● online
Kembali kepada Allah sebagai Solusi Depresi?

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Fenomena stres dan depresi bukanlah hal baru dalam kehidupan manusia. Namun pada zaman modern dengan tekanan hidup yang semakin kompleks, gejala ini menjadi semakin nyata. Tidak hanya dirasakan oleh kalangan dewasa, kini generasi muda pun rentan mengalaminya. Di tengah meningkatnya kasus kesehatan mental, Buya Yahya melalui ceramah yang diunggah di kanal YouTubenya yang berjudul, “Stres Berat!? Depresi!? Hanya Ini yang Bisa Menyelamatkanmu!” menawarkan pandangan spiritual sebagai solusi utama.
Dalam ceramah tersebut, Buya menjelaskan bahwa stres dan depresi terjadi karena hati yang jauh dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Maka dari itu, menurut beliau, seseorang hanya akan menemukan ketenangan sejati jika kembali kepada Allah, memperbaiki shalat, memperbanyak dzikir, serta menata hati dari keterikatan berlebihan pada dunia. Pendekatan ini memiliki dasar kuat dalam tradisi tasawuf Islam. Namun ketika disandingkan dengan pendekatan ilmiah kontemporer, pandangan ini perlu ditinjau lebih luas dan mendalam.
Pendekatan Buya Yahya sangat menekankan peran spiritualitas dalam menangani depresi, yang dalam konteks Islam, merupakan upaya untuk mengembalikan manusia kepada fitrahnya. Ini adalah pandangan teologis yang juga didukung oleh banyak ulama, khususnya dari tradisi tasawuf, yang memandang penyakit hati (qalb) sebagai sumber utama kegelisahan hidup. Namun demikian, dari perspektif psikologi klinis, depresi adalah kondisi yang kompleks, melibatkan aspek biologis (kimia otak), psikologis (trauma masa lalu, pola pikir negatif), dan sosial (lingkungan, relasi interpersonal). Oleh karena itu, meskipun pendekatan spiritual memiliki manfaat dalam menguatkan daya tahan mental (resiliensi), mengandalkannya sebagai satu-satunya solusi bisa mengabaikan dimensi lain yang tak kalah penting. Di sinilah pentingnya integrasi antara nilai-nilai religius dan pendekatan profesional kesehatan mental agar penanganan depresi menjadi lebih utuh, menyeluruh, dan tidak simplistis.
Salah satu kekuatan utama dari ceramah Buya Yahya adalah kemampuannya menyuntikkan harapan dan makna hidup kepada pendengarnya. Dalam suasana hati yang kacau, banyak orang merasa kosong, kehilangan arah, dan tidak tahu harus berbuat apa. Di sinilah pesan Buya Yahya menjadi relevan. Ia tidak hanya mengajak umat untuk sabar, tetapi juga menunjukkan jalan rohani menuju ketenangan batin yang dalam. Penekanan beliau pada dzikir, istighfar, dan mendekatkan diri kepada Allah sejalan dengan temuan dalam psikologi positif yang menunjukkan bahwa praktik spiritual dapat meningkatkan kesejahteraan mental. Keimanan dan ibadah dapat menjadi coping mechanism yang sangat kuat bagi individu beragama. Ceramah semacam ini sangat berguna, terutama di masyarakat yang masih tabu terhadap konsultasi psikolog atau psikiater. Namun demikian, pendekatan ini harus tetap dibarengi dengan pemahaman bahwa tidak semua bentuk depresi bisa diselesaikan hanya dengan nasihat spiritual, terlebih jika menyangkut kasus yang sudah masuk kategori gangguan klinis.
Stres dan depresi tidak serta merta disebabkan oleh jauhnya manusia dari Tuhan. Sebab, dalam realitas klinis, tidak sedikit penderita depresi yang justru taat beragama, rajin shalat, berdzikir, bahkan aktif dalam kegiatan dakwah. Ini menunjukkan bahwa religiusitas tidak selalu berbanding lurus dengan kondisi mental seseorang. Jika penanganannya hanya dilakukan melalui nasihat spiritual yang disampaikan dengan kerangka yang tidak utuh, bisa saja audiens merasa bersalah atas penyakit mental yang diderita, menganggap dirinya kurang iman, dan akhirnya semakin terpuruk. Oleh karena itu, ceramah keagamaan mengenai kesehatan mental sebaiknya juga disertai dengan edukasi tentang pentingnya bantuan profesional, validasi atas penderitaan psikologis, dan narasi yang tidak menyalahkan penderita. Ini penting agar pendekatan spiritual menjadi pelengkap, bukan pengganti, dari terapi medis dan psikologis yang telah teruji secara ilmiah.
Ceramah Buya Yahya tentang stres dan depresi memberi kontribusi penting dalam membangun kesadaran spiritual di tengah keresahan jiwa umat. Pesan untuk kembali kepada Allah adalah nasihat universal yang memiliki kekuatan menenangkan, sekaligus membuka jalan untuk refleksi diri. Namun demikian, dalam konteks akademik dan praksis kesehatan mental modern, pendekatan ini perlu dilengkapi dengan kesadaran akan kompleksitas persoalan depresi itu sendiri. Membuka ruang integratif antara spiritualitas Islam dan keilmuan psikologi modern adalah tugas kita bersama—para ulama, akademisi, dan praktisi—agar umat Islam mendapatkan pemahaman utuh dan solusi menyeluruh. Jika kolaborasi ini dapat terwujud, pendekatan ceramah keagamaan sebagai salah satu tahapan dalam penangan stres dan depresi dapat menjadi jalan keluar yang bertanggung jawab secara keilmuan dan kemanusiaan.
Sumber
Penulis: Syariif Ahmad Ja’far Shoodiq
Penyunting: Idan Sahid
Tulisan website Pustaka Al-Bahjah merupakan platform bacaan yang ditulis oleh masyarakat umum sebagai media literasi. Submit tulisanmu dengan cara klik link ini.
Kembali kepada Allah sebagai Solusi Depresi?
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Tidakkah kita menyadari bahwa hari demi hari, bulan demi bulan, dan tahun demi tahun terus berlalu. Bergantinya waktu... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Sebanyak 483 calon jamaah Umroh Munajat Kubro memadati ballroom Hotel Grage, Cirebon, dalam kegiatan Manasik Akbar yang berlangsung... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering kali tidak menyadari bahwa segalanya bermula dari satu titik kecil yang tak terlihat;... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Shalat merupakan ibadah utama dalam Islam yang memiliki rukun-rukun tertentu yang harus dipenuhi agar sah. Salah satu... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Terdapat tradisi masyarakat ketika menjelang Hari Raya Idulfitri, yaitu mudik. Tradisi mudik yang ada di Indonesia terbilang... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Siapa yang tidak mengenal kucing? Hewan yang satu ini terkenal menggemaskan dan menjadi salah satu hewan favorit... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Banyak amalan yang dapat dilakukan di bulan Ramadan, selain melakukan amalan-amalan yang biasa dilakukan di bulan-bulan lainnya,... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Setiap rumah tangga pasti pernah mengalami permasalahan, sebab manusia adalah mahluk yang memiliki hawa nafsu sehingga... selengkapnya
Cirebon, Pustaka Al-Bahjah News-Petugas Keamanan LPD AL-Bahjah Cirebon Menutup Jalan untuk Sementara Waktu pada Saat Shalat Berjamaah Sedang Berlangsung di... selengkapnya
Buku “Sam’iyyat” karya Buya Yahya penting untuk kita memiliki sebagai buku pegangan dalam memiliki keyakinan yang benar. Dengan keyakinan yang… selengkapnya
Rp 59.000 Rp 69.000Maulid Ad Diba’ merupakan salah satu kitab maulid yang dibaca dalam rangka meneladani sîrah Rasulullah saw sekaligus bershalawat kepadanya. Salah… selengkapnya
Rp 25.000FIQIH PRAKTIS SHALAT BERJAMAAH KARYA BUYA YAHYA Buku ini membahas tentang pentingnya dan tata cara melaksanakan shalat berjamaah, yaitu shalat… selengkapnya
Rp 65.000Buku Pengantar Bahasa Arab Para ahli bahasa menyebutkan bahwa maharoh/kemampuan berbahasa ada empat, yaitu (istima’, kalam, qiroah, dan kitabah). Keempatnya… selengkapnya
Rp 29.000 Rp 38.000Penerbit: Pustaka Al-Bahjah Penulis: Maulid Johansyah, M.Pd. Tebal buku: xi+138 Buku saku Kosa Kata (Almufrodat) Sehari-Hari ini merupakan pelengkap untuk… selengkapnya
Rp 23.000 Rp 29.900Buku Indahnya Memahami Perbedaan Para Ulama (IMPPU) Karya Buya Yahya menjelaskan perbedaan keyakinan aqidah dan perbedaan pelaksanaan amalan ibadah-ibadah dalam… selengkapnya
Rp 89.000Ilmu nahwu adalah termasuk bagian dari sekian macam bidang ilmu dalam bahasa arab. Tanpanya sebuah susunan kalam tidak akan difahamai… selengkapnya
Rp 72.000 Rp 93.600
Saat ini belum tersedia komentar.