Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

CS Pustaka
● online
CS Pustaka
● online
Halo, perkenalkan saya CS Pustaka
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Beranda » Blog » Apakah Orang Berilmu Pastilah Orang Saleh?; Refleksi Menjelang Bulan Ramadan

Apakah Orang Berilmu Pastilah Orang Saleh?; Refleksi Menjelang Bulan Ramadan

Diposting pada 9 Januari 2026 oleh Redaksi / Dilihat: 221 kali / Kategori:

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Dunia pendidikan sering kali dipandang sebagai jalur yang kering dari sentuhan spiritual. Di ruang-ruang kuliah, ilmu kerap kali hanya berakhir menjadi tumpukan data, statistik, dan teori-teori yang diperdebatkan di atas meja seminar. Akan tetapi, dalam tradisi intelektual Islam, ilmu dan iman adalah satu tubuh layaknya dua sayap yang tidak boleh dipisahkan. Memasuki bulan-bulan mulia seperti Rajab dan Sya’ban, muncul sebuah urgensi untuk meninjau kembali; apakah ilmu yang telah diraih dapat membuahkan kesalehan, atau justru hanya mempertebal dinding ego intelektual?

Ilmu dalam Islam bukan sekadar alat untuk meraih status sosial atau gelar akademik mentereng seperti Sarjana maupun Magister. Ilmu adalah amanah yang memiliki beban moral yang sangat berat. Secara filosofis, ilmu sejati seharusnya mampu mengantarkan pemiliknya pada derajat khasyyah, rasa takut, dan takzim yang mendalam kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Jika semakin tinggi jenjang pendidikan seseorang tetapi rasa rendah hatinya semakin terkikis, berarti ada sesuatu yang salah dalam proses epistemologi belajarnya.

Fenomena hari ini menunjukkan banyak orang berilmu yang terjebak dalam budaya “dialektika tanpa arah”. Ilmu digunakan sebagai senjata untuk menjatuhkan lawan bicara atau untuk menunjukkan dominasi pemikiran di media sosial. Di sinilah letak pentingnya etika menuntut ilmu (adabul ‘alim wal muta’allim). Seorang penuntut ilmu yang saleh akan menyadari bahwa setiap pengetahuan baru yang ia dapatkan adalah setetes air di tengah samudra ilmu Allah yang tak bertepi.

Sering kali, seorang akademisi merasa sudah mencapai puncak kebenaran hanya karena telah mengutip puluhan jurnal atau kitab. Padahal, dalam kacamata filsafat Islam, kebenaran bukan hanya terletak pada validitas data, melainkan pada keberkahan ilmu tersebut dalam membentuk karakter. Bulan Rajab dan Sya’ban ini adalah waktu yang tepat untuk melakukan audit intelektual: apakah pengetahuan tentang aqidah, syariah, dan akhlak yang dipelajari selama bertahun-tahun telah bertransformasi menjadi sikap hidup yang santun, ataukah hanya menjadi bahan perdebatan yang menguras energi?

Bulan Sya’ban yang akan datang menawarkan momentum bagi para kaum intelektual untuk “menghidupkan” ilmu mereka. Ilmu yang mati adalah ilmu yang hanya tersimpan di kepala tanpa pernah menyentuh relung hati. Salah satu cara menghidupkan ilmu adalah dengan membawanya ke dalam ranah pengabdian. Ilmu agama yang tinggi harus mampu diterjemahkan ke dalam bahasa yang santun dan membumi, agar manfaatnya bisa dirasakan oleh masyarakat luas, bukan hanya dinikmati oleh segelintir elite akademis di Menara Gading.

Seorang Muslim yang berpendidikan tinggi memiliki tanggung jawab ganda. Pertama, tanggung jawab untuk terus menjaga kejernihan berpikir dari arus informasi yang menyesatkan. Kedua, tanggung jawab untuk menjaga kesucian hati dari penyakit-penyakit batin seperti ’ujub (bangga diri) dan riya’ (ingin dipuji). Kesalehan intelektual menuntut seseorang untuk berani mengakui keterbatasan akalnya di hadapan wahyu, dan tetap memuliakan guru serta ulama meskipun secara gelar formal mungkin sudah sejajar atau melampaui.

Kita sedang berada di tengah zaman yang penuh dengan kekacauan informasi. Di awal tahun ini, tantangan bagi mereka yang berilmu adalah menjadi kompas moral bagi lingkungan sekitarnya. Filsafat Islam mengajarkan bahwa nalar manusia adalah cahaya yang diberikan Tuhan. Namun cahaya itu hanya akan berfungsi dengan benar jika dibimbing oleh wahyu. Tanpa bimbingan wahyu, nalar bisa menjadi liar dan justru merusak tatanan nilai yang ada.

Refleksi menjelang Ramadhan ini mengajak setiap individu yang telah mengenyam pendidikan tinggi untuk bertanya pada diri sendiri: “Sudahkah ilmu ini membuat dahi saya lebih lama bersujud?” Jika ilmu hanya membuat seseorang merasa lebih pintar tetapi lebih malas beribadah, berarti ilmu tersebut telah kehilangan ruhnya. Kesalehan intelektual sejati adalah ketika kedalaman pemikiran bertemu dengan ketulusan pengabdian.

Pada akhirnya, perjalanan mencari ilmu adalah perjalanan menuju penghambaan yang lebih sempurna. Gelar akademik, publikasi ilmiah, maupun pengakuan manusia hanyalah aksesoris duniawi yang akan ditinggalkan. Yang tersisa hanyalah ilmu yang bermanfaat dan diamalkan dengan penuh keikhlasan.

Mari kita gunakan waktu di bulan Sya’ban ini untuk menata kembali niat dalam belajar dan mengajar. Mari kita jadikan Ramadan yang akan datang sebagai muara dari seluruh ilmu yang kita miliki, tempat nalar dan hati bersatu dalam ketaatan yang utuh kepada Sang Pemilik Ilmu, Allah Subhanahu wa Ta’ala. Semoga dengan demikian, kita tidak termasuk golongan orang yang bertambah ilmunya, justru bertambah jauh dari rahmat-Nya.

 

Penulis: Syariif Ahmad Ja’far Shoodiq

Penyunting: Idan Sahid

Tulisan website Pustaka Al-Bahjah merupakan platform bacaan yang ditulis oleh masyarakat umum sebagai media literasi. Submit tulisanmu dengan cara klik link ini.

 

 

Bagikan ke

Apakah Orang Berilmu Pastilah Orang Saleh?; Refleksi Menjelang Bulan Ramadan

Saat ini belum tersedia komentar.

Mohon maaf, form komentar dinonaktifkan pada halaman/artikel ini.
Liburan Telah Selesai, Begini Cara Memulai Aktivitas dengan Semangat Baru
25 April 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Setidaknya di akhir pekan bulan ini orang-orang mulai melaksanakan aktivitasnya kembali. Suasana dan euforia pascaliburan membekaskan kesan... selengkapnya

Tebar “Jaring-Jaring” Kemandirian Ekonomi Pondok Pesantren, LPD Al-Bahjah Bangun Resto AB Chicken dan Launching AB Express
13 Mei 2023

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Pagi ini Sabtu, 23 Syawal 1444H/13 Mei 2023 Lembaga Pengembangan Dakwah (LPD) Al-Bahjah kembali menebar “jaring-jaring”... selengkapnya

Sterilisasi Kucing, Bolehkah dalam Islam?
4 Desember 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Siapa yang tidak mengenal kucing? Hewan yang satu ini terkenal menggemaskan dan menjadi salah satu hewan favorit... selengkapnya

Inovasi Dakwah Melalui Gedung Media Al-Bahjah yang Baru Diresmikan
10 Agustus 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Divisi Media dan Dakwah Al-Bahjah mengadakan tasyakuran gedung media baru yang berdiri megah di kawasan kompleks yayasan... selengkapnya

Main Medsos ketika Puasa, Apakah Pahalanya Bisa Berkurang?
24 Februari 2026

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Di bulan Ramadan, setiap Muslim dianjurkan untuk lebih maksimal dan fokus beribadah, seperti shalat, membaca Al-Qur’an, dan berdzikir.... selengkapnya

Lakukan Ini Agar Anak Terhindar Jeratan Judi Online
30 Juli 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Era digital menuntun setiap orang untuk mengakses pelbagai informasi yang mudah dijangkau, tanpa terkecuali dan tanpa memerlukan... selengkapnya

Yang Membuat Kita Masih Bertahan Bukan Karena Kita Kuat, Tapi Karena Allah
20 Juni 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Pernahkah kita merenung, tentang seberapa jauh perjalanan ini yang akhirnya mampu membawa kita sampai titik sekarang? Tentang berapa... selengkapnya

Infaq
12 April 2020

Assalamu’alaikum Wr. Wb. Sahabat Infaq Center Al-Bahjah ☺ Semoga Bapak/Ibu/Saudara/Saudari selalu dalam keadaan sehat walafiat dan selalu dalam lindungan Allah SWT,... selengkapnya

Peran Orang Tua dan Masyarakat dalam Mencegah Kekerasan Terhadap Anak Menurut Maqashid Syariah
21 Juli 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Kekerasan terhadap anak merupakan masalah yang sangat serius dan memerlukan perhatian mendalam dari berbagai pihak. Menurut data yang... selengkapnya

Cirebon Kebanjiran! Alarm bagi Kita untuk Lebih Peduli Lagi Terhadap Lingkungan
18 Januari 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Bencana banjir yang melanda kota dan Kabupaten Cirebon pada 17 Januari 2025 kembali menyoroti krisis tata kelola... selengkapnya

Apakah Orang Berilmu Pastilah Orang Saleh?; Refleksi Menjelang Bulan Ramadan

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: