● online
- AQIDAH 50 KARYA BUYA YAHYA....
- العدد والمعدود....
- Sam'iyyat - Beriman Kepada yang Gaib....
- BUKU FIQIH HAID - Cerdas Memahami Darah Wanita....
- BUKU THAHARAH - BERSUCI - KARYA BUYA YAHYA....
- Kitab Tahsilul Ma'mul....
- Oase Iman - Refleksi Problematika Umat....
- Fiqih Bepergian Solusi Shalat di Perjalanan....
Waspadalah! Bahaya Mengintai Anda di Hari Valentine

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Salah satu keindahan agama Islam adalah hadirnya Syariat yang berperan sebagai rambu-rambu dalam menjalani kehidupan. Ibarat rambu-rambu lalu lintas di jalan raya yang pada umumnya memberikan informasi mengenai kehati-hatian ketika berkendara. Syariat Islam pun demikian, ia memberikan rambu-rambu kepada seorang muslim agar berhati-hati dalam menjalani hidup.
Syariat Islam menjaga seorang muslim agar jangan sampai ia terkena bahaya dan celaka dalam kehidupan ketika di dunia maupun kelak di akhirat.
Salah satu rambu-rambu yang banyak orang terpeleset di dalamnya adalah rambu-rambu tentang tidak diperkenankannya mengikuti budaya orang di luar Islam. Banyak orang yang tidak sadar apa yang ia ikuti demi kesenangan semata, justru malah membahayakan di akhirat kelak.
Valentine Day merupakan salah satu budaya yang saat ini banyak diikuti oleh generasi muda di seluruh dunia tak terkecuali di Indonesia. Bahkan di Indonesia sendiri banyak di antaranya yang mengikuti budaya ini adalah orang-orang muslim. Setiap tanggal 14 Februari, pemuda pemudi muslim mengadakan berbagai kegiatan dan perayaan seperti memberi ucapan, coklat, memakai baju berwarna pink, dan sebagainya. Sebab, mereka meyakini hari tersebut sebagai hari kasih sayang.
Jika kita menyelisiknya lebih dalam, ternyata hari Valentine merupakan sebuah budaya dan perayaan orang di luar Islam. Dilansir dari berbagai sumber, hari Valentine merupakan hari untuk mengenang sebuah peristiwa kematian seorang pendeta bernama Valentine yang tewas dihukum mati oleh seorang kaisar Romawi bernama Claudius II, sebab pendeta tersebut menentang sebuah kebijakan Sang Kaisar. Peristiwa ini terjadi pada tanggal 14 Februari 278 Masehi.
Maka jelas budaya Valentine bukanlah budaya orang Islam sebab budaya ini memperingati dan mengagungkan seorang tokoh yang sangat jauh dari akidah Islam, jauh dari Nabi Muhammad Saw, bahkan ia adalah tokoh di luar Islam.

Maka menurut Buya Yahya, janganlah kita sebagai orang muslim ikut merayakan Valentine sebab sudah jelas Valentine ini merupakan sebuah budaya yang mengarah kepada kekafiran.
“Kalau kita kembalikan kepada cerita tersebut, semuanya mengarah kepada kekafiran. Artinya kalau kita punya iman tentu Anda akan berhati-hati tidak akan memasukan anak Anda kepada urusan ini.”
Pertanyaannya apakah orang yang merayakan Valentine lantas ia menjadi kafir? Menurut Buya adalah tidak serta merta kita menyebut orang muslim yang ikut-ikutan merayakan ini keluar dari Islam.
Analoginya adalah orang yang dekat-dekat dengan api belum tentu ia terbakar. Namun suatu ketika ia bisa terjerumus kepada api tersebut. Sebab Menurut Buya dengan mengagungkan syiar nya orang di luar Islam, pergeseran nilai akan terjadi perlahan demi perlahan, sampai tiba-tiba keluar dari iman.
“Tidak sampai dikatakan kafir. Akan tetapi mengagungkan syiar nya orang kafir mungkin pergeseran nilai itu perlahan, tiba-tiba keluar dari iman naudzubillah. Tapi kalau hanya ngikut-ngikut saja nah sama ngikut-ngikut seperti dekat-dekat dengan algojo yang akan memasukkan ke neraka, diem-diem kebawa nanti.”
Selain mengagungkan syiar yang bukan syiar agama Islam, mengungkap tokoh yang tidak sujud kepada Allah Swt dan tidak kenal Nabi Saw, pada perayaan Valentine ini sangat rawan dengan perzinahan yang dibungkus dengan embel-embel kasih sayang, yang semakin mendekatkan kepada api neraka.
Maka dari itu Buya Yahya berpesan kalau kita menyadari betul bahwa keimanan merupakan sebuah yang penting dan kekafiran merupakan hal yang mengerikan, tentu kita akan berhati-hati saat melakukan sesuatu. Termasuk untuk tidak mengikuti perayaan Valentine yang jelas-jelas jauh dari syariat Islam. Juga kita tidak akan rela jika anak-anak kita, saudara dan tetangga kita terpeleset ke dalam api neraka.
“Jangan sampai ada anak Anda, saudara Anda, tetangga Anda, dikhawatirkan mereka bangga dengan program tersebut, sehingga kebanggaannya bukan kepada Islam lagi. Tidak boleh sama sekali kagum dengan program Valentine.”
Islam merupakan agama yang sempurna. Islam pun dengan jelas mengajarkan mahabbah dan cinta. Berbakti kepada orang tua, menyenangkan istri maupun suami, saling tolong menolong dengan saudara dan tetangga, adalah cinta yang diajarkan oleh Baginda Nabi Muhammad Saw kepada umat nya. Bukan merayakan sesuatu yang menjadi ciri khas atau syiarnya orang diluar Islam, yang memiliki makna sangat khusus berkaitan dengan kepercayaan agama mereka.
Semoga Allah Swt menjaga iman dan akidah kita, anak-anak kita, saudara dan tetangga kita serta Allah Swt menjauhkan kita dari segala hal yang mempelesetkan kita pada api neraka.
Sumber: Youtube Al-Bahjah TV
Waspadalah! Bahaya Mengintai Anda di Hari Valentine
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Akal sehat yang dianugerahkan Allah Swt kepada manusia merupakan sebuah alat yang berfungsi untuk menuntun manusia kepada... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Pada hari Selasa tanggal 23 September 2025, Presiden Prabowo menyatakan sikapnya di depan Majelis Umum PBB untuk tetap... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Dikisahkan ada seorang sahabat bernama Mush’ab bin Umair. Pada suatu waktu, ia dipilih oleh Rasulullah untuk melakukan tugas... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Tabligh Akbar dalam rangkaian Safari Dakwah Buya Yahya di Aceh, Selasa 20 Jumadil Ula 1444 H/13... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Dalam fiqih, air kencing adalah najis menurut ijma’ ulama. Penentuan najis dapat dilihat dari tiga tanda menurut jumhur... selengkapnya
Kesunyian Di menara doa yang tinggi, aku duduk menahan gema hatiku sendiri. Langkah-langkah manusia menjauh, riuh dunia perlahan lenyap, meninggalkanku... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Setiap Muslim pasti mengharapkan ridha Allah Subhanahu wa Ta’ala, dan salah satu upaya untuk mendapatkannya adalah dengan berbuat... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Aktivitas manusia dalam mempertahankan kelangsungan hidup tentu tidak lepas dengan makan dan minum. Makanan dan minuman yang... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Doa sering dimaknai dengan permohonan atau permintaan dengan penuh harapan dan pujian kepada Tuhan. Dalam agama Islam,... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Lembaga Pengambangan Dakwah (LPD) Al-Bahjah bekerjasama dengan DKM At-Taqwa Center Kota Cirebon menggelar kegiatan “Malam Cinta... selengkapnya
Buku “Oase Iman” memberikan pemahaman yang mendalam namun ringan sebagai siraman hati bagi siapa pun yang membacanya. Berisi catatan buah… selengkapnya
Rp 87.000 Rp 93.000Buku Fiqih Bepergian karya Buya Yahya menghadirkan masalah umum yang sering dihadapi oleh kaum muslim dalam menjaga kualitas dan waktu… selengkapnya
Rp 23.000 Rp 43.000Buku Buya Yahya yang berjudul Ramadhaniat secara rinci menjelaskan amalan-amalan yang dapat dilakukan oleh seorang muslim di bulan Ramadan. Buku… selengkapnya
Rp 115.000Buku Fiqih Praktis Haid karya Buya Yahya memuat tiga bahasan utama, yaitu identifikasi dan ketentuan haid, nifas, dan istihadhoh yang… selengkapnya
Rp 149.000Buku ini berisikan terjemahan kosa kata bahasa arab beserta latihan-latihannya yang semoga bisa memudahkan para pelajar atau pecinta bahasa arab… selengkapnya
Rp 40.000 Rp 52.000FIQIH PRAKTIS SHALAT BERJAMAAH KARYA BUYA YAHYA Buku ini membahas tentang pentingnya dan tata cara melaksanakan shalat berjamaah, yaitu shalat… selengkapnya
Rp 65.000Terkadang seorang pelajar bahasa arab akan mendapati sedikit kesulitan dalam mempelajari qoidah ‘adad ma’dud karena pembahasan tersebut tidak terlalu detail… selengkapnya
Rp 29.000 Rp 37.700Maulid Ad Diba’ merupakan salah satu kitab maulid yang dibaca dalam rangka meneladani sîrah Rasulullah saw sekaligus bershalawat kepadanya. Salah… selengkapnya
Rp 25.000
Saat ini belum tersedia komentar.