Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

CS Pustaka
● online
CS Pustaka
● online
Halo, perkenalkan saya CS Pustaka
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Beranda » Blog » Puisi-Puisi Nur Aliyatul Hasanah (4)

Puisi-Puisi Nur Aliyatul Hasanah (4)

Diposting pada 24 November 2024 oleh Redaksi / Dilihat: 675 kali / Kategori:

 

Sujud

Saat tangis tak lagi bersuara

Saat tangan tak lagi mampu menyeka air mata

Saat lisan tak lagi dapat mengeja kata

 

Rasanya…

Bersujud menjadi satu-satunya jalan pelarian

Satu-satunya jalan untuk kembali pulang

Kembali mengutuhkan yang semula runtuh

Kembali membangkitkan yang semula jatuh

 

Bukankah keletihan ini fana?

Bukankah kegelisahan ini sesaat?

Mampukah aku memperpanjang sabar?

Mampukah aku memperluas ruang menerima?

Mampukah aku untuk membentang kata maaf?

 

Yaa Rabbii…

Aku meminta belas kasih-Mu

Agar aku dapat menikmati penghambaan dalam setiap sujudku

Yaa Rabbii…

Aku meminta keridhoan-Mu

Agar aku dapat memaknai arti kembali…

 

 

Syukur

Sudahkah aku bersyukur hari ini?

Ah…

Aku sadar…

Aku terlalu muluk mengenal makna dari kata syukur

 

Padahal…

Aku bisa memulai dari hal yang sederhana

Sesederhana bangun di pagi hari tanpa kantung mata

Sesederhana kaki bisa melangkah mengambil air wudhu lalu berdo’a

Sesederhana tangan mampu bertakbir saat menghadap-Nya

 

Lalu apa yang membuatku lupa?

Lalu apa yang membuatku angkuh?

Lalu apa yang membuatku gelisah?

 

Padahal…

Jelas sekali aku takkan mampu

Berjalan…

Berlari…

Menangis…

Tertawa…

Bahkan untuk sekedar mengedipkan mata

Jelas aku takkan mampu

 

Rupanya…

Sibuk kali aku tengok kiri dan kananku

Berangan-angan kudapat pula nikmat yang mereka terima

Padahal…

Jelas sekali janji Allah pada hamba-Nya

“Ia beri yang aku butuhkan, bukan yang aku mau…”

 

 

Sabar

Beberapa hal kita usahakan sampai

Beberapa hal lain kita usahakan adanya ruang penerimaan

 

Mari kita usahakan

Menyadari dan memahami banyaknya hal yang tidak mampu kita kendalikan

 

Mari kita usahakan

Menyediakan ruang penerimaan atas hal-hal yang Tuhan berikan

 

Mari kita usahakan

Menyadari bahwa tap tip kepedihan yang dirasakan dalam fananya kehidupan…

Kita tidak sendirian

 

Tiap-tiap jiwa berjuang mencari jalan pulang

Setelahnya mencoba berdamai dengan keadaan

 

Hanya saja…

Derai air mata mereka tak bersuara

Desah napas mereka tak bertampak apa-apa

Dan langkah mereka selalu menebar cinta pada sesama

Hingga luka mereka tak satu pun orang merasa

 

Bagaimana bisa aku buta?

Tentang banyak hal yang kuanggap baik-baik saja…

 

Yaa Rabbii…

Kumohon jadikan diri ini

Sebagai salah satu hamba yang Kau ridhoi…

 

Tulisan website Pustaka Al-Bahjah merupakan platform bacaan yang ditulis oleh masyarakat umum sebagai media literasi. Submit tulisanmu dengan cara ini.

Tags: , ,

Bagikan ke

Puisi-Puisi Nur Aliyatul Hasanah (4)

Saat ini belum tersedia komentar.

Mohon maaf, form komentar dinonaktifkan pada halaman/artikel ini.
Sebuah Puisi: Balada Rindu Sang Bilal
12 Mei 2024

  Balada Rindu Sang Bilal (Oleh: Husni A. Mubarak)   Andai datang burung-burung surga padanya Bilal bin Rabah tetap memeras... selengkapnya

Bolehkah Mengambil Air dari Sumur Masjid untuk Kebutuhan Pribadi?
4 Juli 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Di beberapa desa, sering muncul perdebatan soal boleh tidaknya mengambil air dari sumur masjid untuk kepentingan pribadi, misalnya... selengkapnya

Hadiri! Memupuk Rindu di Malam Cinta Rasul
31 Desember 2023

Terdapat banyak cara untuk memupuk rasa rindu kita kepada Nabi Muhammad Saw, utamanya dengan selalu teguh memegang segala ajarannya. Al-Habib... selengkapnya

BUYA YAHYA MENYAPA JAMAAH DI OPEN HOUSE AL BAHJAH PUSAT
23 April 2023

Pelaksanaan hari raya Idulfitri di Indonesia identik dengan halal bihalal bersama keluarga besar, tetangga dan orang-orang yang dihormati di lingkungan... selengkapnya

Apa Itu Nikah Batin dan Bagaimana Hukumnya dalam Islam?
26 April 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Pernikahan sering kali disebut sebagai ibadah terpanjang dalam hidup. Mengandung makna bahwa pernikahan dilakukan dari mulai akad sampai... selengkapnya

Pesan Mulia Buya Yahya Untuk “Wanita Karir”
4 Desember 2022

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Fenomena wanita karir akhir-akhir ini menjadi hal yang lumrah terjadi di masyarakat. Wanita karir sendiri diistilahkan... selengkapnya

Mengakhiri Derita Jomblo; Insan yang Hidupnya dalam Kesendirian di Setiap Keheningan Malam
13 November 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Fase menuju pernikahan menjadi momok mengerikan bagi para pemuda yang khawatir akan masa depannya. Akhir dari masa... selengkapnya

Orang Tua yang Telah Meninggal Masih Bisa Mendapatkan Pahala dengan Cara Ini
1 Februari 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Setiap amal kebaikan yang kita lakukan, baik berupa sedekah maupun berbagi ilmu, akan memberikan pahala langsung kepada... selengkapnya

Keutamaan 10 Hari Terakhir Bulan Ramadan
13 Maret 2026

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Bulan Ramadan merupakan bulan penuh keistimewaan bagi umat Islam di pelbagai belahan penjuru bumi karena setiap amalan ibadah... selengkapnya

Dahulu Ramai, Kini Pemuda Seakan Asing dengan Masjid dan Mushola
20 Februari 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Pernahkah kita menyadari bahwa yang bisa asing itu bukanlah semata persahabatan, keakraban, atau perkenalan, melainkan diri kita... selengkapnya

Puisi-Puisi Nur Aliyatul Hasanah (4)

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: