● online
- RAMADHANIAT....
- Motivasi Dakwah "Membawa kepada Kemuliaan dengan H....
- English Practice "Practice Makes Perfect" Low Begi....
- INDAHNYA MEMAHAMI PERBEDAAN PARA ULAMA KARYA BUYA ....
- Fiqih Bepergian Solusi Shalat di Perjalanan....
- English Practice "Practice Makes Perfect" Intermed....
- Kitab Tahsilul Ma'mul....
- Fiqih Shalat Berjamaah....
Ternyata Allah Tidak di Arsy Saat Isra Miraj Nabi Saw, Tapi….
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Isra Miraj merupakan sebuah peristiwa agung yang dialami oleh Baginda Nabi Muhammad Saw. Dalam peristiwa ini Baginda Nabi Saw diperjalankan oleh Allah Swt dari Masjidil Haram menuju Masjidil Aqsa yang disebut dengan Isra, kemudian dari Masjidil Aqsa diangkat oleh Allah hingga langit ke tujuh dan naik lagi menuju Sidratul Muntaha.
Setelah Baginda Nabi Saw melewati tujuh lapisan langit hingga sampai ke Sidratul Muntaha, disitulah Baginda Nabi Saw berdialog dengan Allah Swt. Dialog ini berlangsung dengan cara yang hanya Allah Swt dan Baginda Nabi Saw yang tahu.
Peristiwa ini wajib diimani oleh setiap muslim. Karena memang benar-benar Baginda Nabi Saw mengalami peristiwa ini dalam keadaan sadar, bukan hanya ruh, namun beserta jasad Nabi Saw. Maka Buya Yahya menegaskan siapapun yang mengingkari peristiwa Isra Mi’raj ini, ia keluar dari iman.
“Yang mengingkari mi’raj apalagi isra adalah akidahnya tidak dibenarkan, ibadahnya tidak diterima oleh allah swt.” Tegas Buya
Namun dengan adanya peristiwa Isra Miraj ini jangan sampai muncul keyakinan bahwasanya Allah berada di atas langit sana. Sehubungan dengan Baginda Nabi Saw perlu naik ke atas langit sana seolah-olah Allah Swt ada di atas. Ini adalah pemahaman keliru yang kemudian memunculkan akidah sesat menyesatkan.
“Ada yang bertanya Allah di mana? lalu dijawab di langit ini adalah ciri akidah sesat dan menyesatkan. Bukan akidah ahlussunnah wal jamaah asy’ariyah.”
Ketahuilah bahwasanya Allah Swt ada tanpa tempat dan Allah tidak membutuhkan tempat. Allah yang menciptakan tempat dan sebelum Allah menciptakan tempat, Allah sudah ada. Dan sesudah Allah menciptakan semesta termasuk Sidratul Muntaha dan Arsy, Allah tetap seperti sebelum menciptakan tempat.
Kalau Allah tidak membutuhkan tempat, lalu kenapa Nabi Muhammad Saw harus naik ke Sidratul Muntaha dan Arsy disaat hendak berbicara dengan Allah?

Buya Yahya menjelaskan bahwa Sidratul Muntaha dan Arsy adalah tempat istimewa yang telah Allah siapkan untuk Nabi Muhammad Saw. Sampai dalam suatu riwayat dikatakan bahwa Malaikat Jibril pun tidak mampu untuk menembus Sidratul Muntaha ini, hingga Malaikat Jibril pun berkata “Kalau aku menembusnya maka aku hangus, akan tetapi kalau engkau Muhammad, engkau akan lulus”.
Hal ini karena tempat tersebut disiapkan oleh Allah Swt hanya untuk Baginda Nabi Saw, dan di tempat mulia itulah Nabi Muhammad Saw berbicara dan berdialog dengan Allah Swt. Dengan cara apa? Hanya Allah dan Rasul Saw yang tahu.
Sidratul Muntaha dan Arsy layaknya bukit Tursina yang menjadi tempat Nabi Musa berbicara dengan Allah Swt. Yang harus kita yakini adalah bahwa bukit Tursina bukan tempatnya Allah Swt, namun bukit Tursina adalah tempat berpijaknya Nabi Musa As saat berbicara dengan Allah. Karena Allah tidak butuh tempat, seperti Sidrotul Muntaha dan Arsy bukan tempatnya Allah karena Allah tidak butuh tempat.
Tempat-tempat tersebut adalah tempat yang mulia yang Allah Swt persiapkan untuk orang-orang mulia. Seperti pada saat-saat tertentu jika kita ingin menghadap kepada Allah Swt maka kita perlu ke masjid atau ke Ka’bah.
Hal itu bukan berarti Allah ada di dalam masjid maupun Ka’bah, akan tetapi karena itu adalah tempat yang telah Allah persiapkan di bumi sebagai tempat mulia untuk memohon kepada Allah Swt. Maka begitupun Sidrotul Muntaha telah Allah Swt siapkan sebagai tempat mulia untuk Nabi Muhammad memohon kepada Allah.
Jadi Sidrotul Muntaha dan Arsy bukan tempatnya Allah, di atas Arsy bukan tempatnya Allah. Allah yang menciptakan tempat, Allah tidak butuh tempat sebab Allah tidak membutuhkan ciptaannya, dan Allah ada tanpa tempat.
Sumber: Tausyiah Buya Yahya di Youtube Al-Bahjah TV
Telah hadir juga hikmah mengenai kisah Isra Miraj Baginda Nabi Muhammad Saw dalam buku Oase Iman karya Buya Yahya

Tags: Al-Bahjah, Buya Yahya, Isra Miraj, Mustawa, SIdratul Muntaha
Ternyata Allah Tidak di Arsy Saat Isra Miraj Nabi Saw, Tapi….
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Tidak semua yang telah direncanakan berjalan sesuai keinginan dan harapan. Termasuk dalam hal pernikahan. Pernikahan sebuah momen yang... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Salman Al-Farisi adalah seorang sahabat yang berasal dari luar negara Arab, tepatnya dari negara Persia. Beliaulah yang mengusulkan... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Dalam kehidupan sehari-hari, banyak kegiatan yang melibatkan perlombaan, mulai dari lomba olahraga hingga lomba yang lebih ringan... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Buya Yahya kembali hadir di Kota Cimahi dalam kajian rutin Majelis Al-Bahjah Bandung, Rabu 28 Rabiul... selengkapnya
Di tengah-tengah kaum muslimin Indonesia sedang ramai perbincangan mengenai perbedaan penetapan hari Raya Iduladha. Sebagian pihak mengikuti ketetapan pemerintah melalui... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Ketika seorang wanita pada hari kemarin masih haid, namun ternyata ketika pagi di hari berikutnya ia yakin... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Doa sering dimaknai dengan permohonan atau permintaan dengan penuh harapan dan pujian kepada Tuhan. Dalam agama Islam,... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Beberapa hari lagi kita akan memasuki bulan Rabi’ul Awal, bulan kelahiran kekasih Allah, yaitu Nabi Muhammad Saw.... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Hati dalam pandangan Islam, bukan hanya organ biologis, melainkan pusat kesadaran spiritual dan moral. Ia adalah cermin kehidupan... selengkapnya
Mengutamakan Kepatuhan di atas Penghormatan Oleh: Admin 2 Disadur dari ceramah Buya Yahya (Pengasuh LPD Al-Bahjah Cirebon) PUSTAKA AL-BAHJAH-ARTIKEL-Adakalanya orang... selengkapnya
Penerbit: Pustaka Al-Bahjah Penulis: Moch. Idam Kholid Ukuran: 10,5 x 16,5 cm Tebal buku: 256 Bahasa Inggris adalah bahasa internasional… selengkapnya
*Harga Hubungi CSBuku Fiqih Shalat karya Buya Yahya ini berisi pedoman lengkap mengenai hukum fiqih dan tata cara dalam menjalankan ibadah shalat…. selengkapnya
Rp 59.000Buku Buya Yahya yang berjudul Ramadhaniat secara rinci menjelaskan amalan-amalan yang dapat dilakukan oleh seorang muslim di bulan Ramadan. Buku… selengkapnya
Rp 115.000Penerbit: Pustaka Al-Bahjah Penulis: Achmad Hisyam Al Habsyie Tebal buku: viii+140 Menelusuri jejak kepemimpinan Islam pasca wafatnya Rasulullah Saw melalui… selengkapnya
*Harga Hubungi CSDi antara hal yang disepakati oleh para ulama bahwa agama Islam adalah agama yang relevan untuk setiap zaman dan di… selengkapnya
Rp 90.000 Rp 110.500Buku Fiqih Thaharah (Bersuci) karya Buya Yahya ini disusun berdasarkan berbagai kitab-kitab yang terpercaya dengan tetap memperhatikan sumber utamanya, yakni… selengkapnya
Rp 60.000Buku “Silsilah Fiqih Praktis Qurban” karya Buya Yahya merupakan sebuah panduan praktis yang memberikan pemahaman mengenai hukum dan tata cara… selengkapnya
Rp 57.000Penerbit: Pustaka Al-Bahjah Penulis: Moch. Idam Kholid Ukuran: 10,5 x 16,5 cm Tebal buku: 300 Bahasa Inggris adalah bahasa internasional… selengkapnya
*Harga Hubungi CSIlmu nahwu adalah termasuk bagian dari sekian macam bidang ilmu dalam bahasa arab. Tanpanya sebuah susunan kalam tidak akan difahamai… selengkapnya
Rp 72.000 Rp 93.600

alhamdulillah tabarokallah
20 Februari 2023 | 8:41 amماشاءاللہ
18 Februari 2023 | 9:18 amilmunya sangat bermanfaat. Harapan kami semoga Al Bahjah bisa menghadirkan buku-buku siroh ringkas yg mudah difahami oleh orang awam. Kami sangat suka dg buku-buku karya Guru kita Buya…bahasanya mudah kami fahami