Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

CS Pustaka
● online
CS Pustaka
● online
Halo, perkenalkan saya CS Pustaka
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Beranda » Blog » Tak Hanya Dibaca dan Dihafal, Hadirkanlah Hati untuk Mencintai Al-Qur’an

Tak Hanya Dibaca dan Dihafal, Hadirkanlah Hati untuk Mencintai Al-Qur’an

Diposting pada 19 Juni 2025 oleh Redaksi / Dilihat: 686 kali / Kategori: ,

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Al-Qur’an adalah kitab suci umat Islam yang diturunkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala kepada Nabi Muhammad Salallahu ‘Alaihi Wasallam secara turun-temurun dalam bahasa Arab Fushah (baku dan resmi). Al-Qur’an merupakan firman Allah yang berisi pedoman hidup untuk umat Islam dari segala lini kehidupan yang di dalamnya mencangkup perintah, larangan, peringatan, pelajaran, kabar gembira, aturan, dan kisah-kisah teladan penuh hikmah dari para nabi, sahabat, orang saleh terdahulu.

“Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan batil).”(QS. Al-Baqarah: 185)

Membaca Al-Qur’an bernilai pahala. Bahkan ganjaran pahalanya dinilai per huruf. Begitu mudahnya untuk mendulang pahala bukan?

“Barang siapa membaca satu huruf dari kitab Allah (Al-Qur’an), maka baginya satu kebaikan, dan satu kebaikan dilipatgandakan menjadi sepuluh. Aku tidak mengatakan ‘Alif Laam Miim’ satu huruf, tetapi Alif satu huruf, Laam satu huruf, dan Miim satu huruf.”(HR. At-Tirmidzi, no. 2910-Hadis hasan sahih)

Pahala per hurufnya adalah 10 kebaikan. Maka bisa kita bayangkan ketika membaca selembar Al-Qur’an sudah berapa ayat yang kita baca? Berapa huruf di dalamnya? Berapa kebaikan yang Allah limpahkan kepada kita? Masyallah. Namun pernahkan kamu merasa hambar dalam membaca ataupun menghafalkan? Itu kenapa ya? Sempat mempertanyakan hal yang serupa tidak?

Sering membaca dan menghafalkan Al-Qur’an, tetapi hatinya tetap kering kerontang? Sering membaca dan menghafalkan Al-Qur’an, tetapi hanya sekadar rutinitas belaka? Sering membaca dan menghafalkan Al-Qur’an, tetapi tidak tergerak untuk mengamalkan isinya? Sering membaca dan menghafalkan Al-Qur’an tapi karena tuntutan kejar target gurunya atau disuruh orang tua?

Jika demikian maka sungguh sangat disayangkan. Padahal Al-Qur’an akan menjadi syafaat kita kelak di hari akhir. Sebagaimana Nabi Salallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لِأَصْحَابِهِ

“Bacalah Al-Qur’an, sesungguhnya ia akan datang di hari kiamat memberi syafaat kepada pembacanya.” (Imam Muslim, Shahih Muslim, Beirut: Dar Ihya’ Ihya’ al-Turats al-Arabi, tt, juz 1, hal. 553).

Akan tetapi, pernahkah kita bertanya apakah membaca dan menghafalnya saja tanpa menghadirkan kecintaan dalam mengamalkannya sudah cukup? Jawabanya adalah belum. Kita mestilah menyertainya dengan penuh rasa kecintaan.

Sebagai manusia normal, kita tentu punya rasa cinta. Tidak mungkin manusia tidak punya rasa cinta kecuali orang hilang akalnya, karena cinta adalah anugerah terindah dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Oleh karena itu, kecintaan menjadi fondasi keridhaan dan keikhlasan seseorang untuk membaktikan dirinya kepada suatu hal, termasuk dalam membaca dan menghafal Al-Qur’an sebagai suatu ibadah.

Contoh lainnya seperti mencintai Nabi Muhammad dan Allah. Menghadirkan kecintaan kepada Nabi dan Allah adalah syarat beriman kepada Allah dan Rasul-Nya yang merupakan kewajiban bagi setiap Muslim. Beriman tanpa tumbuh rasa cinta maka hanya iman di mulut semata. Akhirnya iman karena cinta ini termanifestasi dalam ketaatan dan ketaqwaan, mengikuti ajaran, meneladani sunah-sunahnya Nabi, serta lainnya.

Mari cek, kegiatan apa yang kita cintai? Pasti ketika melakukan hal tersebut kita sangat menikmatinya. Ada rasa bahagia saat menjalaninya sampai lupa waktu. Benar bukan?  Begitulah kekuatan terbesar dari rasa cinta. Dengan cinta semua yang tampak jelek jadi cantik, semua yang tampak sulit jadi mudah, semua yang tampak berat menjadi ringan, semua yang terasa pahit jadi manis (nikmat). Cinta adalah kunci kebahagiaan. Melakukan segala sesuatu atas dasar cinta akan ada rasa kenikmatan dalam menjalaninya.

Dari sini kita menjadi paham bahwa penting sekali menghadirkan hati dan mencintai Al-Qur’an (karena Allah) sebelum, saat, maupun setelah membaca dan menghafalkannya. Ketika kita menghadirkan cinta saat mengamalkannya, setidaknya ada 6 manfaat yang tentu bernilai kebaikan yang bisa kita dapatkan:

  1. Di saat membaca Al-Qur’an terasa berat dilidah maka akan menjadi ringan.
  2. Kita akan mudah khusyuk membaca maupun menghafalkannya secara tartil (membaca dengan perlahan-lahan, tenang, jelas, dan memperhatikan kaidah tajwid).
  3. Kita akan merasa bahagia menjalani proses membaca dan menghafalkannya.
  4. Memotivasi kita untuk berlama-lama membacanya.
  5. Lebih mudah mengerti dalam memaknainya lalu tergerak mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari.
  6. Kita akan merasakan kenikmatan dan kesejukan di dalam hati sehingga menjadi obat penenang yang mujarab ketika kita mendapatkan sebuah masalah, kendala, atau musibah.

Semoga dengan ikhtiar kita selalu menghadirkan hati untuk mencintai Al-Qur’an di saat membaca maupun menghafalkannya dapat menghantarkan kita menjadi Mukmin sejati yang senantiasa meningkatkan kualitas ibadahnya. Selain itu, dengan menghadirkan cinta di hati dalam mengamalkan Al-Qur’an menjadi wasilah dalam menggapai ridhanya Allah Subhanu wa Ta’ala sehingga akhirnya Al-Qur’an benar-benar menjadi syafaat bagi kita semua kelak di hari akhir. Aamiin Allahumma Aamiin.

 

Penulis: Erna Septiana

Penyunting: Idan Sahid

Tulisan website Pustaka Al-Bahjah merupakan platform bacaan yang ditulis oleh masyarakat umum sebagai media literasi. Submit tulisanmu dengan cara klik link ini.

 

 

Bagikan ke

Tak Hanya Dibaca dan Dihafal, Hadirkanlah Hati untuk Mencintai Al-Qur’an

Saat ini belum tersedia komentar.

Mohon maaf, form komentar dinonaktifkan pada halaman/artikel ini.
Setelah Qurban, Lalu Apa?
28 Mei 2026

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Iduladha bukan sekadar tentang menyembelih hewan qurban. Di balik ibadah itu, tersimpan kisah agung tentang cinta seorang ayah,... selengkapnya

Pesan Mulia Buya Yahya Untuk “Wanita Karir”
4 Desember 2022

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Fenomena wanita karir akhir-akhir ini menjadi hal yang lumrah terjadi di masyarakat. Wanita karir sendiri diistilahkan... selengkapnya

Problem Moral dan Masa Depan Bangsa
19 Maret 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Wajah moral anak bangsa belakangan ini tampaknya kian bopeng. Banyak pemberitaan yang membuat kita menitikkan air mata.... selengkapnya

Anak Masuk Sekolah Favorit, Arah Jalan ke Surga atau Neraka?
2 Juni 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Anak adalah titipan dari Allah Subhanau wa Ta’ala, maka setiap orang tua sejatinya tengah mengemban amanah atas titipan... selengkapnya

Hikmah di Balik Sebuah Musibah: Membuat Lebih Kuat dan Bijak dalam Menghadapinya
23 Januari 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Sebagian orang berpikir bahwa musibah yang terjadi merupakan sebuah azab yang diturunkan oleh Allah Suhanallahu wa Ta’ala,... selengkapnya

Inovasi Dakwah Melalui Gedung Media Al-Bahjah yang Baru Diresmikan
10 Agustus 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Divisi Media dan Dakwah Al-Bahjah mengadakan tasyakuran gedung media baru yang berdiri megah di kawasan kompleks yayasan... selengkapnya

Keceriaan, Rahasia di Balik Setiap Senyuman
17 Februari 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Keceriaan memiliki peran penting dalam kehidupan, bahkan di tengah kesulitan. Tampil ceria adalah salah satu bentuk syukur... selengkapnya

Mukernas ke-3 Al-Bahjah, Buya Yahya: Evaluasi untuk Mencipta Inovasi
17 Agustus 2022

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Setiap organisasi selalu membutuhkan regenerasi demi keberlanjutan jalannya roda keorganisasian. Itulah yang juga dilakukan oleh Lembaga... selengkapnya

Perihal Toleransi dan Permohonan Doa Lintas Agama
26 November 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Dalam konteks masyarakat plural seperti Indonesia, diskusi mengenai batas toleransi dalam hubungan antaragama terus menjadi perhatian akademik, teologis,... selengkapnya

2 Hari Jelang Pemilu, Buya Yahya Beri Pesan Sebelum Memilih
12 Februari 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Pemilu menjadi ajang pesta demokrasi sekaligus medium aktualisasi hak dan kewajiban politik seluruh warga negara. Agar pemilu... selengkapnya

Tak Hanya Dibaca dan Dihafal, Hadirkanlah Hati untuk Mencintai Al-Qur’an

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: