Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

CS Pustaka
● online
CS Pustaka
● online
Halo, perkenalkan saya CS Pustaka
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Beranda » Blog » Bolehkah Bertayamum saat Mendaki Gunung?

Bolehkah Bertayamum saat Mendaki Gunung?

Diposting pada 26 Mei 2025 oleh Redaksi / Dilihat: 1.102 kali / Kategori:

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Mendaki gunung merupakan aktivitas luar ruangan yang belakangan ini banyak diminati masyarakat Indonesia. Pada gunung-gunung tertentu, proses pendakian memakan waktu yang sangat lama, sehingga tak jarang para pendaki melakukan perjalanan sampai sore bahkan hingga larut malam. Namun sebagai umat Muslim, sudah menjadi kewajiban bagi kita untuk menunaikan shalat lima waktu di mana pun kita berada jika tidak ada udzur. Sementara itu, sebelum melaksanakan shalat kita harus dalam keaadaan suci dari hadas dengan cara berwudhu atau mandi seperti keterangan dalam kitab Iqna karya Imam Syirbini:

وفي موجبه أوجه: احدها الحدث وجوبا موسوعا، ثانيها: القيام إلى الصلاة و نحوها

Salah satu yang mewajibkan wudhu bagi setiap orang di antaranya: pertama, untuk menghilangkan hadas; kedua, menunaikan shalat wajib, baik shalat fardhu maupun sunah.”

Saat mendaki, seseorang yang akan melaksanakan shalat namun tidak menemukan sumber mata air. Lantas bagaimana seorang pendaki Muslim menunaikan shalat lima waktunya? Sedangkan persediaan air hanya untuk kebutuhan memasak dan lainnya. Maka solusinya adalah dengan bertayamum sebagai pengganti dari wudhu. Kebolehan bertayamum sebagai pengganti wudhu ini disebutkan dalam kitab Iqna, di antaranya karena kesulitan menemukan air.

الأول: وجود العذر وهو العجز عن استعمال الماءبسفر

Boleh bertayamum sebab tidak menemukan air saat bepergian.”

Namun, Imam Syirbini menjelaskan lebih rinci tentang bepergian seperti apa yang memperbolehkan bertayamum untuk menggantikan wudhu.

وللمسافر أربعة احوال:

الحال الأول: ايتيقن عدم الماء، فيتيمم حينءذ بلا طلب، إذا لافاءد فيه سواء اكان مسافر أم لا، وفقده في السفر جرى على الغالب

Bagi seorang musafir boleh bertayamum dalam empat keadaan. Keadaan pertama yaitu jika ia yakin tidak adanya air, maka ia boleh bertayamum seketika itu tanpa mencari air karena jika mencari air tidak ada faedahnya. Hal ini berlaku baik dalam keadaan bermusafir atau tidak. Dan tidak adanya air dalam keadaan berpergian berlaku pada umumnya.”

Maksud dari pernyataan di atas yaitu seorang musafir boleh bertayamum jika sudah yakin tidak ada air di sekitarnya. Dalam hal ini, seorang pendaki yang sudah jelas dia mendaki gunung yang memang tidak ada mata air, maka boleh langsung bertayamum seketika itu tanpa harus mencari air terlebih dahulu, karena mencari air tidak ada gunanya.

 

Penulis: Mustofa Ali Maksum

Penyunting: Assyifa

Tulisan website Pustaka Al-Bahjah merupakan platform bacaan yang ditulis oleh masyarakat umum sebagai media literasi. Submit tulisanmu dengan cara klik link ini.

 

 

Bagikan ke

Bolehkah Bertayamum saat Mendaki Gunung?

Saat ini belum tersedia komentar.

Mohon maaf, form komentar dinonaktifkan pada halaman/artikel ini.
Tips Menyikapi Suami Pendiam
16 Desember 2022

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Setiap manusia memiliki karakter dan sifat masing-masing. Ada yang memiliki karakter dan sifat pendiam, ada juga... selengkapnya

Berbuka dengan Menu “Rasa Peduli”
7 April 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Ketika kita asyik menikmati ifthar dengan hidangan berjejer di meja makan, nun jauh di sana saudara kita,... selengkapnya

Selangkah Lebih Dekat dengan Kitab Ramadhaniat Karya Buya Yahya
22 Maret 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Keutamaan bulan Ramadan benar adanya. Banyak hadis-hadis Nabi, kisah orang-orang saleh, dan berbagai riwayat yang telah menyebutkannya.... selengkapnya

Inovasi Dakwah Melalui Gedung Media Al-Bahjah yang Baru Diresmikan
10 Agustus 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Divisi Media dan Dakwah Al-Bahjah mengadakan tasyakuran gedung media baru yang berdiri megah di kawasan kompleks yayasan... selengkapnya

Hati-Hati Menjadi Buzzer dalam Pemilu! Buya Yahya Mengingatkan Rambu-Rambu Ini
3 Desember 2023

Pemilu semakin dekat. Kampanye semakin gencar di berbagai tempat dan media sosial. Kemudahan mengakses media sosial ini mewarnai prosesi kampanye... selengkapnya

Puisi-Puisi Rustiya
17 Mei 2024

  Sajadah Cinta   Sajadah cinta terbentang luas, Di hamparan kasih yang tak terkira. Benang-benang  iman terjalin erat, Menemani jiwa... selengkapnya

Kenali 6 Jenis Paragraf Ini Sebelum Kamu Menulis. Lengkap dengan Contohnya!
10 Desember 2023

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Penulis hebat tidak pernah terlepas dari kemampuan penulisan paragraf yang baik, sehingga pengetahuan paragraf yang baik... selengkapnya

Ini Dia Kunci Sukses Pernikahan yang Sehat
30 April 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Hubungan yang sehat dalam pernikahan adalah ketika pasangan saling mendukung, menghargai, dan memahami satu sama lain serta... selengkapnya

Buya Yahya Ungkap Peristiwa Besar di Bulan Rajab
16 Januari 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Bulan Rajab adalah bulan yang dimuliakan oleh Allah Swt. Pada bulan ini, terdapat peristiwa besar, yakni Isra’... selengkapnya

Punya Utang Puasa Wajib? Anda Bisa Dapatkan Pahala Dobel Saat Bulan Syawal! Begini Caranya
1 Mei 2023

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Ketika memasuki bulan Syawal, umat Islam diberikan kesempatan untuk meraih pahala yang besar dengan cara melaksanakan... selengkapnya

Bolehkah Bertayamum saat Mendaki Gunung?

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: