Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

CS Pustaka
● online
CS Pustaka
● online
Halo, perkenalkan saya CS Pustaka
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Beranda » Blog » Ramadan dan Kesempatan yang Tak Terulang

Ramadan dan Kesempatan yang Tak Terulang

Diposting pada 5 Februari 2026 oleh Redaksi / Dilihat: 156 kali / Kategori:

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan agar kita selalu bergegas menyambut rahmat dan ampunan-Nya. Termasuk tatkala kita bertemu dengan waktu-waktu mulia yang penuh dengan kebaikan. Dalam firman-Nya Allah mengatakan:

سَابِقُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ …. الآية

“Berlomba-lombalah kalian untuk mendapatkan ampunan dari Tuhan kalian…”

Rasulullah Salallahu ‘Alahi Wasaalam juga bersabda dalam haditsnya:

إِنَّ لِرَبِّكُمْ عَزَّ وَجَلَّ فِي أَيَّامِ دَهْرِكُمْ نَفَحَاتٍ، فَتَعَرَّضُوا لَهَا، لَعَلَّ أَحَدَكُمْ أَنْ تُصِيبَهُ مِنْهَا نَفْحَةٌ لا يَشْقَى بَعْدَهَا أَبَدًا

“Sesungguhnya Tuhan kalian memiliki embusan-embusan rahmat pada hari-hari kehidupan kalian. Maka carilah dan raihlah embusan itu, semoga salah seorang di antara kalian mendapat satu embusan dari-Nya, sehingga ia tidak akan celaka setelah itu selamanya.”

Ramadan Bulan Penuh Rahmat

Hari ini kita masih berada di bulan yang mulia, yaitu bulan Sya’ban. Beberapa pekan setelah ini, insyaAllah kita akan dipertemukan dengan bulan yang lebih agung dan sangat dinantikan oleh orang-orang beriman, bulan yang membawa banyak kebaikan, yaitu Bulan Suci Ramadan. Bertemu kembali dengan bulan Ramadan adalah anugerah yang sangat besar. Betapa banyak saudara, keluarga, dan sahabat kita yang tidak Allah izinkan bertemu kembali dengan bulan yang mulia tersebut, karena mereka telah lebih dahulu berpulang kepada Allah. Maka kita berharap dan memohon kepada Allah agar kita kembali diberi kesempatan bertemu dengan Ramadan tahun ini, serta termasuk orang-orang yang beruntung; yang mampu meraih kebaikan di dalamnya, memperoleh rahmat dan ampunan-Nya, dan keluar dari Ramadan dalam keadaan bersih serta dosa-dosa kita diampuni oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Sesungguhnya kerugian yang sebenarnya bukanlah ketika seseorang tidak sempat bertemu dengan bulan Ramadan. Namun kerugian yang lebih besar adalah ketika ia bertemu dengan Ramadan, tetapi tidak mendapatkan apa-apa darinya. Bahkan lebih merugi lagi orang-orang yang justru merusak kemuliaan bulan Ramadan.

Orang yang Sukses di Bulan Ramadan

Kesuksesan kita di bulan Ramadan bermula dari hati yang mengagungkan dan memuliakan bulan tersebut. Sebab hati adalah penggerak utama seluruh amal. Apabila hati memandang Ramadan sebagai bulan yang agung dan bernilai, maka anggota badan akan terdorong untuk memaksimalkan ketaatan di dalamnya.

Sebagaimana seseorang yang mengetahui nilai sebuah barang yang sangat berharga, tentu ia akan menjaga, merawat, dan mengerahkan segala upaya untuk mendapatkannya. Demikian pula Ramadan; jadikan Ramadan di mata kita sebagai bulan yang istimewa agar kita memperlakukannya secara istimewa. Hendaknya ibadah ditingkatkan, maksiat ditinggalkan, dan waktu dijaga agar tidak berlalu sia-sia. Jadikan Ramadan adalah bulan spesial bagi kita yang Allah khususkan bagi umat Nabi Muhammad Salallahu ‘Alahi Wassalam dengan keutamaan-keutamaan yang tidak diberikan pada bulan lainnya. Maka sudah sepantasnya ia kita spesialkan dan kita muliakan dengan hati yang penuh dengan pengagungan kepadanya. Allah Ta’ala berfirman:

ذَلِكَ وَمَنْ يُعَظِّمْ شَعَائِرَ اللَّهِ فَإِنَّهَا مِنْ تَقْوَى الْقُلُوبِ

“Demikianlah, dan barang siapa mengagungkan syi‘ar-syi‘ar Allah, maka sesungguhnya hal itu termasuk ketakwaan hati.”

Orang yang Rugi di Bulan Ramadan

Bayangkan seandainya Ramadan tahun ini adalah Ramadan terakhir bagi kita. Seandainya Allah tidak lagi memberi kesempatan untuk bertemu dengannya di tahun depan. Tentu kita akan menjalaninya dengan penuh kesungguhan, rasa takut, penuh harap dan khawatir jika kesempatan emas ini tidak terulang kembali. Walaupun kita berharap dapat berjumpa dengan Ramadan di setiap tahun, namun seorang mukmin yang cerdas tidak pernah menyia-nyiakan kesempatan yang mungkin tidak akan datang kembali.

Adapun orang yang memandang Ramadan seperti bulan-bulan lainnya, yang tidak menghadirkan pengagungan di dalam hatinya, maka ia tidak akan bisa memaksimalkan ibadah. Bahkan bisa jadi ia justru berani merusak kemuliaan Ramadan dengan meninggalkan kewajiban dan melakukan pelanggaran, padahal ia sedang berada di bulan yang paling mulia. Na‘ūdzu billāhi min dzālik. Inilah sebabnya Rasulullah Salallahu ‘Alahi Wasalam memperingatkan dengan keras:

رَغِمَ أَنْفُ رَجُلٍ أَدْرَكَ رَمَضَانَ ثُمَّ انْسَلَخَ قَبْلَ أَنْ يُغْفَرَ لَهُ

“Sungguh celaka seseorang yang mendapati bulan Ramadan, lalu Ramadan berlalu darinya sebelum ia mendapatkan ampunan.”

Sangat disayangkan, ada satu fenomena yang sering kita jumpai di sekitar kita bahkan mungkin pada diri kita sendiri. Tidak sedikit dari kita yang justru lebih sibuk mempersiapkan datangnya Hari Raya, dibandingkan mempersiapkan diri untuk menyambut Ramadan itu sendiri. Dia sibuk dengan persiapan pakaian, makanan, dan berbagai urusan dunia yang telah direncanakan jauh-jauh hari. Sementara persiapan hati, tobat, perbaikan ibadah, dan kesiapan untuk memaksimalkan Ramadan justru sering terabaikan. Seolah-olah yang paling ditunggu adalah akhir Ramadan, bukan Ramadan itu sendiri. Kemenangan kita bukanlah hanya saat berhari raya, namun saat kita dapat menyelesaikan pendidikan di Ramadan, maka itulah kemenangan yang sesungguhnya dengan meraih ampunan Allah Subhanahu wa Ta’ala sebagaimana disebutkan dalam Riwayat hadits bahwa barang siapa yang berpuasa Ramadan dan mendirikan malam-malam Ramadan dengan ibadah karena iman kepada Allah dan mengharap pahala dari-Nya maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu.

Mulianya Bulan Ramadan

Ramadan bukan sekadar bulan yang kita lewati, tapi kesempatan yang sedang menunggu kesiapan hati kita. Ia datang membawa ampunan, namun hanya untuk hati yang siap menerimanya. Ia hadir dengan kemuliaan, namun hanya diraih oleh mereka yang memuliakannya. Jangan sampai Ramadan datang akan tetapi hanya lewat begitu saja sebagai rutinitas tahunan. Padahal disebutkan dalam riwayat hadits al Imam Tirmidzi dan al Imam Ahmad:

وينادي مناد: يَا بَاغِيَ الْخَيْرِ أَقْبِلْ، وَيَا بَاغِيَ الشّرِّ أقْصِرْ، وَللهِ عُتَقَاءُ مِنَ النَّارِ وَذَلِكَ كُلَّ لَيْلَةٍ

“Setiap malam malaikat diperintah oleh Allah untuk menyeru kepada para hamba-hamba Allah: ‘Wahai yang merindukan kebaikan datanglah dan wahai yang menginginkan keburukan berhentilah, dan setiap malam Allah juga akan membebaskan hamba-hamba-Nya dari neraka.’”

Semoga Allah jadikan kita sebagai hamba-hamba-Nya yang beruntung di bulan Ramadan, semoga Allah jadikan hati kita penuh pengagungan dan senantiasa memuliakan bulan Ramadan sehingga kita mudah untuk menghidupkan Ramadan dengan ibadah, dan semoga Allah bersihkan hati kita dari segala benci, dengki, dan dendam kepada sesama agar kita tidak terhalang dari mendapatkan kemuliaan bulan Ramadan.

 

Penulis: Maulid Johansyah, M.Pd.

Penyunting: Idan Sahid

Tulisan website Pustaka Al-Bahjah merupakan platform bacaan yang ditulis oleh masyarakat umum sebagai media literasi. Submit tulisanmu dengan cara klik link ini.

 

 

Bagikan ke

Ramadan dan Kesempatan yang Tak Terulang

Saat ini belum tersedia komentar.

Mohon maaf, form komentar dinonaktifkan pada halaman/artikel ini.
Pendidikan Berbasis Akhlak sebagai Solusi Krisis Karakter di Era Digital
21 Juli 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Krisis karakter yang melanda generasi muda saat ini menjadi salah satu tantangan besar dalam dunia pendidikan. Kemajuan teknologi... selengkapnya

Bersuci Bukan Hanya Syarat Ibadah, Melainkan Kesadaran Akan Kebersihan Hati dan Raga
17 Mei 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Thaharah dalam bahasa Arab berarti “suci”, yakni menghilangkan najis yang terdapat pada badan, pakaian, dan tempat. Thaharah (baca:... selengkapnya

Apakah Curhat Termasuk Gibah?
7 Februari 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Curhat bisa menjadi suatu gunjingan dan bisa juga bukan. Artinya, terdapat dua tipe curhat, yaitu curhatan untuk... selengkapnya

Bisakah Najis Berpindah?
26 September 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Kita seringkali mendengarkan dari para ulama, bahwa sebelum melaksanakan shalat hendaknya kita bersuci. Bahkan kita dianjurkan untuk memulai... selengkapnya

Ilmu Kebal di Dalam Pergaulan Sosial
20 September 2021

Ilmu Kebal di Dalam Pergaulan Sosial Oleh: Admin 2 Disadur dari ceramah Buya Yahya (Pengasuh LPD Al-Bahjah Cirebon) PUSTAKA AL-BAHJAH-ARTIKEL-Komunikasi... selengkapnya

Lakukan Ini Agar Anak Terhindar Jeratan Judi Online
30 Juli 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Era digital menuntun setiap orang untuk mengakses pelbagai informasi yang mudah dijangkau, tanpa terkecuali dan tanpa memerlukan... selengkapnya

Sosialisasikan Program, Sekolah Tinggi Al-Bahjah Gelar Forum Silaturahmi Wali Mahasiswa
9 Januari 2023

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Bahjah (STAIBA) yang merupakan salah satu bagian dari Divisi Formal Yayasan Al-Bahjah... selengkapnya

Jangan Takut Merusak Silaturahmi! Berikut Tips Cerdas Mengingatkan Teman yang Bertindak di Luar Batas
18 Maret 2021

Jangan Takut Merusak Silaturahmi Berikut Tips Cerdas Mengingatkan Teman yang Bertindak di Luar Batas Oleh: Admin 2 Disadur dari ceramah... selengkapnya

Sering Dilupakan Orang, Buya Yahya Beberkan Hikmah Puasa Ramadan
25 Maret 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Tak terasa saat ini kita sudah memasuki hampir setengah dari bulan Ramadan. Semoga Allah Swt menerima amalan-amalan... selengkapnya

Pesan Mulia Buya Yahya Untuk “Wanita Karir”
4 Desember 2022

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Fenomena wanita karir akhir-akhir ini menjadi hal yang lumrah terjadi di masyarakat. Wanita karir sendiri diistilahkan... selengkapnya

Ramadan dan Kesempatan yang Tak Terulang

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: