● online
Tak Hanya Dibaca dan Dihafal, Hadirkanlah Hati untuk Mencintai Al-Qur’an

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Al-Qur’an adalah kitab suci umat Islam yang diturunkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala kepada Nabi Muhammad Salallahu ‘Alaihi Wasallam secara turun-temurun dalam bahasa Arab Fushah (baku dan resmi). Al-Qur’an merupakan firman Allah yang berisi pedoman hidup untuk umat Islam dari segala lini kehidupan yang di dalamnya mencangkup perintah, larangan, peringatan, pelajaran, kabar gembira, aturan, dan kisah-kisah teladan penuh hikmah dari para nabi, sahabat, orang saleh terdahulu.
“Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan batil).”(QS. Al-Baqarah: 185)
Membaca Al-Qur’an bernilai pahala. Bahkan ganjaran pahalanya dinilai per huruf. Begitu mudahnya untuk mendulang pahala bukan?
“Barang siapa membaca satu huruf dari kitab Allah (Al-Qur’an), maka baginya satu kebaikan, dan satu kebaikan dilipatgandakan menjadi sepuluh. Aku tidak mengatakan ‘Alif Laam Miim’ satu huruf, tetapi Alif satu huruf, Laam satu huruf, dan Miim satu huruf.”(HR. At-Tirmidzi, no. 2910-Hadis hasan sahih)
Pahala per hurufnya adalah 10 kebaikan. Maka bisa kita bayangkan ketika membaca selembar Al-Qur’an sudah berapa ayat yang kita baca? Berapa huruf di dalamnya? Berapa kebaikan yang Allah limpahkan kepada kita? Masyallah. Namun pernahkan kamu merasa hambar dalam membaca ataupun menghafalkan? Itu kenapa ya? Sempat mempertanyakan hal yang serupa tidak?
Sering membaca dan menghafalkan Al-Qur’an, tetapi hatinya tetap kering kerontang? Sering membaca dan menghafalkan Al-Qur’an, tetapi hanya sekadar rutinitas belaka? Sering membaca dan menghafalkan Al-Qur’an, tetapi tidak tergerak untuk mengamalkan isinya? Sering membaca dan menghafalkan Al-Qur’an tapi karena tuntutan kejar target gurunya atau disuruh orang tua?
Jika demikian maka sungguh sangat disayangkan. Padahal Al-Qur’an akan menjadi syafaat kita kelak di hari akhir. Sebagaimana Nabi Salallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:
اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لِأَصْحَابِهِ
“Bacalah Al-Qur’an, sesungguhnya ia akan datang di hari kiamat memberi syafaat kepada pembacanya.” (Imam Muslim, Shahih Muslim, Beirut: Dar Ihya’ Ihya’ al-Turats al-Arabi, tt, juz 1, hal. 553).
Akan tetapi, pernahkah kita bertanya apakah membaca dan menghafalnya saja tanpa menghadirkan kecintaan dalam mengamalkannya sudah cukup? Jawabanya adalah belum. Kita mestilah menyertainya dengan penuh rasa kecintaan.
Sebagai manusia normal, kita tentu punya rasa cinta. Tidak mungkin manusia tidak punya rasa cinta kecuali orang hilang akalnya, karena cinta adalah anugerah terindah dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Oleh karena itu, kecintaan menjadi fondasi keridhaan dan keikhlasan seseorang untuk membaktikan dirinya kepada suatu hal, termasuk dalam membaca dan menghafal Al-Qur’an sebagai suatu ibadah.
Contoh lainnya seperti mencintai Nabi Muhammad dan Allah. Menghadirkan kecintaan kepada Nabi dan Allah adalah syarat beriman kepada Allah dan Rasul-Nya yang merupakan kewajiban bagi setiap Muslim. Beriman tanpa tumbuh rasa cinta maka hanya iman di mulut semata. Akhirnya iman karena cinta ini termanifestasi dalam ketaatan dan ketaqwaan, mengikuti ajaran, meneladani sunah-sunahnya Nabi, serta lainnya.
Mari cek, kegiatan apa yang kita cintai? Pasti ketika melakukan hal tersebut kita sangat menikmatinya. Ada rasa bahagia saat menjalaninya sampai lupa waktu. Benar bukan? Begitulah kekuatan terbesar dari rasa cinta. Dengan cinta semua yang tampak jelek jadi cantik, semua yang tampak sulit jadi mudah, semua yang tampak berat menjadi ringan, semua yang terasa pahit jadi manis (nikmat). Cinta adalah kunci kebahagiaan. Melakukan segala sesuatu atas dasar cinta akan ada rasa kenikmatan dalam menjalaninya.
Dari sini kita menjadi paham bahwa penting sekali menghadirkan hati dan mencintai Al-Qur’an (karena Allah) sebelum, saat, maupun setelah membaca dan menghafalkannya. Ketika kita menghadirkan cinta saat mengamalkannya, setidaknya ada 6 manfaat yang tentu bernilai kebaikan yang bisa kita dapatkan:
- Di saat membaca Al-Qur’an terasa berat dilidah maka akan menjadi ringan.
- Kita akan mudah khusyuk membaca maupun menghafalkannya secara tartil (membaca dengan perlahan-lahan, tenang, jelas, dan memperhatikan kaidah tajwid).
- Kita akan merasa bahagia menjalani proses membaca dan menghafalkannya.
- Memotivasi kita untuk berlama-lama membacanya.
- Lebih mudah mengerti dalam memaknainya lalu tergerak mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari.
- Kita akan merasakan kenikmatan dan kesejukan di dalam hati sehingga menjadi obat penenang yang mujarab ketika kita mendapatkan sebuah masalah, kendala, atau musibah.
Semoga dengan ikhtiar kita selalu menghadirkan hati untuk mencintai Al-Qur’an di saat membaca maupun menghafalkannya dapat menghantarkan kita menjadi Mukmin sejati yang senantiasa meningkatkan kualitas ibadahnya. Selain itu, dengan menghadirkan cinta di hati dalam mengamalkan Al-Qur’an menjadi wasilah dalam menggapai ridhanya Allah Subhanu wa Ta’ala sehingga akhirnya Al-Qur’an benar-benar menjadi syafaat bagi kita semua kelak di hari akhir. Aamiin Allahumma Aamiin.
Penulis: Erna Septiana
Penyunting: Idan Sahid
Tulisan website Pustaka Al-Bahjah merupakan platform bacaan yang ditulis oleh masyarakat umum sebagai media literasi. Submit tulisanmu dengan cara klik link ini.
Tak Hanya Dibaca dan Dihafal, Hadirkanlah Hati untuk Mencintai Al-Qur’an
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Puasa 10 Muharram atau puasa asyura merupakan puasa sunnah yang sangat dikukuhkan oleh Baginda Nabi Saw.... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Menjelang lebaran, aktivitas penukaran uang lama dengan uang baru menjadi fenomena umum di masyarakat. Banyak orang yang... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Setidaknya di akhir pekan bulan ini orang-orang mulai melaksanakan aktivitasnya kembali. Suasana dan euforia pascaliburan membekaskan kesan... selengkapnya
Masalah dalam Bersedekah Oleh: Admin 2 Disadur dari ceramah Buya Yahya (Pengasuh LPD Al-Bahjah Cirebon) PUSTAKA AL-BAHJAH-ARTIKEL-Sedekah, satu kata yang... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Menjalani hidup yang harmonis merupakan impian semua orang dan untuk menuju hidup yang harmonis tentunya harus dengan usaha,... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Anak adalah titipan dari Allah Subhanau wa Ta’ala, maka setiap orang tua sejatinya tengah mengemban amanah atas titipan... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Setiap kali kalender Masehi memasuki lembaran Februari, atmosfer di sekitar kita seolah berubah warna menjadi merah muda. Di... selengkapnya
Lima Tiang Ada lima tiang Tiang itu berdiri kokoh Kokoh karena selalu dijaga Dijaga dan dilestarikan Tiang... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah Cirebon – Untuk meningkatkan minat baca masyarakat dan sebagai upaya penyebaran ilmu agama Islam, Lembaga Pengembangan Dakwah Al-Bahjah... selengkapnya
Buku ini berisikan terjemahan kosa kata bahasa arab beserta latihan-latihannya yang semoga bisa memudahkan para pelajar atau pecinta bahasa arab… selengkapnya
Rp 40.000 Rp 52.000Di antara hal yang disepakati oleh para ulama bahwa agama Islam adalah agama yang relevan untuk setiap zaman dan di… selengkapnya
Rp 90.000 Rp 110.500Terkadang seorang pelajar bahasa arab akan mendapati sedikit kesulitan dalam mempelajari qoidah ‘adad ma’dud karena pembahasan tersebut tidak terlalu detail… selengkapnya
Rp 29.000 Rp 37.700FIQIH PRAKTIS SHALAT BERJAMAAH KARYA BUYA YAHYA Buku ini membahas tentang pentingnya dan tata cara melaksanakan shalat berjamaah, yaitu shalat… selengkapnya
Rp 65.000Buku Aqidah 50 karya Buya Yahya secara tuntas membahas pokok-pokok fundamental Aqidah Islam sebagaimana yang dibakukan oleh Ahlusunnah Waljama’ah. Buku… selengkapnya
Rp 49.000Penerbit: Pustaka Al-Bahjah Penulis: Buya Yahya Tebal buku: xiii+124 Dakwah mempunyai makna mengajak diri dan orang lain kepada kebaikan, menjauhkan… selengkapnya
*Harga Hubungi CS
Saat ini belum tersedia komentar.