Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

CS Pustaka
● online
CS Pustaka
● online
Halo, perkenalkan saya CS Pustaka
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Beranda » Blog » Sebuah Puisi: Balada Rindu Sang Bilal

Sebuah Puisi: Balada Rindu Sang Bilal

Diposting pada 12 Mei 2024 oleh Redaksi / Dilihat: 1.322 kali / Kategori:

 

Balada Rindu Sang Bilal

(Oleh: Husni A. Mubarak)

 

Andai datang burung-burung surga padanya

Bilal bin Rabah tetap memeras dada

wajahnya hitam yang cerah, tenggelam di kuning pasir gurun

meneteskan air mata kehilangan, lebih dari sekadar tumpah samudra

membikin matahari dan bulan yang berkejaran tanpa sinar,

lautan tanpa gelora, dan gunung seperti kehilangan nyawa.

 

duhai Nabi Muhammad tercinta, engkau kini pergi

membawa seluruh diriku…

seluruh diriku…

 

Bilal bin Rabah sang punggung Muhammad

lantas mengikat janji

bahwa tiada ia akan adzan kembali sebab sang kekasih pergi.

dan kemudian ia pun mengembara ke Syam

meninggalkan Madinah yang murung

melampiaskan sedihnya dalam kesendirian;

melawan angin membawa pasir yang menampar wajah kuyupnya,

melabraki tubuh yang rindu bergetaran.

 

duhai Nabi Muhammad tercinta, engkau kini pergi

membawa seluruh diriku…

seluruh diriku…

 

tiba di negeri penyepiannya, lama Bilal merundung

matanya melahirkan seribu kantung

dan meghisap daging di tubuhnya.

 

apakah hidup adalah kematian yang datang lebih awal?

apakah sepi adalah satu-satunya yang abadi?

 

sampai di suatu sunyi, Nabi Muhammad terkasih

datang menegur Bilal lewat mimpi;

Ya, Bilal, wa maa hadzal jafa?

Bilal takut. Amat takut dibenci kekasihnya

Sehingga pun ia bergegas menuju kubur Nabi Muhammad

dengan air mata yang menderas sepanjang jalan,

menetesi tiap butir pasir dan kerikil

beradu tubuh dengan badai dan tiada henti

memanggil Nabi Muhammad… Nabi Muhammad…

 

Langit Madinah masih murung

Anak-anak burung menangis di sarang

Bukit cadas, pohon-pohon meranggas

Sungai-sungai kering mengikis diri dalam tangis

Sepanjang musim. Gambus, seruling, berbunyi rusuh.

Bilal putra Rabah dan Hamamah tiba di sana

Membasahi makam Rosulullah

Sedu sedan rindunya pada sang kekasih

Tangannya mencakar-cakar dada, pintu makam, lantai

Dan udara. Betapa berat Muhammad di hatinya.

 

Duhai Nabi Muhammad…

Nabi Muhammad…

Nabi…

Muhammad….

 

Tulisan website Pustaka Al-Bahjah merupakan platform bacaan yang ditulis oleh masyarakat umum sebagai media literasi. Submit tulisanmu dengan cara ini.

Tags: , , , , ,

Bagikan ke

Sebuah Puisi: Balada Rindu Sang Bilal

Saat ini belum tersedia komentar.

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan kami publikasikan. Kolom bertanda bintang (*) wajib diisi.

*

*

(Teks Khutbah Jumat) Keistimewaan 10 Muharram dan Peristiwa Penting yang Terjadi di Dalamnya
25 Juni 2026

Bulan Muharram merupakan salah satu dari empat bulan suci (asyhurul hurum) dalam Islam, yaitu bulan-bulan yang dimuliakan oleh Allah c.... selengkapnya

Jangan Gabut, Waktu Adalah Amanah
20 Desember 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Tidakkah kita menyadari bahwa hari demi hari, bulan demi bulan, dan tahun demi tahun terus berlalu. Bergantinya waktu... selengkapnya

Tanpa Akhlak, Peradaban Islam Bisa Apa?
13 Oktober 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Islam sebagai agama rahmatan lil-‘alamin meletakkan akhlak sebagai fondasi utama peradaban. Akhlak bukan hanya pelengkap ajaran agama, melainkan... selengkapnya

Menyambut Datangnya Ujian
27 Juni 2026

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Seorang yang terampil bermain bola akan senang saat keterampilannya itu diuji. Seorang yang pintar berhitung akan senang saat... selengkapnya

Pesan Sayyidi Syeikh Muhammad Ba’athiyah di Silaturahmi Akbar Al-Bahjah Jamblang 
7 Desember 2022

  Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Maulid dan Silaturahmi Akbar Al-Bahjah Jamblang Ahad 10 Jumadil Awal 1444 H/4 Desember 2022 telah... selengkapnya

Mengerikan! Saling Mencintai di Dunia Namun Bermusuhan di Akhirat
7 Juli 2023

Pustaka Al-Bahajah, Cirebon – Tahukan sahabat bahwa saat ini banyak sekali orang yang saling mencintai di dunia namun ternyata bermusuhan... selengkapnya

Beruntunglah Umat Islam, Dikaruniai Bulan Suci Ramadhan
5 April 2022

Pustaka Al-Bahjah Cirebon – Ramadhan akhirnya tiba. Satu bulan yang amat dirindukan oleh umat Islam di seluruh dunia, bulan penuh... selengkapnya

Orang Yang Belum Akikah Tidak Boleh Berkurban, Benarkah?
31 Mei 2023

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Tidak lama lagi kita akan memasuki bulan Dzulhijjah. Pada bulan ini terdapat ibadah agung yang disyariatkan... selengkapnya

Memutus Rantai Bullying di Lingkungan Pendidikan Indonesia
10 Maret 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Dua pekan terakhir ini, publik kembali dihebohkan dengan adanya dua kasus perundungan yang terjadi di lingkungan lembaga... selengkapnya

Bolehkah Syair dan Berpuisi dalam Islam? Begini Penjelasan Buya Yahya
27 Mei 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Syair atau puisi merupakan untaian kata-kata yang dibuat seseorang dan berisi ungkapan isi hati, pikiran, atau perasaan... selengkapnya

Sebuah Puisi: Balada Rindu Sang Bilal

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: