Komunikasi adalah jalan sederhana namun penting untuk sampai pada solusi terbaik.
Guru dan Orang Tua adalah Fasilitator
Selain memberikan pemahaman bahwa perundungan tidak baik, guru dan orang tua juga harus menyediakan ruang dan mengarahkan anak-anaknya untuk melakukan kegiatan positif. Dengan menghadirkan wadah/ruang ekspresi positif, perhatian dan energi mereka pun akan terfokus pada usaha pengaktualisasian diri secara positif pula.
Bentuk dari kegiatan/ruang ekspresi tersebut bisa saja dengan menghadirkan atau mengoptimalkan kembali kegiatan ekstrakurikuler, organisasi, atau kegiatan perlombaan. Dari ekstrakurikuler anak-anak akan belajar mengenal diri dan memaksimalkan potensi yang ada. Dari organisasi anak-anak akan belajar tentang sistem struktur. Dari perlombaan anak-anak akan belajar tentang kompetisi dan persaingan yang sehat. Semua kegiatan tersebut pada dasarnya sudah banyak dilakukan, hanya saja terkadang kurang maksimal dan kurang bermakna.
Singkat kata dengan kolaborasi antara guru dan orang tua serta memberikan pemahaman dan ruang untuk aktivitas positif, diharapkan kasus perundungan di lingkungan sekolah pun bisa diminimalisir. Dengannya diharapkan pula anak-anak dapat tumbuh serta berkembang secara sehat dan bahagia.
Perundungan di lingkungan sekolah bukanlah masalah yang bisa dianggap remeh. Dengan kerja kolektif antara guru, orang tua, dan masyarakat, kita bisa menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan menyenangkan bagi semua anak-anak. Mari bersama-sama memberikan perhatian ekstra kepada anak-anak kita, dengarkan mereka, dan berikan mereka ruang untuk tumbuh serta berkembang secara positif.
Kita semua bertanggung jawab untuk melindungi masa depan generasi mendatang dari dampak negatif perundungan.
Penulis: Dede Rudiansah
Memutus Rantai Bullying di Lingkungan Pendidikan Indonesia
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Malam Lailatul Qadar adalah malam yang penuh kemuliaan dan lebih baik dari seribu bulan, malam yang penuh... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Islam sebagai agama Rahmatan Lil Alamin membawa kemaslahatan bagi seluruh umat manusia serta datang untuk memuliakan wanita.... selengkapnya
Ilmu Kebal di Dalam Pergaulan Sosial Oleh: Admin 2 Disadur dari ceramah Buya Yahya (Pengasuh LPD Al-Bahjah Cirebon) PUSTAKA AL-BAHJAH-ARTIKEL-Komunikasi... selengkapnya
Judul Buku : Silsilah Fiqih Praktis Shalat Penulis : Buya Yahya Penerbit : Pustaka Al-Bahjah Tebal Buku : 156 Halaman... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Wudu merupakan syarat sah shalat yang harus dipenuhi setiap Muslim. Tanpa suci dari hadas besar maupun kecil, maka... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Peradaban manusia berkembang begitu cepat di berbagai bidang, termasuk di bidang teknologi. Salah satu contoh perkembangan teknologi yang... selengkapnya
Mampukah Aku? Perjalanan yang kurasa panjang ini… Ke manakah langkah akhir kan berlabuh? Pada hiruk pikuk dunia yang fana... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Bulan Rajab adalah salah satu dari empat bulan haram yang dimuliakan dalam Islam. Di bulan ini, umat... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Memasuki bulan Maulid (Rabi’ul Awwal) tahun 1445 Hijriah ini, persiapan untuk menyambut hari kelahiran Nabi Muhammad... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Dalam pengambilan keputusan, selalu terdapat perbedaan pendapat yang beragam. Hal ini sering terjadi dan sulit dihindari. Tak... selengkapnya
Buku ini berisikan terjemahan kosa kata bahasa arab beserta latihan-latihannya yang semoga bisa memudahkan para pelajar atau pecinta bahasa arab… selengkapnya
Rp 40.000 Rp 52.000Buku “Silsilah Fiqih Praktis Qurban” karya Buya Yahya merupakan sebuah panduan praktis yang memberikan pemahaman mengenai hukum dan tata cara… selengkapnya
Rp 57.000Buku “Hadist Jibril” karya Buya Yahya ini berisi penjabaran ringkas dari satu hadist Nabi Muhammad Saw yang masyhur dengan sebutan… selengkapnya
Rp 56.000Ilmu nahwu adalah termasuk bagian dari sekian macam bidang ilmu dalam bahasa arab. Tanpanya sebuah susunan kalam tidak akan difahamai… selengkapnya
Rp 72.000 Rp 93.600Buku Fiqih Jenazah karya Buya Yahya adalah sebuah karya yang membahas secara komprehensif tentang tata cara dan hukum-hukum yang berkaitan… selengkapnya
Rp 58.000Buku Fiqih Thaharah (Bersuci) karya Buya Yahya ini disusun berdasarkan berbagai kitab-kitab yang terpercaya dengan tetap memperhatikan sumber utamanya, yakni… selengkapnya
Rp 60.000Terkadang seorang pelajar bahasa arab akan mendapati sedikit kesulitan dalam mempelajari qoidah ‘adad ma’dud karena pembahasan tersebut tidak terlalu detail… selengkapnya
Rp 29.000 Rp 37.700Buku Buya Yahya yang berjudul Ramadhaniat secara rinci menjelaskan amalan-amalan yang dapat dilakukan oleh seorang muslim di bulan Ramadan. Buku… selengkapnya
Rp 115.000
Saat ini belum tersedia komentar.