Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

CS Pustaka
● online
CS Pustaka
● online
Halo, perkenalkan saya CS Pustaka
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Beranda » Blog » Sebuah Puisi: Balada Rindu Sang Bilal

Sebuah Puisi: Balada Rindu Sang Bilal

Diposting pada 12 May 2024 oleh Redaksi / Dilihat: 1.212 kali / Kategori:

 

Balada Rindu Sang Bilal

(Oleh: Husni A. Mubarak)

 

Andai datang burung-burung surga padanya

Bilal bin Rabah tetap memeras dada

wajahnya hitam yang cerah, tenggelam di kuning pasir gurun

meneteskan air mata kehilangan, lebih dari sekadar tumpah samudra

membikin matahari dan bulan yang berkejaran tanpa sinar,

lautan tanpa gelora, dan gunung seperti kehilangan nyawa.

 

duhai Nabi Muhammad tercinta, engkau kini pergi

membawa seluruh diriku…

seluruh diriku…

 

Bilal bin Rabah sang punggung Muhammad

lantas mengikat janji

bahwa tiada ia akan adzan kembali sebab sang kekasih pergi.

dan kemudian ia pun mengembara ke Syam

meninggalkan Madinah yang murung

melampiaskan sedihnya dalam kesendirian;

melawan angin membawa pasir yang menampar wajah kuyupnya,

melabraki tubuh yang rindu bergetaran.

 

duhai Nabi Muhammad tercinta, engkau kini pergi

membawa seluruh diriku…

seluruh diriku…

 

tiba di negeri penyepiannya, lama Bilal merundung

matanya melahirkan seribu kantung

dan meghisap daging di tubuhnya.

 

apakah hidup adalah kematian yang datang lebih awal?

apakah sepi adalah satu-satunya yang abadi?

 

sampai di suatu sunyi, Nabi Muhammad terkasih

datang menegur Bilal lewat mimpi;

Ya, Bilal, wa maa hadzal jafa?

Bilal takut. Amat takut dibenci kekasihnya

Sehingga pun ia bergegas menuju kubur Nabi Muhammad

dengan air mata yang menderas sepanjang jalan,

menetesi tiap butir pasir dan kerikil

beradu tubuh dengan badai dan tiada henti

memanggil Nabi Muhammad… Nabi Muhammad…

 

Langit Madinah masih murung

Anak-anak burung menangis di sarang

Bukit cadas, pohon-pohon meranggas

Sungai-sungai kering mengikis diri dalam tangis

Sepanjang musim. Gambus, seruling, berbunyi rusuh.

Bilal putra Rabah dan Hamamah tiba di sana

Membasahi makam Rosulullah

Sedu sedan rindunya pada sang kekasih

Tangannya mencakar-cakar dada, pintu makam, lantai

Dan udara. Betapa berat Muhammad di hatinya.

 

Duhai Nabi Muhammad…

Nabi Muhammad…

Nabi…

Muhammad….

 

Tulisan website Pustaka Al-Bahjah merupakan platform bacaan yang ditulis oleh masyarakat umum sebagai media literasi. Submit tulisanmu dengan cara ini.

Tags: , , , , ,

Bagikan ke

Sebuah Puisi: Balada Rindu Sang Bilal

Saat ini belum tersedia komentar.

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan kami publikasikan. Kolom bertanda bintang (*) wajib diisi.

*

*

Memang Boleh Sedekah dengan Harta Haram?
29 August 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Melakukan kebaikan dengan cara yang tidak baik tidak akan menjadikan orang tersebut dianggap telah melakukan kebaikan. Berniat... selengkapnya

Solusi Overthingking Generasi Milenial! Tiga Hal Yang Didapat Ketika Visi Misi Akhirat Tertanam Dalam Hati
5 November 2022

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Pernahkah kita bekerja keras siang dan malam demi mengejar harta dan jabatan dunia tetapi malah merasa... selengkapnya

Pembelajaran Hidup dari Tukang Parkir yang Selalu Berdzikir
10 July 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Suatu Jumat pagi, saya pergi ke pasar untuk belanja kebutuhan dapur. Setelah saya memarkirkan motor di area bebas... selengkapnya

Berbakti kepada Orang Tua yang Telah Lanjut Usia
21 November 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Orang tua yang telah memasuki lanjut usia berbeda dengan orang tua yang masih berusia sekitar 40 tahunan ke... selengkapnya

Menyelami Manhaj sebagai Cahaya Dakwah dan Penebar Hikmah
28 May 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Manhaj dalam bahasa Arab, berarti jalan atau metode. Dalam konteks Islam merujuk pada metode memahami dan mengamalkan ajaran... selengkapnya

Mengantisipasi Kenakalan Anak di Era Modern: Mendidik dengan Kasih Sayang dan Ketegasan
30 January 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Mendidik anak menjadi tantangan besar bagi orang tua di zaman sekarang. Tak sedikit orang tua mengalami kesulitan... selengkapnya

Keutamaan Malam Nisfu Sya’ban: Jangan Biarkan Berlalu Sia-Sia
13 February 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Bulan Sya’ban adalah bulan kedelapan dalam kalender Hijriyah dan pintu gerbang memasuki bulan suci Ramadan. Bulan Sya’ban merupakan... selengkapnya

Puisi-Puisi Odi Yanuar
8 June 2024

  Lima Tiang   Ada lima tiang Tiang itu berdiri kokoh Kokoh karena selalu dijaga Dijaga dan dilestarikan   Tiang... selengkapnya

Bebas Utang dengan TENANG: Kombinasi Konsep Ilmiah dan Ilahiah
25 September 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Seiring kilatnya perkembangan zaman, maka semakin banyak pula kemudahan-kemudahan yang didapat akibat evolusi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).... selengkapnya

(Puisi) Tuhanku, Adakah Rencana Lain? dan Doa di Ruang Sunyi
7 September 2025

Tuhanku, Adakah Rencana Lain?   Tuhanku, adakah ini kisah yang Kau tulis di langit? Saat langkah lain melesat, aku diam... selengkapnya

Sebuah Puisi: Balada Rindu Sang Bilal

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: