Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

CS Pustaka
● online
CS Pustaka
● online
Halo, perkenalkan saya CS Pustaka
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Beranda » Blog » Sebuah Puisi: Balada Rindu Sang Bilal

Sebuah Puisi: Balada Rindu Sang Bilal

Diposting pada 12 Mei 2024 oleh Redaksi / Dilihat: 1.291 kali / Kategori:

 

Balada Rindu Sang Bilal

(Oleh: Husni A. Mubarak)

 

Andai datang burung-burung surga padanya

Bilal bin Rabah tetap memeras dada

wajahnya hitam yang cerah, tenggelam di kuning pasir gurun

meneteskan air mata kehilangan, lebih dari sekadar tumpah samudra

membikin matahari dan bulan yang berkejaran tanpa sinar,

lautan tanpa gelora, dan gunung seperti kehilangan nyawa.

 

duhai Nabi Muhammad tercinta, engkau kini pergi

membawa seluruh diriku…

seluruh diriku…

 

Bilal bin Rabah sang punggung Muhammad

lantas mengikat janji

bahwa tiada ia akan adzan kembali sebab sang kekasih pergi.

dan kemudian ia pun mengembara ke Syam

meninggalkan Madinah yang murung

melampiaskan sedihnya dalam kesendirian;

melawan angin membawa pasir yang menampar wajah kuyupnya,

melabraki tubuh yang rindu bergetaran.

 

duhai Nabi Muhammad tercinta, engkau kini pergi

membawa seluruh diriku…

seluruh diriku…

 

tiba di negeri penyepiannya, lama Bilal merundung

matanya melahirkan seribu kantung

dan meghisap daging di tubuhnya.

 

apakah hidup adalah kematian yang datang lebih awal?

apakah sepi adalah satu-satunya yang abadi?

 

sampai di suatu sunyi, Nabi Muhammad terkasih

datang menegur Bilal lewat mimpi;

Ya, Bilal, wa maa hadzal jafa?

Bilal takut. Amat takut dibenci kekasihnya

Sehingga pun ia bergegas menuju kubur Nabi Muhammad

dengan air mata yang menderas sepanjang jalan,

menetesi tiap butir pasir dan kerikil

beradu tubuh dengan badai dan tiada henti

memanggil Nabi Muhammad… Nabi Muhammad…

 

Langit Madinah masih murung

Anak-anak burung menangis di sarang

Bukit cadas, pohon-pohon meranggas

Sungai-sungai kering mengikis diri dalam tangis

Sepanjang musim. Gambus, seruling, berbunyi rusuh.

Bilal putra Rabah dan Hamamah tiba di sana

Membasahi makam Rosulullah

Sedu sedan rindunya pada sang kekasih

Tangannya mencakar-cakar dada, pintu makam, lantai

Dan udara. Betapa berat Muhammad di hatinya.

 

Duhai Nabi Muhammad…

Nabi Muhammad…

Nabi…

Muhammad….

 

Tulisan website Pustaka Al-Bahjah merupakan platform bacaan yang ditulis oleh masyarakat umum sebagai media literasi. Submit tulisanmu dengan cara ini.

Tags: , , , , ,

Bagikan ke

Sebuah Puisi: Balada Rindu Sang Bilal

Saat ini belum tersedia komentar.

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan kami publikasikan. Kolom bertanda bintang (*) wajib diisi.

*

*

Cara Masuk Surga Bersama Nabi Muhammad
22 September 2023

“Kelak, mereka yang menjaga jalinan hubungan dengan Nabi Saw akan menyusul masuk surga bersama Nabi Saw,” Prof. Dr. Al-Habib Abdullah... selengkapnya

Hukum Menunda Mandi Junub hingga Setelah Subuh di Bulan Ramadan
12 Maret 2026

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Di Bulan Suci Ramadan, umat Islam diwajibkan menahan diri dari makan, minum, dan hubungan suami istri sejak terbit... selengkapnya

Rebo Wekasan: Hukum Memercayai dan Tidak Memercayainya
12 September 2023

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Istilah Rebo Wekasan sudah familiar pada sebagian kalangan masyarakat. Rebo Wekasan ialah istilah untuk hari Rabu... selengkapnya

Cara Mencintai Istri ala Ali bin Abi Thalib
26 Juni 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Di bawah langit Madinah yang jernih, di tengah kehidupan yang sederhana namun penuh makna, tersembunyi sebuah kisah... selengkapnya

Shalat Ditegakkan tetapi Kemungkaran Terus Dilakukan? (Dilihat dari Sudut Pandang yang Berbeda)
16 Maret 2021

Orang yang melaksanakan shalat pasti akan terhindar dari perbuatan jahat, keji dan mungkar. Sebaliknya, orang yang tidak melaksanakan shalat akan... selengkapnya

Banyak yang Mau Hijrah tapi Tidak Jadi karena Ditakut-Takutin Duluan
21 April 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Pada beberapa kajian keagamaan yang sering bersileweran di media sosial, banyak di antaranya memberikan informasi mengenai kejadian-kejadian mengerikan... selengkapnya

Lakukan Ini Agar Anda Bisa Berkunjung ke Makkah dan Madinah
29 Juli 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Berkunjung ke Makkah dan Madinah merupakan impian yang dimiliki banyak orang. Makkah dan Madinah merupakan dua tempat... selengkapnya

10 Cara Menghargai Masa Remaja
14 Mei 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Masa remaja adalah salah satu fase paling menarik dalam kehidupan seseorang. Masa tersebut adalah waktu di mana... selengkapnya

Kenapa Masih Ada yang Meninggalkan Shalat?
9 Desember 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Kita diciptakan di dunia ini tidak lain adalah untuk menyembah Sang Pencipta Allah Subhanahu wa Ta’ala: وما خلقت... selengkapnya

Puisi-Puisi Rustiya
17 Mei 2024

  Sajadah Cinta   Sajadah cinta terbentang luas, Di hamparan kasih yang tak terkira. Benang-benang  iman terjalin erat, Menemani jiwa... selengkapnya

Sebuah Puisi: Balada Rindu Sang Bilal

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: