Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

CS Pustaka
● online
CS Pustaka
● online
Halo, perkenalkan saya CS Pustaka
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Beranda » Blog » Pentingnya Pendidikan Agama Sejak Dini

Pentingnya Pendidikan Agama Sejak Dini

Diposting pada 3 August 2025 oleh Redaksi / Dilihat: 313 kali / Kategori:

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Pada zaman ini, kita sering kali menyaksikan orang berbuat kejahatan demi meraup keuntungan pribadi. Mereka bisa melakukan perbuatan tersebut dari celah jalan mana pun, tanpa memandang latar belakang pendidikan. Orang yang tidak mengenyam bangku pendidikan tinggi rentan melakukan tindakan yang menentang hukum, misalnya pencurian, perampokan, pelecehan seksual, kekerasan, dan lainnya. Begitu juga tak terkecuali mereka yang berpendidikan tinggi pun tetap dapat melakukan tindakan yang menentang hukum. Seperti halnya memanipulasi kebijakan, korupsi, dan lainnya. Dari kedua contoh tersebut, mereka bukan tidak tahu, tetapi karena mereka tidak takut kepada Allah. Sebab, sedari kecil mereka tidak dikenalkan pada pendidikan agama.

Realitas yang Terjadi di Masyarakat

Saat ini, kita seakan telah melumrahkan peristiwa-peristiwa kejahatan karena begitu saking dekatnya dan seringnya terjadi di sekitar kita. Misalnya saja praktik manipulasi kebijakan yang dilakukan oleh kampus yang mana itu merupakan tempat mahasiswa belajar ilmu pengetahuan.

Kisah nyata ini dialami oleh Haura (nama samaran). Sewaktu kuliah, Haura dinyatakan terdaftar sebagai penerima beasiswa KIP. Lantas Haura mensyukuri atas segala perjuangannya itu, ia pun merasa bangga dan gembira. Akan tetapi kebahagiaannya tidak berlangsung lama. Sebab, dana beasiswa yang seharusnya diterima secara penuh, mesti dibagi ke penerima lainnya. Nyaris Haura hanya menerima sebagian kecil saja. Padahal nama mereka tidak terdaftar sebagai penerima bantuan KIP dari pemerintah. Fakta pahit ini harus ia telan karena mesti menuruti kebijakan kampus yang setelah ditelusuri telah memanipulasi kebijakan.

Ketika pihak keluarga Haura menanyakan yang seharusnya Haura dapatkan kepada pihak kampus, pihak kampus mengatakan bahwa mereka telah menjelaskan adanya perbedaan kebijakan pemerintah dengan kebijakan kampus yang hal itu telah disepakati Haura. Memang Haura mengaku telah menyepakati di awal, tetapi ia tidak diberikan penjelasan kalau ternyata uang yang seharusnya ia terima dari negara untuk kebutuhan makan dan belajar justru beralih semua ke penerima lain yang ilegal, ia hanya menerima Rp50.000.

Pihak kampus menjelaskan bahwa dana beasiswa KIP ada dua, yaitu pelunasan administrasi kampus hingga wisuda dan uang kebutuhan makan dan belajar. Uang makan dan kebutuhan belajar inilah yang Haura dapatkan hanya Rp50.000. Itu pun sebagai ganti bensin sewaktu pencairan dana untuk keperluan tanda tangan. Kritikannya sebagai penerima beasiswa dengan kebijakan aneh ini membuat Haura drop out dari bangku perkuliahan. Dari contoh kasus tersebut kita bisa belajar, bahwa praktik-praktik tidak baik dapat terjadi di lingkungan kampus sekalipun yang notabene merupakan orang-orang akademis.

Krisis Ajaran Agama sebagai Penyebab Utama

Kenyataan bahwa kejahatan dapat dilakukan oleh siapa pun dan di mana pun ini terjadi bukan karena krisis kepintaran, tetapi karena krisis moral. Lebih jauh lagi jika kita telisik, yang menjadi penyebab merosotnya krisis moral pada pelaku-pelaku kejahatan adalah disebabkan karena krisis ajaran agama. Hal ini meliputi iman, akhlak, dan ihsan. Sehingga meski tahu mana yang benar dan salah, baik dan buruk, atau halal dan haram mereka tetap memilih keburukan karena keroposnya nilai-nilai agama.

Krisis iman dapat berawal dari lalainya keyakinan hati kepada Allah. Lupa pada hakikat bahwa Allah itu ada. Dan keyakinan itu semua diperoleh dari belajar ilmu agama. Ketika agama tidak dijadikan sebagai pondasi dalam bermuamalah dengan sesama, akhlak mereka akan dikuasai akhlak tercela, seperti tinggi hati, tamak, kedengkian, kebencian, dan lainnya. Begitu juga krisis ihsan adalah dampak dari abainya dengan pendidikan agama sejak dini sehingga setiap melangkah tidak menyadari dampak dan konsekuensi, hanya semata-mata mementingkan diri sendiri.

Pentingnya Pendidikan Agama Sejak Masa Kanak-Kanak

Itulah mengapa menguatkan pondasi agama sejak kecil adalah hal paling penting. Orang tua seharusnya sudah mengenalkan anak kepada ajaran agama sejak dini, yaitu melalui pendidikan aqidah, akhlak, maupun fiqih secara bertahap. Mulai dari mengenalkan rukun iman, rukun Islam, asmaul husna, mengenalkan praktik-praktik ibadah, mengenalkan sunnah Rasul, dan segala ajaran yang ada dalam syariat agama Islam sehingga menjadi pedomannya dalam setiap aspek kehidupan.

Pendidikan agama tidak bisa diserahkan sepenuhnya ke sekolah. Sekolah hanya membantu. Pendidikan keluarga terutama orang tua adalah pendidikan yang pertama dan utama. Bukankah anak lebih banyak menghabiskan waktu di rumah daripada sekolah? Bukankah orang yang paling dekat dengan anak itu adalah orang tua? Apabila sejak kecil anak tidak pernah melihat orang tuanya shalat, tidak pernah diajak bicara tentang surga dan neraka, bagaimana mungkin dia akan takut kepada Allah dan menanamkan nilai-nilai ajaran agamanya saat dewasa?

Maka dari itu, anak sebaiknya diberikan pengajaran agama terlebih dahulu sejak usia dini hingga dinyatakan cukup ilmu di usia matangnya. Setelah kita menunaikan kewajiban mendidik agama kepada anak maka selepas lulus dari bangku sekolah, kita bisa memberikan kebebasan kepadanya untuk memilih mau menjadi apa. Mau jadi ulama, dokter, dosen, arsitek, atau pengusaha. Sambil terus dibimbing dan diarahkan ke jalan yang benar.

Ketika pondasi iman anak sudah kokoh, maka dia tidak akan mudah goyah atau tergoda jalan haram karena dia tahu mana yang baik dan buruk, benar dan salah, serta halal dan haram. Sehingga di saat dewasa mereka akan selalu berusaha menjadi orang yang tidak hanya baik, tetapi juga orang yang benar. Menjadi dokter dengan dokter yang bertaqwa. Menjadi dosen dengan dosen yang amanah. Menjadi pedagang dengan pedagang yang jujur. Atau menjadi apa pun dengan pekerjaannya yang terpenting dilandasi dengan ajaran-ajaran agama.

 

Penulis: Erna Septiana

Penyunting: Idan Sahid

Tulisan website Pustaka Al-Bahjah merupakan platform bacaan yang ditulis oleh masyarakat umum sebagai media literasi. Submit tulisanmu dengan cara klik link ini.

 

 

Bagikan ke

Pentingnya Pendidikan Agama Sejak Dini

Saat ini belum tersedia komentar.

Mohon maaf, form komentar dinonaktifkan pada halaman/artikel ini.
Sunah Nabi Saw Ini Jadi Resep Utama dalam Beretika Plus Menyehatkan
9 March 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Dalam bermasyarakat, keharmonisan bertetangga dengan menerapkan kehidupan bersosial sangatlah dibutuhkan. Jika bertetangga tanpa mengutamakan etika yang baik,... selengkapnya

Seruan Kemanusiaan untuk Palestina
21 October 2023

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Sejak 7 Oktober 2023, perang Palestina-Israel kian memanas. Hingga Jum’at  (27/10), serangan Israel terhadap Palestina telah... selengkapnya

Hati-Hati, Jangan Sampai Menjadi Bagian dari 3 Orang yang Celaka
1 April 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Ramadan merupakan bulan yang sangat istimewa, bulan ini diagungkan oleh Allah Swt Yang Maha Tinggi. Allah Swt... selengkapnya

Waspadalah! Bahaya Mengintai Anda di Hari Valentine
11 February 2023

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Salah satu keindahan agama Islam adalah hadirnya Syariat yang berperan sebagai rambu-rambu dalam menjalani kehidupan. Ibarat... selengkapnya

Buya Yahya Ungkap Peristiwa Besar di Bulan Rajab
16 January 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Bulan Rajab adalah bulan yang dimuliakan oleh Allah Swt. Pada bulan ini, terdapat peristiwa besar, yakni Isra’... selengkapnya

Agar Mahar Pernikahan Tidak Jadi Petaka
31 July 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Salah satu yang selalu diperbincangkan dalam sebuah pernikahan adalah mahar. Mahar dapat diartikan sebagai pemberian pihak laki-laki... selengkapnya

Cara Perempuan Membatalkan Ta’aruf yang Baik
19 June 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Hal yang harus dipahami terlebih dahulu adalah makna ta’aruf itu sendiri. Ta’aruf bukanlah kesepakatan untuk menuju kepada... selengkapnya

Menyingkap Rahasia Bulan Rabi’ul Awal sebagai Bulan Rahmat
4 October 2023

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Saat ini, kita telah berada di pertengahan bulan Rabi’ul Awal. Bulan penuh rahmat dan kemuliaan. Tidak... selengkapnya

Hukum Sedekah Tapi Punya Utang yang Sudah Jatuh Tempo
6 March 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Dalam kehidupan sehari-hari, banyak di antara kita yang memiliki utang, baik kepada individu maupun lembaga. Latar belakang... selengkapnya

Pendidikan Karakter di Era Digital: Tantangan dan Peluang bagi Generasi Muslim
22 July 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Kemajuan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam cara hidup manusia, termasuk dalam dunia pendidikan. Di satu sisi,... selengkapnya

Pentingnya Pendidikan Agama Sejak Dini

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: