Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

CS Pustaka
● online
CS Pustaka
● online
Halo, perkenalkan saya CS Pustaka
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Beranda » Blog » Sebuah Puisi: Balada Rindu Sang Bilal

Sebuah Puisi: Balada Rindu Sang Bilal

Diposting pada 12 Mei 2024 oleh Redaksi / Dilihat: 1.296 kali / Kategori:

 

Balada Rindu Sang Bilal

(Oleh: Husni A. Mubarak)

 

Andai datang burung-burung surga padanya

Bilal bin Rabah tetap memeras dada

wajahnya hitam yang cerah, tenggelam di kuning pasir gurun

meneteskan air mata kehilangan, lebih dari sekadar tumpah samudra

membikin matahari dan bulan yang berkejaran tanpa sinar,

lautan tanpa gelora, dan gunung seperti kehilangan nyawa.

 

duhai Nabi Muhammad tercinta, engkau kini pergi

membawa seluruh diriku…

seluruh diriku…

 

Bilal bin Rabah sang punggung Muhammad

lantas mengikat janji

bahwa tiada ia akan adzan kembali sebab sang kekasih pergi.

dan kemudian ia pun mengembara ke Syam

meninggalkan Madinah yang murung

melampiaskan sedihnya dalam kesendirian;

melawan angin membawa pasir yang menampar wajah kuyupnya,

melabraki tubuh yang rindu bergetaran.

 

duhai Nabi Muhammad tercinta, engkau kini pergi

membawa seluruh diriku…

seluruh diriku…

 

tiba di negeri penyepiannya, lama Bilal merundung

matanya melahirkan seribu kantung

dan meghisap daging di tubuhnya.

 

apakah hidup adalah kematian yang datang lebih awal?

apakah sepi adalah satu-satunya yang abadi?

 

sampai di suatu sunyi, Nabi Muhammad terkasih

datang menegur Bilal lewat mimpi;

Ya, Bilal, wa maa hadzal jafa?

Bilal takut. Amat takut dibenci kekasihnya

Sehingga pun ia bergegas menuju kubur Nabi Muhammad

dengan air mata yang menderas sepanjang jalan,

menetesi tiap butir pasir dan kerikil

beradu tubuh dengan badai dan tiada henti

memanggil Nabi Muhammad… Nabi Muhammad…

 

Langit Madinah masih murung

Anak-anak burung menangis di sarang

Bukit cadas, pohon-pohon meranggas

Sungai-sungai kering mengikis diri dalam tangis

Sepanjang musim. Gambus, seruling, berbunyi rusuh.

Bilal putra Rabah dan Hamamah tiba di sana

Membasahi makam Rosulullah

Sedu sedan rindunya pada sang kekasih

Tangannya mencakar-cakar dada, pintu makam, lantai

Dan udara. Betapa berat Muhammad di hatinya.

 

Duhai Nabi Muhammad…

Nabi Muhammad…

Nabi…

Muhammad….

 

Tulisan website Pustaka Al-Bahjah merupakan platform bacaan yang ditulis oleh masyarakat umum sebagai media literasi. Submit tulisanmu dengan cara ini.

Tags: , , , , ,

Bagikan ke

Sebuah Puisi: Balada Rindu Sang Bilal

Saat ini belum tersedia komentar.

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan kami publikasikan. Kolom bertanda bintang (*) wajib diisi.

*

*

Cara Mendapatkan Pahala Haji dan Umrah Tanpa Berkunjung ke Makkah
6 Agustus 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Banyak orang-orang muslim berbondong-bondong pergi ke Makkah dan Madinah untuk melaksanakan ibadah haji dan umrah. Semua itu... selengkapnya

Jangan Sampai Merugi, Lakukan 2 Hal Ini Sebelum Datangnya Ramadhan
16 Maret 2023

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Sahabat Pustaka sekalian, tak terasa Ramadhan tinggal menghitung hari. Sebagai orang beriman, kita tentu harus bergembira... selengkapnya

Puisi-Puisi Aksa Sagara
20 November 2024

  BANTU AKU   Dibutuhkan seluruh jiwa untuk memahami bahwa labuhan hati adalah mengerti hadir-Mu di setiap langkah hari seperti... selengkapnya

Bolehkah Menggabungkan Puasa Rajab dan Qadha Ramadan?
15 Januari 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Bulan Rajab adalah salah satu dari empat bulan haram yang dimuliakan dalam Islam. Di bulan ini, umat... selengkapnya

Tidak Merasakan Vibes Nya Ramadhan? Jangan-Jangan Karena Ini
2 April 2023

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Sahabat Pustaka, bulan Ramadhan merupakan bulan panen raya hamba-hamba terkasih Allah Swt karena pada bulan ini... selengkapnya

Pacaran Tidak Ada di dalam Islam: Haruskah Barang Pemberian Mantan Dikembalikan?
20 Januari 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Hidup adalah perjalanan yang penuh dengan ujian dan cobaan. Tidak jarang kita tergelincir dalam kesalahan yang mungkin... selengkapnya

Jangan Tunda Kesuksesan, Mulailah Kebaikan Sekarang Juga!
12 Desember 2023

Hakikat Kesuksesan Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Setiap orang menginginkan kesuksesan dalam kehidupannya. Hal itu merupakan bagian dari fitrah manusia. Adapun kesuksesan ini... selengkapnya

Hafalkan 5 Rumus Ini Agar Mudah Memahami Darah Haid
5 September 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Darah haid bisa dikenali dengan mengetahui wawasan umum dan rumus haid. Wawasan umum darah haid sebagaimana sudah... selengkapnya

Pentingnya Membaca Buku: Manfaat yang Tak Tergantikan
29 Juli 2023

Membaca buku adalah kegiatan yang telah ada selama berabad-abad. Sejak ditemukannya tulisan, manusia telah menjadikan membaca sebagai salah satu cara... selengkapnya

Mokel Puasa Ramadan sebagai Bentuk Sabotase Biologis
6 Maret 2026

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Saat Ramadan, ramai di media sosial unggahan konten yang menggunakan istilah mokel. Mokel adalah bahasa gaul yang berasal... selengkapnya

Sebuah Puisi: Balada Rindu Sang Bilal

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: